Married To Ceo

Married To Ceo
Bermalam


__ADS_3

Selesai menyuapi Aurora,Kun meletakan nampan yang berisi makanan di pinggir meja yang berada bersebelahan di pinggir ranjang.


"Beristrirahatlah...aku akan kembali kekantor,"ucap Kun membuka bicara sambil merapikan pakaiannya. Namun tiba tiba,Aurora menarik lengan Kun seperti hendak meminta sesuatu.


"Kenapa?,"dengan nada sedikit lembut memandangi sang istri.


"Aku sangat merindukan suasana dirumah,apakah kau bisa membawaku pergi kesana?"Aurora memasang wajah memohonnya berharap Kun mengiyakan permintaanya.


"Baiklah,tapi tidak untuk hari ini,"jawab Kun yang sedikit membuat wajah Aurora kecewa lantaran yang dia inginkan saat ini adalah Kun membawanya kerumah orangtuanya dengan segera tanpa sedikitpun memperhatikan kondisi nya saat ini.


"Dasar pria kejam,"ungkap Aurora dalam hati yang masih erat menggenggam lengan suaminya.


"Apakah masih betah memegangi lenganku?,"sindir Kun menanggapi Aurora yang terlihat enggan untuk melepaskan genggamannya.


Mendengar perkataan Kun,sontak membuat Aurora dengan cepat melepaskan tangannya lalu membuang wajahnya karena malu.


"Baik-baiklah dirumah jangan berniat sedikitpun untuk kabur,"perintah Kun sambil mendekati wajah Aurora dan mencium lembut kening sang istri.


Mendapat perlakuan lembut dari sang suami,wajah Aurora seketika merona entah apakah dia merasa malu atau senang mendapatkan perlakukan seperti ini. Jantungnya berdegub dengan sangat cepat sehingga ingin sekali dia melompat-lompat untuk menyeimbangi keadaan jantungnya saat ini


"Aku pergi dulu,"ucap Kun pamit dengan sang istri yang kini masih diam mematung tanpa menghiraukan Kun yang sudah berjalan pergi meninggalkannya.


"Jantungku terasa ingin copot,"gerutu Aurora sambil mengusap dadanya yang sedari tadi berdegub dengan sangat kencang sampai dering panggilan masuk ke ponselnya yang membuat di menghentikan aktivitasnya.


"Siapa sih,dalam keadaan gini ngeganggu?,"jengkel Aurora meraih ponselnya yang berada di dalam tas bermereknya.


Sontak wajah Aurora yang tadinya kesal berubah menjadi gembira mendapati ternyata yang menelfonnya adalah Leon dan dengan sigap Aurora menggeser tombol ke arah berwarna hijau yang menandakan Aurora dengan sangat senang hati Leon yang menelfonya.


"Hallo,"ucap Aurora dengan wajah menahan kebahagiannya.


"Aurora,kamu baik-baik saja atau adakah yang terluka?aku mendapat kabar bahwa kamu hampir saja tenggelam"balas Leon khawatir.


"Aku baik-baik aja kok Kak,apalagi ditambah dengan mendengar suara Kak Leon. Jadi jangan khawatir,"jelas Aurora dengan wajah yang merona karena tanpa dia sadari kata-kata tersebut lolos dari bibirnya.


Bugh....


Kun memukul meja kerjanya dengan keras mendengar pembicaraan Aurora dan Leon yang bisa dia ketahui karena telah berhasil menyadap ponsel sang istri.


"Berani-beraninya dia menghubungi istriku,"umpat Kun dengan marah seraya mengepalkan tangannya.

__ADS_1


"Thomas,bagaimana perkembangan perusahaan Leon di kota C,?"tanya Kun terhadap Thomas.


"Menurut informasi yang ada,perkembangan perusahaan mereka sangat pesat entah dari mana sumber dana yang mereka dapatkan untuk menutupi kerugian mereka beberapa tahun ini hingga menjadi sangat baik keadaannya saat ini,"jelas Thomas.


"Aku tidak peduli mereka mendapatkan pinjaman dari mana kali ini. Yang aku inginkan hanyalah secepatnya buat perusahaan mereka bangkrut karena telah berani mengusik apa yang kumiliki,"tegas Kun dengan nada menekan.


"Baik Tuan...",Thomas mengiyakan perintah atasannya biarpun dalam hatinya terase berat apalagi mengingat perusahaan Leon saat ini sedang naik daun.


🖤🖤🖤


Dikediaman kedua orangtua Aurora...


Aurora terlihat keheranan dengan sikap suaminya yang selalu berubah-ubah. Tadi sikapnya sangat perhatian terhadap Aurora namun kali ini dia mendiami Aurora habis-habisan tanpa sedikitpun menoleh kearahnya.


