Married To Ceo

Married To Ceo
Macan tutul


__ADS_3

Berhubung Aurora tak kunjung keluar dari toilet, Arini berniat pergi untuk mulai bergegas kembali ke apertemennya. Setelah keluar dari kamar, Arini melihat Kun berjalan menuju kearahnya. Arini langsung berpura-pura memasang wajah sedih seolah Aurora menyakiti dirinya.


"Kenapa kau terlihat sedih?" tanya Kun yang sekarang berdiri di hadapan Arini yang sedang menundukkan wajah dengan ekspresi dibuat sesedih mungkin.


"Hmm...tidak Kun, hanya saja mungkin Aurora tidak menyukaiku dan tidak ingin berteman denganku. Padahal aku hanya ingin menyupinya, tapi dia malah menghinaku dan mengusirku untuk segera pergi. Aurora mungkin cemburu dengan masa lalu kita yang dulunya pernah saling mencintai," ucap Arini bohong.


"Benarkah Aurora cemburu, baguslah kalau memang dia cemburu. Berarti dia sudah mulai mencintaiku" batin Kun kesenangan dan tidak terlalu menghiraukan tuduhan Arini terhadap Aurora.


"Oh...kalau masalah itu, wajar saja Aurora cemburu. Aku tidak ingin terlalu menyalahkannya, tapi aku minta maaf atas perlakukan Aurora terhadapmu dan maaf juga aku tidak bisa mengantarmu sampai kedepan," ucap Kun menepuk pundak Arini dan langsung melangkah menuju kamarnya.


Arini berdecak kesal karena sudah susah payah dia berakting seperti ini berharap Kun memarahi Aurora. Namun, Kun malahan tidak menghiraukannya sama sekali dan menyebut hal tersebut wajar untuk Aurora lakukan.


"Dasar Aurora sialan" umpat Arini dengan nada marah dan mulai pergi dari tempat tersebut.


🖤🖤🖤


Menunggu waktu yang pas untuk keluar dari toilet, itu lah yang sedang Aurora lakukan saat ini.


"Haduh...udah pergi atau belum yah macan tutul itu" umpat Aurora dalam hati yang sudah tidak lagi mampu berlama-lama di dalam toilet karena kepalanya mulai pusing.


"Sudahlah, sebaiknya aku segera keluar. Lama-lama bisa pingsan aku disini," ucap Aurora yang sudah tak tahan berlama-lama didalam toilet. Lalu keluar dari toilet melangkah menuju kasurnya untuk berbaring.


Awalnya, Aurora mengira Arini masih betah berada di kamarnya. Ternyata sekarang yang sedang berada di kamarnya adalah Kun yang merupakan suaminya sendiri.


"Syukurlah macan tutul itu telah pergi" umpat batin Aurora dan tidak menghiraukan suaminya yang sedari tadi menatapnya.


"Hei, apa yang sedang kau lakukan di toilet. Kenapa lama sekali?" tanya Kun memecah lamunan Aurora.


"Memangnya apa yang sedang orang lakukan jika berada didalam toilet ha...konser yah" balas Aurora malas mulai menaiki kasur dengan Kun disebelahnya menyandarkan diri di bibir ranjang lengkap dengn pakaian rapinya berhubung akan pergi ke kantor.


"Ngomong-ngomong macan tutul udah pulang yah?" tanya Aurora polas kepada Kun.


"Siapa yang kau sebut macan tutul ha...Arini ya?" tanya Kun balik sambil terkekeh mendengar istrinya menyebut Arini macan tutul.


"Iya, siapa lagi kalau bukan dia" balas Aurora dengan wajah ditekuk.


"Dia sudah pulang jauh sebelum aku menunggumu yang masih dalam di toilet" jelas Kun memberitahu istrinya.


Aurora terlihat menyesal dengan kebodohannya yang telah berlama-lama berada di dalam toilet padahal Arini telah lama beranjak dari kamarnya.

__ADS_1


"Hei kenapa melamun" Kun mencubit gemes pipi Aurora yang terlihat lucu ketika melamun.


"Akhhh...tidak-tidak. Aku hanya ingin berbaring karena kepalaku tiba-tiba pusing," ucap Aurora yang sedikit meringis karena perlakukan Kun yang mencubit pipinya.


"Kalau begitu istirahatlah. Aku akan memerintahkan pelayan untuk membawakanmu segelas teh hangat karena sekarang aku akan berangkat ke kantor," ucap Kun yang mulai berdiri merapikan jas yang ia kenakan dan tak lupa mengecup lembut dahi sang istri.


Namun ketika Kun hendak beranjak pergi. Aurora tiba-tiba menarik lengan Kun sehingga menghentikan langkah Kun sendiri.


"Ada apa sayang?" tanya Kun dengan nada yang sangat lembut.


"Nanti malam, apakah ada waktu untuk menemaniku bertemu mama dan papa. Kata pelayan dirumah mereka sudah tiba siang ini?" tanya Aurora balik dengan tatapan memohon.


