
Hingga siang berlalu. Kun kini telah sampai di kediamannya dan pulang lebih cepat dari biasanya. Dia langsung melangkah menuju kamar yang ditempati oleh Aurora seperti ada sesuatu yang seakan penting untuk dibicarakan. Diketuknya pintu berulang kali namun Aurora sama sekali tidak menghiraukannya. Kesabaran Kun sudah sangat habis sekarang ingin sekali dia mengahancurkan pintu yang kini menjadi segala penghalang.
Tapi itu tidak mungkin dia lakukan,sebab akan menambah kesan buruknya dimata Aurora.
Lain dengan Aurora yang saat ini tengah mengumpat kesal karena tak henti-hentinya Kun menggedor pintu yang semangkin lama semangkin keras dan di tambah lagi dengan teriakan Kun yang sangat berisik memanggilnya.
"Hei keluarlah,ada yang ingin aku bicarakan," teriak Kun yang tangannya juga ikut sibuk mengetuk pintu tapi masih juga tidak Aurora hiraukan dengan segala keributan yang telah ia perbuat.
Wajahnya seakan memanas,jiwanya ingin sekali mengamuk karena baru kali ini dia dibuat gila oleh seorang wanita. Dengan gaya dan kuda-kuda yang sudah dipasang untuk menendang pintu dengan cepat ia urungkan lalu memijat dahinya karena sudah terlalu pusing.
Thomas yang memperhatikan dari kejauhan dengan sangat susah payah menahan tawa gelinya. Melihat tingkah bosnya yang sedari dulu terkenal kewibawaannya dan yang pada akhirnya sukses dibuat pusing oleh seorang wanita.
"Baiklah aku sudah lelah sekarang. Setelah ini terserah mau di dengar atau tidak,karena kalau tidak di hiraukan,dia juga yang akan menyesal dan aku tidak akan memberikan kesempatan yang kedua kalinya" berbicara sendiri sambil memijat dahi dengan frustasi.
Aurora berjalan mendekati pintu untuk menguntit apakah Kun telah pergi dari di pintu kamarnya saat ini dengan dia menempelkan telinganya di pintu dalam kamae. Lihat lah Mereka berdua sangat lucu seperti kekasih yang sedang bermain kucing-kucingan.
Disisi lain,Kun kini tengah menghembuskan nafas panjang,mengatur ketenangan dirinya untuk memulai berbicara.
"Aku tau,besok kamu akan pergi syuting ke luar kota,dan aku mengizinkan mu untuk pergi tapi dengan satu syarat kembalilah kekamar,jika ingin menolak juga tidak masalah,karena aku akan mengutus beberapa pengawal untuk menjagamu agar tidak bisa diam-diam pergi keluar kota" jelasnya dengan nada yang sedikit mengancam.
Mendengar apa yang diucapkan Kun barusan,Aurora seakan mendapatkan lampu hijau dan dengan refleksnya Aurora membuka pintu kamarnya.
"Benarkah" tanyanya dengan wajah bersungguh-sungguh
"Ya,benar. Tapi malam ini tidak boleh tidur disini,tidurlah dikamar kita" Kun memberikan syarat yang harus segera Aurora penuhi.
"Okey" Aurora langsung mengiyakan syarat yang diberikan oleh Kun dan lansung berjalan menuju kamarnya bersama Kun dengan rambut yang sangat berantakan.
Melihat tingkah Aurora yang sangat kekanak-kanakan,Kun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya heran karena kenapa dia bisa dengan mudahnya jantuh cinta dengan wanita seperti Aurora.
__ADS_1
-
-
-
-
Kun saat ini tengah berbaring,memijati dahinya yang masih sedikit pusing akibat sikap istrinya tadi,dan sekeluarnya Aurora dari kamar mandi matanya langsung tertuju kepada Kun yang seperti dalam keadaan tidak sehat.
"Apakah sikap ku sangat keterlaluan beberapa hari ini,sampai-sampai dia tidak henti-hentinya memijat dahi" tanya Aurora dalam hati,karena sedikit merasa bersalah dia melangkah untuk mendekati lalu duduk di tepi ranjang.
Diperiksanya keadaan Kun dengan menempelkan tangannya ke sisi dahi Kun,tapi bagi Aurora suhu badannya masih dalam keadaan yang normal dan sepertinya baik-baik saja.
"Kau tidak sakit,tapi kenapa selalu memijat dahi" bertanya dengan nada keheranan dengan tatapan yang saling menyatu dengan tatapan sang pria yang kini tengah berbaring karena pusing.
