Married To Ceo

Married To Ceo
Bahagia


__ADS_3

Semburan kebahagian tak henti-hentinya terpancar dari raut wajah Aurora. Hari ini dia merasa menjadi wanita yang paling bahagia karna dapat bertemu kembali dengan sosok pria yang dia cintai.


Ditemani makan di restoran oleh Leon sontak merubah nafsu makan Aurora menjadi naik sepenuhnya.


Memang sudah beberapa hari ini nafsu makan nya hilang sejak tinggal serumah dengan Kun.


"Hei...makannya pelan pelan dong. Kayak udh 1 minggu aja enggak makan,"ucap Leon ngeledek.


"Kak leon...,"balas Aurora menatap Leon dengan cemberut.


"Iya deh maaf...gitu aja marah. Kebiasaan dari dulu memang gak pernah berubah ya,"kata Leon.


"Iya dong kak. Sikap aku gini toh cuman didepan kak Leon,"ucap Aurora sambil menatap Leon.


Wajah Leon seketika merona karena ucapan yang barusan Aurora lontarkan. Mulutnya terasa membeku kali ini, dia pun lebih memilih mencoba untuk tidak membalas ucapan Aurora.


Suasana seketika menjadi canggung. Mendapati Leon yang sepertinya tidak merespon perkataanya. Aurora mencoba memalingkan wajahnya dan kembali melanjutkan makan.


"Sadar Aurora...sadar, kamu sudah memiliki suami. Mana mungkin kak Leon bisa menyukaimu,"batin Aurora sedih.


Draffttt...


Sebuah notif pesan masuk ke ponsel Aurora..


Aurora memandang kesal notif pesan yang dikirim Kun kepadanya. Bagaimana tidak,Kun memberi dia jatah waktu 30 menit untuk sampai ke kediamannya dan yang lagi-lagi dengan ancaman andalanya


"Kak...bisa kita pulang sekarang,?"pinta Aurora.


"Baiklah...,"balas Leon mengiyakan.


Leon sangat mengerti dengan kondisi Aurora saat ini. Apalagi, saat mendengar kabar bahwa orang yang sangat dia cintai menikah dengan pria yang bernama Kun Albert yaitu seorang pria yang sangat dia benci.


Pada awalnya kabar tersebut sempat membuat Leon sedih,kecewa,frustasi,dan down. Kenapa dunia begitu sempit baginya melihat orang yang paling dia benci mengambil sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya.


Kun merupakan rival bisnis Leon. Kerap kali mereka berdua bersaing untuk mendapatkan proyek besar namun Leon selalu kalah. Baginya, Kun adalah sosok yang kejam dan ingin mendapatkan sesuatu dengan menghalalkan berbagai cara.


Tapi untuk kali ini, Leon tidak ingin menyerah begitu saja terhadap Aurora. Dia akan berusaha keras mendapatkan Aurora apapun yang akan terjadi.


-


-


-


Tidak ada sedikit pun obrolan yang berlangsung diantara Leon dan Aurora dari mulai mereka berdua masuk mobil sampai hampir tiba di villa milik Kun.


Srettt...bunyi mobil terhenti di depan villa megah milik suami Aurora.


Kun yang tidak sengaja mendengar suara mobil berhenti langsung menyibak sedikit gorden yang ada dikamarnya untuk sekedar memantau.


Terlihat Aurora keluar dari mobil bersama dengan seorang pria. Kun tampak menaikkan sebelah alisnya menatap tidak rela Aurora yang diantar pulang oleh seorang pria


Tau akan hal itu Kun langsung menutup kasar gorden lalu menghempaskan dirinya diatas kasur sambil menatap langit langit kamarnya.

__ADS_1


Perasaan aneh seketika muncul dihatinya ketika melihat Aurora bersama pria lain. Apakah dia cemburu?


Perasaan ini telah lama menghilang bersamaan dengan kepergian Arini dan tiba tiba muncul kembali sejak kedatangan Aurora dalam kehidupannya.


Sementara di depan villa.


"Kak...terima kasih udah mau nemenin makan dan sudah repot repot mau nganterin aku pulang,"ucap Aurora sambil tersenyum.


"Sama-sama Aurora"balas Leon mengusap pelan rambut Aurora.


Seketika pipi Aurora terasa panas mendapati perlakukan yang sudah lama dia rindukan.


"Um...kak aku masuk duluan ya,"ucap Aurora meminta izin.


"Masuklah...dan jangan lupa mimpi indah,"balas Leon mendekati Aurora mencium pelan pucuk rambutnya.


Aurora hanya mematung mendapat perlakuan yang sama sekali tidak pernah Leon lakukan selama ini dengannya. Dia tidak bisa menolak karena dia juga sangat mencintai Leon.


"Ya...tuhan apa barusan aku sedang berselingkuh,"pikir Aurora yang masih mematung.


"Cepat masuk gih,!"ucap Leon mencoba menyadarkan Aurora dari lamunannya.


