Married To Ceo

Married To Ceo
Bersamaku


__ADS_3

pagi telah datang...


Sudah semalaman Aurora menunggu kedatangan Kun, namun yang di tunggu-tunggu tak kunjung datang juga. Hingga Aurora tak tersadar bahwa dia telah tertidur karena menahan kantuk terlalu lama menunggu kedatangan sang suami yang telah berjanji untuk menemani dirinya untuk bertemu papa dan mamanya.


Tentu saja bisa dikatakan Kun telah mengingkari janjinya. Namun, disisi lain ada hal yang lebih menyakitkan bagi Aurora.


Jika di ingat-ingat, ini merupakan kejadian yang kedua, ketika Kun menghancurkan kepercayaan Aurora itu sendiri.


FLASH BACK ON...


Tepat pukul 19.25


"Kenapa Kun lama banget pulangnya, dia kan udah janji malem ini akan nemenin aku," ucap Aurora berjalan mondar mandir di kamarnya. Sambil mengumpulkan niat untuk menelpon sang suami.


"Haduh...telpon gak ya" batin Aurora gelisah sambil memegangi erat ponselnya.


Setelah cukup lama berperang dengan rasa gengsinya. Akhirnya Aurora berniat untuk menelpon Kun karena mengingat waktu yang juga sudah semangkin larut.


Drattttt....


Bunyi panggilan masuk di ponsel Kun. Arini yang menyadarinya langsung meraih ponsel milik Kun lalu dengan tidak tahu malu menerima panggilan masuk tersebut.


"Hallo," ucap Arini bangga karena telah berhasil membuat Kun menetap di apertemennya.


"Hallo...siapa ini? dimana Kun?" tanya Aurora bertubi-tubi ketika mendengar suara wanita yang mengangkat panggilannya.


"Ini aku Arini, maaf telah lancang. Tapi sekarang ini Kun sedang tidur mungkin karena dia kecapekant. Jadi, aku tidak berani untuk membangunkannya tidak apa-apakan Aurora" jawab Arini yang sukses membuat hati Aurora terasa sesak.


"Oh...begitu yah. Maaf jika mengganggu," ucap Aurora balik langsung mematikan panggilannya dan membanting ponselnya karena kecewa dengan tingkah Kun yang telah sukses membuat kepercayaannya kembali hancur.


FLASH BACK OFF


Mengingat kejadian semalam membuat Aurora memegang pelipisnya frustasi. Sampai saat ini dadanya masih terasa sesak karena istri mana yang tidak sakit hati mendengar suaminya bermalam di tempat wanita lain. Apalagi mengetahui wanita tersebut adalah wanita yang terbilang penggoda.


Sampai matahari telah terbit pun, Kun seakan tidak ingin pulang dari kediaman Arini fikirnya.


Dia telah salah menilai semua kelembutan Kun beberapa hari ini. Dia juga sudah sangat salah mengira Kun memang telah benar-benar mencintainya yang pada akhirnya rencana Kun telah berhasil membuat dia terjatuh dan terluka.


"Haiss...dasar pria bejat" sumpah Aurora benci.

__ADS_1


Setelah selesai mandi, Aurora keluar dari kamarnya, lalu menuruni anak tangga pergi menuju dapur yang dimana para pelayan tengah sibuk menyiapkan sarapan.


"Selamat pagi Nona," ucap para pelayan serentak ketika melihat kedatangan Aurora.


"Pagi...apakah Kun telah pulang?" balas Aurora menyapa dan langsung menanyakan keberadaan suaminya.


"Maaf, Tuan belum pulang Non" jawab salah satu pelayan.


Aurora terdiam mendengar Kun yang belum juga tiba dirumah. Hatinya seakan teriris dan terasa semangkin sesak.


"Apakah ini yang dinamakan cemburu" umpat Aurora dalam hati yang dalam keadaan sangat sedih.


"Non...Non...Non tidak apa-apa?" tanya seorang pelayan yang khawatir melihat raut wajah Aurora yang terlihat lesu.


"Hmm...Aku tidak apa-apa" jawab Aurora singkat dan mulai melangkah pergi meninggalkan segala kesibukan para pelayan.


Cuaca sangat mendung hari ini, semedung jiwa Aurora lebih tepatnya. Sepertinya akan ada hujan lebat hari ini, tapi Aurora tidak terlalu memperdulikan keadaan cuaca saat ini.


