Married To Ceo

Married To Ceo
Ciuman Pertama Ku


__ADS_3

Acara pelelangan berjalan begitu lancar. Kun saat ini duduk menyaksikan kegiatan tawar menawar yang dilakukan setiap orang untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.


Bukan barang-barang mewah yang saat ini sedang dia intai. Melainkan,sosok gadis yang selama ini dia cari.


Sudah beberapa banyak pelelangan yang telah dia hadiri. Namun, tidak membantunya menemukan Arini. Pelelangan malam ini merupakan pelelangan yang terkenal dikalangan para pengusaha dan oleh karena itu dia sangat berharap hari ini dapat menemukan Arini.


Kenapa Kun mencari Arini kepelelangan? karena menurut para pengawalnya yang selama ini menyelidiki keberadaan Arini. Pernah menemukan Arini dijadikan barang lelang dan setelah itu ketika pengawal nya mencoba mendapati Arini jejaknya menghilang dengan begitu saja.


"Tuan...apakah masih ingin menyaksikan pelelangan berlangsung,?"ucap Thomas bertanya.


Kun hanya menjawab dengan anggukannya. Menandakan bahwa dia masih ingin tetap tinggal di tempat pelelangan.


2 jam sudah berlalu dan akhirnya acara yang dia tunggu-tunggu telah tiba.


"Selamat malam para hadirin yang terhormat. Terima kasih saya ucapakan kepada kalian yang sudah menawar barang di pelelangan kami hari ini dengan harga yang sangat tinggi dan sekarang,merupakan puncak nya pelelangan,"ucap seorang mc yang berada diatas panggung.


Kun tampak sedikit gelisah ketika apa yang dia tunggu akan segera dimulai.


"Baiklah,tanpa panjang lebar mari kita mulai acara utama pada pelelangan hari ini dan ini barang yang kami tawarkan,"ucap seorang mc sambil memberi isyarat kepada bawahannya untuk membuka tirai.


Dan seketika tirai terbuka menampakkan seorang gadis cantik yang sedang berdiri yang tidak lain adalah Arini.


Tepat sasaran,kini Kun yang mendapati Arini langsung mengepalkan tangannya.


"Ternyata sebegitu rendahnya kau Arini,"ucapnya dengan geram.


Banyak pria menatap Arini dengan tatapan lapar dan penuh nafsu. Mereka tidak segan segan bersaing menawar tubuh Arini dengan harga tinggi.


"200 miliyar"


Kun mengangkat tinggi tangannya. Para pengusaha yang sedang mengikuti acara tersebut langsung terkejut bagaimana tidak seseorang telah menawar dengan harga yang sangat tinggi.


"Baiklah baiklah...apakah masih ada yang ingin menawarkan harga diatas 200 miliyar,?"tanya mc tersebut mengulangi.


Semua nampak terdiam memperlihatkan ketidakmampuannya melampaui harga yang sudah Kun tetapkan dan pada akhirnya Arini pun jatuh ke tangan Kun.


Kun mulai beranjak dari tempat duduknya pergi untuk menemui Arini. Arini yang melihat kedatangan Kun pun tersenyum lalu berlari dan langsung memeluknya tiba tiba.


"Aku tau itu kamu, dan aku tau pasti kamu akan menolongku,"ucap Arini sambil memeluk erat Kun.


"Lepaskan tangan kotormu,"seru Kun dengan tegas melepaskan lengan Arini


"Kun...apakah kamu tidak merindukan ku,?"ucap Arini kembali mencoba meraih tangan Kun.


"Cukup omong kosong mu Arini. Aku tidak ingin sama sekali merindukanmu apalagi untuk kembali bersamamu. Aku hanya merasa jijik pernah mencintai wanita seperti kamu,"ujarnya dengan nada membentak.

__ADS_1


Thomas hanya mematung melihat drama yang ada di hadapannya. Dia tidak berani menahan bos nya yang kali ini sedang terbakar api kemarahan.


"Kun...apa yang kamu lihat sama sekali tidak sama dengan apa yang kamu pikirkan! Aku ngelakuin ini hanya karna ingin membayar segala hutang ayahku,"tangis Arini pun pecah.


"Apakah caranya memang harus seperti ini dengan cara kau tidur dengan pria lain dan pergi meninggalkan ku begitu saja. Apakah sebegitu tidak bergunanya aku di matamu sampai-sampai kau tega mengkhianati orang sudah sangat tulus mencintaimu,"bentak Kun lagi yang sekarang wajahnya sudah sangat merah padam.


Arini hanya terdiam tidak lagi mampu untuk membalas segala perkataan pria yang ada di hadapannya saat ini.


"Enyahlah...kau dari hidupku mulai dari sekarang,!"tegas Kun lalu pergi meninggalkan Arini.


Arini hanya terpaku lesu mendengar ucapan Kun dan pergi meninggalkannya sendiri. Saat ini perilaku nya sangat bertolak belakang dengan sikap nya yang dulu sangat peduli dan menyanyangi Arini.


"Aku tau kau masih mencintaiku dan aku akan berusaha untuk itu,"batin Arini tidak menyerah.


