
"Ehh...minggir-minggir,aku mau siap-siap pergi
syuting,"ucap Aurora dengan gugup sambil mendorong tubuh Kun yang sedari tadi menidihnya
Kun tersenyum melihat sikap Aurora yang terliha malu-malu dengan wajah yang dia tutupi dengan telapak tangannya.
"Menggemaskan,"ucap Kun pelan dan kembali merebahkan diri.
-
-
-
-
"Huh...,"Aurora mendesis kesal,karena ulah suaminya dia jadi terlambat datang ke lokasi syuting.
Entah apa yang sedang merasuki jiwa si pria dingin balok es itu pagi ini. Dia sama sekali tidak berbicara kasar maupun berbicara angkuh kali ini malahan terus menerus menggoda Aurora dengan ucapan manisnya.
Apakah ini trik yang sedang dia mainkan?untuk sekedar mengelabui Aurora agar jatuh cinta kepadanya lalu pergi untuk mencampakkan Aurora sekiranya.
FLASH BACK ON
"Kenapa aku bisa lupa bawa handuk sih...,"gerutu Aurora di dalam kamar mandi yang telah selesai membersihkan diri.
Mustahil,jika dia harus keluar untuk mengambil handuk dengan keadaan tanpa sehelai benang pun atau haruskan dia meminta tolong dengan suaminya.
"Tidak...tidak...,"memukul kepalanya untuk segera memurungkan niatnya sendiri.
Tapi Aurora tidak memiliki pilihan lain selain meminta tolong dengan Kun dari pada harus terlambat datang ke lokasi syuting.
"Hei...,"teriak Aurora.
"Hmm...,"jawab Kun malas.
"Tolong dong ambilin handuk,"pinta Aurora memaksakan diri.
Seringai mesum terukir diwajah Kun dengan gerakan cepat dia mengambil handuk yang dipinta istrinya.
Tokk...Tok...
"Apa hadiah yang dapat kau berikan jika aku menolongmu,"tanya Kun dengan nada menggoda.
"Tidak ada...,"jawab Aurora ketus.
"Pelit banget...,"balas Kun masih mencoba menggoda istrinya.
"Cepatlah ambilin aku handuk. Nanti aku bisa terlambat nih,"pinta Aurora memohon.
"Baiklah,nih handuknya"Kun memancing Aurora agar membuka pintu.
__ADS_1
Mendengar Kun yang seperti telah menyerah untuk menggodanya. Aurora dengan cepat mengulurkan tangannya keluar untuk meraih handuk yang ada ditangan suaminya.
Bukan memberikan barang yang Aurora pinta malahan Kun mendaratkan kecupan pelan di tangan Aurora.
Aurora terkejut lalu menarik tangannya kembali. Tidak mudah baginya untuk meminta handuk tersebut karena Kun terus mempermainkannya sampai akhirnya Aurora terlambat datang ke lokasi syuting...
FLAS BACK OFF
Erik melambai-lambaikan tangannya kearah Aurora yang sedang termenung.
"Ra...,"panggil Erik.
"Hmm...Erik,"ucap Aurora tersadar.
"Are you okey,"menatap wajah Aurora dengan perasaan khawatir.
"I,m okay,"balas Aurora tidak bersemangat.
"Beneran,?"tanya Erik lagi.
"Beneran Erik,"tegas Aurora dengan wajah ditekuk.
Erik tertawa melihat wajah Aurora yang sangat lucu. Ingin sekali dia mencubit pipi Aurora tapi dia hanya bisa memurungkan niatnya takut jika Aurora merasa tidak nyaman dengan dirinya.
"Ihh malahan ketawa nih orang. Ada apa sih manggil aku,?"tanya Aurora kesal.
Erik memberhentikan tawanya.
"Hmm...baiklah aku akan segera bersiap ,"Aurora memantapkan diri.
"Tapi kamu harus hati hati kali ini Ra,karena lawan main kamu adalah Clara. Jangan sampai dia mencari kesempatan buat nyakitin kamu,"Erik memegang bahu Aurora dengan wajah khawatir.
"Tenang aja Rik. Aku pasti jaga diri kok,"balasnya mencoba menenangkan Erik.
Tapi firasat buruk yang Erik rasakan sangatlah kuat jika nantinya Clara akan berbuat yang tidak tidak kepada Aurora.
Selama ini Clara selalu menjadi lawan main Aurora dan sering kali adegan yang Clara perankan selalu di luar naskah jadi wajar saja jika Erik merasa khawatir apalagi lokasi syuting yang akan menjadi latar adegan mereka adalah diatas laut. Namun,Erik berharap ini adalah firasatnya saja.
Adegan dimana Clara mendorong Aurora didasar laut akan segera dimulai. Clara tampak menatap Aurora dengan sinis tapi Aurora lebih memilih untuk tidak memperdulikan Clara.
