
Pagi harinya aku terbangun dalam keadaan tubuh telanjang dan sangat lelah. Namun senyuman tak pernah hilang dari wajahku setiap kali mengingat apa yang terjadi semalam. Aku mencintainya.
Marcus sudah tak ada di sampingku, mungkin semalam dia kembali ke kamarnya. Sebelum Andrew menangkap basah Marcus yang berada di dalam kamarku.
Pagi hari ini sangat cerah walau diluar sana tengah mendung tapi aku merasa semua bersinar begitu terang.
Setelah mandi dan kembali segar juga cantik, aku turun ke bawah untuk menyiapkan sarapan. Aku akan memanggang roti dan membuat kopi untuk dua pria itu.
Saat aku mengaduk kopi sebuah tangan kekar melingkari perutku dari arah belakang. Aroma ini. Aku tersenyum lebar. Aroma yang sangat aku sukain dan memenuhi tubuhku semalam.
"Mengapa kau tidak membangunkan dan memberikan morning kiss untukku?"
Aku meletakkan sendok dan berbalik. Tanganku melingkari leher Marcus. Pria ini belum mandi, rambutnya masih sangat berantakan dan dia dengan asal memakai baju kaosnya.
"Apa kau tadi mencariku di kamar?" Marcus mengangguk dengan mata setengah terbuka menahan kantuk .
"Oh my little boy." Marcus tersenyum dan menyodorkan wajahnya dengan memonyongkan bibir ke arahku.
"Give me a long kiss, mommy." Aku terkekeh pelan. Dulu Marcus sering bersikap manja dan kami sering berperan seperti ini— mommy and little boy.
Semoga Andrew belum bangun.
Aku mengeratkan rangkulan tanganku dan menarik Marcus semakin mendekat. Lalu memberikannya ciuman panjang yang dia inginkan. Kami saling berbagi saliva dan melumat bibir satu sama lain.
Aku melepaskan ciuman kami setelah pasokan oksigenku menipis. Lalu melepaskan tanganku.
"Sudah, sana mandi. Kau akan terlambat jika tak segera mandi."
"Aku masih ingin bersamamu. Atau aku ambil cuti saja hari ini." Marcus mengeratkan pelukannya di pinggangku.
"Marcus! Sana mandi!"
"Bagaimana jika kita mandi bersama?"
"Marcus!" Aku berteriak keras dan memukul pundaknya. Marcus tertawa nyaring dan akhirnya melepaskanku.
__ADS_1
"Baiklah, aku mandi dulu ya sayang."
Lihat! Apa pria dihadapanku ini sama dengan pria yang pagi kamrin menghina dan mengataiku jalang?
Aku menggeleng melihat tingkah manja Marcus. Pria itu bahkan meniupkan kiss bye untukku, membuat wajah memanas saja.
˙°♡♡♡°˙
Aku berjalan menuju supermarket yang tak jauh dari cafe-ku berada. Bahan makanan di kulkas sudah habis. Jadi aku akan berbelanja untuk mengisi stok makanan. Aku tersenyum membaca sederet pesan yang dikirimkan oleh Marcus. Pria itu mengirimiku pesan setiap sejam sekali. Ada saja yang dia tanyakan dan ucapkan. Tapi senyumanku menghilang setiap kali bayangan Andrew melintas. Apa yang harus aku lakukan?
Pernikahan kami sebentar lagi. Apa aku harus membatalkannya? Tapi bagaimana mengatakannya pada Andrew? Dia pasti marah dan kecawa. Lalu bagaimana dengan semua persiapan yang sudah disiapkan untuk pernikahan ini? Jika membatalkannya berarti akan membuang uang dengan nominal yang besar dengan percuma. Tapi aku tak yakin untuk melanjutkan pernikahan ini lagi. Aku mencintai Marcus. Dan dia juga mengatakan hal yang sama. Aku ingin Marcus yang menjadi suamiku.
Tiba-tiba ada sapu tangan yang membekap hidung dan mulutku dari arah belakang. Sapu tangan yang menguarkan aroma yang sangat tajam. Aku meronta dan berusaha melepaskan diri. Namun orang yang dibelakang menahan pergerakkanku.
Aku menghirup aroma menyengat itu cukup banyak hingga membuat kepalaku sangat pusing. Dalam beberapa detik pandangan mataku menghitam dan aku jatuh tak sadarkan diri.