"Aaa..iya kak. Aurora masuk duluan ya hati hati nyetirnya,"Aurora pergi sambil berlari lari kecil menahan rasa malunya.


🖤🖤🖤


Aurora bergegas masuk ke dalam villa. Dia selalu membawa kunci cadangan yang dia dapat dari laci. Oleh karena itu,dia tidak pernah kesusahan untuk masuk ke dalam villa biarpun sudah sangat larut malam.


Sampailah Aurora didepan pintu kamarnya. Dia mencoba meraih knop pintu hendak membukanya ternyata tanpa dia sadari Kun telah mengunci dari dalam kamar.


"Ternyata si brengsek itu tidak main main dengan ancamannya,"gumam Aurora kesal.


"Hei...buka pintunya aku mau masuk,"teriak Aurora memohon.


Sepertinya Kun berpura pura tidak mendengarnya Sehingga membuat Aurora tidak henti-hentinya berteriak malahan semangkin menambah volume suaranya.


Braakkk...pintu akhirnya terbuka. Aurora pun langsung masuk dan tiba tiba tangan kekar menariknya kasar dan mendorongnya ke dinding.


"Awww...sakitt,"teriak Aurora menyadari bahwa yang mendorongnya adalah Kun.


"Aapa yang ingin kamu lakukan,"tanya Aurora terbata-bata


"Siapa pria barusan,?"tanya Kun dengan wajah datarnya masih mencengkram kuat lengan Aurora.


"Dia...Kak Leon,"balas Aurora refleks.


"Cih...panggilan yang sangat akrab,"ucap batin Kun kesal.


"Cepatlah pergi mandi...aku hampir mau muntah mencium aroma di tubuhmu,"kata Kun melepaskan lengan Aurora.


Aurora tampak keheranan melihat sikap Kun yang kadang-kadang suka berubah. Dia juga merasa jengkel kalau terus terusaan diperlakukan kasar seperti tadi.


"Apakah demam nya semangkin parah? apakah perlu ku panggil dokter? kenapa sikapnya lebih parah dari yang tadi pagi. Dasar menyebalkan,"gerutu Aurora dalam hati.

__ADS_1


Aurora keluar dari kamar mandinya dengan baju tidur yang hanya menutupi paha dan rambut basah yang terurai menambah kesan sexy pada dirinya.


Aurora masih berdiri mengeringkan rambutnya dengan handuk. Dia melihat kearah Kun yang masih sibuk membaca buku. Dia takut untuk pergi mendekat ke kasur jika pria tersebut belum terlelap.


Kun yang menyadari itu langsung menyudahi kegiatannya dan melempar tatapan dinginnya kepada Aurora.


"Kenapa menatapku seperti itu? Apakah kau berharap malam ini aku akan melakukan hal lebih terhadapmu. Jangan berharap, aku sama sekali tidak nafsu melihatmu,"ucap Kun bohong.


Padahal kenyataannya Kun mati-matian menahan bagian bawahnya yang sudah terasa sesak melihat Aurora keluar dari kamar mandi dengan penampilan yang sangat menggoda.


"Baguslah kalau gitu,"balas Aurora gembira bergegas menuju ranjangnya.


Aurora masih tak henti-henti nya tersenyum mengingat Leon yang mencium pucuk kepala nya tadi. Sampai tidak menghiraukan Kun yang sedari tadi menatapnya keheranan.


"Uhh....aku mengantuk sekali,"gumam Aurora menarik pelan selimutnya sehingga menutupi setengah tubuhnya.


"Selamat tidur,"ucapnya menatap sebentar wajah Kun lalu tidur membelakanginya.


Kun yang melihat Aurora tampak bersikap manis terhadapnya semangkin menambah keheranannya. Kenapa gadis disampingnya ini sangat bahagia hari ini. Apa yang sebenarnya terjadi?


Tapi melihat Aurora yang tampak ceria hatinya seakan akan ikut bahagia. Sudah lama dia mendambakan perasaan ini. Dia sudah cukup tersiksa hidup dalam kekecewaan.


Kini Kun mendekati pipi Aurora lalu....Cup...


"Selamat tidur,"balas Kun setelah mencium pipi mulus Aurora.


Mencium Aurora rasanya kini telah mulai menjadi candunya. Entah,setelah ini mungkin giliran hatinya yang akan jatuh kepada Aurora...


-----


"Selamat tidur sayang,


lupakan harimu yang berat.


Datanglah perlahan kedalam pelukanku,


Sandarkan hatimu padaku"


 


Beast song lyrics


Bersambung...


 


💣💣💣💣💣


Hai reader,semoga tetep semangat nunggu updatenya ya 😋.


Enggak bosen bosennya Author ngingatin jangan lupa kasih like,rate,and votenya😊


karna apapun yang dikasih reader itu sangat berarti buat Author tetap berkarya💕

__ADS_1


__ADS_2