Mata Dewa Sang Awan

Mata Dewa Sang Awan
kekutan spirit yg sesungguhnya


__ADS_3

" M...Mak... makhluk apa itu, cakar nya saja sudah begitu besar, kelihatannya makhluk itu ingin menerobos melalui lubang bekas percikan petir itu ,cepat kita harus keluar dari bangunan ini " ucap para penonton yg berada di tribun tempat duduk dengan panik


sebagian orang mulai keluar untuk menyelamatkan diri dan berlindung ke sudut pojok karena merasa takut


diantara para orang yg ada di dalam gedung itu,yg terasa paling ketakutan tak lain adalah Han, Han merasa makhluk yg memperlihatkan cakar yg bersisik dan berwarna emas itu tertarik kearahnya


empat keluarga besar dan para seniman beladiri jelas tau bahwa makhluk itu adalah kekuatan spirit dari seseorang kultivator


" senior hebat dari mana yg melepaskan aura kekuatan spirit seperti ini, ini jelas jelas adalah kekuatan spirit kuno yg teramat kuat, hal apakah yg membuat pemilik spirit ini sampai sampai begitu marah dan ingin menghancurkan seisi gedung ini " ucap seorang kultivator yg terkena dampak dari tekanan spirit itu


" k... ka.. kakek.. aku baru ingat siapa pemuda itu " ucap Yanru tuan muda kedua dari keluarga Yan yg bicara terbata bata dan sambil mengeluarkan keringat dingin itu


" apa yg kamu bicarakan Yanru, dan siapa pemuda itu, kenapa kamu begitu terlihat ketakutan seperti melihat hantu begitu " ucap kepala keluarga Yan yg merasa bingung melihat sikap cucunya itu



Yanru yg tak mampu berkata dan hanya terdiam membisu hingga tak mampu menjawab lagi pertanyaan dari kakeknya yg merupakan kepala keluarga Yan itu


sedangkan awan yg terdiam dari tadi mulai melangkah tampah terganggu sama sekali oleh tekanan dari aura yg mencekam itu, ternyata aura yg mencekam itu adalah aura milik salah satu spirit hewan spritual awan.


" haaa haaa , aku tidak menyangka bahwa spirit mu adalah cacing berkepala tiga , jadi jangan salahkan aku kalau aku sedikit kejam padamu " ucap awan yg sedari tadi memperhatikan spirit ular piton milik Han



" a... apa, maksudmu cacing ,dan apa pula maksudmu dari ucapan mu itu " ucap Han



setelah beberapa detik, Han baru menyadari apa maksud dari perkataan awan itu ,Han melihat awan yg leluasa berjalan tanpa terpengaruh sedikitpun oleh aura yg begitu mencekam itu , Han terduduk di lantai seolah tak percaya dengan apa yg dia lihat dan alami

__ADS_1



lantai atap gedung itu mulai hancur sepenuhnya, butiran batu yg merupakan bagian atap gedung itu mulai jatuh ketanah ,hingga membuat debu dan kabut yg begitu tebal hingga menutupi pandangan semua orang yg ada didalam gedung



tak lama setelah gumpalan kabut akibat serpihan batu yg jatuh mulai menghilang sepenuhnya, semua orang yg masih ada didalam gedung menjadi merinding dan ketakutan melihat sosok makhluk yg telah berdiri di atas sebuah bongkahan penyangga yg tersisa



" i... itu, apa itu adalah spirit seseorang, a.. apa aku tidak salah lihat, di benua ini aku tidak percaya ada seseorang yg bisa memiliki spirit sekuat dan sebesar itu ,dan mungkinkah itu milik anak laki laki itu " ucap tetua dari keluarga Li yg sangat teramat kaget melihat sesosok burung Phoenix emas yg begitu besar dan terlihat siap menyerang ke arah Han



" s... si.. siapa anak itu, kenapa dia memiliki hewan spirit Phoenix yg ada didalam legenda itu, apakah itu yg ingin kamu sampaikan kepadaku tadi Yanru " ucap kepala keluarga Yan yg begitu terkejut melihat sosok yg hinggap di atas bangunan itu dan aura emas dari tubuh awan yg mulai memancar keluar sedikit demi sedikit



sadar akan bahaya yg mengancam nyawanya, Han mulai melihat kearah awan dan berkata


"s.. siapa kamu sebenarnya, kenapa kamu bisa memiliki spirit Phoenix kuno yg ada didalam legenda itu diusia yg begitu muda "


" aku adalah karma mu untuk kejahatan yg telah kamu perbuat selama ini, awalnya aku mengatakan merubah niatku untuk menempati posisimu karena aku sudah tak tertarik akan hal itu dan berniat membiarkanmu hidup karena bisa sedikit berguna untuk ku mengingat tingkat kultivasi mu, tapi kamu malah menginginkan nyawaku "ucap awan yg duduk jongkok di depan Han yg terduduk itu



" maaf... maafkan atas diriku yg tak tau akan niat baik dari mu itu tuan, biarkan aku hidup, aku bisa sangat berguna untukmu " ucap Han yg memohon


" haa haa, sekarang aku tak punya pilihan lain, jika kamu bisa bertahan hidup setelah spirit mu di telan habis oleh hewan spirit Phoenix ku ini, aku akan membiarkanmu pergi " ucap awan

__ADS_1


Han dan semua kultivator yg ada jelas begitu paham akan dampak dari akibat kehilangan kekuatan spirit ini, kalau pondasi akar spirit begitu kuat, setelah kehilangan kekuatan spirit yg terhubung ke lautan pengetahuan, kalau cukup kuat bisa lumpuh dan tak memiliki basis kultivasi lagi, dan andaikan akar spirit yg di bangunkan kurang kokoh bisa bisa akan kehilangan nyawa sang pemilik nya.


tak menunggu waktu dan basa basi lagi, burung Phoenix yg merupakan spirit milik awan mulai menuju kearah spirit Han dan menelan nya hingga habis , bagi spirit yg merupakan seekor burung, tentu saja ular adalah makanan favoritnya


Han yg telah kehilangan akar spiritnya memuntahkan dara segar dari mulutnya dan tergeletak di tanah hingga tak bernyawa, itu menunjukan akar spiritnya tidak begitu kokoh sehingga bisa mati setelah kehilangan spirit yg dia bangunkan


melihat Han yg mati begitu saja tampah perlawanan membuat semua orang yg hadir menjadi begitu ketakutan dan kaget, mereka takut menjadi korban keganasan awan yg berikutnya


Yohan yg melihat hal itu tepat di depan matanya berniat kabur, dia jelas paham nyawanya dalam bahaya karena sebelumnya berniat menyerang awan


ketika Yohan melangkahkan kakinya untuk berniat kabur, tiba tiba dadanya sudah berlubang akibat serangan dari jari awan yg tepat mengenai dada kirinya


" ini adalah akibat bagi orang yg ingin mencoba membunuhku , aku harap kejadian ini tidak akan terulang lagi " ucap awan dengan dingin


melihat kejadian itu, semua orang yg hadir disitu menjadi ketakutan dan bersujud kepada awan


" kami semua kultivator yg hadir disini meminta pengampunan kepada tuan muda" serontak suara pengunjung yg hadir berkata



" kami empat keluarga besar meminta pengampunan kepada tuan muda" ucap empat keluarga besar secara bersamaan membungkuk terhadap awan



setelah melihat semua sikap patuh dan hormat para kultivator dan empat keluarga itu, awan mulai mengalihkan pandangan nya ke arah Sun yg merupakan tangan kanan Han yg hanya terdiam tak bergeming sedikitpun


""""""


"""""

__ADS_1


__ADS_2