Married To Ceo

Married To Ceo
Kabur


__ADS_3

Tadi malam...,banyak cerita tersimpan yang kukira telah menghilang. Ternyata,hanya tertutup bayang-bayang.


Kini pagi...,terlalu cepat untuk datang.Aku


masih ingin terlelap melupakan kejadian tadi malam.


"Uhh...,"lenguhku yang mulai tersadar. Sambil memegangi mataku yang sembab.


Aku mulai bangkit dan bersandar di ranjangku. Rasa sakit dan nyeri mulai ku rasakan saat ini.


Tapi,aku tidak menemukan keberadaan pria brengsek yang semalam dengan kasar merengguk kesucianku.


Ingin sekali aku menamparnya dan menjambak rambutnya kasar. Biarpun itu tidak sebanding dengan harga diriku tadi malam.


Walaupun dalam kenyataannya pria tersebut adalah suamiku. Tapi aku sungguh tidak rela karna aku tidak mencintainya.


Brakk....


pintu kamar terbuka...


Aurora dengan sigap menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang tidak menggunakan sehelai benang pun.


"Maaf Non kalau mengagetkan. Saya mau nganterin sarapan yang tadi diperintahin oleh Tuan muda,"ucap seorang pelayan membawa nampan yang berisikan makanan.


Auroro menghela nafasnya lega...karna ternyata yang membuka pintunya adalah pelayan di rumah tersebut dan bukan Kun si brengsek yang ingin sekali dia pukuli.


"Ohh...letakan saja diatas meja,"perintah Aurora sambil menunjuk sebuah meja.


Pelayan tersebut langsung mengikuti perintah yang diisyaratkan oleh Aurora untuk meletakkan sarapannya diatas meja.


"Dan maaf Non...saya cuman ingin menyampaikan pesan dari Tuan muda tentang keberangkatannya yang mendadak ke China untuk urusan bisnis nya beberapa hari ini,"beritahu pelayan tersebut itu lagi lalu pamit untuk kembali bekerja.


Mendengar ucapan pelayan tersebut. Entah harus senang atau kesal Aurora


rasakan kali ini.


Disatu sisi dia merasa senang karna harus terbebas dari pria brengsek tersebut sedangkan disisi lain dia merasa kesal karna pria tersebut pergi tanpa sedikit pun merasa bersalah.


"Setelah ini sepertinya aku memang akan dibuang,"pikir Aurora kacau.


Aurora mulai bangkit untuk beranjak dari tempat tidurnya,menuju kamar mandi sambil bertumpu pada dinding karena pangkal paha nya semangkin terasa nyeri.


Sesampinya Aurora dikamar mandi. Dia sangat terkejut mendapati bercak bercak merah disetiap jengkal leher dan tubuhnya.


"Lihatlah kissmark ini sangat memalukan,"ucapnya kesal sambil menggosok-gosok bagian lehernya.


Aurora kini telah selesai membersihkan dirinya. Tapi tidak untuk tanda kepemilikan ditubuhnya yang masih terlihat jelas.


Dengan terpaksa Aurora harus menggunakan pakaian yang bisa menutupi bagian lehernya kali ini. Supaya tidak terlihat oleh Dina nantinya. Berhubung dia akan bekunjung ke aperteman Dina pagi ini.


"Akhirnya aku bisa juga bebas,"kata Aurora gembira sambil meraih kunci mobil nya untuk segera pergi.


Aurora membuka pintu utama villa tersebut. Dia mendapati dua orang pengawal yang sedang berjaga didepannya saat ini tapi Aurora cuek untuk tidak menghiraukan dua pengawal tersebut dan masih melanjutkan pijakannya untuk pergi menuju mobil.


"Maaf...Nona mau pergi kemana,?"ucap seorang pengawal menghentikan.


"Aku hanya ingin keluar menghirup udara segar,"balas Aurora tegas.


"Maaf...tapi Tuan muda memerintahkan kami untuk melarang Nona untuk pergi keluar!"kata pengawal tersebut.


"Heii...dia kira aku ini hewan peliharaannya apa"Aurora mencoba memberontak.


"Tapi ini sudah perintah dari Tuan muda...kami hanya menjalankan tugas,"tegas pengawal tersebut membawa paksa Aurora masuk ke villa yang sedang berusaha untuk kabur.


Brakk....

__ADS_1


Pintu utama langsung terkunci.


"Hei buka pintunya....aku mau keluar bentar kok,"teriak Aurora yang masih menggedor pintu.


Tapi dua pengawal tersebut terlihat tidak memperdulikan teriakan Aurora.


"Dasar pria brengsek..."teriak Aurora mengamuk..


Di China....


"Haciimm..."Kun tiba tiba bersin."Sepertinya ada yang sedang menyumpahi ku,"terkanya.


"Apakah Tuan baik-baik saja,"tanya Thomas yang berdiri di samping Kun.


"Saya baik-baik saja,!"jawab Kun singkat.


"Baguslah kalau benar begitu Tuan...dan saya juga ingin mengingatkan 15 menit lagi meeting akan segera dimulai,"ucap Thomas memberitahu.


"Hmm...apakah kau sudah menyelidiki siapa pria malam itu,?"tanya Kun mengalihkan pembicaraannya.


