Married To Ceo

Married To Ceo
Misterius


__ADS_3

Aurora terlihat terengah-engah ketakutan dengan keringat dingin yang tengah bercucuran ditubuhnya. Dia berteriak memanggil seorang pelayan untuk segera membawakannya segelas minuman dan dalam waktu yang tidak begitu lama. Datanglah seorang pelayan tersebut membawakan apa yang Aurora pinta. Betapa terkejutnya dia melihat nyonyanya sedang terduduk lemas dan pucat saat ini dan dengan segera dia memapah Aurora untuk duduk di atas ranjang.


"Nona,tidak apa-apa?"tanyanya dengan wajah khawatir sambil meraih segelas minuman untuk diberikan kepada Aurora.


"Aku tidak apa-apa. Cuman sedikit perlu istirahat,"tegas Aurora meneguk segelas minuman.


"Tapi wajah Nona sangat pucat,apa perlu kami panggilkan dokter,?"tanyanya lagi.


"Tidak perlu,lebih baik kamu bakar kotak yang disana dan jangan coba-coba kamu untuk melihat isinya,"sambil menunjuk ke arah kotak yang tadinya ia lemparkan.


"Baik Non,"balas pelayan tersebut sambil pamit untuk keluar membawa kotak yang berisikan barang menakutkan tersebut.


Aurora bersandar,memegangi dahinya sambil sesekali menghela nafas panjang.


"Siapa yang telah berani mengerjaiku seperti ini,"gumannya kesal


🖤🖤🖤


"Baiklah,rapat sahamnya kita akhiri sampai di sini dan terimakasih kepada dewan dereksi yang sudah turut hadir pada rapat hari ini,"membungkukkan badannya sambil mengakhiri rapat pentingnya itu.


"Bagaimana,?"tanya Kun dengan langkahnya sambil diikuti oleh Thomas dibelakangnya


"Oh...Nona sudah saya jemput dan sudah saya antar kembali ke rumah Tuan,"jawabnya yang seperti sudah sangat paham apa maksud yang ditanyakan tuannya.


"Baguslah...,"tanggap Kun berjalan melintasi lobi. Namun,langkahnya terhenti karena dicegat oleh wanita bertubuh seksi yang tidak lain adalah Arini.


Kun memandang malas Arini,yang masih saja kekeh untuk mendekatinya.


"Untuk apa,kau datang kesini,?"sambil mengalihkan pandanganya keluar jendela.


"Kun,aku hanya ingin memberitahumu bahwa aku diagnosis penyakit tumor otak,"Arini memasang wajah sedihnya.


"Oh ya...,"balas Kun dengan cuek padahal dalam hatinya dia sangat terkejut.


"Kau terlihat biasa saja dan sepertinya memang kau telah melupakanku. Aku hanya ingin menghabiskan masa hidupku bersamu,tapi kau terlihat tidak peduli lagi dengan ku,"dengan senyum yang dipaksa-paksakan lalu berbalik hendak pergi namun Kun menghentikan langkahnya sejenak.


"Pergilah minum teh dengan ku,"ucap Kun menghentikan langkah Arini untuk mengajaknya pergi ke cafe terdekat.


Senyum kemenangan seketika Arini tuahkan,karena dia telah berhasil mengelabui sang mangsanya kali ini. Dia pun berbalik kembali menghadapi Kun menerima ajakannya untuk pergi minum teh.


Jozi cafe...


Terlihat pelayan tengah sibuk menyeduh teh yang dipesan oleh Kun. Suasana sangat hening,tidak satupun dari mereka memulai pembicaraannya.

__ADS_1


Kun sangat sibuk dengan ponselnya,karena setelah dia mengirim notif pesan ancaman kepada istrinya satupun tidak ada yang dibalas oleh Aurora


"Biasanya dia pasti membalas dengan mengoceh,"gumannya dalam hati.


Sedangkan Arini tampak heran melihat sikap Kun yang terlihat sedikit gelisah dan kerap kali menghela nafas panjang.


"Apakah ada masalah,?"Arini bertanya karena sangat ingin tau.


"Hmm...tidak,"jawab Kun cuek meletakan ponselnya diatas meja lalu meraih teh yang telah selesai diseduh.


Suasana hening masih tetap berlangsung entah sampai kapan,namun di lain tempat terlihat seorang mata mata mengambil gambar Arini dan Kun secara diam-diam.


Orang tersebut tersenyum karena telah selesai menyelasaikan tugasnya. Lalu pergi ketempat Bos yang telah memerintahkannya untuk pergi melaporkan kinerja kerjanya.