"Hei,kenapa kau selalu saja seperti ini. Memanfaatkan segala keadaan untuk mencari keuntungan dariku" teriak Aurora marah.
"Memangnya kenapa aku ini suamimu,"tutur Kun dengan nada yang lembut berusaha untuk menenangkan Aurora.
"Tapi,kau telah memiliki wanita lain" balas Aurora dengan nada yang sedikit merendah di kata wanita.
"Kau masih tidak mempercayaiku?" dengan wajah yang sangat serius.
"Bagaimana bisa untuk mempercayaimu jika apa yang telah aku lihat dengan nyata didepan mata ku sendiri" membalas tatapan Kun dengan tajamnya.
"Aku akan berusaha menyelidiki ini semua,aku akan membuktikan bahwa aku bukan pria yang sama dengan yang kau fikirkan,karena sekarang aku sangat dan hanya mencintaimu" mengusap lembut wajah Aurora.
Aurora sama sekali tidak berkutik mendengar ucapan yang barusan Kun lontarkan kepadanya. Apalagi saat ini jari tangan Kun dengan leluasa bermain di wajah mulus Aurora.
__ADS_1
Diraihnya dagu Aurora dengan perlahan dan dengan lembutnya ia mencium bibir tipis Aurora. Sama sekali tidak ada penolakan,Aurora juga ikut terhanyut dengan pangutan lembut yang Kun berikan.
Disesapnya dengan penuh kenikmatan bibir bagian bawah milik Aurora sehingga membuatnya sedikit membengkak. Tangan Kun juga tidak tinggal diam,dengan sibuknya ia mencoba membuka kancing baju Aurora yang satu persatu mulai terlepas sehingga memperlihatkan sedikit belahan dada yang semangkin membuat Kun bernafsu untuk mencumbuinya.
"Kali ini aku akan melakukannya dengan lembut" bisik Kun dengan penuh nafsu yang membuat Aurora kesulitan menelan ludahnya.
Tubuhnya kini seperti tidak terkendali. Seakan ingin liar menjamahi dan mencumbui bibir Aurora dengan penuh hasrat yang telah membara.
Aurora ingin sekali menolak,tapi tubuhnya seakan menginginkan lebih saat ini. Apalagi pada saat Kun menciumi tubuh Aurora yang sudah tanpa sehelai benang pun lagi. Sehingga membuat tubuh Aurora membusung kedepan kenikmatan yang semangkin membuat Kun ingin menyantap habis benda besar milik Aurora dengan penuh rasa nikmat serta rasa sakit dikala Kun telah memasukkan benda miliknya yang sudah sedari tadi menegang.
Lelah,kata yang pas untuk Aurora saat ini. Berjam-jam sudah ia telah melayani Kun yang masih terlihat bernafsu mencumbuinya.
Suara lirih yang sudah sangat parau Aurora keluarkan pada saat Kun berpindah menyesap dan ******* benda milik Aurora yang sudah sangat membekak karena ulahnya.
"Kun...ahhrg,aku sudah lelah" tangan Aurora seakan mendorong kepala Kun yang masih terus menerus memulas nafsu miliknya sampai Kun juga terjatuh ketubuh Aurora karena sudah sangat kelelahan dengan pergulatan panas mereka menyalurkan segala birahi yang sudah sangat susah payah dia pendam beberapa hari ini.
Jujur matanya sendiri juga sudah sangat lelah dan mengantuk sedangkan Aurora sibuk menarik selimut dan meringkuk dibawah selimut untuk segera tidur dari lelahnya.
Melihat gerak Aurora yang sangat menggemaskan membuat Kun setengah tersenyum dan kini menyelinap kedalam satu selimut bersamaan.
"Aku mencintaimu" itulah ucapan yang Kun lontarkan setelah menyudahi aksi bercintanya dengan mencium lembut dahi Aurora yang kini sudah sangat kelelahan dan tidak lagi menghiraukan ucapan Kun.
Matanya juga sudah mulai terlelap bersamaan dengan mata Kun. Tidur mendekapi pinggang Aurora dan kini mereka tidur bersama dalam satu pelukan dan saling berbagi kehangatan.
Bersambung...
💣💣💣💣💣
Hai readers maaf kalau adegan yang diinginkan masih kurang😁💕. Tapi ini udah bisa dibilang cukup buat muasin para readers😙 dan jangan lupa juga buat selalu dukung karya author dengan cara ngasih like,rate,vote,dan juga sarannya. Terima kasih✍🏻💕
__ADS_1