"Sudah Tuan...dia pria yang anda kenali,"jawab Thomas percaya diri."Pria tersebut bernama Leon namgoong. Dia merupakan pria yang tahun lalu bersaing dengan Tuan muda untuk mendapatkan sebuah proyek Mr Han..."Thomas menjelaskan.


"Apa hubungannya dengan Aurora.?"tanya Kun detail.


"Untuk hal tersebut masih dalam penyelidikan Tuan,"Thomas tampak menundukkan kepalanya meminta maaf.


Kun tampak mengepalkan tangannya kesal...


"Tidak akan ku biarkan siapapun untuk merebut Aurora dariku,"batinnya penuh dengan ambisi.


-


-


-


Kepergian Kun sama sekali tidak merubah keadaan baginya. Malahan semangkin memperburuk keadaan.


Tapi hari ini rasa sabar Aurora sudah pada batasannya. Dia berniat untuk kabur dari jendela kamarnya.


"Jika rencana ini tidak ku lakukan. Aku pasti masih akan menjadi tahanan,"gerutu Aurora yang kini sudah keluar dari jendela kamarnya.


Tok...tok...


Seorang pelayan mengetuk pintu membawa nampan yang berisi makanan.


Aurora yang menyadari hal tersebut langsung pergi untuk bersembunyi.


"Maaf Non...kalau saya lancang untuk membuka pin...,"ucap pelayan tersebut terhenti, mendapati jendela yang terbuka dan Aurora sudah tidak ada ditempatnya.


Pelayan tersebut langsung pergi untuk menemui pengawal yang berjaga didepan untuk memerintahkannya segera mencari Aurora.


Melihat keadaan sudah sedikit aman. Aurora langsung bergegas untuk pergi menuju aperteman milik Dina.


🖤🖤🖤


"Buahaha...haha...haha"suara tertawa menggema di dalam apertemen Dina.


Aurora hanya mengerucutkan bibirnya ketika melihat tanggapan sahabatnya.


"Apanya yang lucu sih,"kata Aurora kesal.


"Kamu lah yang lucu Ra...mau pergi ke sini aja harus melompat dari jendela"balas Dina yang masih tertawa.


"Ya mau gimana lagi dong. Aku juga enggak ada jalan lain,"balas Aurora cemburut.

__ADS_1


"Din...boleh kan aku nginep disini"Aurora memohon dengan Dina.


"Boleh...tapi awas ya kalau suami kamu nantinya ngamuk ke apertemen aku,"ancam Dina.


"Gak mungkin dia bela-belain buat cari aku. Memang nya dia peduli. Pergi aja di enggak pamitan,"jelas Aurora yang tampak meremehkan.


"Ya udah kalau begitu,bolehTuan putri,"balas Dina kembali mengejek.


Disisi lain para pengawal dan pelayan kocar kacir mencari keberadaan Aurora. Tapi mereka tidak menemukan keberadaan Aurora sama sekali.


"Apa...?Aurora kabur dari rumah,"teriak Kun yang mendapat laporan dari Thomas.


"Iya Tuan. Dia kabur melalui jendela kamar,"Thomas memberperjelas.


"Cih...besar juga nyalalinya"gumam Kun memukul mejenya.


"Siapkan penerbangan secepatnya untuk kembali ke paris,"titah Kun terhadap Thomas.


"Baik Tuan,"Thomas mengiyakan.


Keesokan harinya...


Aurora tampak sibuk mengenakan celemek merah mudanya untuk memulai aktivitasnya di dapur menyiapkan sarapan pagi ini


"Din...kamu mau sarapan apa,?"tanya Aurora yang sibuk memilih bahan makanan di kulkas


"Um...aku mau sandwinch dan omelet Ra,"teriak Dina yang masih sibuk bergelut dengan laptop nya diruang tengah.


"Oke...akan ku siapkan,"balas Aurora yang terlihat gembira.


Setengah jam sudah Aurora bergelut di dapur dan pada akhirnya sarapan sudah selesai dia buat dan dia susun rapi di atas meje makan.


Dia memanggil Dina untuk pergi menuju meja makan.


"Wah...ternyata kamu bisa masak Ra,?"tanya Dina tidak percaya.


"Hei...kamu meragukan ku,"balas Aurora menantang Dina.


"Mana aku berani,"seru Dina mengalah.


"Ya...sudah ayo mulai sarapan,"kata Aurora mengajak.


Ting...tong...


Suara bel menggema di ruangan. Aurora dan Dina pun menunda aktivitasnya untuk sarapan.


Dina bergegas membuka pintu mencari tau siapa yang pagi-pagi berkunjung ke apertemennya.


"Siapa...,?"ucap Dina yang kini sudah membuka pintunya.


Mata Dina membulat mendapati siapa sosok yang berada dihadapannya saat ini. Dia tidak mampu lagi berucap layak nya seorang tersangka.


"Lama banget sih Dina,"ucap Aurora yang mencoba menghampiri Dina.


"Din...siapa sih,?"tanya Aurora yang tiba-tiba langkah nya terhenti mendapati siapa orang yang sedang berdiri didepan pintu masuk saat ini...


Bersambung....


💣💣💣💣💣


Hai reader😋


Terus tungguin kelanjutanya ya😋karna masih banyak kisah menarik antara mereka berdua.


Jangan lupa buat ngasih like,rate,serta sarannya ya😋.Supaya Author tetap semangat ngelanjutinnya💕

__ADS_1


__ADS_2