
Keesokan harinya...
Munculnya pagi seolah membuat kegaduhan sepasang suami istri yang tadi tengah tenangnya terlelap. Mereka disibukkan dengan segala kebutuhannya masing-masing. Aurora yang sibuk merias diri untuk bergeges pergi syuting dan dengan Kun yang saat ini juga sibuk merapikan diri untuk kembali ke kota asalnya.
Pagi hari ini mereka berdua sarapan dengan sangat tenang. Layaknya suami dan istri yang saling mencintai dan rukun tentram dalam berumah tangga hingga suapan terakhir yang mereka lahap.
Waktu sudah menunjukkan Kun untuk segera kembali. Sebenarnya dia ingin sekali berlama-lama dengan Aurora tapi bagaimana tidak banyak hal yang harus dia kerjakan saat ini dan ada beberapa hal yang memerlukan kehadirannya.
"Kemari" perintah Kun sambil mengisyaratkan jarinya kepada Aurora.
Aurora dengan patuhnya mendekat kepada Kun tanpa sedikitpun bertanya kenapa Kun yang memerintahkan dirinya untuk mendekat.
"Aku pergi dulu dan jangan nakal apalagi kalau coba-coba genit sama pria lain," ucap Kun menyentil dahi Aurora lembut.
"Cih,mana ada aku yang genit. Palingan kamu" balas Aurora tidak mau kalah.
"Intinya jangan genit dan ya,jangan dulu keluar sampai nanti asisten mu datang untuk menghampirimu," ucap Kun yang terlihat menyembunyikan sesuatu.
"Memangnya ada apa?" tanya Aurora heran.
"Sudahlah,patuhi saja" Kun mengusap pucuk rambut Aurora.
"Oh" balas Aurora malas.
"Aku pergi" izin Kun setelah melihat jam yang melingkar dilengannya dan tak lupa ia mencium bibir Aurora sebelum beranjak pergi.
Aurora tidak menolak,sepertinya dia sudah mulai terbiasa dengan keadaan seperti ini. Bibir mereka berpangutan cukup lama sampai-sampai Aurora memukul dada Kun karena kehabisan nafas.
"Huh,sudah-sudah cepat pergi sanah. Nanti perusahaan kebanggan kamu kena ambil," ucap Aurora menakuti Kun yang sepertinya masih enggan untuk pergi.
"Iya,iya aku pergi" tersenyum dan langsung beranjak pergi meninggalkan Aurora.
Senyum kebahagian seketika terlepas pada saat Kun telah tiada di hadapan Aurora. Entah kenapa hatinya sangat berbunga-bunga seperti orang yang baru merasakan jatuh cinta.
__ADS_1
Sedangkan Kun diluar tengah sibuk menghubungi Thomas dengan wajah yang sedikit khawatir dan cemas.
"Thomas,saya ingin menambah beberapa pengawal untuk berjaga didekat Aurora karena semalam saya baru saja mendapatkan sebuah kiriman paket yang berisi ancaman untuk Aurora dan saya yakin itu bukan ulan Leon," ucap Kun tegas karena tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak di inginkan kepada Aurora.
Paham dengan yang di maksud Kun dengan segera Thomas mengirimkan beberapa pengawal untuk berjaga-jaga. Pengawal tersebut diperintahkan untuk bersembunyi dari Aurora agar tidak ketahuan sedang dijaga ketat oleh Kun karena jika ketahuan pastinya Aurora akan marah...
🖤🖤🖤
Drafft...
Ponsel Aurora berdering dan yang sedang menelfonnya adalah Kun. Mengetahui yang menelponnya adalah Kun dengan secepat kilat Aurora menggeser layar ponselnya ke arah yang berwarna hijau.
"Hallo sayang,apakah asisten mu telah datang menemui" tanya Kun tiba-tiba.
"Belum memangnya kenapa?" tanya Aurora yang lagi dengan nada keheranan.
"Jika ada yang mengetuk pintu jangan langsung dibuka lebih baik dipastikan terlebih dahulu" perintah Kun lagi menambah keamanannya.
"Ada apa sih?" tanya Aurora penuh penekanan.
