Mata Dewa Sang Awan

Mata Dewa Sang Awan
pembalasan


__ADS_3

sebelum memasuki kafe tersebut,awan membeli sebungkus rokok di pinggir jln


sesampai nya di pintu kafe, awan mengamati seisi kafe tersebut dengan mengunakan mata dewa nya


awan melihat keseluruhan pengunjung yg begitu ramai dengan berbagai kalangan yg berbeda


setelah menemukan ke berada'an orng yg dia cari,


awan pun segera bergegas masuk untuk menghampiri tuan muda tersebut


melihat tuan muda itu yg hanya di temani beberapa orng,awan dengan santainya duduk di kursi yg berhadapan langsung dan berkata


" bisa pinjamkan aku pemetik api, tadi aku membeli rokok tapi lupa untuk membeli korek"


melihat awan yg begitu lancang duduk di kursi Tampa bertanya ,salah satu dari para preman yg berada di sekeliling tuan muda itu berkata


" hai bocah ingusan,siapa yg memberimu izin untuk duduk di meja yg sama dengan tuan kami, apakah kamu tau dia itu siapa,dan layak kah kamu duduk di depannya"


sedangkan tuan muda itu tidak menghiraukan awan yg jelas ada di depan matanya,dengan santainya dia masih meneguk minuman yg berada di meja itu Tampa ada sedikitpun rasa terganggu akan kedatangan awan


"aku kemari hanya untuk meminjam korek api,apakah kamu merasa terganggu dengan kehadiran ku ini" jawab awan dengan santai


melihat hal itu,para preman yg berada di meja tersebut tampah menunggu perintah langsung berniat menghajar awan dengan mengunakan sebotol bir yg berada di meja tersebut


sebelum salah satu preman itu bertindak,tuan muda itu akhirnya mengeluarkan suara dan berkata ke pada sang bawahannya


" siapa yg mengijinkan mu untuk bertindak,apakah kamu merasa aku terganggu dengan kehadiran anak laki laki ini,dan semenjak kapan kamu berani melakukan sesuatu sebelum ada perintah langsung dariku" terdengar suara dingin dari tuan muda tersebut


lalu sang tuan muda berdiri dan menarik tangan sang pengawal tadi, dia menarik jari kelingking sang pengawal dan memotong nya mengunakan pisau buah yg ada di meja


terdengar suara dari sang pengawal merintih kesakitan karena salah satu jari yg ada di di tangan nya terlepas dan putus


" ini hanya sebuah hukuman ringan untukmu,dan aku masih berbaik hati tidak mencabut nyawa mu yg tak berharga itu" sambung sang tuan muda dengan suara santai kepada sang pengawal


tentu saja maksud sang tuan muda itu memotong jari bawahannya adalah sebuah peringatan keras ke pada awan


sang tuan muda bermaksud memperingati awan agar tidak sesekali bersikap tidak sopan kepadanya ,kalau tidak akibatnya nyawa pun bisa melayang


lalu sang tuan muda mengambil korek api dan menyalakan nya tepat di batang rokok yg berada di mulut awan


awan dengan ekpresi santai mulai menghirup rokok itu


melihat hal itu,sang tuan muda tersenyum dan tertawa cukup keras


" bagus bagus bagus, jarang sekali aku menemukan anak muda yg begitu berani seperti ini,suatu kesenangan bagiku bisa berjumpa denganmu disini" sahut sang tuan muda sambil bertepuk tangan dan melihat ke arah orng orng yg duduk bersamanya


"awan dengan rasa yg tak peduli terus menikmati rokok yg ada di tangan nya"


" anak muda,dari mana asal mu,melihat kamu yg begitu muda dan begitu bersemangat, tampah ada sedikitpun rasa takut,mengingatkan ku sewaktu aku seumuran mu" tanya sang tuan muda ke pada awan

__ADS_1


" aku berasal dari kota,dan hendak pergi ke provinsi B, kebetulan sekali aku melihat tempat yg bagus dan memutuskan untuk beristirahat sambil mengisi energi di sekitar sini bersama salah satu temanku" jawab awan dengan santai sambil menghisap rokoknya


" lantas di mana teman mu itu,kenapa tidak di ajak saja kesini,biar kita sama sama menikmati tempat ini bersama" tanya sang tuan muda


" teman ku sekarang berada di mobil,dia sedikit merasa takut,barusan dia hampir mengalami hal yg tak semestinya dia lihat dan rasakan" jawab awan sambil mematikan rokok mengunakan telapak tangan nya


mendengar hal itu,sang tuan muda mengerti maksud kedatangan awan menghampirinya


" anak muda,Ter kadang sesuatu hal itu mesti kita lakukan,terkadang kita juga mesti berpikir,hal yg kita lakukan itu sanggup apa tidaknya kita atasi" kata sang tuan muda sambil memutar gelas bir yg ada di tangan nya


"burung tidak akan mencoba terbang jika dia tau bahwa dia tidak memiliki sayap ,dan ikan tidak akan berjalan di daratan karena dia sadar bahwa di sana tidak ada air"jawab awan mengunakan pepatah


yg artinya ( manusia tidak akan melakukan hal yg mustahil jika dia tau bahwa dia tidak akan sanggup melakukannya)


setelah mengatakan hal tersebut,awan beranjak pergi meninggalkan kursi yg saat ini dia duduki,


awan merasa setelah dia memperingati sang tuan muda itu,mereka tidak akan berani lagi untuk mencoba melakukan hal yg sama terhadap Jeny


tapi tentu saja sang tuan muda tidak terima dengan ancaman awan,apalagi awan hanyalah bocah laki laki biasa di mata nya


ketika awan berbalik badan,sang tuan muda menoleh ke salah satu pengawalnya, dan pengawal tersebut langsung mengerti akan maksud tuan muda nya itu


salah satu dari pengawal yg berada di meja tersebut mengeluarkan pistol dan mulai menembak


