Mantanku, Putra Tunanganku

Mantanku, Putra Tunanganku
Bab 48. Siapa Ayahku


__ADS_3

Aku membeku. Aku tak pernah tau jika Jonathan melakukan vasektomi. Vasektomi adalah menutup aliran ** yang bisa membuahi sel telur, dengan kata lain pria yang melakukan vasektomi tak akan pernah bisa mendapatkan keturunan lagi.


"Kau sangat tau apa artinya vasektomi bukan? Ya, aku melakukan itu tanpa sepengetahuan ibumu. Aku tak menginginkan seorang anak. Hidupku sudah sangat sulit dan aku tak mau bertambah sulit dengan adanya seorang anak dalam hidupku."


"Tapi pelacur rendahan itu datang dan berkata bahwa kau adalah anakku! Bullshit! Dia pikir bisa membodohiku. Aku berpura-pura menerima keberadaanmu dan mau menikahi wanita itu. Setelah dia menjadi istri dan berada dalam genggamanku, aku menyiksanya. Membayar sakit hati karena dia telah membodohiku. Membayar luka yang dia berikan karena telah membohongi cintaku. Dan aku tak pernah percaya lagi dengan apapun yang dia ucapkan. Aku membenci wanita jalang itu, sama besarnya seperti aku membencimu."


Aku tak bisa berkata apapun. Kini aku tau mengapa Jonathan memperlakukan aku dan ibu dengan buruk. Dia memendam rasa sakit hati yang sangat dalam. Dia terluka akan penghianatan yang ibuku lakukan. Tapi aku sama sekali tak membenci ibuku, walau kenyataannya dialah penyebab semua penderitaanku ini.


"Apa yang kau bicarakan Jonathan?" Aku mendongak ketika mendengar suara orang lain di ruangan ini. Andrew dan Marcus baru saja masuk ke dalam ruangan ini. Menyadari kehadiran dua pria itu. Jonathan langsung waspada dan mendekatkan pisau di depan leherku.


"Jangan mendekat atau pisau ini akan melukainya."


"Apa yang kau lakukan? Lepaskan Shelina!" teriak Marcus dengan mata menyala marah.


"Jangan melakukan hal bodoh Jonathan. Jangan melakukan sesuatu yang akan kau sesali nantinya," peringatan Andrew tak digubris Jonathan.


"Jangan banyak bicara! Cepat sediakan uang seratus milyar untukku atau aku akan membunuh istrimu."


Istri? Apa Jonathan pikir aku sudah menikah dengan Andrew?


Itu tak penting saat ini. Apa yang akan Andrew lakukan? Dan aku menghawatirkan apa yang Marcus perbuat. Pria itu pasti akan melakukan sesuatu. Dan aku tak ingin melihatnya terluka.


"Kau tak akan berani melakukannya. Kau tak akan membunuh putrimu sendiri. Apa kau pikir semudah itu membawa uang seratus milyar kemari?"


"Aku tak mau tau bagaimana caramu untuk membawa uang itu kemari dan kau pikir aku tak berani membunuh Shelina?"


"Jangan melakukan hal bodoh yang akan membuatmu menyesal."


"Kau pikir aku tidak berani."

__ADS_1


Tanpa kuduga Jonathan menekan pisau itu ke leherku, menggores kulit hingga menimbulkan rasa sakit. Sesuatu yang hangat mulai mengalir di leherku. Dinginnya pisau itu masih melekat di leher.


"Kau!" Marcus berteriak marah dan hendak merangsek ke arah kami. Tapi Andrew langsung menahannya.


"Tahan dirimu Marcus. Kita tak boleh gegabah."


"Ya, selangkah lagi kau kemari aku tak segan-segan menekan pisau ini semakin dalam ke leher Shelina."


"Mengapa kau melakukan ini Jonathan? Shelina putrimu, bagaimana bisa kau berniat membunuhnya hanya karena uang?"


Tawa Jonathan membahana di dalam ruangan ini. Membuat aku bergidik takut.


"Putri? Shelina bukanlah putri kandungku. Dia anak haram hasil perselingkuhan istriku dengan pria lain."


"Apa maksudmu? Shelina sungguh putri kandungmu."


"Putri kandungku? Jangan bercanda. Atau malah Shelina adalah putri kandungmu."


"Omong kosong apa yang sedang kau katakan, Jonathan," Andrew berteriak marah dan tak suka.


"Kau pikir aku tak tahu, hah? Kau mengenal Dina, istriku. Dan kalian sempat dekat bukan. Aku yakin jika Shelina adalah anak dari hubungan gelapmu dengan Dina."


"Apa kau gila?! Aku memang dekat dengan Dina tapi Shelina bukan putriku."


