Married To Ceo

Married To Ceo
Jika aku mengandung


__ADS_3

Setelah Kun membawa Aurora pergi dari bar dan memberikan kepercayaan penuh terhadap Thomas untuk turut ikut mengamankan Dina. Akhirnya, berdasarkan saran yang diberikan Kun. Thomas pun memilih untuk membawa Dina menginap ke hotel karena ia juga tidak memiliki pilihan lain selain pergi ke hotel dan juga dia tidak mungkin untuk membawa sembaran gadis untuk tidur keapertemennya walaupun dia mengenali Dina.


"Um,,,kemana kita akan pergi pria tampan? Apakah kau ingin mengajakku berkencan? Wahh bahagianya apalagi ini merupakan pertama kalinya dalam hidupku berkencan dengan seorang pria yang juga sangat tampan hehehe" racau Dina sambil mencubit kuat hidung Thomas yang saat ini sedang menggendongnya menuju kamar hotel yang telah ia pesan.


"Tenanglah sedikit Nona, jangan mempersulitku seperti ini," ucap Thomas yang kesulitan meraih kunci kamar yang ada di dalam saku celananya.


Ceklekk....pintu kamar terbuka. Thomas dengan segera melangkahkan kaki untuk masuk ke dalam dan merebahkan Dina yang masih dalam keadaan meracau tidak jelas sambil mengeliat serba salah di atas ranjang.


Thomas berusaha melepaskan sepatu yang masih terpakai rapi di kaki jenjang milik Dina yang terlihat mulai menenang. Dengan penuh kehati-hatian ia melepas sepatu Dina satu persatu.


Selesai melepas sepatu, Thomas melanjutkan aktivitasnya untuk melepas jaket jens yang Dina kenakan saat ini.


Jaket tersebut membuat Dina terlihat tidak nyaman. Oleh karena itu, Thomas berniat untuk melepaskannya dan setelah itu dia bisa dengan tenang meninggalkan Dina beristrihat di dalam hotel.


Namun, pada saat Thomas berusaha melepakan jaket yang hampir terlepas sempurna di tubuh Dina. Thomas baru menyadari bahwa Dina sangat cantik jika dirinya dalam keadaan yang lebih tenang seperti ini.


Semakin lama, Thomas semakin terhanyut dengan kecantikan yang dimiliki Dina. Matanya sampai-sampai tidak berkedip saking kagumnya karena baru pertama kali ini Thomas merasakan kekaguman yang sangat kuat terhadap seorang wanita.


Namun tiba-tiba Dina tersadar dari lelapnya dan kembali membuat ulah khas orang mabuk. Hingga ia tidak segan-segan menarik dasi Thomas sehingga posisi mereka saat ini seakan Thomas yang menidih Dina dengan jarak wajah mereka sangat berdekatan.


Cup...dengan segera Dina langsung mencium bibir Thomas dengan gemas.


Mata Thomas terbelalak, mendapati aksi Dina yang sedikit nakal. Walaupun dia sadar bahwa gadis di hadapannya saat ini sedang dalam pengaruh minuman berakohol.


Tapi bagaimana pun Thomas adalah pria normal. Tentu saja bagian bawahnya mulai menegang ketika di perlukan seintim ini.


Merasa ciumannya tidak di balas oleh Thomas, Dina pun kembali menarik kerah kemeja Thomas dan tidak segan-segan kembali ******* bibir Thomas penuh penekanan.


Awalnya Thomas tidak membalas ciuman Dina. Namun, karena terbawa suasana akhirnya dia membalas ******* bibir dina dan mengabsen setiap lekukan dan memainkan lidahnya didalam.


Thomas mulai terhanyut sekarang, dia pun tidak tinggal diam dan beralih ke leher jenjang nan putih milik Dina.


Dina mengejang dan tak henti-henti mendesah ketika Thomas menyesap leher putihnya dan meninggalkan bekas-bekas kemerahan disana.

__ADS_1


Puas di leher, Thomas berlanjut di bagian dada. Satu persatu dia membuka kancing baju dina sehingga memperlihatkan gudukan penuh yang sangat indah.


Thomas menelan ludahnya dengan susah payah mencoba agar lebih bisa untuk menahan dirinya. Namun Dina sudah terlebih dahulu menggodanya dengan mengalungkan lengannya di leher Thomas.


"Sayang,,,aku menginginkanmu," ucap Dina mencium bibir Thomas sekilas seolah membuat Thomas yang tadinya tersadar mulai kembali kerasukan.


Tidak menunggu lama lagi, Thomas yang sudah di selimuti kabut nafsu langsung melancarkan aksinya.