Dia masih fokus melihat kearah jalan dari balik kaca taxi mobil yang sedang ia naiki.


Entah akan pergi kemana ia saat ini, tak mungkin dia akan mencari keberadaan Kun dan melabrak langsung Arini dan Kun yang sekarang berada berduan di suatu tempat.


Cuaca semangkin mendung, tetesan rintikan air hujan mulai bertebaran. Namun Aurora sama sekali tidak hirau dan malahan duduk disalah satu kursi panjang taman tersebut.


Dengan tatapan kosong dan penuh kehampaan, hujan pun turun dengan derasnya membasahi tubuh Aurora yang belum masih berniat untuk berteduh.


Turunnya hujan seakan menambah kesan menyakitkan bagi Aurora dan dengan tidak sadarnya kini air matanya juga mulai mengalir bersamaan dengan derasnya hujan.


🎶🎶🎶



Nugungaui hansum geu mugeoun sumeul


Ketika seseorang menghela nafas dengan berat


Naega eotteoke hearil suga isseulkkayo


Bagaimana aku bisa mengerti maksudnya?

__ADS_1


Dangsinui hansum geu gipil ihaehal sun eopgetjiman


Helaan nafasmu walau aku tak dapat memahaminya


Gwaenchanhayo naega anajulgeyo


Tak masalah, aku akan memelukmu


{Lee hi\=Breathe}


🎶🎶🎶


"Kenapa harus aku yang terus menerus tersakiti. Kenapa harus aku...aku sudah mulai mencintainya, tapi kenapa malah menjadi seperti ini" gerutu Aurora dalam hati sambil menangis tersedu-sedu dan dengan keadaan yang sudah basah kuyup.


Tak lama kemudian, seorang pria berlari kearah Aurora dan langsung melepas jas yang tadinya ia kenakan. Pria tersebut tidak lain adalah Leon, yang tidak sengaja lewat dan menemukan Aurora dalam keadaan menyedihkan.


"Aurora apa yang telah kau lakukan, sedang hujan deras nanti kamu sakit," ucap Leon melindungi Aurora dari hujan dengan jasnya.


Tapi Aurora tidak menjawab pertanyaan Leon sama sekali, dia masih sibuk menangis tersedu-sedu yang membuat Leon khawatir melihat keadaanya saat ini.


"Aurora,ada apa? kenapa kamu bisa jadi begini, ayo naik ke mobil nanti kamu sakit" pinta Leon yang mulai memapah Aurora yang sudah sangat tidak berdaya dan tiba-tiba tak sadarkan diri.


Leon cemas bukan mainnya. Dia langsung menggendong Aurora dan membawanya masuk kedalam mobil.


Kondisi Aurora saat ini sangat mengkhawatirkan. Bagaimana tidak, wajah Aurora sangat pucat seperti darah yang ada dalam tubuhnya mulai berhenti mengalir dan dengan suhu tubuh yang juga sangat panas.


Karena sudah terlalu cemas dengan keadaan Aurora saat ini. Leon pun langsung menelpon seorang dokter, untuk segera pergi ke kediamannya dan tidak lupa ia memerintahkan Jenny untuk segera datang, tidak peduli dengan hujan deras saat ini.


Setelah selesai melakukan sebuah yang panggilan yang sangat menyibukkan. Leon mengelus pipi Aurora yang kini tengah berada di pangkuannya dengan keadaan yang sudah tidak berdaya.


"Dasar pria brengsek. Bagaimana dia dengan begitu teganya membiarkan istrinya menangis dibawah derasnya hujan. Awas kau Kun, jika kau tidak dapat membuatnya bahagia. Biarkan saja Aurora hidup bersamaku karena itu akan jauh menjadi lebih baik" umpan Leon dalam hati yang membuatnya semangkin membenci Kun...


Bersambung...


💣💣💣💣💣


Hai reader tercinta😍terima kasih yang udah selalu pantauin kisah perjalan di novel "Married To Ceo📗" karena tanda dukungan dari kalian mungkin novel author yang pertama ini tidak ada apa-apaya😚tapi jangan lupa buat terus ngasih dukungan biar Author tambah semangat buat nulisnya dengan ngasih like,rate, vote, dan juga sarannya😉 Terima kasih💕✍🏻


Author: WinaAtlyn...

__ADS_1


__ADS_2