Married To Ceo

Married To Ceo
Aku percaya


__ADS_3

"Cih...sok kegantengan banget sih,"gerutu Aurora membuka pintu mobil lalu membantingnya dengan keras. Thomas yang menyadari kedatangan Aurora hanya tersenyum keherenan.


Thomas langsung melaju untuk menghantarkan pulang istri tuan besarnya ini, sesuai dengan yang telah diperintahkan.


"Hei...tolong berentiin di depan supermarket!. Aku mau beli beberapa cemilan,"tunjuk Aurora disebuah supermarket.


"Baik Non,tapi jangan lama-lama. Nanti jika Tuan tau kita belum sampai dirumah. Dia akan marah,"pinta Thomas dengan nada memohon yang kini telah memarkirkan mobil di dekat supermarket yang ingin Aurora singgahi.


"Dia tidak mungkin marah,karena dia senang bersenang-senang dengan wanita seksinya,"gerutu Aurora dalam hati.


Aurora masuk ke dalam supermarket. Ya, tadinya memang dia hanya ingin membeli beberapa cemilan namun sekarang niatnya berubah untuk kabur dan pergi ke suatu tempat,karena semenjak dia menikah dengan si pria brengsek menyebalkan itu, dunianya seakan tertutup tidak ada yang dinamakan dengan jalan-jalan dan hari dimana dia dapat berlibur. Biarpun dalam kurun waktu yang sebentar.


Dia hanya pergi syuting,dan dijemput untuk pulang. Setiap hari hal yang sama selalu ia lakukan. Itulah mengapa dia sangat bosan dan berniat untuk kabur dari hadapan asisten suaminya yang sama membosankan dengan tuannya.


Aurora kabur melewati pintu dimana Thomas tidak dapat mengetahuinya. Perlahan ia berjinjit untuk pergi sejauh mungkin dari pantauan Thomas.


"Huh...akhirnya berhasil juga untuk kabur,"ungkap Aurora dengan wajah terlukis bahagia.


Lalu,ia berjalan menuju sebuah tempat yang dimana saat ini amat dia rindukan,dan disisi lain seorang pria tengah mengikuti Aurora dari dalam mobil mewah,yang tidak lain adalah Leon.


Leon terlihat tersenyum,karena dapat melihat wajah Aurora yang tampak bahagia dan ditambah lagi saat ini dia sangat merindukan Aurora. Ingin sekali dia memeluk Aurora dan berkeinginan tak melepaskannya lagi.


"Sabar Leon,sabar. Aurora secepatnya akan menjadi milikmu,"tutur batinnya mencoba untuk menyabarkan diri.


Akhirnya tempat yang ingin Aurora tuju telah didepan mata,yang tidak lain adalah tempat yang dimana masa remaja dia habiskan untuk bersenang-senang dan memupuk kebahagian bersama Leon.


"Tempat ini sudah banyak berubah,"tutur Aurora duduk disebuah kursi panjang.


"Tentunya,"sahut Leon datang dengan tiba-tiba.


"Kak Leon,ngapain disini,?"bertanya dengan heran karena kedatangan Leon yang secara tidak terduga.


"Memang mau berkunjung kesini,memang kenapa gak boleh ya?"mencubit gemas hidung Aurora.


"Enggak kok kak,malahan aku seneng. Ada yang nemenin,"tersenyum manis kepada Leon.


Hari ini mereka lalui bersama,bercerita dan saling bercengkrama mengingat masa lalu mereka yang indah. Setiap wahana yang ada ditempat tersebut mereka coba,senyum kebahagian terus terpancar di diri Aurora.


Rasa muak,takut,dan kesal seketika menghilang dari diri Aurora.Dia memang sudah tidak menghiraukan jika saat ini dia dalam masalah besar karena sudah berani membantah suaminya. Apalagi jika suaminya tau bahwa dia kabur dan sekarang bersama dengan pria lain.

__ADS_1


Tapi,Aurora tidak ingin memikirkan itu semua. Masalah konsekuesi itu bukan apa-apa,karena yang terpenting adalah kebahagiannya,karena jujur tadi Aurora sudah mulai simpati dengan ke khawatiran Kun yang terlihat tulus. Namun,simpati itu hilang ketika dia lebih memilih wanita lain untuk dia temani dibandingkan istrinya sendiri.


Saat ini,saking asiknya Aurora bermain bersama Leon hingga siang berganti menjelang malam dan Aurora pun mulai tersadar bahwa dia harus segera pulang seperti kisah putri cinderella saja jadinya.


"Kak,sepertinya aku harus segera pulang,"ucap Aurora sambil memasang high hells yang tadinya ia lepas.


"Ingin diantar,?"Leon berusaha memberi tumpangan,tapi Aurora menolak dan lebih memilih menaiki taksi. Aurora pun melambaikan tangannya ketika taksi yang ia naiki mulai melaju.


"Pak...berhenti disini saja,"perintah Aurora dijalan yang tidak jauh dari rumah suaminya.


Ia bergegas melangkah untuk menuju kerumah suaminya sambil mencari kunci rumah yang dia simpan di dalam tas. Tapi,seakan ada langkah yang mengikutinya dari belakang dan ia pun menoleh kebelakang yang tidak menunjukan keberadaan seseorang.


