Married To Ceo

Married To Ceo
Layani aku


__ADS_3

Aurora benar-benar sudah kehabisan akal, melihat tingkah suaminya yang sangat dingin ini karena lihatlah Kun sama sekali tidak melirik ke arahnya, malahan sibuk berkutik dengan laptop yang ada di hadapannya sekarang.


"Dari pada batinku tersiksa di diami seperti ini, ya sudahlah... Mungkin lebih baik aku harus memainkan sedikit trik, toh akukan istrinya kenapa harus malu" gumam Aurora dalam hati melangkah mencoba mendekati suaminya yang masih sama sekali tidak memperdulikan kehadirannya.


Dengan tiba-tiba, Aurora memegang bahu Kun dan memijatinya. Kun terkejut namun dengan sekuat tenaga ia memelas wajah agar terlihat sedikit tenang.


"Kau terlihat sangat lelah. Sebaiknya beristrirahatlah dulu dan lanjutkan pekerjaanmu nanti," ucap Aurora mulai berbicara.


Tidak menanggapi ucapan Aurora, malahan Kun mengusap benda yang bersembunyi di balik celana santainya. Bagaimana tidak, kalau Aurora yang dalam keadaan memijat bahu Kun dengan tidak sengaja menempelkan dadanya dikepala belakang Kun.


Oleh karena itu, jiwa liar dan hawa nafsu yang sudah cukup lama terpendam tiba-tiba muncul.


"Memangnya ada apa? tiba-tiba kau mengkhwatirkan ku seperti ini" balas Kun yang mencoba menenangkan sang junior yang mulai marah.


"Aku tidak boleh khawatir ya memangnya" memberhentikan aktivitas memijat bahu Kun.


"Atau kau pura-pura khawatir dengan ku hanya karena ingin bernegoisasi agar aku tidak menghancurkan perusahaan milik cinta masa kecilmu itu " Kun terkekeh licik yang juga ikut memberhentikan jarinya mengetik tombol laptop.


"Hey...kok kamu mikirnya kayak gitu sih. Aku udah bela-belain kayak gini cuman supaya kamu enggak marah lagi sama aku tau" Aurora keceplosan dan langsung menutup mulutnya yang telah lancang.


Kun mengerinyitkan alisnya dengan tidak percaya, istrinya yang sangat keras kepala ini ternyata memiliki sedikit sisi rasa bersalahah juga.


Mendengar ucapan Aurora barusan, membuat Kun seperti mendapatkan lampu hijau.


"Baiklah, Kun junior malam ini sepertinya kita akan bekerja keras," ucapnya dalam hati lalu berbalik menghadap Aurora yang tampak kebingungan ketika melihat Kun yang tiba-tiba menatapnya dengan lapar.


"Kenapa melihatku seperti itu?" tanya Aurora.


"Kalau memang benar apa yang kau katakan. Maka dari itu layani aku malam ini" Kun menarik pinggang ramping Aurora lalu membawanya ke sofa panjang yang berada tidak jauh dari meja kerjanya.


Tidak ada perlawanan dari Aurora. Ketika Kun tiba-tiba menggendongnya dan membaringkannya ke sofa.


"Wajahmu memerah," ucap Kun menatap lekat wajah istri yang sangat ia cintai ini.

__ADS_1


"Hmm..." balas Aurora sudah sangat terlihat malu.


Puas memandangi wajah Aurora yang sudah berhasil ia diami beberapa hari ini dan dengan segera ia ******* bibir Aurora dengan rakusnya, setelah dibibir Kun menurunkan aksinya di leher sehingga menginggalkan beberapa tanda kepemilikan.


Aurora yang terkejut melihat apa yang suaminya lakukan pun tidak menolak karna diapun seakan mulai terhayut dan menginginkan sentuhan yang lebih dari Kun.


Entah sejak kapan Aurora sudah tanpa sehelai benangpun tapi intinya keadaan Aurora tanpa sehelai benang inilah yang semangkin membuat hasrat kelakian Kun memuncak dengan segera ia pun melepas seluruh pakaiannya.


Kun menidih Aurora, memulai segala aksi liarnya dengan kembali ******* bibir seksi Aurora sampai bibir bagian bawahnya bengkak ulah segala keganasan Kun.


Sukses membuat bibir Aurora bengkak. Kini Kun mulai menjelajah ke bagian dada. Dia mencium, menjilat, dan menggigit dada Aurora bergantian dan tak lupa Kun juga meremas dada Aurora sehingga membuatnya tak henti-hentinya mendesah.


