Married To Ceo

Married To Ceo
Membantu minum obat


__ADS_3

Aurora tak sadarkan diri,setelah kecelakaan yang menimpanya hari lalu yang menyebabkan cedera di kepala yang cukup parah. Setelah Aurora dilarikan di rumah sakit dan di tangani secara intensif oleh seorang dokter,Kun langsung meminta surat pengajuan pemindahan Aurora untuk membawanya kembali.


Dengan wajah yang sudah tidak dapat dijelaskan lagi. Kun pun mengamuki asisten pribadi istrinya,para kru dan sutradara yang ikut serta dalam pembuatan film tersebut. Dia tidak terima melihat istrinya telah celaka seperti ini.


Dia dengan tidak hormat memecat asisten Aurora karena sudah tidak becus dalam menjaga Aurora dan mengancam para kru dan sutradara untuk tidak lagi meminjamkan dana untuk segala acara atau film yang akan mereka produksi.


Mendengar hal tersebut dengan segera mereka memohon untuk meminta maaf dan membujuk Kun untuk mengurungkan niatnya,atas segala peristiwa yang telah terjadi. Kun sama sekali tidak menghiraukan mereka dan lanjut untuk mengurus pemindahan rawat inap istrinya.


Kun memilih untuk merawat Aurora di kediaman miliknya,dengan mengirim para dokter spesialis yang profesional untuk membantu menyembuhkan gegar otak pada Aurora


Kejadian yang menimpa Aurora menjadi perbincangan di kalangan Fans dan juga heters. Banyak kalangan masih bertanya-tanya kenapa Aurora sampai terjatuh dari tangga. Apakah karena kesalahannya sendiri atau pun ada oknum yang memang merencanakan semua ini.


Berita tersebut juga terdengar di telinga Arini.


"Um...kenapa gak langsung mati aja sih," ucap Arini sambil meneguk kopinya.


"Tidak...tidak aku sepertinya mendapatkan sebuah rencana" Arini bergegas merapikan dirinya lalu bergegas pergi dari apertemen yang telah Kun berikan.


πŸ–€πŸ–€πŸ–€


Disisi lain Kun terlihat masih sibuk menemani Aurora yang masih tak sadarkan diri. Dia menggenggam erat tangan Aurora berharap sang wanita yang dia cintai ini cepat untuk membuka matanya.


"Sadarlah Aurora,"ucap Kun penuh harap dan Tak lama kemudian datang Thomas menghampiri Kun untuk memberitahu kedatangan Arini di kediamannya.


Sebenarnya Kun malas untuk melandeni kedatangan Arini saat ini. Tapi,apa boleh buat jika dia meminta Arini saat ini untuk pergi pasti Arini akan melakukan keributan dan dia malas untuk menghadapi situasi seperti itu.


Dengan memerintah Thomas untuk menjaga Aurora. Kini Kun beranjak dari tempat duduknya lalu menghampiri Arini yang telah cukup lama menunggu kedatangannya di ruang tamu.


Sesampainya di ruang tamu,Kun langsung duduk disofa tanpa sedikit menyapa Arini yang sedari tadi tersenyum ke arahnya.


"Kun,aku turut prihatin atas kejadian yang menimpa Aurora saat ini," ucap Arini memasang wajah pura-pura sedih.


"Ya,terima kasih" balas kun dengan dingin tanpa sedikitpun menatap wajah Arini.


"Kun,jika kau membutuhkan bantuan. Aku siap untuk datang kapan pun yang kau mau," ucap Arini menawarkan diri.


"Tidak perlu sungkan. Aurora hanya butuh aku untuk merawatnya dan tidak butuh orang lain" berbicara dengan nada penuh penekanan.


"Aku sedang sibuk sekarang,kau boleh pergi" Kun berdiri dari duduknya lalu pergi meninggalkan Arini begitu saja.


"Cih..." Arini mendesis kesal.


"Kau kira dengan melihat caramu memperlakukan ku akan membuat diriku menyerah begitu saja. Kau sangat salah besar Kun" Arini menyeringai jahat dan pergi dari kediaman milik Kun.

__ADS_1


-


-


-


Setelah cukup lama membosan untuk menunggu kesadaran Aurora akhirnya kebosanan itu terbayarkan ketika mendapati sang istri tercinta telah mulai siuman.


Semburan kebahagian menyelimuti jiwa Kun,dia segera berteriak memanggil dokter yang merupakan dokter pribadi keluarganya untuk memeriksa kembali istrinya.


Selesai Aurora diperiksa,dokter tersebut mengabarkan bahwa Aurora telah mulai membaik hanya perlu dirawat secara intens dan menyarankan Kun untuk menahan hasratnya sampai keadaan Aurora memang benar-benar pulih.


"Semoga sudah jelas bagi Tuan besar Kun, dengan segala yang telah saya sampaikan," ucap dokter Han tersenyum mengejek Kun.


"Ya" balas Kun cuek.


"Saya sangat paham dengan keadaan Tuan Kun saat ini,mempunyai seorang istri yang sangat cantik dan tidak mudah untuk Tuan Kun menahan itu semua," ucap dokter han lagi yang semangkin membuat telinga Kun memanas.


