
"Din...siapa sih,?"tanya Aurora,yang seketika langkah nya terhenti mendapati sosok yang sedang berdiri didepan pintu masuk aperteman saat ini...
Bibir Aurora kaku dengan seketika melihat tatapan Kun yang sekarang tajam membidik dirinya. Membidik seorang tersangka yang telah berani kabur dari villanya.
Kun berjalan mendekati Aurora. Aurora yang tersadar atas hal tersebut,langsung memundurkan dirinya untuk menghindari Kun yang hendak menghampirinya.
Bugh....
Aurora terpojok di dinding.
"Ayo pulang...,!"ucap Kun menarik lengan Aurora dengan paksa.
Aurora mencoba melepaskan lengannya dari cengkraman Kun.
"Aku tidak ingin pulang...,!"balas Aurora tegas.
Kun kembali berbalik menatap Aurora tajam.
"Jangan membantahku,"tegas Kun yang langsung menggendong Aurora seperti ala bridal style.
Melihat dirinya yang digendong paksa oleh suaminya. Aurora memberontak keras untuk turun,tapi Kun tidak menghiraukan Aurora dan masih melanjutkan langkahnya menuju mobil.
Sesampainya di villa...
"Hei turunkan aku. Aku bisa jalan sendiri tau,!"bentak Aurora yang masih digendong paksa oleh Kun.
Kun sama sekali tidak bersuara. Dia hanya menampakkan segala kekesalan diwajahnya terhadap Aurora yang telah berani kabur dari villanya.
Kun menghempaskan Aurora kasar di atas ranjangnya.
"Aww...,"Aurora meringis kesakitan.
Dia sama sekali tidak menghiraukan Aurora kali ini. Dia langsung pergi dan mengunci rapat pintu kamar.
"Aku tidak ingin lepas kendali lagi...,"ucap Kun memukul dinding.
-
-
-
-
Tok...tok...
"Masuk,"kata Kun yang sedang berada di ruang kerja.
Seorang pelayan masuk...
__ADS_1
"Maaf Tuan...saya kesini mau melapor bahwa, Nona muda tidak mau makan,"ucap pelayan tersebut sambil menundukkan kepalanya.
"Cihh...wanita ini selalu saja membuatku repot,"ucap Kun kesal
"Nona selalu menolak makanan yang telah kami bawa Tuan dan Nona juga mengusir kami untuk tidak membawakannya makanan lagi
Jadi...apa yang sebaiknya harus saya lakukan Tuan,"tanya pelayan itu lagi.
"Berikan makanannya, Biar saya yang membawanya ke kamar,"ucap Kun yang tampak beranjak dari tempat duduknya untuk mengambil nampan yang berisi makanan.
Aurora kini tampak berbaring di ranjangnya dengan perut yang sedang keroncongan karna kelaparan. Dia harus rela melakukan aksi mogok makan saat ini supaya bisa mendapatkan kebebasannya kembali.
Brakk...
Pintu terbuka, dengan Kun yang masuk membawa nampan yang berisi makanan yang telah Aurora tolak tadinya.
Menyadari hal tersebut Aurora langsung menutup penuh tubuhnya dengan menggunakan selimut.
"Hei...cepat makan,"ucap Kun yang mulai membuka bicara.
Aurora tidak memperdulikan perkataan Kun. Dia masih sibuk bersembunyi dibalik selimut berharap Kun cepat enyah dari hadapannya.
"Huh...,"lenguh Kun mencoba bersabar."Hei...ku peringatkan sekali lagi,cepat makan atau kamu akan menyesal,"teriaknya kembali sambil menarik selimut yang sedang Aurora kenakan.
Sehingga terjadilah adu tarik menarik antara Kun dan Aurora sampai selimut yang Aurora kenakan tersibak sehingga menampakkan wajahnya.
"Baiklah...baiklah. Tapi jauhkan dirimu dulu dariku,"balas Aurora yang kini tidak nyaman dengan wajah Kun yang sudah sangat dekat dengan wajahnya sendiri.
"Hmm..."Kun menjauh sambil menyerahkan makanan ke tangan Aurora.
Aurora sangat ingin menendang Kun yang tak kunjung beranjak dari tempat duduknya. Bagaimana dia bisa makan dengan tenang jika pria brengsek ini masih memperhatikannya.
