Married To Ceo

Married To Ceo
Siasat


__ADS_3

Aurora dan Kun terlihat sedang menikmati hidangan makan malam yang telah tersaji dihadapannya saat ini.


Seperti biasa,suasana di meje makan sangat hening dan sunyi tanpa obrolan kecil yang mereka lakukan karena berhubung Kun sosok pria yang tidak suka berbicara saat makan.


Entah sebuah bujukan atau sebuah ancaman yang Kun lontarkan sehingga membuat Aurora tidak menolak untuk diajak makan bersama.


Apalagi mengingat kejadian tadi siang,dimana Kun yang lagi lagi menciuminya dengan paksa dalam keadaan Leon yang sedang menelponnya. Pasti Leon sudah mendengar semuanya.


Aurora melirik kesal wajah Kun. Selama dia tinggal bersama pria brengsek dingin itu hidupnya selalu saja di atur dan dibatasi.


Kun membalas lirikan Aurora sehingga kini tatapan keduanya saling bertemu.


"Apa yang sedang kau lihat?baru sadar aku ini tampan,"ucap Kun sambil menyeringai.


"Cih..sejak kapan dia menjadi narsis kayak gini,"gumam Aurora pelan sambil melahap makanannya kesal.


Dreettt....(Ponsel Kun berdering)


Kun meraih ponselnya lalu mengangkat panggilan dari nomor yang tidak dia ketahui.


"Hallo,"Kun mengangkat panggilan yang masuk ke ponselnya.


"Kun,tolong aku...aku mohon,"isak seorang gadis meminta tolong. Kun sangat mengenali suara tersebut yang tidak lain adalah Arini.


Wajah Kun terlihat cemas. Aurora yang memperhatikannya seakan timbul sebuah tanda tanya perihal apa yang sedang terjadi.


"Di mana kau sekarang. Aku akan menghampirimu,?tanya Kun dan belum sempat Arini menjawab panggilannya sudah lebih dulu terhenti.


Kun menghempaskan ponselnya dimeja makan sehingga membuat Aurora yang sedang menikmati makanannya sontak terkejut lalu melihat ke arah Kun dengan wajah keheranannya.


"Pria ini selalu saja membuat selera makan ku hilang,"ucap Aurora dalam hati.


Kecemasan semangkin memuncak di wajah Kun dengan sigap dia menelpon Thomas untuk segera datang ke villanya serta menyuruh Thomas untuk melacak keberadaan Arini.


Entah kenapa dia peduli dengan Arini kali ini. Apakah karna dia masih mencintai Arini dan tidak bisa untuk melupakannya.


Kun mulai beranjak dari kursinya untuk segera bersiap siap menghampiri Arini. Dia sama sekali bertingkah seolah menganggap Aurora tidak ada,buktinya mentah mentah dia meninggalkan Aurora tanpa sama sekali berpamitan.


Aurora menghela nafasnya lelah jika harus setiap hari menghadapi suasana seperti ini.


"Jika aku menikah dengan Kak Leon mungkin hidupku akan sangat bahagia. Aku pasti tidak akan merasa tersiksa seperti ini menikah dengan pria brengsek sepertinya,"racau Aurora yang melamun serempak dengan kepergian Kun.


-


-


-

__ADS_1


Cherry Bar


Prakk...seorang pengawal utusan dari Kun menendang pintu sebuah ruangan VIP. Sehingga memperlihat Arini yang hendak akan dilecehkan seorang pria tua.


Laki laki tua tersebut terkejut dan langsung memberikan salam penghormatannya kepada Kun.


"Tuan albert ada yang bisa saya bantu,"ucap pria tua tersebut.


Tidak tahan dengan amarah yang sudah sedari tadi dia pendam Kun pun langsung melancarkan tendanganya ke pria tua tersebut.


"Akhhh...,"pria tua tersebut terbaring kesakitan.


"Apa yang sedang kau lakukan Tuan. Apakah aku melakukan kesalahan,?tanya nya kembali.


"Kesalahanmu tidak lain karna menyentuhnya,"bentak Kun sambil menunjuk kearah Arini yang sekarang sedang pura pura ketakutan karna bagaimana pun juga ini semua merupakan rencana busuk Arini.


"Anda salah paham tuan,dialah yang telah menyerahkan dirinya sendiri ke saya,"pria tua tersebut mencoba membela dirinya.


Mendengar penjelasan pria tua tersebut Arini mencoba membuat dia seolah terpukul atas kejadian yang telah menimpannya.


"Kun pasti kamu tidak akan mempercayaiku. Bagaimana pun aku wanita yang kotor dimatamu,"Arini terisak.


