Married To Ceo

Married To Ceo
Jebakan


__ADS_3

Tak perlu menunggu waktu lama


Dengan seperti ini saja,rasa cinta datang tanpa aba


Bagaimana jikakalau nanti aku berbahagia


Mungkinkah jiwa ku akan sengsara.


~WinaAtlyn~


Bunyi gelombang seakan terhempas memecah dikekeheningan,sorak-sorak keramaian memenuhi seluruh area pantai. Ada yang hanya sekedar berjemur,menimbun diri dengan pasir,bermain voly,sampai berenang kepantai Entah mungkin sudah musimnya untuk liburan,atau memang tempat ini selalu ramai didatangi oleh para pengunjung.


Disebuah kursi santai,kini Aurora tengah menikmati hembusan angin yang menerpa dirinya,dia sangat cantik dengan mengenakan celana pendek dengan baju selengan berwarna putih dan topi bundar plus kacamata hitam sehingga semangkin memperkuat aura keindahan pada dirinya.


Lain dengan Kun,yang kini sedang berenang di pantai sambil di kelilingi banyak wanita seksi berbikini. Wanita tersebut terpukau dengan segala kesempurnaan yang dimiliki Kun yang pada intinya dapat membuat siapaun melihatnya dan tergila-gila ingin memilikinya.


Kun bertingkah seperti ini,hanya ingin melihat Aurora cemburu. Tapi Aurora seperti tidak menghiraukan Kun yang kini didekati banyak wanita menurut Kun sendiri padahal sebenarnya Aurora mati-matian menahan jiwanya untuk marah dan mengamuki para wanita ****** disekitar suaminya jika tidak karena gengsi.


Namun,tidak lama kemudian seorang pria blasteran menghampiri Aurora yang sedang bersantai menikmati sejuknya udara pantai.


Dia mengambil alih kursi yang bersebelahan dengan kursi yang sedang Aurora tempati saat ini sambil menyapa dan memperkenalkan dirinya sehingga terjadilah obrolan kecil di antara Aurora dan pria blesteran ini.


Dikejauhan,Kun tampak tidak senang melihat Aurora mengobrol dengan pria selain dirinya karena bagaimana pun Aurora adalah miliknya. Jadi,hanya dia pria yang boleh menatap,menyentuh,dan didekat Aurora.


"Sayang apakah kau haus,?"ucap Kun yang sekarang sudah berada di dekat Aurora dan dengan sengaja mengecup pundak Aurora untuk memberi isyarat bahwa Aurora adalah miliknya.


Mendapat perlakukan seperti itu,Aurora menggeliat dan menjauhkan dirinya dari Kun.


"Apa yang sedang kau lakukan,"tegas Aurora melotot kearah Kun.


"Tidak,hanya ingin bermesraan dengan istriku,"menjawab dengan santai.


Pria blesteran itu seperti heran melihat gelagat Kun dan Aurora.


"Apakah pria ini suamimu,"tanyanya menunjuk kearah Kun.


"Sayang,kau harus memperkenal suami mu dengan pria pirang ini,"ucap Kun dengan nada menggoda yang semangkin menambah kesal Aurora.


"Oh,ternyata memang benar wanita cantik ini sudah bersuami,tadi saya kira dia masih gadis karena duduk disini sendirian. Maaf jika telah mengganggu,"beranjak dari kursi meninggalkan Aurora dan Kun.

__ADS_1


"Sudah kau dengar kan,jadi kesimpulannya aku ini wanita cantik yang sama sekali tidak di hiraukan oleh suaminya sendiri,"tegas Aurora yang juga pergi meninggalkan Kun.


"Cih,"umpat Kun,tersenyum dengan kesal.


Di penginapan Rose and Gold.


Kun masuk ke dalam kamar yang telah ia sewa dan nampaknya Aurora masih marah atas perlakukannya terhadap Aurora tadi. Buktinya Aurora kini menyelimuti habis tubuhnya diatas ranjang yang sepertinya saat ini dia tidak ingin melihat wajah Kun karena kesal.


Namun jiwa menyerah merupakan hal yang pantang untuk Kun lakukan. Sedikit untuk mengalah mungkin jalan yang terbaik untuknya. Oleh karena itu,dia dengan perlahan menaiki ranjang untuk membujuk Aurora. Namun, masih juga tidak direspon oleh Aurora sampai kesabaran yang Kun miliki sudah habis.


Dia sepertinya harus membujuk Aurora dengan cara yang lebih seksual sehingga dapat meluluhkan hati Aurora dengan tiba-tiba menyibak selimut tersebut dan langsung menidih Aurora yang tengah berbaring saat ini. Tapi begitu terkejutnya dia tidak mendapati Aurora melainkan seorang wanita yang tengah berbaring saat ini tidak ia kenali dan dari mana ia berasal dan secara bebas dapat berada di kamarnya.


"Siapa kamu?,"dengan wajah yang sudah sangat merah padam karena mendapati orang luar berada didalam kamar pribadinya bersama Aurora


Tidak menanggapi apa yang diucapkan oleh Kun,wanita tersebut malahan menarik pinggang Kun sehingga tubuhnya saling berhimpitan. Lalu wanita tersebut berteriak seakan Kun yang tengah bernafsu untuk menjamahnya.


