
Aurora bangun dengan segala keheranan ketika mendapati dirinya yang tidak menemukan keberadaan sang suami yang biasa masih tidur dengan lelap disebelanya. Padahal sekarang masih terlalu cukup pagi untuk Kun berangkat kekantor.
"Apa dia masih marah dengan ucapan ku kemarin dan memilih untuk tidur di kamar lain?" tanya Aurora dalam hati lalu bangkit melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah selesai berkemas diri dengan menyapu natural wajahnya di meja rias yang membuat dia lebih segar dari biasanya, Aurora langsung menuruni anak tangga untuk mencari keberadaan Kun yang sejak kemarin bersikap sangat dingin kepadanya.
"Thomas, dimana Kun?" tanya Aurora kepada Thomas yang sibuk menyiapkan beberapa berkas di ruang kerja.
"Maaf, Bukannya Tuan muda sedari semalam bermalam di perusahaan" balas Thomas dengan sopan.
"Apa? Dia bermalam di perusahaan. Apakah dia membawa macan tutul itu bermalam? Sudah-sudah Aurora kenapa kamu malahan berfikir seperti itu" batin Aurora tidak tenang.
"Ohh begitu ya" Aurora tersenyum hambar.
"Sudahlah, sebaiknya aku pergi ke tempat manager untuk melihat naskah buat syuting besok" pikir Aurora meninggalkan Thomas yang masih sibuk menyiapkan segala berkas
Disisi lain Kun yang tampak mengecek berkas yang berisikan laporan tiba-tiba memberhentikan segala aktivitasnya dan memijat dahinya dengan lelah sambil mendengus frustasi.
"Aurora memang keterlaluan, lihatlah dia sama sekali tidak mendatangiku dikantor. Mustahil jika dia tidak peka jika aku sedang marah dengannya" gerutu Kun dalam hati.
π€π€π€
Thomas β€ Dina
"Coffee late? siap Tuan saya akan segera membawakan apa yang Tuan pinta. Oo...baiklah Tuan terima kasih," ucap Thomas ketika menerima panggilan dari Kun yang memerintahkannya untuk membelikan secangkir kopi.
Sesampainya Thomas di cafe, dia tidak langsung memesan apa yang diinginkan tuannya. Thomas terlebih dahulu memesan minuman untuk dirinya sendiri karena Kun sedikit memberikan dia jam istrirahat untuk sedikit bersantai.
"Bukankah itu Dina?" tanya Thomas dalam hati ketika melihat seorang gadis yang seperti ia kenali dan setelah dia melihat dengan lekat ternyata memang benar gadis tersebut adalah Dina.
Thomas pun melangkah mendekati Dina yang menikmati ice cream sendirian dengan wajah yang sangat ceria. Biarpun wajah Dina memang selalu ceria kapanpun dan dimanapun.
"Hai" sapa Thomas yang sangat kaku.
__ADS_1
"Hai..." Dina mencoba menerka siapa pria yang sekarang ada dihadapannya dan sangat tidak asing baginya.
"Thomas asisten Kun kan?" Dina menunjuk wajah Thomas masih dalam keadaan mengingat.
"Ya benar, aku Thomas. Apakah boleh aku duduk disini?" Thomas meminta persetujuan.
"Ssiilakaan..." balas Dina terbata-bata ketika dia menyadari memang bukanlah mimpi bertemu dengan pria yang telah membuat jantungnya berdegub dengan tidak biasanya.
"Sendirian?" tanya Thomas memecah segela kekeheningan antara mereka berdua.
"Hmm... aku sendirian" jawab Dina sambil menyendok ice creamnya.
"Oh, aku kira lagi nunggu seseorang. Entah pacar atau sebagainya" sambil diam-diam melirik kearah Dina yang terlihat sangat gugup.
"Enggak kok, kan aku sudah pernah bilang. Aku tidak punya banyak waktu untuk pacaran, lagipula aku masih menunggu sosok pria yang bisa membuat jantungku berdegub dengan tidak biasanya ketika dia berada di dekatku," ucap Dina berharap.
"Umm..."
Mendengar perintah dari bosnya. Thomas langsung memanggil pelayan untuk membuatkannya segelas kopi untuk Kun.
"Dina sepertinya sekarang aku harus kembali ke kantor dan apakah aku boleh meminta nomor teleponmu jika kau berkenang sih untuj memberikannya kepadaku," ucap Thomas dengan wajah berharap bahwa Dina dapat dengan sukarela memberikannya.
"Dengan senang hati" balas Dina tersenyum manis kearah Thomas sambil menyulurkan tangannya meminta ponsel Thomas.
Melihat Dina yang mengulurkan tangan kearahnya dengan cepat Thomas memberikan ponselnya kepada Dina.
"Terima kasih," ucap Thomas ketika Dina telah selesai mengesave nomornya di ponsel milik Thomas.
Pertemuan Dina dan Thomas pun berakhir ketika Thomas pamit untuk kembali kekantor. Dina menatap penuh arti ketika punggung Thomas yang kini mulai menghilang dari hadapannya.
Ini begitu mustahil baginya, begitu banyak pria yang mencoba mendekatinya dengan tidak adil Thomas lah pria satu-satunya yang dapat membuatnya salah tingkah, berhubung Dina juga gadis yang sedikit tomboy.
-
__ADS_1
-
-
Naskah drama yang cukup tebal untuk Aurora pahami dan baca kali ini karena berhubung besok dia akan kembali syuting. Lagi-lagi Aurora menjadi pemeran utama dalam film ini dan tidak lain lawan mainnya adalah Erik.
Selesai mempelajari semua naskah, Aurora merebahkan dirinya karena merasa sedikit kelelahan dan tak lama kemudian terdengar suara mobil, Aurora yang mengetahui hal tersebut langsung bangkit menuju kaca kamar yang memperlihatkan Kun keluar dari mobil.
Melihat Kun masuk ke dalam rumah, sontak membuat Aurora berpindah tempat untuk menguntit.
Bukannya masuk ke dalam kamar mereka berdua, Kun malahan langsung masuk ke dalam kamar tamu yang bersebelahan dengan kamar yang sekarang Aurora tempati.
"Huh...sampai kapan dia seperti ini" Aurora yang sudah mulai kesal dengan sikap suaminya yang sudah beberapa hari ini mendiaminya.
Sedangkan Kun setelah selesai membersihkan diri. Ia langsung pergi menuju ruang kerjanya untuk memeriksa beberapa laporan keuangan perusahaannya.
Tok...Tok...
"Masuk" Kun sedikit berteriak.
Ternyata orang yang tadi mengetuk pintu adalah Aurora dan bukannya pelayan rumah yang Kun pinta untuk membawakkannya segelas kopi, Kun berusaha untuk biasa-biasa saja padahal jauh di lubuk hatinya ia merasa senang karena Aurora sudah berinisiatif sendiri untuk datang kepadanya biarpun dengan modus membawakan segelas kopi.
"Ini kopinya," ucap Aurora memandangi Kun yang sama sekali masih tidak ingin melihat dirinya.
"Hmm..." balas Kun dengan wajah super dinginnya.
"Apa? Hanya hmmm. Ya ampun apakah aku harus bertingkah sedikit murahan agar dia tidak mendiamiku seperti ini" pikir Aurora menyerah...
Bersambung...
π£π£π£π£π£
Hai reader tercinta, maaf updatenya segini dulu. Soalnya lagi sibuk banget nihπ dan jangan lupa buat selalu dukung karya author ya dan tambahin dong votenya supaya lebih semangat lagi nulisnya.Terima kasihππβπ»
__ADS_1