
Sinar matahari yang cukup menyilaukan kian membangunkan pria yang tadinya tengah lelap dalam balutan mimpi indahnya. Ia mengerjap sambil membelai halus kasur di sebelahnya. Dahinya mengerut hingga matanya perlahan-lahan terbuka.
"Dia sudah pergi?" fikir Thomas melihat-lihat sekitar yang tidak menandakan keberadaan Dina.
Tidak ingin lebih ambil pusing, Thomas kembali melanjutkan tidurnya karena hari ini Kun tidak masuk kerja jadi dia tidak memiliki tugas untuk mengantar maupun menjemputnya.
๐ค๐ค๐ค
Kun menyibak lembut surai rambut yang menutupi wajah istri tercintanya. Dia tidak ingin kehilangan momen ketika melihat ekpresi menggemaskan Aurora ketika tertidur.
Apalagi mengingat kejadian semalam, ketika Aurora berinisiatif untuk menggodanya tingkahnya sangat begitu lucu walaupun dalam keadaan tak sadarkan diri. Tapi bekas-bekas cakaran dan sesapan tertinggal jelas ditubuh Kun.
"Hukuman seperti apa yang harus ku berikan hm...," ucapnya pelan membelai pipi mulus sang istri.
Merasa terganggu dengan sentuhan yang diberikan sang suami. Akhirnya Aurora membuka matanya perlahan dan melihat kearah suaminya.
"Selamat pagi sayang,,,cup" Kun mencium bibir ranum istrinya sekilas yang membuat Aurora langsung merona.
"Umm,,,pagi" balas Aurora dengan nada serak khas orang yang baru bangun tidur.
"Hukuman apa yang pantas untuk diberikan kepada istriku yang nakal ini?" tanya Kun memberikan kode kepada Aurora atas keberaniannya pergi menemui Dina sendirian ke bar.
__ADS_1
"Sayang aku tidak bersalah loh" Aurora menaiki tubuh suaminya dengan berani sambil mencium sekilas bibir seksi Kun.
"Kau mencoba menggodaku?" dengan tatapan lapar Kun mengelus paha Aurora.
"Tidak, hanya saja aku sedang menginginkannya" Aurora mulai berinisiatif untuk memberikan ransangan kepada Kun.
Karena merasa tidak nyaman dengan posisinya saat ini, Kun yang sedari tadi berada dibawah Aurora langsung mengubah posisinya dengan Aurora yang sekarang berada dibawahnya.
"Sayang, kau sudah membuat juniorku kusesak. Oleh karena itu, kau harus bersiap-siap jika nantinya tidak akan bisa berjalan dengan baik," ucap Kun membelai pipi istrinya.
Tidak takut dengan ucapan suaminya barusan. Aurora malam mencium bibir Kun sekilas dan menatap Kun dengan wajah menggoda.
Kun ******* bibir seksi Aurora dengan rakusnya dia tidak tahan dengan gejolak yang membuat dia semakin bernafsu menjamah Aurora.
Sedangkan tangan yang lainnya sibuk meraba titik sensitif Aurora. Perlahan-lahan Kun menarik celana dalam istrinya hingga tidak tersisa satupun lagi kain yang menutupi tubuh wanita yang sangat ia cintai ini.
"Sangat menggoda" bisiknya ketelinga Aurora dan tak lupa Kun memberikan gigitan kecil hingga membuat Aurora mendesah pelan.
Kun kembali melanjutkan aksinya dengan melahap gudukan kenyal dengan tangan kirinya meremas sebelah gudukan tersebut.
Aurora semakin tak karuan ketika suaminya menjilat, menghisap, dan mengigit pelan gudukan kembar miliknya dan desahannya semakin terdengar nyaring karena tidak sanggup menahan sensasi kenikmatan yang telah ia rasakan saat ini.
__ADS_1
Puas di bagian dada, seperti biasa Kun beralih kebagian bawah. Bagian yang paling ia sukai, dan terlihat sudah sangat basah padahal kegiatan utama belum dia lakukan.
Karena sudah sangat begitu bernafsu dengan segera Kun menjilat dan menghisap habis cairan milik istrinya.
Aurora pun tak kalah nakalnya dia semakin menekan kepala Kun agar semakin memperdalam hisapan dan jilatan dibagian bawahnya sedangkan Kun terlihat menyeringai dan semakin berutal dibagian bawah sana.
Setelah cukup kama bersemayam disana dan dilihatnya wajah Aurora yang sudah terlihat lemas dengan segera Kun memasukan sang junior kedalam milik istrinya yang terlihat sudah sangat banjir oleh cairan nakalnya tadi.
Pergulatan mereka berlangsung cukup lama, bisa dikatakan 3-4 ronde. Berbagai gaya mereka coba hingga Aurora sendiri mengeluh sakit dengan miliknya yang membuat Kun pun merasa iba menghentikan aksinya.
"Sakit" rengek Aurora.
"Bagian mana?" goda Kun dengan wajah nakal.
"Ih...udah ah aku udah capek tau" menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
"Aku belum puas sayang" pinta Kun menyibak selimut istrinya dan kembali memulai pergulatan mereka...
Bersambung...
Hai reader maaf jika menunggu karena author akhir-akhir ini sedang sibuk๐. Gak sabar ya dengan kelanjutannya? kalau memang gak sabar ayo selalu dukung novel ini dengan memberikan like, rate, vote, saran dan yang paling terpenting tipnya ya reader supaya author lebih bersemangat buat crazy up๐
__ADS_1