Kun terlihat kesulitan untuk memihak siapa saat ini. Tapi ketika dia memandangi wajah Arini hatinya seakan luluh dan ingin berpihak kepada Arini.


"Thomas,"panggil Kun


"Iya,tuan...,"Thomas menghampiri.


"Baik Tuan,"Thomas mengiyakan perintah Kun dan menunjuk salah satu pengawal untuk membereskan pria tua tersebut.


Kun menghampiri Arini lalu meraih lengannya membawa Arini keluar dari tempat ini.


Senyum keberhasilan Arini tuah kan sekarang. Bagaimana tidak rencana yang dia susun rapi tadinya dengan mengandalkan si tua bangka tersebut berhasil dia jalankan.


"Cepat atau lambat kau akan segera menjadi milikku Kun,"seringai Arini.


Kun mendorong Arini masuk kedalam mobil. sambil menunggu kedatangan Thomas.


Arini sesekali melirik Kun yang sekarang duduk disebelahnya. Dia mencoba untuk mulai berbicara,tapi takut jika tidak direspon oleh pria pujaan hatinya.


"Terima kasih...,"ucap Arini menatap wajah Kun


"Hmm...,"Balas Kun membuang wajahnya keluar jendela mobil.


Arini kecewa dengan respon Kun yang tidak membalas tatapannya. Hatinya sakit,tapi tidak sebanding dengan sakit hati yang telah dia torehkan kepada Kun dimasa lalu.


Thomas telah selesai dengan urusannya. Kini dia masuk kedalam mobil untuk mengantarkan Arini ke apertemennya.

__ADS_1


πŸ–€πŸ–€πŸ–€


Kun dan Arini telah sampai didepan apertemen.


"Keluarlah...,"ucap Kun menyadarkan Arini yang tampak tak ingin keluar dari mobilnya.


Arini tampak berfikir untuk membuat rencana agar Kun dapat menetap di apertemennya dan bermalam bersamanya.


"Kun...,"Arini tiba tiba memeluk Kun.


"Apa yang kau lakukan?cepat lepaskan,"tegasnya mencoba melepaskan lengan Arini.


"Temani aku malam ini,aku sangat takut jika ada seseorang yang jahat masuk kedalam apertemenku lagi dan membawa ku paksa untuk melayaninya,"ucap Arini dengan nada ketakutan.


Kun mencoba mempertimbangkan ucapan Arini. Ingin sekali menolak tapi disisi lain dia juga merasa iba jika hal yang sama akan terjadi lagi.


"Baiklah..."balas Kun yang terlihat tidak menolak.


Arini tersenyum. Seperti nya kali ini rencananya memang benar benar telah berhasil.


Kun memberikan Thomas isyarat untuk pulang terlebih dahulu dan akan mengabari nya kembali jika akan pulang. Thomas pun mengiyakan dan langsung pergi melaju meninggalkan tuannya.


Arini dan Kun kini telah berada didalam apertemen. Senyum kebahagian sulit untuk Arini sembunyikan ketika dia mengetahui sebuah fakta bahwa Kun yang terlihat masih mencintainya.


"Ingin ku buatkan makanan,?tanya Arini tersenyum.


"Tidak usah...aku hanya sebentar disini,"jawab Kun dingin.


Mendengar jawabannya. Arini hanya membalasnya dengan senyuman manis padahal jauh dilubuk hati nya dia merasa kesal.


"Kalau begitu silakan duduk. Aku mau pergi mandi dulu"Arini mempersilakan Kun.


"Hmm..."balas Kun lagi lalu duduk disalah satu sofa.


Arini langsung bergegas menuju kamar mandi hendak menyiapkan sebuah rencana lagi.


Tapi disisi lain Kun mencoba menghubungi Aurora. berkali-kali Kun menelponnya tapi satupun tidak terjawab.


"Cihh...kenapa dia sama sekali tidak mengangkat panggilan ku. Mungkin dia sengaja melakukannya,"gerutu Kun kesal.


Padahal pada kenyataannya saat ini Aurora sedang tidur terlelap. Dia menikmati kasur nya tanpa harus diganggu oleh Kun.


Yah...intinya dia menyukai kepergian Kun dan berharap lelaki tersebut untuk tidak kembali.


Bersambung...


πŸ’£πŸ’£πŸ’£πŸ’£πŸ’£

__ADS_1


**Hai readerπŸ˜‹.Semangat selalu ya nungguin updatenya. Maaf kalau ceritanya kurang greget untuk sarannya selalu Author tunggu kokπŸ˜‰.


Jangan lupa juga buat selalu ngasih like,rate,vote,dan sarannya yaπŸ˜‰**πŸ˜‰πŸ’•


__ADS_2