
Srett...
Seorang wanita membuka perlahan tirai yang menutupi dirinya. Wanita itu keluar dengan mengenakan sebuah gaun tanpa lengan yang sedikit memperlihatkan tonjolan dadanya. Gaun yang sedang dia kenakan saat ini merupakan gaun yang ke-11 yang telah dia coba.
Aurora sangat percaya diri mengenakan gaun terbuka tersebut. Dia berjalan anggun menghampiri pria menyebalkan yang telah mencoba mengerjainya hari ini.
Para pelayan yang kembali menyaksikan penampilan Aurora juga tidak bosan bosannya untuk melontarkan sebuah pujian.
Aurora hanya melemparkan senyum manisnya tatkala mendengar pujian para pelayan.
Sampai dihadapan suaminya...
Kun langsung memberhentikan segala kesibukannya tatkala melihat kaki jenjang berhenti dihadapannya.
Dia menelusuri kaki jenjang tersebut dari bawah sampai ke atas sehingga memperlihatkan seorang wanita cantik yang sangat cocok mengenakan busana sexy tersebut.
Bahu mulus nan putih Aurora yang terekspos sontak membuat Kun yang melihatnya kesusahan untuk menelan salivanya.
"Bagaimana?udah pas belum. Aku udh capek gonta ganti terus,!"rengek Aurora.
Kun tidak menjawab apa-apa. Dia masih sibuk memperhatikan pemandangan indah didepannya saat ini.
"Ihh...dasar mesum," ucap Aurora dengan cepat menutup dadanya.
Kun yang sadar dengan ucapan Aurora langsung memalingkan wajahnya dengan malu.
"Baiklah...gaun ini boleh juga. Pelayan tolong antarkan dia untuk dirias,"seru Kun menunjuk salah satu pelayan.
"Cih...dasar mesum. Gantian pakaian terbuka gini langsung setuju,"gerutu Aurora dalam hati,sambil mengikuti para pelayan menuju ruang rias.
-
-
-
-
Setibanya Kun dan Aurora dipesta. Mereka menjadi pasangan yang tak lumput dari kejaran kamera.
Mereka terlihat sangat serasi dimata para orang-orang yang berdiri dipesta tersebut. Tapi tidak untuk pandangan Aurora.
Kun menggandeng lengan Aurora membawanya untuk menemui para kolage bisnis yang sedang menunggunya.
Melihat kedatangan Kun yang membawa Aurora membuat para kolage bisnis melemparkan segala pujiannya terhadap kecantikan Aurora. Sampai-sampai telinga Kun memanas mendengarnya.
Kun pun bertingkah sangat agresif. Dia melingkarkan tangannya dipinggang Aurora yang mengisyaratkan bahwa Aurora itu miliknya.
Aurora nampak terkejut mendapat perlakukan tersebut. Dia sangat tidak nyaman diperlakukan seperti ini didepan khalayak ramai.
"Apa-apaan ni,"gumam Aurora pelan.
Ingin sekali Aurora melepaskan lengan Kun yang melingkar dipinggangnya saat ini tapi situasi sedang tidak memungkinkan. Tapi seketika dia mendapatkan rencana untuk melepaskan lengan Kun dipinggangnya.
__ADS_1
"Maaf...saya mau permisi ke toilet" ucap Aurora bergegas sehingga Kun melepaskan lengannya.
Bukannya pergi ke toilet. Aurora malahan memutar haluannya untuk pergi ke koridor gedung.
Cahaya bulan yang terpancar begitu tampak dari tempat tersebut yang membuat dia memurungkan niatnya untuk pergi ke toilet.
Tapi seketika penglihatanya gelap. Seperti ada tangan seseorang yang menutup matanya. Aurora yang menyadari hal tersebut langsung mengibaskan tangan yang telah menutupi matanya dan berbalik mencari tau siapa yang telah melakukan hal tersebut kepadanya.
"Kak Leon,"ucap Aurora terkejut kesenangan melihat Leon yang sedang ada dihadapannya saat ini
"Kenapa kamu sendirian disini,"balas Leon mengusap pelan pipi Aurora.
"Mau nenangin diri doang,didalem terlalu membosakan,"kata Aurora cemberut.
"Kalau kak Leon kenapa bisa kesini,?"tanya Aurora balik.
Leon tersenyum mendengar pertanyaan Aurora.
"Um...kak Leon cuman mau lewat tadinya dan tiba-tiba ngeliatin kamu ada disini,"jawabnya bohong.Padahal memang sedari Aurora melepaskan diri dari Kun. Leon sudah mengikuti Aurora diam diam.
"Boleh aku menemanimu,?"tanya Leon
"Tentu saja boleh kak,"jawab Aurora kesenangan.
Di tempat lain. Kun tampak mencari cari keberadaan Aurora yang tak kunjung menghampirinya.
Dia pun pergi berpamitan dengan para kolage bisninya untuk mencari keberadaan Aurora. Kun pergi ke toilet wanita tapi tidak menunjukkan keberadaan Aurora sekalipun
Dia mulai khawatir takut hal buruk terjadi dengan Aurora. Tapi seketika penglihatan Kun menangkap seorang wanita yang sedang berdua-duan bersama dengan seorang pria.