"Boss...saya sudah mendapatkan gambar yang anda pinta,setelah ini apa yang harus saya lakukan,"ucap mata-mata tersebut terhadap seorang pria yang duduk membelakanginya.


"Bagus,setelah ini saya ingin kamu mengirimkan gambar tersebut kepada Aurora. Paham,!"tegas pria tersebut.


Mata-mata itu mengangguk menandakan bahwa dia paham dengan apa yang diucapkan oleh pria tersebut dan pamit untuk segera menjalankan tugasnya.


Pria misterius itu tersenyum licik


"Aku akan mengambil Aurora kembali,Kau boleh mengambil seisi dunia yang kau inginkan tapi tidak untuk wanita yang aku cintai,"jelasnya beringas.


-----------------------------------


•Siapakah pria misterius itu?


[Jawabannya bisa dikirim dikolam komentar ya]🎈


-----------------------------------


Tubuh Aurora masih saja bercucuran keringat,teringat dengan isi surat yang mengerikan tadinya. Tidak keluar kamar selama beberapa jam cukup membuat para pelayan khawatir.


Bunyi bel kembali berbunyi,para pelayan saling mendorong untuk membuka pintu karena takut jika yang pulang ternyata adalah Tuannya.


Namun satu pelayan mengalah dan pergi membuka pintu. Namun ketika pintunya terbuka ternyata bukan lah seseorang yang mereka maksud dan ternyata adalah seorang tukang post yang mengantarkan sebuah amplop yang entah berisikan apa dan dari siapa.


Tokk...tokk


"Masuk,"teriak Aurora dari dalam pintu.


Lalu pelayan tersebut masuk dengan membawa amplop yang dikirim tukang pos tadi yang tidak lain ditujukan kepada Aurora.

__ADS_1


"Non,maaf jika mengganggu istrirahatnya tapi Nona belum juga makan,"dengan wajah khawatir.


"Saya tidak lapar,"tegasnya kembali.


"Tapi Non,"ucapnya lagi namun dipotong oleh Aurora.


"Jangan membantah,dan jika sudah tidak ada lagi yang penting kamu sudah boleh keluar,"menarik selimutnya kembali.


"Tunggu Non,ini ada kiriman dari tukang pos entah dari siapa pengirimnya,"dengan cepat seorang pelayan tersebut berbicara.


Mendengar mendapat kiriman dari tukang post sontak membuat Aurora menyibak selimutnya kasar.


"Kiriman...?tidak-tidak jangan berikan kepadaku,cepat bakar amplop itu,"ucap Aurora yang masih sedikit trauma dengan kiriman yang tadinya juga ia terima.


Pelayan tersebut sedikit keheranan melihat tingkah Aurora yang ketakutan dan semangkin menambah pucat wajahnya.


"Tapi benar Nona tidak apa-apa,?"tanyanya kembali.


"Sudahlah,lebih baik kamu keluar sekarang,"dengan nada mengusir Aurora kembali menarik selimutnya sampai menutupi seluruh tubuh.


-


-


-


19.39


Kun telah sampai di kedimannya. Para pelayan menundukkan kepala tanda memberi hormat kepada tuan besarnya. Namun,dia tidak mendapati Aurora dan apakah wanita yang dia cari sedang beranda didalam kamar.


"Dimana Aurora,?"tanyanya yang masih melihat-lihat sekitar.


Semua pelayan terlihat pucat untuk menjawab keberadaan Aurora. Sebab,jika Kun tau dengan kondisi istrinya saat ini yang sedang tidak sehat pasti para pelayan yang akan kena amukkannya.


"Umm...anu Tuan,sudah beberapa jam Nona tidak keluar kamar. Kami membawakannya makanan tapi dia selalu menolak dan wajahnya terlihat pucat ketakutan,"seorang pelayan menjelaskan kondisi Aurora.


Tanpa banyak bertanya Kun langsung bergegas menaiki anak tangga untuk segera melihat kondisi sang istri.


Sesampainya ia di kamar,didekatinya Aurora yang terlihat sudah terlelap diusapnya lembut pipi sang istri yang sedikit membuat Aurora terganggu dari tidurnya dan perlahan yang tadinya mata terpejam kian terbuka.


Belum sempat Kun mengintrogasi istrinya karena tidak ingin makan, Aurora sudah lebih dulu menarik Kun lalu memeluknya erat ditambah dengan tubuh yang sedikit gemetar.


Bersambung...

__ADS_1


💣💣💣💣💣


Hai reader😋masih semangatkan bacanya😋dan jangan lupa buat selalu dukung karya Aurhor ya dengan like,rate,vote dan juga sarannya biar Author semangkin semangat nulisnya✍🏻💕


__ADS_2