Married To Ceo

Married To Ceo
Sedikit terbongkar


__ADS_3

Pekan lalu,merupakan hari yang sangat diharapkan oleh Kun untuk memperbaiki kerenggangan hubungannya selama ini bersama Aurora dengan mengajak dia untuk pergi liburan ke sebuah pulau terpencil yang keindahan alamnya sangat membuat siapa pun enggan dan betah untuk tetap tinggal. Namun,apa yang diharapkan memang jauh dari keadaan yang ada,dan malahan semangkin memperburuk dan membuat kacau hubungannya dari semula yang telah ada.


Bagaimana tidak,baru satu malam mereka pergi liburan Aurora sudah meronta-ronta mengancam untuk pulang dengan segara karena kesalahpahaman antara mereka berdua.


Munculnya sosok wanita yang tidak dikenal dikamar penginapan Kun dan Aurora sukses membuat kacau semuanya. Kun telah berusaha mencari tau identitas wanita tersebut namun jejaknya menghilang dengan sangat cepat dan sepertinya memang ada seseorang yang ingin hubungan Aurora dan Kun hancur.Tapi tidak semudah itu bagi Kun,dia akan berusaha keras menyelidiki ini semua dan tau siapa dalangnya.


Apalagi saat ini Kun semangkin dibuat pusing oleh Aurora saat setibanya mereka dirumah. Aurora sama sekali tidak memperdulikan dia,bahkan semua barang-barangnya dipindahkan ke kamar tamu.


Padahal sebelum Kun menikahi Aurora,Kun lah yang telah berencana ingin membuat Aurora tersiksa dan tidak betah menjadi istrinya. Namun saat ini tentu saja sudah berbalik arah,berbagai cara Kun lakukan untuk mendekatkan dirinya kepada Aurora tapi selalu saja gagal dan nyatanya Kun lah yang telah masuk ke jurang yang telah ia gali.


Sudah satu malam berlalu Aurora mengunci diri di kamar yang terpisah dengan dirinya. Aurora hanya keluar jika suasana memungkinkan baginya. Beberapa upaya telah Kun lakukan untuk membujuk Aurora yang sudah sangat merajuk berat tapi semua hanya sia-sia.


Keesokan harinya...


Menyambut pagi dengan hati yang sangat berat karena di diami ,itu lah yang Kun rasakan kala ini. Dia bukannya menyerah dengan sikap Aurora yang masih mendiami dirinya namum alangkah baiknya nasehat Thomas,Kun harus memberi Aurora waktu untuk berfikir lebih jernih saat ini dan sedikit memberinya ketenangan.


"Tuan,mobil sudah siap. Kita sudah bisa berangkat sekarang,"Thomas memberitahu Kun yang sedang berada di depan pintu kamar tamu yang saat ini sedang Aurora huni.


Tanpa berfikir panjang,Kun langsung melangkah untuk pergi berangkat ke kantor dengan Thomas dibelakang mengikutinya.


Dina terlihat baru sampai di kediaman sahabatnya Aurora saat ini. Dia terkagum-kagum dengan bangunan yang ia lihat sangat super mewah ini


"Kapan ya,apertemen aku berubah kayak gini hihi,Dina menahan tawanya yang terlihat konyol.


Karena terlalu sibuk menghayal ketinggian dengan tidak sadar Dina menabrak Kun.


"Maaf,aku tidak sengaja,"ucapnya gagap menundukkan diri.


"Kenapa kamu disini,?"tanya Kun dengan tatapan tajam ciri khasnya.

__ADS_1


"Aku kesini karena Aurora bilang dia kesepian dan minta ditemenin sama aku,"jawab Dina dengan mata yang diam-diam melirik Thomas.


Kun terlihat mencerna baik-baik apa yang di ucapkan sahabat istrinya saat ini yang menyebutkan bahwa Aurora sedang kesepian yang padahal sebenarnya Kun juga sudah berusaha untuk menemaninya tapi selalu saja ditolak.


"Apakah aku sudah bisa masuk sekarang Tuan besar,"tanya Dina tersenyum jahil.


"Masuklah,tapi jangan coba-coba untuk mengajaknya kabur karena jika itu terjadi kedua kaki kamu akan saya patahkan,"ancam Kun yang terlihat serius.


Namun,Dina terlihat tidak menganggap serius apa yang diucapkan oleh Kun malahan Dina hanya membalas dengan terkekeh. Kun yang melihatnya terlihat mengernyitkan dahi ke heranan karena baru kali ini ucapannya ditertawakan.