Dia mendekat mencoba memperjelas apa yang dia lihat barusan dan ternyata wanita yang dilihatnya adalah Aurora.
Leon yang tampak menyadari kehadiran Kun yang sedang memperhatikan dirinya dari kejauhab berdua dengan Aurora berinisiatif untuk mengambil kesempatan.
"Aurora..."Leon memanggil.
Belum sempat Aurora menoleh. Leon sudah terlebih dahulu memeluk Aurora erat. Aurora yang melihat sikap Leon langsung membulatkan matanya keheranan.
Sedangkan Kun yang menyaksikan hal tersebut langsung mengepalkan tangannya menahan kemarahannya yang telah memuncak dengan wajah murka yang sedang menghiasi dirinya.
Kun yang tampak tidak tahan menyaksikan hal tersebut langsung pergi memerintahkan Thomas untuk menghampiri Aurora untuk segera membawanya pulang.
Seringai kemenangan terukir diwajah Leon ketika melihat wajah sang rivalnya terlihat murka. Setelah ini dia hanya berharap secepat mungkin dapat memiliki Aurora...
🖤🖤🖤
Aurora penuh dengan keheranan pada saat Kun memerintah Thomas untuk menjemputnya untuk segera pulang. Padahal pestanya belum selesai.
Thomas membuka pintu mobil,dan Aurora pun masuk kedalam,mendapati Kun yang sudah terlebih dahulu berada didalam mobil.
Suasana mencengkram saat ini Aurora rasakan. Ingin sekali dia melompat dari mobil,tapi itu tak mungkin dia lakukan.
Mereka pun sampai divilla. Kun langsung membanting pintu kasar lalu menarik Aurora paksa.
__ADS_1
"Hei...sakit tau. Kamu kenapa sih,"Aurora meringis kesakitan.
Para pelayan yang menyaksikan hal tersebut hanya mencoba berpura pura bahwa mereka tidak melihatnya.
Kun dan Aurora tiba dipintu kamar. Dia membanting kasar tubuh Aurora diatas ranjang sambil melempar jasnya dan membuka satu persatu kancing kemejanya.
"Hei...apa yang mau kamu lakuin,"tanya Aurora ketakutan mencoba memundurkan dirinya.
"Menurutmu,?"balas Kun dengan seringainya mendekati tubuh Aurora.
"Jangan coba-coba untuk menyentuhku,"kata Aurora yang kini sudah buntu tidak dapat memundurkan dirinya lagi.
"Cihh...kenapa?aku sekarang adalah suamimu. Aku berhak untuk itu,"ucap Kun yang kini telah dikendalikan rasa cemburunya.
Kun pun menarik lengan Aurora lalu menidihnya. Membuka paksa gaun yang sedang Aurora kenakan. Aurora mencoba memberontak tetapi tenaganya tidak cukup kuat untuk melawan.
Aurora terlihat kehabisan tenaga untuk menyingkirkan tubuh yang telah lolos menjelajahi setiap inci tubuhnya.
Dia sudah tidak dapat menghentikan perbuatan Kun. Dia hanya meringis kesakitan ketika keperawanannya telah direnggut. Air mata nya tidak sadar telah bercucuran diranjang yang menjadi saksi bisu panasnya.
Melihat mata Aurora yang tergenang air mata. Kun tersadar dan menghentikan kegiatannya lalu menjauhkan dirinya dari tubuh Aurora.
"Apa yang sudah aku lakukan,"batin Kun menyesal langsung pergi untuk membasuh wajahnya.
Aurora mencoba menahan segala isak tangisnya. Bagaimana pun,hal yang sudah dia jaga selama ini telah diambil oleh pria yang tidak dia cinta. Dia sangat tidak rela sekalipun pria tersebut suaminya.
Dia yang menyadari Kun baru keluar dari kamar mandi langsung membalikan tubuhnya yang tadi terlentang menjadi membelakangi Kun.
Kun sangat menyesal terhadap apa yang telah dia perbuat. Semua ini sangat diluar kendalinya. Dia mencoba mendekati Aurora yang telah membelakanginya. Kun tau saat ini Aurora sekuat tenaga menahan tangisnya.
"Maaf,"ucap Kun seketika.
"Nasi sudah menjadi bubur. Untuk apa kamu mengucapkan kalimat itu,"balas Aurora dengan nada suara bergetar.
Kun hanya terdiam mendengar ucapan Aurora saat ini. Di dalam hatinya dia mengaku salah telah melakukan perbuatan kasar tersebut biarpun saat ini Aurora adalah istrinya.
Air mata tak henti-hentinya membasahi pipi Aurora. Hatinya saat ini sangat hancur apalagi jika membayangkan wajah Leon.
Kun mencoba menenangkan Aurora dan memeluknya dari belakang. Aurora tampak tidak melawan karna saat ini dia sudah sangat kehabisan tenaga.
"Maaf...,"ucap Kun kembali,yang menjadi ucapan dimalam penutupan penuh kehancuran bagi Aurora
Mereka berdua pada akhirnya terlelap menuju dunia mimpinya masing-masing....
Bersambung...
💣💣💣💣💣
Hai reader😋
Gimana ceritanya kali ini. Kasih sarannya dong😁.Supaya Author bisa selalu memperbagus kisahanya😋
Jangan lupa juga like,rate,and votenya ya💕
__ADS_1