
Di sebuah taman,terlihat para kru tengah sibuk membereskan segala peralatan syuting pada hari ini. Mereka bukan membereskan peralatan syuting karena telah selesai. Tapi untuk berpindah tempat syuting untuk keesokan harinya. Sedangkan para artis telah sebagian kembali ke hotel untuk beristrirahat namun tidak untuk Aurora.
"Sampai hari ini aku pergi ke luar kota,dia sama sekali tidak menelponku" gerutu Aurora yang mulai berfikir tidak-tidak kepada Kun yang mungkin sedang bersenang-senang bersama wanita lain.
Aurora menggeleng-gelengkan kepalanya untuk menyadarkan diri dari segala pikirannya tentang Kun dan kenapa juga di malah berharap untuk ditelponi oleh Kun si pria brensek itu.
Tidak ingin balik memikirkan Kun lebih lama lagi. Aurora meraih tas brendednya untuk segera pergi dari area lokasi syuting dengan Erik yang ternyata sudah menunggunya di luar untuk mengajak Aurora pergi makan atau sekedar minum kopi jikalau ia berkenan.
Keluarlah Aurora dari stand tempat ia berkemas sebelum syuting dan dikageti oleh Kun yang membuat jantug Aurora serasa ingin copot.
"Haduh,kamu ngapain sih Rik. Bikin aku kaget aja," ucap Aurora mengusap dadanya.
"He...he...he,maaf Ra bercanda kok. Aku cuman mau ngajekin kamu buat makan" tutur Erik dengan nada iseng.
"Kamu yang traktir" Aurora menunjuk wajah Erik dengan memasang wajah cemberut.
"Iyah,aku yang traktir kok" balas Erik yang langsung meraih tangan Aurora menggenggamnya erat untuk segera berangkat ke tempat yang akan ditujunya.
Namun,Aurora tidak masih tidak ingin melangkah karena Erik yang memegang tangannya. Dia takut netizen yang maha benar akan berfikir yang tidak-tidak kalau mereka mengetahuinya.
Sadar dengan ketidaknyamanan Aurora,Erik langsung melepaskan genggamannya yang memang terlihat sangat mesra.
"Maaf,aku hanya sedikit terbawa suasana karena laper," ucap Erik memaksakan senyumannya kepada Aurora.
Mereka berdua langsung pergi dengan menaiki mobil sport milik Erik untuk mendatangi tempat tujuan mereka berdua.
Setalah cukup beberapa lama berkendara, Erik dan Aurora tiba disebuah cafe yang bernuansa romantis. Aurora beberapa kali melirik Erik karena dia pernah mengetahui tempat ini merupakan salah satu cafe terkenal yang di datangi oleh setiap pasangan yang sedang kasmaran.
__ADS_1
Tapi Aurora hanya diam dan mengikuti langkah Erik untuk masuk ke cafe tersebut.
Tidak lupa Erik dan Aurora juga mengenakan masker,kacamata,dan topi untuk menutupi identitas mereka berdua karena jika ketahuan pasti akan menjadi gosip besar dan pasti akan dihujati para heters berhubung Aurora juga telah memiliki suami.
Setelah menunggu cukup lama,makanan dan minuman yang Aurora,Erik pesan telah datang dengan dihidangkan oleh seorang pelayan.
Aurora terlihat sangat menikmati hidangan dihadapannya saat ini. Erik yang melihatnya pun terlihat sangat senang dapat membuat Aurora terlihat nyaman di dekat nya kali ini.
Selama makan,mereka tidak berbicara satu sama lain. Mereka sibuk dengan hidangan masing-masing sedangkan Erik kerap kali mencuri-curi pandang untuk melirik wanita yang sangat ia kagumi dan tidak terasa sudah makanan mereka berdua telah habis dilahab.
