Married To Ceo

Married To Ceo
Pengganti Diriku


__ADS_3

Keesokan harinya,Jenny dengan wajah yang


muram mengikuti langkah Leon untuk pergi menuju ruang pertemuan para direksi. Mendadak para direksi mendesak untuk melakukan rapat penting karena keadaan perusahaan yang sedang memburuk. Mereka meminta Leon agar lebih bergerak cepat untuk mencari asupan dana dari perusahaan lain dan salah satu perusahaan yang paling ditekankan dan yang paling berpengaruh adalah perusahaan Kun.


Mendengar desakan para direksi,sontak membuat Leon menolak dengan tegas. Dia masih mempertahankan pendapatnya untuk mencari dan bekerja sama dengan perusahaan lain untuk membantu keadaan perusahaannya saat ini.


Namun para direksi tidak mau kalah,mereka tetap mehujani Leon dengan kata-kata yang tidak mengenakan dengan topik yang masih sama untuk meminta Leon bekerja sama dengan perusahaan Kun.


Bagi jenny,apa yang dikatakan para direksi memang ada benarnya dan kali ini bagi Jenny, Leon harus menyesampingkan egonya dan mengedepankan keadaan perusahaan.


Masih dalam keadaan adu mulut antara Leon dan para direksi yang membuat keadaan ruangan menjadi memanas.


Jenny berusaha untuk menenangkan Leon dan memberikan pengertian dengan lembut untuk mengiyakan apa yang dikatakan para direksi saat ini.


Tapi Leon menatap tajam Jenny yang tampak tidak mendukung keputusannya dan Jenny menunduk ketakutan. Dengan hati yang sangat penuh dengan keamarahan dengan segera Leon meninggalkan ruangan tersebut sambil membanting pintu masuk dengan keras.


Brakk...


Melihat sikap Leon yang seperti ini,membuat para direksi tidak henti-hentinya membicarakan Leon yang tidak becus mengelola perusahaan.


Tak tahan mendengar semua itu,Jenny pun memutuskan untuk menghampiri Leon yang kini sedang berada di ruang pribadinya.


Jenny mengetuk pintu,sebelum dia memasuki ruangan tersebut. Terlihat Leon yang sedang memijat dahinya dengan frustasi dengan berkas-berkas yang kini berjatuhan di lantai.


Perlahan Jenny mendekat untuk menenangkan pria yang dia cintai ini. Hatinya juga terasa hancur ketika melihat keadaan Leon yang sudah sangat kacau.


Disentuhnya bahu Leon mencoba untuk menenangkan. Namun tiba-tiba Leon menepis tangan Jenny dengan kasar dan membalas dengan tatapan tajam.


"Kenapa,tidak ada satu pun orang yang mempercayai kemampuanku," bentak Leon terhadap Jenny.


Jenny ketakutan melihat sosok pria dihadapannya saat ini,karena dia hanya tau Leon adalah sosok yang sangat lembut,dan penyabar dan tidak pernah seemosional ini.


"Maaf presdir,tapi apa yang di katakan para direksi memang ada benarnya. Ini semua juga demi keselamatan perusahaan" jelas Jenny yang masih berharap Leon mengiyakan keputusan untuk berkerja sama dengan perusahaan Kun.


"Hah,kau memang tidak berguna. Sama saja dengan para direksi bodoh itu,lebih baik kau cepat keluar," teriak Leon melemparkan gelas kaca dihadapan Jenny.

__ADS_1


Leon semangkin tidak bisa untuk mengontral segala emosi dan rasa marah yang telah menggebu pada dirinya saat ini.


Sedangkan Jenny mencoba membersihkan serpihan kaca yang berserakan dilantai. Namun dengan tidak ia sadari kini tangannya telah terluka sampai serpihan tersebut telah terkumpul oleh Jenny.


Hati Jenny sakit,terpukul,dan terluka dibentak dan diteriaki seperti ini. Dengan segala kekuatan dia mencoba menahan tangis yang seakan segera ingin pecah.


Dengan tangan yang juga ikut gemetaran dan wajah yang ia tahan untuk tidak menangis,Jenny tanpa berucap langsung berbalik untuk pergi sesuai dengan yang telah Leon pinta.


Entah sampai kapan menurut Jenny dia akan bertahan seperti ini. Mencintai dalam diam,bertepuk sebelah tangan,ingin memiliki tapi tidak pernah di cintai.


Banyak waktu yang telah usang hanya semata-mata untuk menemani Leon. Semua itu dia lakukan juga semata-mata hanya karna dia mencintai Leon namun hanya dibalas dengan tangan hampa.


"Baiklah,saya akan segera pergi Presdir,"ucap Jenny dengan nada yang bergetar. Kepalanya menunduk untuk menutupi air mata yang mulai mengalir kini.