Aku terkejut dengan fakta yang baru saja Andrew katakan. Aku tak pernah tau jika dia mengenal ibuku.


"Lalu mengapa kau sangat memperhatikannya? Mengapa kau memperlakukannya seperti anakmu? Kau pikir aku tak tau kau tidak pernah menyentuh Shelina. Pria normal mana yang tak tergiur untuk menyentuh Shelina ketika tidur seranjang dengannya. Dan kau ingin menikahinya agar dia terbebas dari cengkramanku."


Lagi-lagi aku terkejut dengan apa yang Jonathan ungkapkan. Terkadang akupun merasa keganjilan dari sikap Andrew padaku. Pria itu menyayangiku tapi dia sama sekali tak pernah menyentuhku. Pria itu masih kuat untuk melakukan sex dan aku juga yakin dia masih memiliki gairah itu. Tapi mengapa dia tak pernah menyentuhku walaupun kami tidur seranjang. Mungkinkah semua itu karena aku putrinya? Benarkah apa yang Jonathan ungkapkan?

__ADS_1


"Andrew, apa benar yang diucapkan Jonathan? Apa benar kau ayahku?"


Bab 21


Mataku berkaca-kaca. Mengapa takdir kembali mempermainkanku? Aku hampir saja menikah dengan Andrew. Dan jika semua itu benar berarti aku hampir saja menikah dengan ayahku. Lalu masih bisakah aku bersatu dalam ikatan pernikahan dengan Marcus. Jika Andrew benar ayahku maka Marcus adalah kakak tiriku.


"Shelina, jangan dengarkan omong kosong yang Jonathan ucapkan."


"Jika itu hanya omong kosong mengapa ayah bersikeras menikahi Shelina, padahal tak pernah sekalipun menyentuhnya."


Marcus mengucapkan apa yang saat ini aku pikirkan. Dia juga merasakan hal yang sama denganku. Takut jika dia dan aku memanglah saudara tiri.


"Tidak. Shelina bukanlah putriku. Aku menyayangi dan menginginkannya menjadi putriku karena dia anak dari sahabatku, Dina. Aku ingin menjadi ayah angkatnya tapi itu tak akan membebaskan Shelina dari jerat siksa Jonathan. Itu sebabnya aku ingin menikahi Shelina. Tapi, dia sungguh bukanlah pitriku. Dia putri kandung Jonathan."


"Jangan berbicara seolah kau tau segalanya, Andrew!" Teriak Jonathan kesal.


"Aku memang tahu segalanya Jonathan. Aku tau apa yang sudah kau lakukan pada Dina. Aku tau apa saja yang kau lakukan untuk menyiksa Dina dan Shelina. Dan aku tau dengan pasti Shelina adalah putri kandungmu. Karena aku sudah melakukan tes DNA untuk membuktikan hal itu."


"Tes DNA? Jangan bercanda! Aku melakukan vasektomi, jadi Dina tak mungkin hamil anakku."


"Dan kau pikir aku tak tahu hal itu."


"KAU!"


"Sebelum Dina meninggal dia bertemu denganku. Dia menceritakan semuanya. Tentang perubahanmu ketika kau sudah menjadi suaminya. Tentang kau yang menyiksa dia dan putrinya. Dina juga memintaku untuk menjaga putrinya. Saat itu aku sama sekali tak pernah mengangka bahwa itu pertemuan terakhir kami. Saat istri dan putraku mengalami kecelakan, aku kehilangan kontak dengan Dina. Aku tak tau dimana dia hingga beberapa bulan yang lalu aku bertemu dengan Shelina. Dia sangat mirip dengan Dina dan aku mulai mencari tahu segalanya."


"Dari detektif yang kusewa aku menemukan fakta bahwa kau telah membunuh Dina. Kau juga menyiksa dan memaksa Shelina untuk melacurkan diri. Aku ingin mengangkat Shelina sebagai putriku agar dia bebas darimu. Tapi kau tak akan mungkin melepaskan Shelina begitu saja. Lalu aku mencurigai kemungkinan jika Shelina bukanlah putri kandungmu, setelah tahu kau melakukan vasektomi. Jika Shelina bukan putri kandungmu, aku dengan mudah merebutnya. Jadi, aku menyuruh detektif itu mengambil sikat gigimu dan melakukan tes DNA dengan rambut Shelina. Dan hasilnya adalah 99% terbukti Shelina adalah putri kandungmu."


___________

__ADS_1


Mohon dukungannya ya. Jangan lupa Vote, Like, Comment cerita ini. cerita ini juga aku ikut sertakan dalam event menulis novel toon. Terima kasih


__ADS_2