Kun pergi meninggalkan tempat pelelangan dengan jiwa yang sudah sangat dikuasai oleh rasa marah dan benci.


"Tuan...apakah ingin segera pulang,"tanya Thomas menghamipiri Kun


"Aku belum ingin pulang. Aku hanya ingin pergi kesuatu tempat,!"ujar Kun masuk kedalam mobil.


Thomas hanya mengiyakan apa yang dikatakan Tuannya karena dia sudah paham dengan tempat yang di maksud itu.


🖤🖤🖤


Aurora terbangun dari tidur lelapnya. Dia mengusap pelan kasur disampingnya yang masih dalam keadaan kosong.


"Tapi jam berapa sekarang,?"batin Aurora meraih ponselnya.


02.45...


"Tumben sijelek belum pulang,?"ujar nya pelan masih menatap ponselnya dan lalu...


Tok...Tok...Tok


Bunyi dibalik pintu kamar. Aurora beranjak dari tempat tidurnya hendak membuka pintu.


Aurora sudah memperkirakan pasti yang mengetuk pintu nya adalah Kun. Tetapi pada kenyataan nya yang mengetuk pintu adalah Thomas yang saat ini menggandeng bosnya yang sedang tak sadarkan diri karena pengaruh alkohol.


"Selamat malam Non. Maaf sudah lancang saya hanya ingin menghantarkan Tuan muda,"ujar Thomas yang masih menumpu bosnya.


"Ada apa dengan sijelek,?"tanya Aurora keheranan.


"Maaf Non, tadi Tuan muda terlalu banyak minum jadi tidak sadarkan diri. Saya tidak berani untuk menghentikannya,"balas Thomas


"Cihhh...merepotkan saja,"ujar batin Aurora.

__ADS_1


Aurora mempersilakan Thomas untuk membawa Kun masuk kedalam kamar dan merebahkannya diatas kasur. Setalah itu Thomas langsung berpamitan pulang.


Aurora berniat membantu Kun melepas jasnya karena Kun tampak risih dengan apa yang masih melekat ditubuhnya.


Dia dengan hati-hati melakukannya takut jika nantinya dapat membuat Kun terbangun dari tidurnya.


Tapi tanpa disadari Aurora.Kun menarik lengannya sehingga membuat Aurora terjatuh dan berada diatas dada Kun.


"Heiii jelek...lepasin aku,!"Aurora meronta ronta.


Bukan melepaskan malahan Kun semangkin mengeratkan pelukannya dan menggigit pelan telinga Aurora yang sehingga membuat Aurora meringis kesakitan.


"Sayang....hummm,"racau Kun tanpa sadar.


"Siapa yang kau panggil sayang brengsek,"balas Aurora memukul dada Kun.


Tidak menghiraukan pukulan Aurora. Kun malahan semangkin berulah. Dia memposisikan dirinya sedang menidih Aurora. Aurora membulatkan matanya dan berusaha lepas dari tidihan sang suami.


Tenaga Aurora memang tidak sebanding dengan kekuatan yang ada pada Kun saat ini. Tapi Aurora berusaha mencari cara untuk melepaskan diri sebelum sesuatu yang tidak dia inginkan terjadi tanpa cinta.


"Lepasin aku sekarang juga...kamu mau memperkosa aku ya,?"teriak Aurora yang masih berusaha keras melepaskan dirinya.


"Hummm...mana mungkin aku ngelakuin itu! Aku hanya mengingkan nya sekarang" balas Kun mendekati wajah Aurora dan langsung ******* habis bibir Aurora.


Aurora terkejut dan entah dapat asupan tenaga dari mana. Aurora berhasil mendorong Kun sehingga tersungkur dikasur.


"Ciuman pertama ku,"ucap Aurora memegang bibirnya sedih berlari kekamar mandi untuk membersihkannya.


Padahal sejak awal Kun sudah merampas ciuman pertamanya hanya saja Aurora tidak mengetahui hal itu.


"Cihh...kenapa bisa begini. Kenapa dengan seenaknya dia mencium ku,"gerutu Aurora dikamar mandi sambil membersihkan bibirnya dengan air.


Ingin sekali Aurora menjitak kepala Kun yang telah merampas ciuman pertama yang telah lama dia jaga untuk seseorang yang dia cinta.


"Kemarin masa lajang ku, hari ini ciuman pertamaku, selanjutnya apa lagi yang akan kau rampas dari ku hah...,?"ucap Aurora kesal.


Aurora keluar dari kamar mandi sambil berjaga-jaga dari Kun jika nantinya menyerang dia kembali.


"Lebih baik aku tidur di luar" pikir Aurora berinisiatif mengambil bantal dan selimutnya lalu pergi keluar dan tidur disofa.


Bersambung...


💣💣💣💣💣


Nantikan kelanjutan ceritanya ya😋

__ADS_1


Jangan lupa buat like,rate,and vote cerita Author nih biar selalu semangat nulisnya😉


Karena tanpa para reader tercinta karya author tidak ada apa-apanya💕


__ADS_2