
" nak, aku sarankan kamu untuk menyerah saja selagi sempat, aku tak ingin menindas mu , akan sangat di sayangkan kulit mu yg putih itu apabila harus terkena goresan oleh kedua Kampak ku ini" terdengar suara dari si laki laki yg bertubuh besar itu berkata kepada awan
mendengar kata kata dari pria yg berbadan besar itu, awan kini sadar bahwa lawannya nanti adalah laki laki itu
" tuan muda, sepertinya dia terlihat tidak normal, lihatlah dari cara dia menatapmu, sepertinya dia itu pecinta semana jenis " Soka mencoba mem buli awan melalui sikap pria berbadan besar itu
"hii..hii..sepertinya tuan muda kita cukup populer di kalangan pria saat ini " terdengar suara dari Sera yg tertawa kecil melihat awan yg menjadi sedikit terganggu dan terkejut oleh omongan Soka tadi
"sudah sudah ! " awan pun tak meladeni mereka berdua lagi dan kembali ke tempat duduknya semula
.......
"karena semua peserta telah mendapatkan nomor yg telah di bagikan, sekarang mari kita mulai pertandingan ini, para peserta akan bertarung berdasarkan nomor urutan yg telah mereka dapatkan, mulai dari peserta yg mendapatkan nomor urut satu dan begitu lagi seterusnya,pertarungan ini akan di akhiri apabila salah satu dari peserta tak dapat melanjutkan pertandingan atau mengaku kalah " pelayan yg di tunjuk oleh Erwin sebagai pembawa acara menjelaskan cara bertarung yg akan mereka ikuti
dan tanpa basa basi lagi, seorang pria yg mendapatkan nomor urut satu maju ke tengah arena yg cukup luas yg telah di sediakan oleh Erwin sebelumnya
" saya bernama Luis ,saya berasal dari perguruan shoulin di barat kota "
dan setelah pria yg bernama Luis itu berada di arena yg telah di sediakan, pria kedua yg mendapatkan nomor urut satu lainya dengan gesit maju menuju arena
" perkenalkan , nama saya linghua, saya berasal dari barat kota, saya merupakan petarung bebas , saya berharap dapat bimbingan dari senior " seorang pria yg terlihat masih muda telah maju dan bersiap bertukar pukulan di babak pertama ini
" karena saudara terlihat lebih muda dari saya, saya akan membiarkan saudara mengeluarkan tiga jurus , jika saudara bisa membuat saya mundur setelah jurus yg ketiga, saya akan mengakui kekalahan saya " ucap Luis yg begitu percaya diri dengan kemampuan nya itu
" haa.. haa... terimah kasih atas kebaikannya senior, saya harap senior bersiap menerima serangan pertama dari saya " ucap linghua
linghua yg merupakan petarung bebas yg berlatih di gunung, terbiasa bertarung mengandalkan kekuatan fisik nya
linghua pun maju dengan kecepatan penuh dan menerjang Luis yg belum sempat membuat pertahanan , hasilnya , Luis yg belum siap itupun terpental oleh tendangan kuat yg menghantam dadanya
melihat kejadian itu, semua kultivator yg menyaksikan menjadi tertawa terbahak bahak
__ADS_1
" haaa "
"haaa "
" haaa "
"dasar bocah sialan, aku belum siap! , kenapa kamu menyerang secara tiba tiba dan tidak menungguku membuat pertahanan dulu " terdengar suara dari Luis yg begitu emosional dan terlihat kesal
" m... maaf .. maafkan saya senior, saya tak tau kalau senior belum siap , apakah bisa kita ulang kembali" ucap linghua yg terlihat berbicara polos
" sudah sudah.. aku mengaku kalah saja " Luis yg terlihat kesakitan mencoba bangkit dari tanah sambil memegang dada sebelah kirinya dan segera keluar dari arena karena rasa malu, dan akhirnya pertandingan pertama berakhir begitu saja
" tuan muda, laki laki yg bernama linghua itu tak sesederhana yg terlihat, jika nanti tuan muda berhadapan dengan nya, aku harap tuan muda tak meremehkan nya seperti biksu tadi " sahut Sera yg melihat dari sudut yg berbeda
" hmm baiklah, pertandingan ini di menangkan oleh saudara linghua, dan untuk selanjutnya , kita akan "
sebelum pembawa acara menyelesaikan perkataan nya,
" haa.. haa... ternyata peserta kita ini sudah tak sabaran lagi untuk unjuk gigi di depan kita semua" ucap pembawa acara melanjutkan ucapannya yg terhenti
" perkenalkan , nama saya Willi , saya merupakan murid utama dari perguruan kolam dara" ucap seorang pria dengan gaya rambut yg di kuncir itu dengan elegan
setelah pria berambut di kuncir itu memperkenalkan diri, seorang pria dengan badan yg cukup tegap berjalan menuju ke arena dengan santainya , pria itu membawa sebuah pedang yg di tutupi dengan sebilah kain di pundaknya , aura nya cukup memberi tekanan ketika dia berjalan menuju ke arena