"""dooaar""" suara tembakan terdengar


tapi tembakan nya itu tidak mengenai awan,karena itu hanya lh sebuah tembakan peringatan untuk awan jika berani pergi melangkah lagi dari ruangan tersebut


melihat hal itu,awan mengeluarkan sebatang rokok yg ada di saku nya dan menjatuhkan nya di lantai,


melihat hal yg di lakukan awan,tuan muda dan para pengawalnya hanya merasa heran


tetapi merekah tidak sadar ,bahwa awan mulai memperhitungkan kecepatan peluru senjata dan kecepatan sebatang rokok yg jatuh di lantai itu menggunakan mata dewa nya


setelah analisa nya selesai,


awan bergegas membalik badan nya ,dan melangkah ke pojok kiri sambil duduk di sebuah kursi yg ada dsitu ,


sambil mengatur siasat,awan melihat celah yg cukup besar untuk mengalahkan mereka dengan satu kali serangan


awan mendekati saklar pengontrol listrik dan segera mematikan nya, melihat lampu yg mati,semua preman yg memegang senjata membabi buta menembakan senjatanya ke arah awan berada


dan tentu saja dengan memiliki mata dewa ini,awan bisa dengan mudahnya menghindari peluru senjata api yg mengarah padanya,


di tambah laki dengan listrik yg padam ,yg membuat tempat itu gelap gulita,dan membuat para penembak itu hanya menembak di satu titik yaitu ke arah awan berada tadi


dan tentu saja awan tidak ingin mati konyol dengan hanya menunggu mati di situ,


dengan keadaan yg gelap gulita ini,mata semua orng tidak bisa melihat dan tidak ada yg berani melangkah,takut jadi target serangan dan salah sasaran

__ADS_1


tapi tentu saja hal itu tidak berlaku bagi awan,


dengan penglihatan mata dewa nya,awan dengan sangat jelas melihat semua orng yg ada di ruangan ini dan juga gerak gerik mereka


dengan sangat cepat awan menghampiri para preman itu satu persatu


" traak ,traaak ,trakk,terdengar suara tulang yg patah dan jeritan yg sangat kuat di kegelapan itu"


hal itu membuat tuan muda tadi merasa sedikit kuatir akan apa yg telah terjadi


" segera hentikan tembakan nya,dan seseorang pergi nyalakan lampu secepat mungkin"


melihat tidak ada lagi suara tembakan,dan tidak ada juga yg menjawab perintah darinya ,


itu membuat sang tuan muda menjadi semakin panik,


keringat dingin mulai bercucuran dari wajahnya ,di tambah lagi suara jeritan kesakitan yg terdengar sangat jelas,


itu membuat sang tuan muda segera berlari menuju sakral listrik untuk berniat menghidupkan lampu


ketika lampu sudah di hidupkan, banyak dari preman yg terkapar di lantai,dan untuk preman yg mengunakan pistol api,sambil merintih kesakitan memegang pergelangan tangan nya yg patah


melihat hal itu, sang tuan mudah sangat ketakutan hingga terduduk di lantai,


" bencana seperti apa yg menghampiriku ini,orng seperti apakah yg telah ku usik" sebut tuan muda sambil memegangi kepala karena merasa takut


karena panik yg berlebihan,sang tuan muda merogoh kantong mencari bungkus rokok yg ada, ketika rokok hendak di hidupkan,sang tuan muda dengan gugup mulai memetik korek apinya ,tapi korek api itu terus padam karena tangan nya yg gemetaran setiap kali hendak di hidupkan


awan dengan pelan berjalan menghampiri sang tuan muda, awan mengambil pemetik api yg tergeletak di meja lalu menghampiri tuan muda itu sambil menyalakan api untuk membakar rokok yg ada di mulut sang tuan muda tersebut


dengan begini,awan cukup yakin bahwa mereka akan berpikir lagi ketika hendak berurusan dengan nya


setelah itu awan segera melangkah pergi meninggalkan bar tersebut,


tidak ada kata kata,suasana terasa sangat sunyi ketika awan berjalan menuju pintu keluar


banyak mata yg menyaksikan hal itu,tapi tidak ada satupun dari mereka yg bersuara


akhirnya awan kembali ke mobil untuk menemui Jeny


dan merekapun melanjutkan perjalanan menuju ke kampung halamannya yg masih terasa jauh itu


tampah awan sadari,di kerumunan orng yg menyaksikan itu, ada beberapa anak buah Erwin yg di tugaskan untuk memantau pergerakan yg di lakukan awan


" halo boss,berita yg anda inginkan akan saya sampaikan setelah saya kembali" terdengar suara dari salah satu bawahan bison yg menelpon dan melapor kepadanya


" bagus,kerja bagus, besok segera datang ke kediaman tuan Erwin untuk melapor padaku" jawab bison kepada bawahannya melalui suara tlpon.


""""

__ADS_1


"""""


""""""


__ADS_2