"Silakan dimakan nak Kun. Hanya hidangan seperti ini yang dapat kami sediakan,"ucap ibunda Aurora dengan ramah menunjuk kearah hidangan yang super mewah di atas meja.


Kun hanya membalas dengan senyum manisnya sambil mengambil satu persatu hidangan untuk diletakan di piring yang tersedia untuk dirinya.


"Ibu...malam ini Aurora ingin bermalam disini. Bolehkan,?"ucap Aurora tiba-tibayang sontak membuat Kun menoleh ke arah istrinya. Bagaimana tidak,Aurora sedikitpun tidak meminta izin kepada dirinya.


Ibu Aurora melirik ke arah Kun yang terlihat terkejut mendengar ucapan Aurora barusan.


Wajah Aurora cemburut mendengar ucapan ibunya serta sesekali melirik Kun berniat mengkodenya. Tapi Kun masih sibuk memakan hidangan yang tersaji dengan lahap.


"Dasar ********. Apakah dia sengaja tidak memperdulikan diriku,?gerutu Aurora dalam hati.


Kun masih pura pura sibuk menikmati makannya kali ini menunggu Aurora membuka bicara dan meminta izin dengannya.


"Um...sayang bolehkan malam ini aku bermalam disini,"ujar Aurora dengan nada manja sehingga membuat Kun tersedak dan terbatuk dibuatnya.


"Kamu baik-baik saja sayang,"ucap Aurora yang masih berpura pura.


"Cih...wanita ini memang ingin bermain api denganku,"batin Kun sambil berseringai memandangi Aurora.


Tubuh Aurora seketika merinding mendapati suaminya memandangi seakan seperti hewan buas yang hendak menerkam mangsanya.


"Hmm...tentu saja boleh sayang dan aku juga akan menemanimu bermalam disini,"balas Kun sambil mengusap nakal paha mulus Aurora yang sontak membuat Aurora terkejut.


"Ohhh...nak Kun ingin bermalam juga yah. Apa perlu kami siapkan kamar tamu supaya lebih nyaman,"ujar ibu Aurora bersemangat bersama suaminya yang duduk disampingnya.

__ADS_1


"Tidak perlu bu,aku ingin tidur dikamar istriku,"balas Kun membalas tatapan istrinya yang melotot kearahnya.


"Ehh...tidak-tidak sebaiknya kamu tidur di ruang tamu karena kamarku cukup kecil untuk ditiduri berdua,"cekal Aurora agar Kun tidak tidur dikamarnya.


"Tidak masalah sayang,"balas Kun dengan nada yang dibuat-buat lembut.


"Tapi..."belum sempat Aurora melanjutkan ucapannya Marces yaitu ayah Aurora sudah memotong ucapannya agar Aurora tidak mencari alasan dan mengizinkan Kun untuk tidur dikamarnya.


"Baiklah aku setuju,"menyanggupi dengan nada terpaksa.


"Nah gitu dong,"ucap ayah Aurora dengan segala kemenangannya karena telah berhasil membuat anaknya itu tunduk dan mereka pun kembali menikmati makan malamnya dengan tenang.


-


-


-


Brakk...


Aurora membuka pintu kamarnya dan tidak mendapati sosok Kun yang tadinya telah terlebih dulu masuk kekamarnya.Tapi,bunyi percikan air didalam kamar mandi menyadarkannya bahwa suaminya sedang membersikah diri saat ini.


"Seenak jidatnya banget kalau masuk ke kamar orang lain. Dasar pria gila,"Aurora mengoceh sambil membersihkan wajahnya menunggu giliran untuk mandi.


Cukup lama sudah Aurora menunggu Kun keluar dari kamar mandinya. Namun,batang hidung sang suami belum muncul juga. Oleh karena itu Aurora berinisiatif untuk mengetuk pintu supaya suaminya dengan cepat menyudahi entah aktivitas apa yang dilakukannya di dalam kamar mandi.


Namun,baru saja Aurora berdiri di depan pintu kamar mandi. Pintunya sudah terlebih dahulu terbuka sehingga menampakkan tubuh atletis Kun dengan rambut acak-acakan yang basah.


Aurora sekuat tenaga meneguk saliva yang kesusahan untuk dia telan karena melihat tubuh sang suami yang sangat memikat ini.


"Ya. tuhan...kenapa tubuh pria brengsek ini sangat bagus ketika selesai mandi,"puji Aurora dalam hati masih memandangi tubuh Kun yang berdiri dengan gagah di hadapannya saat ini.


Bersambung...


💣💣💣💣💣


Hai reader tercinta🤩maaf kalau baru update😥karena author lagi sibuk banget nih🤓tapi author tetep berusaha kok buat update.


Jangan lupa buat selalu dukung karya Author ya dengan memberikan like,rate,vote,dan juga sarannya😉 ditunggu💕

__ADS_1


__ADS_2