"Ah,sudahlah aku masuk dulu."pamit Dina melangkah melewati Kun lalu melambaikan tangan ke arah Thomas lalu berkata,"Hai tampan"


Thomas juga membalas lambaian Dina dan tersenyum ke arahnya. Kun yang melihat sikap Thomas langsung melayangkan tatapan sengitnya.


"Ingin ku potong gajimu hah,"ancam Kun


"Tidak Tuan maaf,"Thomas bergegas membuka pintu mobil untuk Kun.


Dina dan Aurora terlihat begitu menikmati beberapa cemilan yang saat ini dengan sampah yang sudah sangat berserakan di lantai.


"Kamu enggak syuting,"tanya Dina dengan mulut yang terisi penuh dengan makanan.


"Enggak kok,cuman besok lusa ada syuting di luar kota,"jawab Aurora dengan tatapan yang sangat kosong dan rambut yang acak-acakan menambah kesah ketidakberdayaannya.


"Hei,kenapa sih. Katanya enggak cemburu tapi kayak orang yang sedang frustasi,"geledek Dina.


"Hah diam kamu. Mengganggu saja,"teriak Aurora melemparkan bantal ke wajah Dina sampai terbatuk karena mulutnya masih dipenuhi dengan makanan.


-

__ADS_1


-


-


-


Atmosfer ruangan seakan terlihat memanas ketika melihat dua pria yang saling beradu mulut dan tatapan tajam saat ini. Para kolage yang turut hadir pun tak dapat menengahi mereka berdua yang mungkin memang hanya sedang fokus ke dalam masalah pekerjaan atau ada masalah pribadi yang menyangkut kedua belah pihak.Mereka tidak lain adalah Kun dan Leon.


Lagi-lagi mereka bertemu masih dalam keadaan yang sama. Memperebutkan sebuah proyek besar. Kun memang sudah ahlinya dalam mengambil alih setiap proyek yang sedang di incarnya,dan sudah kesekian kalinya juga Leon harus turut mengalah biarpun dalam sudut pandang lain dia merasa tidak terima.


"Selamat Tuan,"ucapan para penghuni ruangan yang turut bangga dengan Kun yang sudah berhasil mendapati proyek besar tersebut dan disusul oleh Leon yang juga menyodorkan tangannya untuk memberikan ucapan selamat.


"Selamat Tuan Kun,yang sudah sangat berbakat dalam hal bisnis,"tutur Leon dengan nada yang sedikit tidak mengenakan.


"Terima kasih atas segala perhatian ucapannya Tuan Leon,"balas Kun dengan seringainya.


Tatapan mereka terbilang sangat sengit,terlihat tenang tapi menusuk satu sama lain. Apalagi saat ini Kun sedang curiga dengan segala gerak gerik Leon yang sepertinya terlibat atas segala permasalahannya dengan Aurora.


Bagaimana tidak,Kun juga sudah mengetahui beberapa hari lalu selain Aurora menerima paket yang berisikan sebuah barang,Aurora juga menerima sebuah amplop yang berisikan foto Kun yang sedang bersama dengan Arini di sebuah cafe dan setelah diselidiki ternyata semua informasi menunjukan bahwa Leon lah yang telah mengirim amplop tersebut.


Dia tidak akan tinggal diam,Aurora adalah miliknya. Tidak akan dia biarkan siapa pun merebut Aurora tak terkecuali Leon. Dia harus membuat Aurora bertahan di sisinya walaupun kenyataannya saat ini Aurora masih tidak mencintainya.


Sedangkan Leon,sangat berambisi untuk menghancurkan Kun dan merebut Aurora dari sisinya. Segala cara akan dia lakukan dan korbankan asalkan Aurora kembali menjadi miliknya.


Tatapan mereka berdua berlangsung cukup lama,pikiran-pikiran negatif sedang bergentayangan disisi mereka berdua tanpa di ungkapkan secara langsung.


Bersambung...


💣💣💣💣💣

__ADS_1


Hai reader😋masih lanjut dong😂tungguin selalu kisah selanjutnya ya😁jangan ampe bosen nih😙dan jangan lupa juga buat terus dukung karya Author dengan ngasih like,rate,vote,dan juga sarannya. Author juga mau ngucapin banyak terima kasih yang sampai sekarang masih ngikutin kisahnya 😋 dan selalu tunggu updatenya ✍🏻💕


__ADS_2