
Ketakutan menguasai diri Aurora yang kini sama sekali tidak bisa bergerak. Dia semangkin memberontak ketika seseorang dalam kegelapan itu menciumi lehernya penuh nafsu.
Aurora pun mendapatkan sebuah ide sehingga ditendangnya selangkang orang tersebut hingga mengenai miliknya.
Orang didalam kegelapan tersebut langsung meringis kesakitan dan dengan segera Aurora berlari untuk menghidupkan lampu dan yang paling tidak disangka-sangka orang tersebut adalah...
"Kun," ucap Aurora yang masih tidak percaya bahwa yang sedari tadi mencabuli dia adalah suaminya sendiri.
"Kau,kenapa disini cabul," ucap Aurora lagi menunjuk Kun yang masih dalam keadaan duduk meringis kesakitan karena miliknya yang di tentang oleh Aurora.
"Apanya yang cabul aku ini suamimu," teriak Kun yang mencoba untuk berdiri dengan seimbang.
"Siapa lagi memangnya. Main nyeronong aja" Menyilangkan kedua tangannya karena kesal.
"Aku cuman ingin ngasih kejutan" balas Kun.
"Kejutan,kejutan apanya yang kejutan hah" cibir Aurora membelakangi Kun dengan wajah kesenangan yang ia tutupi.
"Tapi aku sangat merindukanmu," ucap Kun melingkarkan tangannyanya di pinggang ramping Aurora dan memeluknya dengan posisi Aurora yang membelakangi dirinya penuh kelembutan.
Aurora ikut terhanyut dengan segala kehangatan yang diberikan suaminya ini sampai Kun kembali berulah nakal dengan mengendus leher jenjang Aurora dan mencicipinya dengan lembut.
Berhubung dia belum mandi dengan cepat Aurora melepaskan dirinya dari Kun yang tadinya masih sibuk mencubui Aurora. Dia malu karena mungkin sekarang bau badannya sedang sangat tidak enak untuk dicium.
Kun terlihat kesal mendapati Aurora yang seperti menolaknya karena bagaimana pun dia beberapa hari ini telah susah payah menahan segala nafsunya untuk meniduri sang istri.
"Aku ingin mandi," ucap Aurora yang kini hendak melangkah untuk pergi mandi tapi dihalangi oleh Kun.
Kun menarik lengan Aurora dan mengecup bibir manis nan seksi milik istrinya ini walaupun hanya sekejap tapi sangat menggairahkan.
"Pergi mandi sanah. Kau sangat bau" ejek Kun yang berhasil membuat Aurora cemberut.
"Dasar cabul..." teriak Aurora yang kini telah pergi ke kamar mandi.
__ADS_1
Terukir wajah kehabahagian dari dalam diri Kun. Melihat sikap sang istri yang malu-malu tapi mau dan mungkin karena masih kelelahan Kun merebahkan dirinya diatas kasur untuk mengurangi rasa penggal pada tubuhnya sambil meraih sebuah buku di atas meja samping ranjang untuk membacanya.
Tak lama kemudian terdengar bunyi bel dari luar pintu dengan segera Kun bangkit dan melangkah untuk mengecek siapa orang yang akan berkunjung malam-malam seperti ini di kamar istrinya.
Dia mengintip dari kaca kecil yang disediakan khusus di kamar hotel tersebut dan ternyata orang yang memencet bel tadinya adalah Erik.
Melihat orang tersebut adalah Erik,timbul rasa tidak senang di hati Ku karena dalam fikirannya pria tersebut seperti hendak untuk mendekati istrinya.
Pintu terbuka,dan betapa terkejutnya Erik ternyata yang membukakkannya pintu adalah Kun apalagi ketika melihat gaya Kun yang kini terlihat acak-acakan dengan rambut yang berantakan,dan kancing baju yang beberapa telah terbuka.
Kun dengan sengaja membuat dirinya seperti ini,hanya ingin memberikan kode kepada Erik bahwa Aurora adalah miliknya dan bebas untuk melakukan apapun seperti berhubungan suami istri sekalipun.
"Ada apa?" tanya Kun memasang wajah malasnya.
"Oh,aku hanya ingin memberikan dompet Aurora yang tadinya ketinggalan diatas mobil" jawab Erik tersenyum tidak enakan.