Seperti mendapat sinyal dari lirikan Aurora.
Kun tiba tiba berdiri...
"Aku akan keluar. Jangan coba-coba lagi untuk kabur,"ancam Kun lalu pergi meninggalkan Aurora...
"Huh...akhirnya aku bisa makan dengan tenang,"ucap Aurora yang langsung melahap makanan nya dengan rakus...
Perusahaan Green Namgoong
Leon tampak tak henti-hentinya menyeringai melihat layar ponselnya,mendapati sebuah gambar Aurora.
Ditambah lagi dengan kejadian beberapa hari lalu disebuah pesta yang dimana Leon sukses membuat Kun melihat dirinya memeluk Aurora.
Dia sangat berharap saat ini Aurora dan Kun sedang bertengkar dan Kun menuduh Aurora sedang berselingkuh dengan dirinya.
"Shitt...aku sangat berharap untuk itu,"seru Leon sambil mencari nomor ponsel Aurora untuk mencari tau keadaannya saat ini apakah sesuai dengan yang sedang dia harapkan.
__ADS_1
Dreffff....
Aurora saat ini sedang tertidur pulas sehingga tidak tersadar bahwa ponselnya sedang berbunyi. Tapi tidak untuk Kun, dengan cepat dia meraih ponsel Aurora untuk mengecek siapa yang menelpon istrinya kali ini.
Kun tampak menaikkan sebelah alisnya mendapati nama Leon yang sedang mencoba untuk menghubungi Aurora.
"Hallo,"suara parau Kun menjawab panggilan Leon.
Sontak Leon terkejut mengetahui yang menjawab panggilannya bukanlah Aurora malahan pria brengsek yang sangat dia benci.
"Dimana Aurora. Kenapa kamu yang mengangkat panggilannya,"tegas Leon.
Baru ingin menjawab perkataan Leon. Aurora sudah lebih cepat merampas ponsel nya dari tangan Kun.
"Hei...apa yang ingin kamu lakukan dengan ponselku"kata Aurora yang berhasil merampas ponsel miliknya.
Kun hanya terdiam melihat dirinya yang sudah tertangkap basah dan seketika dia mendapatkan sebuah ide untuk membalas balik perbuatan Leon. Dia menyeringai menunggu Aurora untuk mengangkat panggilan Leon sendiri.
"Ehh...kak Leon ada apa,?"tanya Aurora dan tiba tiba Kun mendekat daan langsung menidihnya.
"Hei...lepasin aku,"teriak Aurora memperingatkan.
"Ayolah sayang...aku sangat menginginkan mu saat ini,"balas Kun dengan nada yang tampak dibuat-buat.
Aurora membulatkan matanya mendengar perkataan Kun. Dengan sekuat tenaga dia memberontak. Tapi,Kun hanya menyeringai dan langsung mencium bibir Aurora dan menjelajahi leher mulus Aurora. Sehingga desahan demi desahan telah lolos dari mulut Aurora.
Leon semangkin menggretakan giginya mendengar suara yang keluar dari mulut Aurora. Dengan kesalnya dia langsung membanting ponselnya ke lantai.
"Kurang ajar,"ucap Leon kesal sambil mengepalkan tangannya.
Panggilan terhenti, Kun yang mengetahui itu langsung tersenyum penuh kemenangan. Dia menghentikan aksinya tapi setelah dia mengecup pelan bibir Aurora.
"Dasar pencuri,"Aurora meneriaki Kun.
"Tapi,kau tampak menikmatinya,"balas Kun menyeringai.
"Cih...siapa yang menikmatinya,"tantang Aurora menatap tajam suaminya.
"Siapa...?ya, matamu terpejam berarti kau menikmatinya,"kata Kun lagi,yang membuat Aurora tidak lagi berkutik untuk menjawabnya.
"Cihh...mesum,"gumam Aurora pelan sambil mengusap kasar bibirnya.
Bersambung...
💣💣💣💣💣
Hai reader tercinta masih semangat gak nih nunggu updatenya. Semoga masih ya😋.
Jangan lupa buat ngasih like,rate,vote serta sarannya supaya Author lebih semangat lagi buat updatenya😋.
__ADS_1