
"Kun lepasin aku, aku bisa jalan sendiri tau, tanpa harus di tarik-tarik kayak gini!" bentak Aurora mencoba melepaskan cengkraman Kun di lengannya.
Namun Kun hanya diam, tidak sedikitpun memperdulikan ucapan Aurora hingga mereka berdua sekarang telah berada di dalam ruang ganti VIP yang merupakan ruang ganti super mewah dan hanya di pakai oleh kalangan atas.
"Awww,,," ringis Aurora ketika Kun dengan kasar melepaskan lengannya.
"Dasar pria tempramen" cetus Aurora dalam hati sambil melototi Kun yang turut memandanginya.
"Kenapa? ingin kembali kabur bersama suruhan Leon" menuduh Aurora dengan gampangnya
"Enak aja kalau ngomong, mulut kok di gunain asal nuduh aja. Dengerin yah, dia tuh cuman minta bantu sama aku buat cariin dress yang cocok buat dia. Bukan mau ngajakin aku kabur. Aneh-aneh banget sih kamu" mulai jengkel dengan Kun yang tiba-tiba nyerocos menuduh dirinya.
"Oh" tanggap Kun dingin.
Mendengar tanggapan Kun yang sama sekali tidak menghargai dia yang sudah sangat panjang lebar menjelaskan segala kesalahpahaman antara mereka berdua.
Oleh karena itu, dengan perasaan yang sudah tersudut api kemarahan. Aurora meraih tas dan berniat untuk pergi meninggalkan Kun didalam ruang ganti tersebut. Namun langkahnya seketika dihentikan.
"Mau pergi kemana?" tanya Kun dengan wajah tanpa bersalah.
"Pergi!" dengan nada penuh penekanan.
"Coba tiga helai gaun terlebih dahulu. Setelah itu kita akan pergi" perintah Kun yang masih erat memegangi lengan Aurora.
"Kalau aku tidak mau, memangnya kenapa hah?" tantangnya sendiri.
Dengan jiwa yang mulai tertantang, Kun perlahan demi perlahan mendekati Aurora dan membungkam jarak antara mereka berdua sampai pada akhirnya Aurora terpojok dinding.
"Kalau begitu, aku disini yang akan membantumu untuk mencoba gaun tersebut" ancamnya dengan tangan yang sudah bergelantung di kancing kemeja Aurora.
Merasa dirinya mulai terancam, dengan sekuat tenaga Aurora mendorong Kun. Namun, lagi dan lagi tangannya telah dulu dihadang oleh Kun.
__ADS_1
Kun memiringkan wajahnya, dengan satu tangan membungkan kedua lengan istrinya, satu lagi mencoba membuka kancing baju dan tak lupa dirinya juga menciumi leher Aurora dengan lembut tanpa berniat meninggalkan jejak kepemilikan. Berhubung nanti malam mereka akan menghadiri pesta. Oleh karena itu Kun tidak ingin orang melihat hasil kemesumannya itu
"Kun,,,hmm,,,hentikan" nafas Aurora yang kini telah memburu.
Mendengar suara Aurora yang sangat menggoda. Membuat Kun menyeringai nakal dan membuatnya semangkin bersemangat untuk menggoda sang istri.
Kancing kemeja yang tadinya terpasang dengan rapi. Kini telah mulai terbuka satu persatu hingga menampakkan bra hitam Aurora.
"A-akk" ringis kesakitan ketika Aurora dengan tiba-tiba menggigit kuping Kun sehingga membuat dirinya kini terlepas dari bungkaman sang suami dengan penuh tenaga Aurora langsung berlari ke ruang ganti dengan membawa tiga gaun untuk dia coba. Dia benar-benar kapok berulah seperti tadi.
"Cih,,," Kun tersenyum dengan seringai khasnya...
3 menit berada di dalam ruang ganti, Aurora akhirnya keluar mengenakan gaun berwarna biru malam tanpa lengan dengan memperlihatkan punggung Aurora yang terekspos begitu saja. Sampai-sampai Kun yang melihatnya tidak dapat berkutik dan membuat pipinya seketika memerah melihat penampilan istrinya yang sangat menggoda itu.
Sedangkan Aurora dengan penuh percaya diri bergaya layaknya seorang model dengan memamerkan bentuk tubuhnya yang ramping ketika menggunakan gaun biru malam tersebut.