Aurora melanjutkan langkahnya,dan lagi dia merasakan ada sosok yang mendekatinya dari belakang ia pun kembali menoleh namun tidak ada siapa-siapa dibelakangnya.


Bulu kuduknya seakan berdiri,dia pun mempercepat langkahnya dan tangannya yang juga sedikit gemetaran membuka pintu rumah.


Akhirnya Aurora berada di dalam rumah,jantung nyaris saja mau copot karena ketakutan. Keadaan rumah saat ini juga sudah sangat sepi dan sepertinya sang penghuni sudah beristrirahat.


Aurora melangkahi anak tangga menuju kamarnya,dan ternyata orang yang ia kira sudah tidur berjaga duduk disofa tepi ranjang.


"Habislah riwayatmu Aurora,"umpat Aurora ketakutan karena saat ini Kun memandangnya tajam.


"Pergilah mandi,setelah itu makan dan jangan lupa bawakan aku segelas kopi diruang kerja,"perintahnya lembut berjalan melintasi Aurora tanpa sama sekali membahas rencana kaburnya yang berhasil.


"Baguslah jika memang dia tidak marah dan tidak menghukumku,"sambil melemparkan tas ke ranjang lalu bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


FLASSBACK ON


Thomas mengadukan keremehannya dalam menjaga Aurora. Buktinya saat ini Aurora berhasil kabur dari pantuan Thomas dan tak henti-henti juga Thomas meminta maaf atas perbuataannya saat ini. Namun Thomas juga sedikit memberikan saran kepada Kun,kenapa Aurora sampai berniat untuk kabur.


"Tuan...maaf ini memang semua salah saya. Tapi,mungkin Nona kabur karena Tuan terlalu otoriter terhadapnya. Maaf jika perkataan saya sedikit menyinggung Tuan,dan Tuan juga boleh menghukum saya jika kesal,"tutur Thomas yang masih merasa bersalah dengan segala kecuaiannya menjaga Aurora.


Kun sedikit memikirkan ucapan yang barusan dilontarkan oleh asisten yang telah mengabdi dengannya selama ini,karena apa yang di ucapkannya saat ini seperti ada benarnya juga.


Selama ini Kun terlalu mengekang Aurora,tidak pernah sekalipun mengajaknya pergi berlibur,apalagi untuk memberikan dia waktu bersenang-senang sendiri.


"Tuan,sekali lagi saya minta maaf,"Thomas menunduk bersalah.


"Tidak,kali ini kamu ada benarnya. Mungkin saya sudah terlalu keterlaluan dengannya,"jelas Kun membenarkan apa yang diucapkan Thomas tadinya.

__ADS_1


FLASSBACK OFF


Aurora kini telah selesai membersihkan diri,lalu ia pergi ke dapur membuatkan Kun secangkir kopi yang tadinya telah ia pinta.


Tokk...tokkk...


"Aku masuk...,"teriak Aurora memberi kode bahwa dia datang untuk menghantarkan kopi.


Namun,sang penghuni ruangan tengah sibuk dengan laptopnya saat ini. Sampai ia seakan tidak menghiraukan kedatangan Aurora.


Dengan pelan Aurora meletakan kopi diatas meja,lalu berbalik untuk segera keluar dari ruang kerja tersebut berhubung dia juga sudah sangat mengantuk.


Tapi,tak sempat Aurora melangkahkan kakinya. Kun sudah terlebih dahulu menarik lengan Aurora sehingga kini Aurora berada di pangkuannya.


"Apa yang kau lakukan,"tanya Aurora mencoba melepaskan diri.


"Patuhlah,aku sudah berbaik hati terhadapmu hari ini,"menatap lekat wajah Aurora.


"Aku hanya ingin sedikit bersenang-senang. Apakah aku salah,"pintanya dengan nada sedih.


"Tidak,tapi jika pergi sendiri sangat berbahaya untukmu,"seperti mengetehui ada sesuatu yang sedang mengintai Aurora dan sedikit memperlihatkan kecemasannya.


"Tapi jika aku memberitahu mu,pasti kau tidak mengizinkan ku,"memainkan jari jemarinya.


"Aku mengizinkanmu,asalkan ditemani beberapa pengawal utusanku,"balas Kun yang sontak membuat wajah Aurora tidak percaya mendengarnya. Bagaimana tidak baru pertama kali ini,Aurora berhasil bernegoisasi dengan Kun.


"Kau tidak percaya?ya,sudahlah kalau begitu,"dengan nada kecewa yang Kun buat-buat.


"Tidak-tidak,aku percaya kok,"ucap Aurora tersenyum kearah Kun.


Melihat Aurora dengan manisnya tersenyum. Kun sungguh tidak dapat menahan dirinya untuk menciumi wanita yang kini telah menjadi istrinya.


Dilumatnya pelan bibir ranum Aurora,dan Aurora terlihat juga sangat menikmati tanpa sedikit penolakan ia lakukan.


Bersambung...


💣💣💣💣💣


Hai hai😋maaf kalau adegan romantisnya masih sedikit. Oleh karena itu pantauin selalu setiap episodenya karena akan ada kisah yang lebih romantis kedepannya😁dan juga jangan lupa buat selalu dukung karya Author ya dengan ngasih like,rate,vote,dan juga sarannya. Ditunggu💕✍🏻

__ADS_1


__ADS_2