"Baik, nanti malam akan ku temani bertemu mama dan papa. Tapi untuk sekarang istirahatlah, supaya mama dan papa tidak terlalu khawatir dengan kondisi mu saat ini" pinta Kun mengelus tangan Aurora yang tadi memegangnya.


Aurora mengiyakan apa yang dikatakan suaminya. Setelah Kun sudah tidak ada di hadapannya, Aurora berguling-guling seperti seorang gadis yang baru kasmaran. Hatinya sangat senang melihat perlakukan Kun yang tidak hari semangkin baik kepadanya.


"Um...apakah dia benar-benar suamiku. Kenapa beberapa hari ini dia sangat tampan dan manis," ucap Aurora kegirangan dan masih berguling-guling diatas ranjang. Sampai dia berhenti meringis kesakitan karena kepalanya mulai kembali sakit...


-


-


-


Ketika didalam mobil, Kun meraih ponselnya untuk memberitahu sang istri bahwa dia sudah didalam perjalan untuk pulang. Tapi, apa yang ingin ku lakukan terhenti ketika di melihat mobil Arini yang mogok.


Karena tidak tega, Kun memerintahkan Thomas untuk berhenti menemui Arini.


"Kun...kok kamu bisa berada disini?" tanya Arini melihat Kun datang menghampirinya.


"Cuman kebetulan lewat. Mobil kamu mogok?" tanya Kun balik.


"Iya nih, tiba-tiba mogok. Mau pesen taxi online udah pada full penumpang" rengek Arini seakan memberi kode untuk meminta tumpangan.


"Tunggu saja disini, siapa tau nanti ada taxi lewat" balas Kun.


"Aku sudah menunggu dari tadi Kun, tapi mereka semua hanya melewatiku mungkin mereka sedang membawa tumpangan. Memangnya kamu tidak ingin memberiku tumpangan, lagian jarak dari aperteman gak jauh-jauh amat kok" Arini memohon.


Kun melihat jam tangan yang melingkar di lengannya yang menunjukkan pukul 18.35

__ADS_1


karena berhubung masih tidak begitu malam dan kasihan dengan Arini. Kun mengangguk menyetujui untuk memberikan Arini tumpangan.


Arini sangat gembira, mendengar Kun mengiyakan permintaannya.


Sesampainya Arini di depan apertemen miliknya. Dia mengucapkan banyak terima kasih kepada Kun yang telah mengantarnya pulang.


Arini pun meminta Kun untuk masuk ke dalam apartemennya, sebagai ucapan terima kasih dia ingin membuatkan Kun minuman walaupun hanya sebentar katanya.


Thomas melirik tidak senang kepada Arini dari balik kaca, tapi entah apa yang merasuki jiwa Kun sehingga ia menerima ajakan wanita penggoda tersebut menurut Thomas.


Kun pun memerintahkan Thomas untuk pergi makan terlebih dahulu, sebelum melanjutkan perjalanannya kembali kerumah. Sambil menunggu dirinya menyelesaikan ajakan Arini sebentar karena dia tidak akan berlama-lama fikirnya.


Didalam apertemen milik Arini, lebih tepatnya apertemen yang dibeli oleh Kun. Arini terlihat malu karena kondisi apartemennya yang cukup berantakan.


"Maaf Kun, jika apertemenku membuatmu tidak nyaman dan tidak sebersih serta semegah rumahmu," ucap Arini malu.


"Hmm..." balas Kun cuek.


"Silakan duduk Kun," ucap Arini menepuk sofa dan setelah itu bergegas ke dapur hendak membuatkan Kun segelas kopi.


Tak begitu lama, Arini datang dengan membawa segelas kopi buatannya.


"Silakan diminum, maaf jika rasanya tidak enak karena ini pertama kalinya aku membuat kopi" tutur Arini menyodorkan segelas kopi.


Tidak ingin berlama-lama berada didalam apertemen Arini, Kun langsung meneguk segelas kopi buatan Arini. Disisi lain Arini terlihat menyeringai jahat seperti ada sesuatu yang sedang ia rencanakan.


"Sepertinya aku tidak bisa berlama-lama disini karena sudah ada janji bersama Aurora," ucap Kun sambil meraih ponsel yang berada didalam saku celananya untuk memerintahkan Thomas segera menjemputnya.


Tapi seketika pandangan Kun terasa kabur dan kepalanya yang tiba-tiba pusing. Kun menggeleng-gelengkan kepalanya mencoba menyadarkan diri.


"Kenapa kepalaku tiba-tiba sakit" umpat batin Kun memijat dahinya.


Semangkin lama pandangannya semangkin kabur dan pada akhirnya Kun tertidur tak sadarkan diri yang merupakan efek obat tidur yang Arini berikan di segelas kopinya.


Melihat Kun yang sudah tak sadarkan diri. Tersirat senyum keberhasilan dari wajah Arini, karena akhirnya dia bisa mengelabui mangsa yang sudah sejak lama ia incar...


Bersambung...


💣💣💣💣💣

__ADS_1


Hai reader tercinta😋jangan lupa buat terus ngasih dukungannya ya dengan memberikan like,rate,vote dan juga sarannya😊. Terima kasih✍🏻💕


__ADS_2