" saya bernama Johan, saya merupakan murid dari sebuah perguruan di ujung laut barat " begitulah pria ini memperkenalkan diri
"sepertinya aku perna mendengar tentang pria ini, konon kabarnya pria ini merupakan cucu dari sesepuh yg sangat terkenal di laut barat , dan untuk pedang yg berada di pundaknya , itu adalah senjata sihir tingkat atas, aku tak menyangka, senjata itu akan secepat ini di serahkan kepada pria ini " ucap seseorang kultivator yg cukup mengenal sepak terjang dari perguruan yg berada di ujung barat itu
" apakah pedang milik pria itu sangat kuat, mengapa sepertinya orang itu terlihat sangat kagum dengan senjata yg berada di pundak laki laki ini " ucap awan yg cukup penasaran dan segera bertanya kepada Sera
" di benua ini senjata merupakan alat bantu bagi setiap pendekar, dengan adanya senjata, para pendekar bisa lebih muda meningkatkan daya serang mereka , dan untuk tingkatan senjata di bagi menjadi lima golongan , dari yg terbawa dan teratas di sebut, tingkat bumi, tingkat langit, tingkat raja dan tingkat dewa , dan untuk yg tertinggi di sebut tingkat kaisar , dan untuk senjata yg berada di pundak pria itu merupakan tingkat raja , tentu bagi sebagian banyak orang , senjata setingkat raja sudah merupakan senjata yg sangat langkah " ucap Sera menjelaskan
__ADS_1
" hhmm... terus senjata di pundak mu itu merupakan senjata kelas apa " ucap awan yg bertanya sambil memperhatikan senjata milik Sera yg selalu iya bawa kemana mana itu
" senjata ini bernama pedang angin, meskipun senjata ini tak berukuran seperti kebanyakan pedang lain nya,tapi senjata ini di buat khusus untuk ku oleh seorang penempa senjata hebat di dalam Clan , untuk tingkatannya, senjata ini berada di tingkatan dewa " ucap Sera sambil mengeluarkan pedang pendek itu dari sarungnya dan memperlihatkan nya kepada awan
" hhmm. sepertinya aku juga harus mempunyai satu yg seperti ini " ucap awan dalam hati
dan tak menunggu waktu yg lama, kedua peserta yg sudah berada di arena itu mulai bertukar serangan , terlihat mereka sudah bertukar tiga jurus dan belum dapat di tentukan siapa yg lebih unggul ,
" tak sia sia aku datang ke tempat ini, kali ini aku bisa bertemu lawan yg cukup hebat" ucap pria dengan gaya rambut di kuncir itu
" aku harap kamu bersedia mencabut pedangmu dan kita akhiri pertarungan ini dengan cepat" sambung pria berambut di kuncir dengan rasa percaya diri yg cukup tinggi
" kamu belum memenuhi syarat untuk ku mengunakan pedang ini " ucap Johan dengan nada merendahkan
" aku harap kamu tidak menyesali perkataan mu itu!"
dengan amarah yg meledak ledak, si pria berambut kuncir itu mengeluarkan jurus andalannya , angin di sekitar pria berambut kuncir itu mulai memadat dan membentuk sebuah tornado kecil yg mengelilingi tangan bagian kanannya, angin itu perlahan mengecil dan membentuk sebuah tombak yg cukup panjang
" ini adalah jurus andalanku, jurus ini mampu membunuh seorang kultivator tingkat Jin dengan muda, kalau ingin mencabut pedangmu, sekarang ini adalah kesempatan terakhirmu " ucap pria berambut kuncir itu
melihat lawan nya yg bernama Johan tak kunjung juga mencabut pedang yg berada di pundaknya, amarah si pria menjadi semakin besar, si rambut kuncir merasa sangat di remehkan, dan dengan kekuatan penuh, si pria berambut kuncir itu melompat terbang keudarah dan melepaskan serangan penuhnya kepada Johan yg juga sudah siap menunggu
Johan yg cukup sadar akan kekuatan yg di pancarkan dari serangan pria berambut kuncir itu, kini mulai mengepalkan tangan kanannya ke udarah, dari tangan kanan Johan, keluar energi chi yg cukup padat dan membentuk sebuah pedang dari aliran chi tersebut
dan ketika kedua serangan itu saling berbenturan, suara gesekan terdengar sangat memekak kan telinga , dan setelah saling bertukar serangan yg cukup sengit, kini terlihat kedua pria itu saling berdiri berhadapan satu sama lain,
" ternyata kamu sangat kuat, dengan kekuatanmu yg seperti itu, memang tak layak bagiku untuk membuatmu menggunakan pedangmu " ucap pria berambut kuncir itu sambil mengeluarkan darah segar dari mulutnya dan mengakui kekalahan nya kepada Johan yg tak begitu terkena dampak dari duel serangan tersebut
dan setelah pertandingan pertama dan kedua selesai, kini tibalah saat nya giliran awan...
........
__ADS_1
.......