Sadar dengan sikapnya yang keterlaluan sampai-sampai Jenny terluka,dengan cepat Leon berlari menghentikan langkah Jenny yang hendak pergi.


Diraihnya lengan Jenny yang tampak tidak berdaya,dengan pipi yang sudah basah karena air mata.


"Tangan mu terluka,maafkan aku," ucap Leon merasa bersalah.


Jenny tidak membalas ucapan Leon,dia hanya menunduk yang masih menahan dalam keadaan menahan tangis biarpun beberapa air mata telah lolos berjatuhan di pipinya.


Sedangkan Jenny,membalas memeluk Leon karena ingin sekali dia merasakan kehangatan dari Leon biarpun tanpa rasa cinta dan walaupun dalam waktu yang sementara antara atasan dan bawahan.


🖤🖤🖤


Thomas terlihat melaporkan sesuatu yang sangat menyenangkan untuk Kun dengarkan karena tak henti-hentinya Kun berseringai dengan puas.


"Jadi,sepertinya aku tinggal menunggu dia untuk memohon di depan ku," ucap Kun yang terlihat puas membuat perusahaan Leon yang kini diambang kehancuran.


"Itulah,akibat kau berani mendekati miliku" batin Kun mencela.


Tak lama kemudian,terdengar suara ketukan dari balik pintu. Dengan suara yang lantang Kun memerintahkan orang dari balik pintu tersebut masuk.


"Maaf telah lancang,tapi ada seorang wanita ngotot ingin bertemu dengan direktur utama," ucap seorang pegawai di perusahaan.

__ADS_1


"Siapa dia?" tanya Kun penasaran.


"Namanya Arini,katanya teman baik dari direktur utama" jawab pegawai tersebut.


Mendengar nama Arini,Kun langsung memerintahkan pegawainya untuk memperbolehkan Arini untuk masuk ke dalam ruangannya.


"Ada apa kesini?" tanya Kun menatap Arini yang sedang meletakan makanan yang dia bawa ke ruangan Kun.


"Aku kesepian dirumah,aku cuman butuh teman. Jadinya aku pergi ke sini bawaain kamu makanan dan juga suruh dong istri kamu kesini biar kami bisa akrab gitu," ucap Arini berbicara sok asik.


"Dia tidak ada dirumah" tutur Kun yang masih belum beranjak dari kursi kebesarannya tersebut untuk melangkah mendekati Arini yang sudah hampir selesai menata rapi makanan.


"Oh,memangnya dia pergi kemana?" tanya Arini.


"Pergi syuting ke luar kota" jawab Kun cuek.


"Ohh,seperti itu ya. Umm...mungkin kamu lagi butuhin seseorang untuk nyiapan segala kebutuhan sehari-hari kamu selama Istri kamu tidak ada dirumah. Aku bisa kok bantuin kamu kalau kamu berkenang sih" Arini mencari-cari kesempatan untuk mendekati Kun.


"Tidak perlu,aku bisa melakukannya sendiri dan lagi pula banyak pelayan dirumah" tegas Kun menolak.


Mendengar dirinya ditolak,Arini hanya bisa melemparkan senyum ketidaksenangannya. Ingin sekali dia marah tapi tidak dia harus lebih bersabar kali ini.


Kun beranjak dari tempat duduk sambil mengenakan jasnya seakan hendak keluar untuk pergi. Melihat hal tersebut Arini langsung berdiri untuk mengajak Kun makan terlebih dahulu bersamanya.


"Kun,lebih baik kita makan dulu. Semua makanan yang aku bawa ini adalah kesukaan kamu,"ucap Arini meyakinkan.


"Maaf,aku ada urusan diluar. Thomas,temani Arini makan sebagai pengganti diriku"titah Kun langsung melangkah pergi.


"Kun,tapi..."Arini berusah menghentikan Arini namun di hadang oleh Thomas.


"Maaf,menurut perintah Tuan saya yang menggantikan dirinya menemani anda" Thomas mengingatkan.


Mendengar apa yang di ucapkan Thomas membuat Arini mendesis tidak sudi. Dia tidak terima di perlakukan seperti ini karena Arini telah capek-capek mencari restoran yang pas untuk memasak makanan kesukaan Kun itu. Tapi balasan yang dia dapat malahan seperti ini.


Bersambung...

__ADS_1


💣💣💣💣💣


Hai reader tercinta😚Jangan lupa buat selalu dukung karya Aurhor dengan ngasih like,rate,vote,dan juga sarannya ya😉. Buat yang selalu stand bay pantaui ceritanya author mau ngucapin terima kasih💞💗


__ADS_2