˙°♡♡♡°˙
Perlahan kesadaranku berkumpul. Aku ingin membuka mata namun ada kain yang menutup kedua mataku. Kucoba untuk bergerak namun tak bisa. Kedua tanganku terikat erat di belakang tubuh. Begitu pula kedua kakiku. Aku tengah duduk di sebuah kursi kayu.
Aku langsung panik dan bergerak gelisah. Aku ingin berteriak tapi mulutku disumpal sebuah gulungan kain. Dimana aku? Siapa yang menculikku? Mengapa dia menculikku? Mungkinkah ini semua perbuatan Jonathan karena aku tak memberikan uang padanya? Atau pria yang mengirimkan video dan surat ancaman itu?
"Kau sudah bangun rupanya." Suara seorang pria membuat aku membeku. Apa dia yang sudah menculikku?
Aku bergumam tak jelas karena kain yang menutup mulutku. Aku ingin bertanya siapa dia? Dan apa maunya dengan menculikku?
Perlahan kurasakan kehadiran seseorang di hadapanku. Dan tangannya menarik sumpalan kain di bibirku. Tubuh pria ini tak berbau alkohol namun wangi sebuah parfum mahal.
"Siapa kau? Mengapa kau menculikku?"
"Tidakkah kau mengenali suaraku, Lina?"
Aku membeku, suara ini. Jantungku berdegup kencang. Keringat dingin keluar tanpa bisa kucegah.
"Ka-kau? Mengapa kau menculikku?"
__ADS_1
"Aku sudah memperingatimu, Lina. Tapi kau tak memperdulikan ancamanku dan terus tinggal di mansion itu."
"Jadi, kau yang mengirim surat dan video ancaman itu?"
"Ya, dan aku juga yang menyabotase dan mengirimkan rekaman percakapanmu dengan Jonathan kepada Marcus."
"KAU! Mengapa kau melakukan ini padaku? Aku sudah menganggapmu sebagai sahabat bahkan keluargaku sendiri, Aiden! Tapi, mengapa kau menculikku?" Aiden menarik penutup mataku dan aku bisa melihat dengan jelas dirinya yang berdiri di hadapanku. Tatapan mata pria itu tak selembut biasanya. Hanya ada kekejaman dan kedinginan dari sorot mata itu.
"Karena kau menghalangi kebahagiaan adikku. Orang yang paling aku sayangi di dunia ini."
"Apa maksudmu?"
"Kau penghalang kebahagiaan Siska, adikku."
"Apa?! Kau dan Siska?"
"Ya, aku bukanlah anak kandung keluarga Lee. Aku hanya anak adopsi mereka. Ibu menyerahkanku ke panti asuhan agar dia bisa menikah dengan Paman Smith. Dan Siska adalah adikku dari ayah yang berbeda."
"Bukankah kau sahabatku, Aiden?"
"Sahabat? Kau tak berarti untukku. Hanya ibu dan adikku yang aku pikirkan. Aku mengetahui fakta ini sejak lama."
"Taukah kau mengapa lima tahun yang lalu aku menghilang dan tak masuk kuliah? Karena aku sedang menyelidiki jati diriku. Apa kau tau mengapa begitu sulit untukmu mendapatkan info mengenai kecelakaan Marcus? Karena aku membayar semua orang untuk tutup mulut dan tak mengatakan apapun padamu."
"Kau! Jadi itu sebabnya aku tak bisa mendapatkan informasi mengenai kecelakaan Marcus."
"Ya."
"Lalu, mengapa kau bersikap baik padaku di pertemuan kita di mansion ataupun di pesta perusahaan Smith Company? Apa itu hanya sandiwaramu saja?"
"Awalnya aku waspada dengan kemunculanmu di samping Marcus, tapi ternyata kau muncul dengan status tunangan Andrew. Itu sebabnya aku tak mengganggu dan membiarkanmu tinggal di mansion keluarga Cho."
"Tapi, Siska semakin menuntutku untuk menyingkirkanmu. Dan aku melihat dengan mata kepalaku sendiri jika kalian kembali bersama."
_____________
__ADS_1
Aku masih baru di Novel toon jadi mohon dukungannya ya. Jangan lupa Vote, Like, Comment cerita ini. cerita ini juga aku ikut sertakan dalam event menulis novel toon. Terima kasih