Sekarang mereka telah berada pada posisinya masing masing. Aurora mencoba waspada dengan apa yang telah Erik katakan kepada dirinya tadi.
"Kamera action,"ucap seorang sutradara yang menandakan reka adegan telah dimulai.
"Hei ******,kau fikir bisa merebut dia dariku,"kata Clara dengan langkah pelan mendekati Aurora.
"Aku sama sekali tidak pernah merebutnya, engkau lah yang telah meninggalkannya,"balas Aurora dengan akting yang mantap sambil memundurkan diri sesuai dengan naskah yang telah dia pelajari.
"Dasar ****** tidak tau diri,!"ucap Clara lalu mendorong Aurora dengan sekuat tenaganya.
Aurora tercebur ke air. Erik yang dari kejauhan mengawasi Aurora terlihat gelisah ketika melihat Aurora telah didorong ke dasar laut.
__ADS_1
Masih memerankan perannya. Clara masih melanjutkan aktingnya seakan akan menyumpahi Aurora yang kini telah berada di air.
Tapi tidak untuk Aurora seketika tubuhnya terasa lemas dia tidak sanggup lagi untuk melanjutkan perannya.
"Tolong,"teriak Aurora dengan wajah lemah.
Para kru yang melihat akting Aurora yang terlihat natural berdecak kagum. Tanpa sedikitpun merasa curiga.
"Tolong...,"teriak Aurora kembali melambaikan tangannya dan kali ini Aurora mencoba mengimbangi tubuhnya agar tidak tenggelam.
Para kru dan sutradara masih tidak tersadar dengan Aurora yang sudah sangat lemas. Mereka menganggap Aurora masih dalam situasi memainkan perannya.
Namun,tidak untuk Erik. Dia berlari menghampiri Aurora untuk menyelamatkannya.
Byurr...Erik menceburkan dirinya. Para kru yang melihat hal tersebut langsung berlari mengerumuni mereka.
"Aurora...sadarlah,"ucap Erik mencoba mengembalikan kesadaran Aurora sepenuhnya.
"Tolong...,"teriak Erik meminta pertolongan.
Clara terlihat cemas mendapati Aurora yang seperti mulai tak sadarkan diri.
Para kru telah berhasil membantu Erik membawa Aurora ke daratan. Aurora sudah tak sadarkan diri dengan wajah yang sudah sangat pucat.
Erik melihat ke arah Clara yang berdiri ketakutan lalu menghampirinya.
"Ini peringatan pertama dan terakhir ku. Jangan sampai hal yang sama terulang kembali,jika masih terjadi aku tidak akan sungkan memperlakukanmu dengan kasar,"tegas Erik menunjuk wajah Clara yang telah menunduk ketakutan.
Disisi lain ketika para kru yang cemas mendapati Aurora yang sudah tak sadarkan diri. Diam diam seorang pengawal utusan Kun melaporkan kejadian yang terjadi dilokasi syuting saat ini.
Mendapatkan laporan yang tidak mengenakan. Kun yang didampingi Thomas langsung bergegas menghampiri istrinya dan tidak memerlukan waktu yang cukup lama Kun sudah tiba di lokasi syuting dan langsung pergi mencari keberadaan istrinya dengan penuh kekhawatiran.
Akhirnya Kun menemukan keberadaan Aurora dan langsung pergi menghampirinya dengan keadaan yang sudah terbaring lemah. Sambil ditemani seorang pria yang sudah menyelamatkan istrinya menurut laporan para pengawalnya.
Melihat kedatangan Kun. Erik terlihat tidak senang karena bagaimana pun Erik berharap ketika Aurora tersadar wajahnya lah yang pertama kali Aurora lihat.
Tidak menghiraukan wajah Erik yang terlihat kesal Kun lebih memilih mendekati Aurora untuk menggendongnya pergi lalu sutradara berlari kearah Kun meminta maaf atas kejadian yang menimpa Aurora.
"Baiklah...kali ini aku maafkan. Tapi ada syaratnya,"balas Kun menanggapi permohonan maaf sutradara tersebut.
"Apa syaratnya Tuan pasti akan saya lakukan,"mencoba menyanggupi.
"Hmm baiklah kalau begitu...permintaan saya sangat mudah yaitu keluarkan wanita yang telah mendorong istriku dengan kasar sampai-sampai membuatnya tak sadarkan diri saat ini dari industri hiburan,"tegas Kun langsung pergi meninggalkan sutradara tersebut.
Bersambung....
💣💣💣💣💣
**Hai reader😋masih setia gak nih nunggu kelanjutannya😻pastinya harus dong ya😊karena masih banyak kisah menarik lainnya.
Jangan lupa Author ingetin,buat ngasih like,rate,vote,dan sarannya selalu. Agar karya Author dapat berkembang menjadi lebih baik lagi💕**
__ADS_1