Mata Dewa Sang Awan

Mata Dewa Sang Awan
kultivator muda


__ADS_3

" ini , bukankah ini minuman yg kamu pesan, kenapa kamu meletakkannya di hadapanku " ucap Jeny yg baru sadar setelah meminum jus alpukat yg seharusnya menjadi milik awan


" aku lihat kamu begitu kurang bersemangat , jadi aku sengaja menukar minuman mu dengan punyaku, sebagai seorang pacar yg baik, tentu saja aku harus menjaga kesehatanmu , alpukat itu cukup baik untuk menjaga kebugaran tubuh " ucap awan ngelantur dan tak tau mesti berkata apa lagi


" hhhmm ok lh, jika kamu sudah berkata begitu dan peduli padaku, aku juga tak bisa berkata apa lagi " ucap Jeny yg percaya begitu saja dengan alasan yg awan buat buat


awan hanya mengerutkan kening mendengar perkataan Jeny itu, dan awan cukup senang melihat Jeny yg begitu menurut kepadanya


"bos lihatlah, wanita itu sudah meminum minumannya, mungkin sebentar lagi efek dari obat itu akan bekerja" ucap seorang bawahan si pria gemuk


" aku juga melihatnya, dalam waktu lima menit, obat itu akan bekerja, dan untuk kamu, kamu segeralah cari motel yg terdekat, oohh tidak tidak, jangan motel, kali ini cari tempat yg lebih baik, untuk wanita yg seperti ini, tempat terbaik lh baru cocok untuknya " perintah si pria gemuk kepada salah satu anak buah nya


awan hanya mendengarkan percakapan dari si pria gemuk dan rekannya mengunakan pendengaran kusus , melihat salah satu bawahan dari si pria gemuk pergi meninggalkan restoran, awan pun menggeleng dan tersenyum kecil


tak lama setelah awan dan Jeny selesai menyantap hidangan, Jeny pun beranjak pergi ke toilet untuk membersikan riasan nya, awan yg menunggu di meja, kini mulai melakukan drama yg iya rencanakan , awan meletakan ke dua tangan nya di atas meja dan pura pura tertidur


" bos .. lihat, obat nya sudah bekerja, laki laki itu sudah tertidur pulas, dan seharusnya wanita itu juga mengalami hal yg sama, aku akan menyusul wanita itu dan membawanya kesini " ucap seorang bawahan pria gemuk dengan begitu semangat


" haa haa . bagus, kamu segeralah jemput wanita itu, dan kamu segera lh bawak kedalam mobil, sebentar lagi aku akan menyusul " jawab pria gemuk dengan begitu senang


ketika salah satu anak buah dari pria gemuk beranjak dari tempat duduk nya dan melintasi meja yg awan tempati, diam diam awan mengambil sebuah batu yg terletak di dalam pot bunga hias yg berada di atas meja tempat Awan berada ,. awan menjentik kan batu itu dan tepat terkena di bahu sang bawahan


" aduuh.. nyamuk sialan, tak aku sangka ada juga nyamuk di tempat seperti ini "sahut sang bawahan si pria gemuk yg terkena batu yg di lemparkan awan kepadanya , dan si bawahan pun terus melanjutkan langkanya menuju ke ruangan toilet


melihat bawahan nya tak kunjung kembali dari ruangan toilet, si pria gemuk sudah tak bisa menahan diri dan tak sabaran


" coba kamu susul dia, sudah cukup lama belum juga keluar dari tempat itu, jangan jangan dia ingin mendahuluiku untuk menikmati wanita itu " ucap si pria gemuk yg terlihat emosi


ketika salah satu dari bawahan si pria gemuk hendak menuju ke ruangan toilet, awan dengan suara pelan berkata dan berdiri menuju ke meja yg di tempati orang orang dari pria gemuk tersebut


" kalian tidak perlu menunggu nya lagi, sekarang aku rasa dia sudah tak bergerak dan tak bisa berjalan keluar dari tempat itu" ucap awan yg berjalan pelan menuju kearah meja yg di tempati pria gemuk


spontan si pria gemuk dan bawahannya menjadi kaget melihat awan yg menuju kearah nya, mereka tak menyangka, efek obat yg telah di masukan ke minuman yg mereka beri tak bekerja kepada awan