Dengan diri yang sudah kekenyangan,Aurora masih saja sibuk memeriksa ponselnya entah masih berharap untuk Kun telpon. Melihat sesuatu tidak sesuai dengan yang inginkan Aurora menghela nafas panjang.
"Kenapa Ra,kok aku liatin kamu gelisah banget" tanya Erik dengan tatapan lembut.
Aurora membalas pertanyaan Erik hanya dengan menggelengkan kepalanya karena gengsi untuk memberitahu kegelisahannya yang tidak di kabari oleh Kun.
"Aurora,kamu bisa kok cerita sama aku. Aku akan setia untuk selalu dengerin kamu" Erik menawarkan diri.
"Ra,aku kasih saran ni yah. Kalau suami kamu kurang ajar atau tidak bisa ngebahagiain kamu tinggalin aja Ra karena kamu juga berhak bahagia. Jujur aja aku akan masih tetep nugguin untuk membuat kamu bahagia bersamaku," ucap Erik tiba-tiba melontarkan sedikit perasaannya.
Mendengar perkataan Erik sontak membuat Aurora tertegun dan menggaruk rambutnya yang tidak sama sekali gatal.
"Umm,Erik. Aku percaya kok kamu akan selalu membuat aku bahagia karena kamu adalah teman terbaiku dan juga jangan khawatir ya aku beneran gak apa-apa kok" tangan Aurora kini mengusap tangan Erik untuk kembali untuk meyakinkan.
"Iya,karena aku ada teman terbaikmu" Erik mengulangi ucapan Aurora dengan dada yang sangat sesak karena bagaimana pun juga yang ia maksud bukan lah seperti itu.
Sudah beberapa kali dia mencoba melontarkan perasaannya tapi selalu di salah sasarkan karena sedari pertama kali Erik bertemu dengan Aurora. Erik sudah menyimpan rasa kepada Aurora hanya saja dia tidak bisa untuk melontarkan perasaannya sampai sekarang Aurora telah terlebih dahulu diambil oleh orang lain dan sekarang Erik baru sadar dia yang memang tidak tau diri mengharapkan cinta dari seorang wanita yang telah bersuami.
__ADS_1
Suasana sudah kesekian kalinya menjadi canggung ketika bersama Erik ketika dia telah mulai membahas perasaannya terhadap Aurora. Bukannya Aurora tidak tau,tapi baginya Erik berhak untuk mendapatkan yang lebih darinya.
"Maaf Erik" batin Aurora meminta maaf karena merasa bersalah.
-
-
-
Hotel...
Aurora telah sampai di hotel dan menaiki lift masih dengan Erik bersamanya. Mereka berpisah untuk menuju kamar hotelnya masing-masing.
Sesampainya dia didepan pintu kamar dengan segera Aurora membuka tasnya untuk mencari kunci hotel dan dibukanya kamar hotel tersebut dengan perlahan
Pada saat pintu hotel terbuka sepenuhnya,Aurora pun langsung masuk dengan keadaan kamar yang sangat gelap.
Ketika hendak ingin menutup pintu. Pintu kamar hotel tersebut sudah terlebih dahulu ditutup oleh seseorang entah siapakan orang tersebut.
Aurora terkejut bukan mainnya apalagi ketika dia didorong kasar sampai ke dinding dengan tangan yang tengah dikunci.
Dia mencoba berterik,namun terhenti ketika bibirnya yang diciumi dengan sangat brutal. Aurora sangat ketakutan tenaganya tidak cukup untuk memberontak.
Ketakutan menguasai Aurora yang kini sama sekali tidak bisa bergerak. Dia semangkin memberontak ketika seseorang dalam kegelapan itu menciumi lehernya penuh nafsu.
Bersambung...
__ADS_1
💣💣💣💣💣
Hai reader tercinta😋masih semangat dong pantauin kisah cinta mereka😙jangan lupa buat kasih dukungannya dengan ngasih like,rate,vote,dan juga sarannya ditunggu ya. Terima kasih💞💗