Aurora mengalihkan pembicarannya lalu fokus mendekat kearah pintu. Dia menguntit tapi tidak ada orang diluar setelah pintu di ketuk. Dia bertanya-tanya dalam hati siapa yang telah coba-coba iseng untuk mengetuk pintu.
Kembali ingin melanjutkan obrolannya bersama sang suami. Namun,kembali terhalangi ketika terdengar ada sosok yang mengetuk pintunya kembali.
Aurora berteriak memanggil siapa yang sedang berada diluar dan ternyata yang mengetuk pintu barusan adalah asisten pribadinya yang menghampiri untuk membantu Aurora mempersiapkan diri untuk menuju lokasi syuting.
Ia pun akhirnya dapat mengehela nafas lega mendapati asisten yang telah menemaninya saat ini. Jujur dia sangat ketakutan ketika Kun bertingkah posesif seperti ada yang sedang mengintai dirinya.
"Hei,asisten ku telah datang. Aku harus segera pergi ke lokasi syuting aku tutup telponnya ya," ucap Aurora langsung menutup panggilannya tanpa persetujuan Kun.
"Cih,memang wanita keras kepala. Bisa-bisanya dia mematikan panggilan semau hatinya" gerutu Kun di hadapan Thomas.
"Dengar ya,perintahkan pengawal tersebut jangan sampai Aurora lepas dari pantauan sedikitpun jika mereka tidak ingin kehilangan pekerjaanya" ancam Kun menunjuk wajah Thomas.
__ADS_1
-
-
-
Siang telah berganti dengan malam, Aurora terlihat lelah setelah menyelesaikan syutingnya hari ini. Mata yang mengantuk juga dia rasakan saat ini.
Bosan dengan kemacetan di jalan membuat Aurora ingin sekali cepat-cepat sampai di hotel dan segera merebahkan diri lalu menyambut pagi dengan bahagia karena besok siang dia akan kembali kerumah.
Beberapa lama kemudian,akhirnya Aurora telah sampai didepan lobi hotel. Dia melangkah menuju lift dan ternyata lift tidak bisa untuk digunakan saat itu karena ada sedikit masalah.
Akhirnya Aurora dan asistennya memutuskan untuk pergi ke kamar dengan menaiki tangga darurat. Berhubung kamar Aurora juga di lantai 3 jadi tidak terlalu jauh untuk sekedar menaiki tangga.
Namun ketika dilantai 2,asisten pribadi Aurora ketinggalan tasnya di dalam mobil dan meminta izin untuk segera mengambilnya.
Dengan sangat berbaik hati Aurora mengizinkan asistennya untuk kembali ke parkiran dan memutuskan untuk melanjutkan langkahnya berhubung sudah sangat menahan kantuk yang luar biasa.
Tapi ketika mulai melangkah menuju lantai ke 2 terlihat sosok yang berpakaian serba hitam. Aurora berkali-kali mengucek matanya berharap itu hanyalah halusinasi.
Namun tidak,itu nyata bagi Aurora. Sosok tersebut mulai perlahan mendekati Aurora. Aurora dengan wajah yang sangat ketakutan memundurkan dirinya.
"Siapa kamu?jangan coba-coba untuk mendekat" ancam Aurora yang masih perlahan demi perlahan menuruni anak tangga.
Sosok tersebut tidak menjawab pertanyaan Aurora malahan dia semangkin mempercepat langkahnya untuk mendekati Aurora.
Dengan jiwa yang sudah sangat tidak tahan karena ketakutan. Aurora dengan tidak berfikir panjang langsung menuruni anak tangga dengan cepatnya. Sehingga kaki nya tersandung dan akhirnya Aurora pun jatuh dari tangga dan tidak sadarkan diri.
Melihat Aurora yang sudah tidak sadarkan diri. Sosok misterius tersebut tertawa jahat dan secepat mungkin menghilang agar tidak ketahuan.
Bersambung...
💣💣💣💣💣
__ADS_1
Hai reader gimana nih masih mau lanjut bacanya😋pastinya harus dong😙karena masih akan banyak kisah mengejutkan lainnya dan jangan lupa juga ya buat selalu ngasih dukungan buat like,rate,vote,dan kasih sarannya ditunggu dukungannya 😉. Terima kasih💞🙏🏻