
ketika sang pegawai mulai menghitung jumla belanjaan tersebut,awan memperhatikan layar monitor yang ada di depan nya,satu persatu barang belanjaan yang diambil dan di scan sesuai dengan label yang tertera
jumla belanjaan awan hanya beberapa ratus ribu dan sekarang dia mulai memperhatikan lagi layar monitor yang ada di depan nya,ya sekarang giliran barang belanjaan Anita yang mulai di hitung
benar saja dia mulai terkejut melihat angka dominal yang timbul di dalam monitor itu
satu item yang Anita beli sudah hampir sama dengan harga semua barang yang dia beli,sambil memegang kening awan mulai gelisa dan takut uang gajinya yang 1 bulan tidak akan cukup untuk membayar tagihan ke empat belanjaan teman nya itu
benar saja ternyata setelah menghitung semua belanjaan Anita,dominal yang tertera di layar monitor membuat awan sakit kepala,jumlahnya mencapai jutaan rupiah
awan mulai panik dan berpikir,gimana caranya aku membayar semua tagihan ini sahut awan di dalam hati
dia mulai menghitung uang yang ada didalam kartu kreditnya dan semua biaya tagihan itu,walaupun dia mengurangi separuh barang yang dia ambil bahkan semuanya juga, uang nya saat ini juga tidak akan cukup untuk membaya tagihan belanjaan Anita
dan awan mulai memperhatkan lagi item dan harga barang yang Anita ambil tadi
dan ketika dia melihat item nya berjumlah lima dan bukan lagi empat,dia mulai mempertanyakan lagi kepada sang kasir
maaf sebelumnya ya mbak,tadi item yang ini tidak ada di dalam barang belanjaan yang saya bawa sahut awan,dan awan mulai meyakinkan si kasir dengan berkata,mbak mungkin ini barang orang lain yang mungkin tertinggal dan terselip di barang bawaan saya dan terhitung,bisahkan barang ini di keluarkan saja dari nota saya
dalam hati awan merasa lega karena dia merasah kasir nya salah menghitung dan memasukan barang yang bukan dia bawak,benar saja adanya satu item barang yang hanya merupan tas kecil itu saja harganya hampi mencapai jutaan rupiah.
tapi si kasir bersikeras dan berkata bahwa itu benar adanya dari barang bawaan si awan
si kasir berkata,mas saya tidak salah ambil dan saya juga tidak salah hitung,barang yang mas bawak itulah yang saya hitung semuanya,dan tas ini juga saya keluarkan dari barang yang ada di keranjang yang satu ini,sambil menunjuk keranjang barang belanjaan Anita
__ADS_1
belum sempat menjawab, Anita dan Soni datang menghampiri awan dari belakang
Anita berkata kepada sang kasir,ada apa ya mbak sahut Anita
lalu si kasir mulai menjelaskan dan berkata,begini mbak,tadi mas ini membawak dan ingin membayar barang belanjaan nya,tapi ketika saya hitung,mas ini berkata bahwa ini bukan barang bawaan dia dan ingin di kensel,saya si tidak keberatan untuk Mengkensel nya,tapi karena saya yakin itu berasal dari keranjang mas ini,saya coba menjelaskan sahut sang kasir
awan hanya terdiam dan merasa gugup ketika Anita tiba tiba muncul di sampingnya
lalu awan mulai menanyakan lagi ke Anita
apa benar tas kecil itu juga barang yang ada di keranjang bawaan mu ya Anita sahut awan
lalu Anita berkata,iya betul itu barang bawaan ku juga kata Anita
memang ada masalah apa hingga sampai sampai tas kecil itu mau kamu kensel sahut Anita dengan sinis
lalu awan berkata,anuu aahh gini Anita
belum sempat berkata Soni maju kedepan dan mulai mengeluarkan suara
apa jangan jangan kamu tidak sanggup membayar barang belanjaan mu sendiri sahut Soni dengan nada merendahkan
awan hanya terdiam dan merasa malu akan hal itu
tiba tiba Anita berkata dengan nada yang kesal kepada awan
__ADS_1
haaai bukannya tadi aku mengatakan bahwa kamu cuma bantuin aku bawakan belanjaan ini ke meja kasir,aku tidak memintamu untuk membayarnya sahut Anita lancang
awan mulai terdiam tanpa berani membalas apa yang diucapkan Anita kepadanya
lalu Soni mulai memperkeruh suasana dengan berkata,atau jangan jangan kamu ingin mengambil hati pacarku dengan cara membayar tagihan belanjaan dia tambah Soni berkata
Soni mulai mengeluarkan kata kata menghina terhadap awan
kamu itu ya,kamu cuma laki laki kumuh dari perdesaan,jangan berharap ingin makan daging angsa(yang artinya jangan tidak sadar diri dalam pribahasa Korea)
Soni mulai memegang kerah baju awan dan berkata,tagihan segini saja kamu tidak sanggup bayar,ingin mencoba berebut wanita pula dengan tuan muda ini,mestinya kamu sadar diri,lebih baik kamu pulang dan bertani saja di kampung mu sana,sambil tertawa Soni berkata kepada awan
Anita mulai berkata kepada Soni,sudahlah sayang,dia mungkin tidak tau kalau wanita itu cuma tertarik kepada laki laki mapan sepertimu dan bukan orang yang seperti dia tambah Anita
mendengar kata kata yang keluar dari mulut Anita awan merasa di permalukan dan dipermainkan oleh Anita dan Soni
tapi itulah kenyataan nya,wanita pasti lebih memilih laki laki yang status sosialnya lebih tinggi seperti Soni di bandingkan dirinya yang cuma bisa hidup pas pas san saja seperti ini
dengan berkecil hati dia hanya bisa terimah di tertawa kan oleh Anita dan Soni
tampah pikir panjang Soni melepaskan tangan dan mendorong awan hingga terjatuh dan berkata
kali ini aku lepaskan kamu,ingat jangan sesekali lagi mencoba mendekati wanita ku,atau akibatnya akan lebih buruk dari ini,dan dia melemparkan sejumlah uang kemuka awan dan berkata,tagihan ini biar aku saja yang bayar, sisanya anggap saja untuk mengganti bajumu yang kumuh itu,lalu mereka pergi sambil tertawa dan merasa puas telah mempermalukan awan
sambil menatap kebawah dan sedih, akhirnya awan pun pergi tampah menghiraukan belanjaan nya dan uang yang berserakan di lantai.dalam hati dia berkata,suatu hari pasti kubalaskan penghinaan ini berkali kali lipat
__ADS_1