Dia mengulum, menghinsap, dan menggigit pelan gudukan kenyal Dina dan tangan satunya lagi sedang sibuk meremas.


Sedangkan Dina mengeliat tak karuan menikmati setiap sensasi yang sedang ia rasakan saat ini. Mulutnya juga tak henti-henti berkutik mengucapkan kalimat kotor dengan kedua tangannya meremas rambut hitam Thomas sampai berantakan.


Thomas semakin tak sadarkan diri, dia mulai meraba dan membelai bagian bawah Dina yang sudah sangat basah.


Dia hampir menarik celana dalam milik Dina. Namun, Dina sudah duluan mengambil alih aksi panas mereka berdua dengan Dina yang sekarang berada di atas dan Thomas di bawah.


Dina memandangi wajah Thomas dengan nafasnya yang sangat memburu. Dia meraba-raba dada bidang Thomas khas seorang gadis nakal yang sedang menggoda.


Thomas hanya mematung ketika mendapatkan sentuhan-sentuhan dari Dina, hingga Dina mulai kembali berulah mencoba mendekatkan wajahnya.


Namun suatu hal yang tidak disangka-sangka terjadi . Bukan ciuman yang Thomas dapatkan malahan...


Uwekk...Dina memutahkan apa pun yang ada di dalam perutnya sehingga membuat kemeja Thomas kotor terkena mutahan tersebut.


"Um,,,kenapa kepalaku sangat pusing kali ini" Dina memegangi Dahinya dan mulai merebahkan dirinya di sebelas Thomas seakan tidak ada sedikitpun yang terjadi.


Melihat tingkah Dina membuat Thomas menghela frustasi dan dengan cepat melepaskan kemeja yang sudah sangat kotor akibat mutahan Dina.


Dia menggerutu kesal karena selangkah lagi tadi dia melangkah, mungkin sesuatu hal yang tidak Dina inginkan pasti akan terjadi walaupun jujur dia sendiri menginginkannya.


Thomas menuruni ranjang dan tak lupa dia membuka habis kemeja Dina yang juga terkena sedikit mutahan sehingga hanya menyisakan tanktop putih dan dengan segera dia menyelimuti tubuh Dina dengan lembut.


05.33

__ADS_1


Dina meraba-raba sesuatu di sebelahnya dan tak segan dia menaikkan satu kakinya ketubuh Thomas. Namun perasaannya sedikit aneh. Dia merasa itu bukanlah bantal guling yang biasanya ia gunakan untuk uring-uringan dikamar.


Hingga pada akhirnya Dina memberanikan dirinya untuk membuka mata dan betapa terkejutnya ketika ia mengetahui ada seorang pria disebalahnya saat ini.


Dia hampir berteriak namun dengan sigap dia membungkam dengan kedua tanganya.


"Thomas?" Dina masih mencoba mencerna kejadian semalam. Apa yang telah mereka perbuat hingga membuat mereka berdua berada di ranjang yang sama apalagi dengan keadaannya yang sudah sangat berantakan.


"Aku harus pergi sekarang" batin Dina mendesak.


Namun pakaian yang ia kenakan saat ini tidak memungkinkan dirinya untuk keluar. Oleh karena itu, dia mencoba mencari dimana kemeja yang ia kenakan semalam.


Dia melangkah ke kamar mandi dan akhirnya mendapatkan kemeja yang tergantung dalam keadaan masih lembab.


"Sudahlah, yang penting aku dapat keluar dari sini" Dina dengan tergesa-gesa mengancingkan kemeja dan merapikan dirinya yang sedikit lusuh.


Terlintas pemikiran yang jahat di otaknya sekarang.


"Bagaimana jika kami telah melakukannya? Bagiaman jika nantinya aku mengandung anaknya? Haduh Dina pemikiran macam apa itu" sambil menggigit jarinya frustasi.


Tidak ingin berlama-lama berfikir Dina dengan secepatnya mengemasi segala miliknya dengan penuh kehati-hatian takut membangunkan Thomas yang masih terlelap.


"Ya ampun, pada saat tertidur saja dia sangat menawan" batin Dina terkagum sambil memasang high Hells berwarna mocca dengan tergesa-gesa.


Berfikir sudah cukup rapi, Dina akhirnya meninggalkan kamar tersebut dengan kondisi tanpa sedikitpun berpamitan dengan Thomas.


Bersambung...


๐Ÿ’ฃ๐Ÿ’ฃ๐Ÿ’ฃ๐Ÿ’ฃ๐Ÿ’ฃ


Hai reader๐Ÿ˜š bantu like, rate, vote, dan juga sarannya yah๐Ÿ‡


Author : WinaAtlyn

__ADS_1


Ig. : married_to_ceo03


__ADS_2