Setibanya Aurora di depan pintu,betapa hancur jiwanya melihat apa yang sedang suaminya lakukan dengan wanita lain.


"Apa yang kalian lakukan,"dengan nada yang bergetar mencoba menahan segala kekacauan pada dirinya.


"Aurora,"panggil Kun yang kini Aurora telah pergi dari hadapannya.


🖤🖤🖤


"Saya sangat puasatas kinerja kerja mu hari ini dan tidak sia-sia saya menyiapkan banyak uang untuk membayarnya,"melemparkan sebuah amplop tebal yang berisikan uang kepada wanita yang tadi telah berhasil membuat Aurora salah paham terhadap Kun


Dengan sigapnya wanita tersebut meraih uang imbalannya dengan senang.


"Wah...,"tanggapnya yang sedang menghitung uang tersebut.


"Dan satu lagi,setelah ini kamu akan pindah keluar negeri untuk menghapus jejakmu dan segala kebutuhan mu akan ku penuni karena tidak akan ku biarkan kali ini dia dapat menjelaskan masalah ini kepada Aurora,"perintahnya dengan tegas.


"Baik Tuan,terima kasih atas uangnya,"menundukkan kepala lalu pergi meninggalkan seorang pria yang telah sukses membuat rencana liburan Aurora dan Kun hancur berantakan.


20.45


Keberadaan Aurora masih juga belum ditemukan. Para pengawal yang diutus oleh Kun juga sudah sangat bekerja keras mencari Aurora selama berjam-jam. Tapi,Kun masih bersikeras untuk mencari Aurora biarpun matahari akan datang untuk terbit.


"Dimana kau Aurora,"gerutu Kun dengan nada sedikit frustasi sambil mengacak-ngacak rambutnya berantakan.

__ADS_1


terbesit sebuah ingatan dari dalam fikiran Kun karena dia pernah menyadap ponsel milik Aurora.


"Dasar bodoh,aku sudah capek berlari kesana kemari dan kenapa baru ingat,"dengan wajah jengkel dia mengeluarkan ponsel dari saku celananya dan lansung pergi menuju tempat dimana perginya Aurora.


-


-


-


Derai kekesalan dan kecewa menyelimuti hati seorang wanita yang kini merenungkan kejadian yang tadi sebenarnya tidak ingin ia lihat,karena bagaimana pun hampir selangkah lagi dia mungkin akan terjerumus dalam pelukan pria jahat yang kini telah berhasil melukai hatinya.


"Tidak...tidak,jangan sampai aku jatuh cinta dengan dia. Lihat lah dia itu pria brengsek Aurora,"gerutunya dalam hati berusaha menyadarkan diri dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.


Saking sibuknya Aurora menggelengkan kepalanya. Dia sampai tidak sadar bahwa barusan Kun duduk bersebelahan dengan dirinya,dengan tingkah yang jahil Kun menggigit telinga Aurora untuk mencoba menyadarkan sang istri yang sedang bertingkah.


Aurora terkejut bukan maingnya saat telinganya tiba-tiba digigit dan ternyata yang menggitnya adalah Kun suaminya sendiri dengan jiwa yang masih mengutuk,dia berusaha untuk pergi lagi. Namun,memeluk Aurora dari belakang untuk menghentikan dia yang berusaha untuk kabur lagi.


"Kamu kenapa sih,cemburu ya. Aku gak kenal dia sumpah karena aku kirain yang berada di dalam kamar itu kamu,"jelas Kun dengan wajah serius.


"Siapa juga yang cemburu,aku hanya geli ngeliat hal yang tidak sepantasnya untuk dilakukan orang-orang yang sama sekali tidak ada ikatan dalam hubungan seperti itu,"dengan nada yang berusaha menyindir


"Masih enggak percaya,"memperkuat pelukannya.


"Ih,lepasain!mau percaya atau enggaknya itu bukan urusan ku. Aku hanya ingin pulang hari ini juga,"teriak Aurora lalu mengigit lengan Kun yang akhirnya meringis kesakitan.


"Intinya aku ingin pulang sekarang juga,"tegas Aurora melotot ke arah Kun yang masih kesakitan dengan hasil gigitan Aurora.


"Baiklah,kita akan pulang tapi bukan malam ini tapi besok karena angin sangat kencang malam ini,"tutur Kun mencari alasan untuk membuat Aurora tetap tinggal.


"Okey,tapi dengan satu syarat. Pesankan aku satu kamar,kalau tidak aku akan kabur lagi,"ancam Aurora pintar.


Karena malas untuk berdebat dengan Aurora. Kun hanya mampu mengiyakan permintaan Aurora dan sepertinya dia harus menahan sang juniornya untuk bermain bebas malam ini dan mencari kesempatan yang pas lain kali.


**Bersambung...


💣💣💣💣💣**


Hai reader jangan lupa buat selalu pantauin kisahnya dan jangan lupa juga buat selalu dukung dengan ngasih like,rate,vote,dan juga sarannya😙dan terima kasih buah yang udah mau ngasih✍🏻💕

__ADS_1


__ADS_2