__ADS_1


" bagaimana mungkin, jelas jelas dosis obat itu begitu kuat, apa jangan jangan pelayan itu tak mematuhi apa yg telah aku suruh " ucap si pria gemuk yg merasa kesal


" tak perlu menyalahkan orang lain, bagiku obat seperti itu tidak akan berefek apapun padaku , dan sekarang , aku ingin meminta penjelasan pada kalian akan maksud dari tindakan kalian itu " sahut awan yg duduk di sebuah kursi yg kosong


" terus kenapa, apa yg bisa dilakukan orang sepertimu, jika bos kami menginginkan wanita mu, tentu kamu harus memberikannya " ucap salah satu bawahan si pria gemuk itu dengan suara yg kuat


" benar, jika aku menginginkan wanita mu, kamu masih tidak akan bisa berbuat apa apa padaku, jadi apa lagi yg mesti aku jelas kan " ucap si pria gemuk dengan suara yg lantang


" dasar babi bodoh, aku lihat kamu sudah tak sabar untuk mati " keluh awan menanggapi ucapan si pria gemuk itu


dengan perintah dari si pria gemuk, parah bawahannya maju menyerang awan secara bersamaan, mereka memutari meja dan bermaksud mengepung awan, para bawahan si pria gemuk mulai melayangkan pukulan nya ke arah awan yg masih tak beranjak dari tempat duduk nya


ketika seorang dari mereka melayangkan tinjuan nya ke arah awan, awan menangkap tangan si pria tersebut dan memutar nya hingga jatuh ke lantai


spontan aksi tersebut membuat para pengunjung yg tak menyadari hal itu, menjadi tertarik menyaksikan pertarungan itu , namun tidak ada dari sebagian banyak para pengunjung yg inggin terlibat, mereka hanya memilih diam dan menikmati tontonan itu


ketika melihat rekan nya yg jatuh ke lantai , para bawahan si pria gemuk mulai menyerang awan secara bersamaan, salah satu dari mereka melayangkan tinju dari depan, dan yg lain nya mencoba memukul dari belakang


awan yg menyadari hal itu mulai menendang pria yg menyerang dari depan, kemudian dia memutar kursi yg dia duduki dan memukul balik lawan yg hendak menyerangnya dari belakang itu, kemudian tersisa satu lawan, awan berdiri dan mengambil kursi yg sebelumnya dia duduki, dan memukulkan nya ke arah lawan nya , hingga kursi itupun hancur , semua anak buah si pria gemuk seketika sudah terkapar di lantai


awan pun mulai mendekati si pria gemuk yg sudah terlihat panik, keringat dingin mulai terlihat bercucuran dari kening nya


" k.. ka...kamu, apa yg ingin kamu lakukan, k.. kamu tidak boleh kesini " ucap si pria gemuk yg ketakutan melihat awan yg menuju ke arah nya


" berani mengusik wanitaku, dan kamu juga ingin menargetkan aku, aku ingin tau, bagai mana aku harus mengurus mu " ucap awan dengan nada yg kesal


" ma.. maaf ... maafkan aku, aku tidak akan berani lagi melakukan hal itu " sahut si pria gemuk meminta maaf kepada awan


tak lama kemudian, salah satu anak buah si pria gemuk yg di tugaskan untuk mencari tempat itupun kembali " bos.. apa yg terjadi padamu, kenapa kamu bersujud kepada anak muda itu, apa yg telah terjadi " ucap anak buah si pria gemuk yg tidak tau dan tak melihat kejadian yg menimpa semua rekan nya itu


merasa bisa mengalahkan awan dengan muda, si bawahan yg baru saja datang itu berlari dan mencoba menghajar awan, tapi awan dengan satu tatapan mata langsung membuat pria itu diam tak berkutik , pria itu terjatuh dan terduduk bersujud di lantai ,menyaksikan hal itu pria gemuk dan sebagian orang yg berkunjung merasa heran dan bingung melihat hal itu