Semangkin lama, aktivitas Kun semangkin turun kebawah dan bersemayam di milik Aurora yang sudah sangat basan karena ransangan yang tak henti-hentinya diberikan oleh Kun.


Kun mengecup dan menjilatinya membuat alira mendesah semangkin gila. Kun menjulurkan lidahnya kedalam memainkan lidahnya kedalam milik Aurora yang sudah sangat basah.


Tiba-tiba Aurora gemetar dan berteriak memanggil nama Kun yang masih sibuk membuat Aurora terbang melayang kenikmatan.


"Aaahh...aaahh...aaahh...Kun...Kun...aku...sudah...aaahh..." cairan nikmat Aurora pun keluar membasahi sprei.


Dia melakukannya penuh tega, mungkin karena sudah beberapa hari ini Kun menahan lapar menjamahi tubuh istrinya.


3 ronde sudah merekan melakukan segala aktivitas panasnya dengan berbagai gaya mereka lakukan sampai lahar hangat penuh cinta memenuhi rahim Aurora.


Puas dengan segala permainannya malam ini, Kun mengecup lembut bibir Aurora yang dilihat sudah sangat tidak berdaya ulah aktivitas Kun yang sangat brutal ini.


Kun meraih pakaiannya yang telah berserakan di lantai dan kembali memakai bajunya karena berhubung pekerjaannya belum selesai.


"Aww..." ringis Aurora kesakitan meraba miliknya yang sudah sangat bengkak.


Mendengar sang istri yang terlihat kesakitan, membuat Kun kembali mendekat.


"Sakit?" tanyanya yang sudah kembali lembut.

__ADS_1


"Hmm...bengkak," ucap Aurora polos membuat Kun gemas.


"Berbaringlah, aku akan mengobatinya" membantu Aurora kembali berbaring.


"Mengobati...caranya??" tanya Aurora dalam hati.


Setelah membantu Aurora berbaring, Kun membuka perlahan paha yang membuat Aurora kembali terkejut dan menghentikan tangan Kun.


"Aku sudah tidak punya tenaga untuk melakukannya lagi" rengek Aurora membujuk suaminya


"Sudahlah tenang saja, aku hanya ingin menghilangkan sedikit rasa sakitnya" tutur Kun yang membuat Aurora mulai kembali percaya dengan apa yang akan Kun lakukan.


Kun kembali menjilat milik Aurora untuk menghilangkan sedikit rasa sakitnya dan menggantinya dengan rasa nikmat.


Aurora melonjak tidak tahan dengan segala perlakukan gila suaminya ini. Tapi dia tidak menolak, malahan menikmati bagian bawahnya yang di mainkan oleh Kun.


"Bagaimana?" tanya Kun menatap wajag Aurora sudah sangat lemas kenikmatan.


"Hamm..." ini lah kata yang hanya mampu Aurora ucapkan untuk menanggapi pertanyaan suaminya yang sangat gila.


Melihat tanggapan Aurora, membuat Kun menyeringai. Bagaimana tidak ternyata ada untungnya dia menahan diri beberapa hari ini untuk mendiami sang istri yang telah membuat dirinya sangat jengkel.


"Tidurlah sayang, aku akan kembali memeriksa beberapa berkas lagi. Jika nanti telah selesai, aku akan membawamu kekamar," ucap Kun mengelus wajah istrinya lembut.


Aurora mengiyakan suaminya, entah tersambar petir dari mana. Aurora seperti telah mulai terbuai dengan Kun dan dengan segala sentuhan yang ia berikan. Malahan sekarang Aurora menginginkannya lagi ketika Kun mengelus wajahnya yang membuat ia kembali teransang.


Tapi tidak, Aurora harus beristirahat karena besok dia harus bangun pagi untuk pergi ke lokasi syuting memainkan film terbarunya.


Bersambung...


๐Ÿ’ฃ๐Ÿ’ฃ๐Ÿ’ฃ๐Ÿ’ฃ๐Ÿ’ฃ


Hai reader๐Ÿคฃ๐Ÿ˜‚ jadi malu nih dengan adegannya hehehe. Uwuwu๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜Ž tapi jangan lupa nih buat dukung selalu ya dengan memberikan like, rate, vote, dan juga sarannya ditunggu loh. Terima kasih๐Ÿ’•โœ๐Ÿป

__ADS_1


Author : WinaAtlyn


iq. : married_to_ceo03


__ADS_2