"Dalam mobil. Apakah mereka satu mobil berdua?" bertanya-tanya dalam hati.
"Oh" dengan wajah yang tidak senang. Kun langsung menutup pintu dengan keras setelah mengambil dompet istrinya tanpa berterima kasih dan Erik yang mendapatkan perlakukan seperti itu hanya terdiam mematung lalu kembali ke kamarnya.
Ingin sekali dia meminta Aurora berhenti di dunia hiburan dan menjadi ibu rumah tangga seutuhnya. Dia sangat mampu untuk membiayai segala kebutuhan Aurora tanpa Aurora bekerja sekalipun tapi saat ini tidak ada alasan yang bisa menguatkan Kun untuk meminta Aurora berhenti kecuali jika Aurora dapat hamil olehnya.
"Huh,dasar buaya-buaya nakal" cela Kun kesal.
Aurora keluar dari kamar mandi dengan rambut terurai dan mengenakan jubah mandi selutut,yang membuat Kun yang tengah berbaring lansung menyoroti Aurora tanpa berniat untuk mengalihkan pandangannya.
Melihat Kun yang terus memandanginya,dengan segera Aurora masuk ke ruangan ganti untuk mengeringkan rambut dan mengganti pakaiannya.
Setelah selesai berganti pakaian Aurora pun keluar dari ruangan ganti yang mendapati Kun tengah bersandar dan sibuk melihat ponselnya.
Aurora mendekat untuk meraih bantal dan selimut untuk tidur di lantai namun dihentikan oleh Kun yang sedang menggenggam erat lengannya.
"Mau tidur dibawah?" tanya Kun memegangi Aurora.
__ADS_1
"Iyah,memang nya kenapa?" balas Aurora dengan ketus.
"Silakan tidur dibawah. Jika ingin ku seret pulang besok pagi" ancam Kun yang tidak main-main sambil melepaskan genggamannya.
"Dasar pria licik," ucap Aurora dalam hati memundurkan niatnya untuk tidur dibawah dan langsung berbaring membelakangi Kun yang berada disebelahnya.
Melihat Aurora yang membelakanginya tak membuat Kun merasa kesal malahan semangkin membuat dirinya lebih nakal.
Diselipkannya kedua tangannya ke pinggang ramping Aurora dan memeluknya erat membuat Aurora tidak bisa bergerat dan merasa tidak nyaman.
"Hei,kau membuat ku tidak bisa bergerak**," ucap Aurora mencoba melepaskan tangan Kun.
"Jangan bergerak atau aku akan meminta lebih. Tenanglah aku hanya ingin memelukmu,jika kau tidak ingin aku juga tidak akan melakukannya," ucap Kun yang kini mengendus leher jenjang yang membuat Aurora kegelian.
"Bagaimana aku tidak bisa bergerak,jika kau seperti ini" balas Aurora yang terlihat gusar dengan aktivitas suaminya.
"Berbaliklah,jika tidak ingin membuat ku bertingkah seperti ini" pinta Kun dan Aurora pun berbalik menghadap Kun dan membuat pandangan mata mereka seketika bertemu.
Jantung Aurora malahan dibuat berdegub tak karuan ketika berhadapan seperti ini dalam hatinya ia sangat menyesal menuruti perkataan Kun kalau jadinya bisa seperti ini.
"Tidurlah,aku tidak akan melakukan apapun kepadamu karena besok pagi aku harus segera kembali," ucap Kun membelai pipi mulus Aurora sehingga membuatnya sedikit menggeliat.
"Kenapa hanya sebentar?" tanya Aurora tidak sadar bertanya seperti itu.
"Berharap aku tinggal disini untuk menemanimu syuting ya?" Kun balik bertanya.
"Ah...tidak-tidak. Aku tidak berfikiran seperti itu. Lupakan saja dan aku ingin tidur sekarang" Aurora yang tampak malu karena ucapannya tadi.
Kun tersenyum melihat istrinya yang seperti sudah sedikit membuka hati kepadanya karena bagaimana pun dia akan berusaha keras untuk membuat Aurora mencintainya.
Dikecupnya lembut dahi Aurora untuk mengantarkan sang istri yang terlelap ke mimpi indahnya.
Bersambung...
__ADS_1
π£π£π£π£π£
Jangan lupa dukungannya ya reader buat kasih like,rate,vote,dan juga sarannya. Terima kasihπππππ»