"Iya...iya,aku paham dasar dokter tuli. Sudahlah cepat pulang tugas mu telah selesai disini" usir Kun dengan kesalnya.


Dokter Han tersenyum tipis karena telah sukses membuat Kun kesal dan pergi karena telah di usir mentah mentah oleh Kun.


"Kalau bukan karena dokter pribadi keluarga. Memang sudah ku kirim ke Benua Antartika" gerutu Kun mengusap dahinya pusing lalu melangkah mendekati istrinya yang kini masih terbaring walaupun sudah siuman.


"Kenapa kau masih bertanya jelas-jelas kepalaku sangat sakit jelek," sembur Aurora jengkel.


Mendapatkan jawaban yang tidak mengenakan,spontan Kun merubah raut wajahnya dengan kesal.


Thomas dan para pelayan dengan susah payah menahan tawanya mendengar sang tuan besar di rumah tersebut dibuat jengkel oleh istrinya sendiri.


"Kalian semuanya cepat keluar" perintah Kun mengisyaratkan para pelayan dan Thomas untuk segera keluar.


Kembali fokus menatap Aurora dengan kesal setelah para pelayan keluar dan juga Thomas. Ingin sekali dia menghukum Aurora jika tidak dalam keadaan seperti ini. Bagaimana tidak dia sudah sangat khawatir beberapa hari ini.


Tapi ketika Aurora tersadar hanya membuat dirinya kesal dan marah.


"Hei siapa yang kau bilang jelek barusan" tanya Kun kesal.


Aurora diam tidak menanggapi pertanyaan Kun dan malahan dia mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Aurora,lihat aku" tegas Kun. Tapi Aurora masih tidak memperdulikannya.


"Ya ampun apa yang terjadi dengan otaknya. Apakah aku ada salah sampai-sampai dia memerperlakukanku seperti ini" batin Kun menyerah sambil meraih nampan yang berisi makanan untuk Aurora makan.

__ADS_1


"Terserah jika ingin mendiamiku. Tapi sekarang kau harus makan setelah itu minum obat," ucap Kun yang mencoba untuk menyuapi Aurora.


Berhubung perut yang sudah sangat lapar Aurora pun tidak menolak untuk di suapi Kun biarpun dalam sesaat dia terus melamun mengingat kejadian waktu itu. Seorang berpakaian serba hitam yang telah berhasil mencelakainya.


Setelah selesai makan,Kun membantu Aurora untuk minum dengan penuh kehati-hatian dan membantu untuk berbaring kembali sampai seorang pelayan datang membawakan obat yang telah di racik oleh dokter Han.


"Aku tidak ingin minum obat,itu pasti sangat pahit" rewel Aurora menolak untuk diberi obat.


"Kau harus makan obat supaya cepat sembuh dan aku tidak akan tersiksa menahan hasratku" tegas Kun berbicara keceblosan.


Aurora mengernyitkan alisnya kesal karena bisa-bisanya Kun mengharapkan dia sembuh hanya untuk menyalurkan hasratnya.


"Lebih baik aku tidak minum obat kalau begitu" tegas Aurora membungkam mulutnya.


"Mmaksudku,bukan seperti Aurora. Cepat minum obat jangan membantahku," ucap Kun kembali memaksa Aurora untuk minum obat. Tapi Aurora masih enggan untuk minum obat.


"Sepertinya aku harus menggunakan cara lain supaya kamu mau minum obat," Kun mendapatkan sebuah ide untuk membuat Aurora dapat meminum.


Kun mengambil obat tersebut dan memasukkannya ke dalam mulut sambil meneguk sedikit air minum lalu menarik lengan Aurora dengan paksa untuk membuka bungkamannya sehingga kini Kun berhasil menempelkan bibirnya kepada Aurora untuk membantunya meminum obat.


Karena saking terkejutnya,Aurora hampir tersedak dan mendorong tubuh Kun menjauh.


"Hei kau gila ya,dasar cabul" gerutu Aurora.


"Aku hanya membantumu untuk meminum obat. Supaya cepat sembuh" balas Kun santai.


Aurora masih menggerutu tanpa henti,mengatai suaminya dengan sebutan cabul. Namun,Kun hanya tersenyum mendengar Aurora seperti ini.


"Sayang jika aku tidak cabul dengan mu,apakah aku boleh cabul dengan wanita lain," ucap Kun menggoda Aurora yang membuat Aurora terdiam dan berhenti menggerutu.


Kun tersenyum menang melihat sikap istrinya setelah mendengar ucapannya barusan.


"Sudah-sudah aku hanya bercanda. Cepatlah tidur kau perlu banyak beristrirhat,aku akan menemani mu disini" tutur Kun yang berubah menjadi lembut.


Aurora merotasikan matanya malas. Dia mulai memejamkan matanya walaupun tadi sempat jengkel dengan perlakuan Kun.


Tapi disisi lain dia harus tetap menghargai Kun yang telah merawatnya dengan sangat baik saat ini.


Bersambung...


πŸ’£πŸ’£πŸ’£πŸ’£πŸ’£


Hai reader jangan lupa buat dukungannya ya😊,dengan selalu ngasih like,rate,vote,dan juga sarannya. Terima kasihβœπŸ»πŸ’Ÿ

__ADS_1


__ADS_2