"Ganti" perintah Kun dengan telunjuk jari diputar mengisyaratkan dirinya yang tidak setuju dengan gaun yang pertama ini karena menurutnya gaun tersebut sangat terbuka. Dia juga tidak rela kalau nanti pria lain melihat punggung mulus istrinya tersebut.
Dengan langkah malas dan wajah ditekuk. Aurora kembali masuk ke ruang ganti untuk mencoba gaun yang kedua.
Lagi dan lagi Kun tidak menyetujui gaun tersebut. Dia memerintahkan Aurora untuk mengganti gaun tersebut karena dia juga tidak rela dada istrinya dilihat oleh orang lain kecuali dirinya.
"Udah ah, aku udah capek ganti terus. Lagi pula aku nyaman kok gaun ini" rengek Aurora kepada suaminya.
"Jangan rewel cepat ganti karena disini aku yang merasa tidak nyaman" tegas Kun lagi.
Namun, Aurora tidak memperdulikan ucapan Kun yang menentang gaun yang sedang ia kenakan ini. Aurora masih berdiri sambil menyilangkan kedua tangannya, berharap sang suami dapat mengerti keinginannya.
"Ohh,,,apa perlu, aku yang membantumu untuk menggantinya" ancam Kun yang sontak membuat Aurora berlari untuk kembali berganti pakaian.
Sepertinya, Aurora sudah sangat jera atas apa yang diperbuat oleh Kun tadinya.
__ADS_1
"Dasar gaun sialan, kenapa bisa sangat begitu menggoda ketika dia yang mengenakannya" umpat Kun kesal sambil memijat dahi karena sudah tidak tahan dengan godaan yang ada di hadapannya itu.
Sembari menunggu Aurora yang kembali mengganti pakaian. Kun sibuk memainkan ponselnya memberikan beberapa pekerjaan untuk Thomas lakukan. Berhubung dia akan sibuk hari dan tidak punya waktu untuk menyempatkan diri ke perusahaan.
Setelah selesai, Kun melihat-lihat kearah tirai pembatas ruang ganti dengan ruang tunggu tersebut. Dia berdecak heran kenapa Aurora belum kunjung keluar.
Karena sudah tidak dapat menunggu lebih lama lagi, Kun pun pada akhirnya memutuskan untuk menghampiri Aurora ke dalam ruang ganti tersebut. Takutnya ada apa-apa yang terjadi dengan Aurora didalam.
Dan ternyata hanya masalah kecil yang membuat wanitanya ini sampai berlama-lama di dalam ruang ganti. Dengan keadaan yang saat ini membelakangi Kun, Aurora sedang kesulitan untuk mengaitkan bagian belakang gaun yang sedang ia gunakan saat ini.
Clek...Kun mengaitkan bagian bawah gaun dengan santainya sehingga membuat Aurora sedikit terkejut.
Aurora membulatkan mata lalu berbalik menghadap pria yang telah membantu dia mengenakan gaun dengan benar.
"Terima kasih," ucap Aurora malu.
"Berterima-kasihlah dengan perbuatan karena aku tidak memerlukan sebuah ucapan" goda Kun kembali berbicara di depan telinga sehingga membuat Aurora merinding dibuatnya.
Belum sempat Aurora membalas ucapan sang suami yang telah membuat dia sangat paham, apa hal yang di maksud tersebut.
Kun sudah terlebih dahulu ******* bibir Aurora dengan penuh nafsu, dan sedikit kasar. Tapi Aurora cukup menikmati ciuman tersebut karena mungkin telah terbiasa menghadapi situasi seperti ini.
Ciuman mereka berlangsung cukup lama, ******* demi ******* penuh gairah telah membuat seisi ruangan tersebut terasa panas.
Sampai akhirnya mereka memutuskan untuk menghentikan aktivitas mereka berdua karena Aurora takut Kun tidak dapat menahan dirinya sebagaimana Kun tidak dapat menahan dirinya ketika berada di dalam dapur waktu malam itu...
Bersambung...
💣💣💣💣💣
Hai reader, mohon selalu dukunganya buat ngasih like, rate, vote, dan juga sarannya😋✍🏻🇮🇩 dan tak lupa dirgahayu buat bangsa indonesiaku yang tercinta dan jaya selalu untuk selalu maju kedepannya🌹💕
__ADS_1
Author : WinaAtlyn
Iq. : married_to_ceo03