" ternyata anak mudah itu seorang kultivator, tidak aku sangka, diusia yg masih segitu mudah sudah mempunyai kekuatan yg cukup hebat , Ais, sial sekali nasip pria gemuk itu, tak seharusnya dia menyinggung seorang kultivator " ucap seorang laki laki paru baya yg menyaksikan kejadian itu

__ADS_1


" apakah seorang kultivator itu begitu hebat " tanya seorang pemuda yg berada di sebelah si pria paru baya


" konon katanya seorang kultivator dapat berjalan di atas air, bahkan ada yg sampai bisa terbang di udara , apakah menurut mu, keberadaan orng orng yg seperti itu sanggup untuk kita lawan " tutur si pria paru baya menjelaskan


" aaah. untuk membayangkan nya saja aku tidak sanggup,di kemudian hari, kita tak boleh menyinggung seorang kultivator seperti ini " sahut salah satu pengunjung restoran yg mendengarkan cerita dari si pria paru baya


awan yg tak mau menambah kepanikan, dan membuat kejadian bertambah heboh, awan pun segera memanggil pelayan restoran dan meminta mereka segera mengusir si pria gemuk dan para anak buah nya, dan sebelum melepaskan si pria gemuk, awan membuatnya menjadi setengah gila, awan membuat si pria gemuk akan merasakan rasa ketakutan ketika melihat wanita, hal itu awan lakukan, agar kelak si pria gemuk tak akan lagi mengulangi apa yg telah dia lakukan selama ini , masih cukup baik bagi awan tidak langsung membunuh nya


ketika si pria gemuk sudah diusir keluar dari restoran, tiba tiba pelayan yg tadi menyajikan hidangan untuk awan dan Jeny datang, pelayan itu berlutut dan berkata


" m.. ma.. maafkan saya tuan, saya tak bermaksud untuk menyinggung tuan, hal itu terpaksa saya lakukan " ucap si pelayan restoran sambil bersujud kepada awan


" sudahlah , aku mengerti keadaanmu, aku juga telah melihat bahwa kamu mempunyai rasa penyesalan sebelum nya, untuk kejadian ini, kamu aku lepaskan " ucap awan kepada sang pelayan


" te.. terimah kasih tuan " ucap sang pelayan


awan yg merasa sudah tak ada hal lain lagi, kini kembali duduk di meja yg iya tempati sebelum nya, dan tak lama berselang , Jeny yg sudah kembali dari toilet segera duduk di samping awan


" apa yg telah terjadi, kenapa orang orang pada berkerumunan melihat kearah kita " ucap Jeny yg tak tau apa yg telah terjadi sebelumnya


" hhmm.. mungkin orang orang ini begitu kagum padamu, kamu kelihatan begitu cantik , wajar saja jika kamu menjadi pusat perhatian untuk saat ini " jawab awan yg menoleh dan tersenyum kearah Jeny


mendengar hal itu, Jeny yg memang terlihat begitu menawan dan mempesona setelah memakai make up nya menjadi tersipu malu , dan awan hanya tersenyum kecil sambil menikmati wajah merona dari kekasih nya itu


setelah selesai makan, awan pun segera pergi dan meninggalkan restoran , ketika hendak membayar, kasir dengan enggan menerima uang pemberian awan, mereka tidak berani menerima uang dari seorang kultivator yg hebat dan masih begitu muda seperti awan, terlebih lagi, salah satu pegawai mereka sudah membuat awan tersinggung dan marah, bagi mereka, cukup baik kalua menggratiskan pesanan awan, dan awan tak membuat perhitungan kepada mereka , apalagi sampai menghancurkan bisnis mereka karena telah menyinggung nya


tapi awan yg terkenal akan Budi pengertiannya, tetap meninggalkan uang yg semestinya iya bayar untuk makanan yg iya makan , dan awan pun kembali ke mobil dengan Jeny yg masih tak mengerti apa yg telah terjadi


kini jarak yg akan awan tempuh untuk kembali ke kota tidak begitu jauh, awan pun mengemudi cukup pelan, sembari menikmati pemandangan bersama Jeny .


dan tiba tiba tlpon awan berdering .....


"""""

__ADS_1


"""""


__ADS_2