
" apa kamu tau ini mobil apa, ini adalah mobil BMW , mobil ini harganya tiga miliar, dan itu adalah mobilku " dengan percaya diri Sony beranjak dari tempat duduk dan bersandar di depan mobil, sambil melirik dan memamerkan mobil BMW milik nya kepada Jeny
Soni merasa setelah Jeny mengetahui mobil BMW tersebut adalah miliknya, maka Jeny akan tertarik kepadanya, dan akan meninggalkan awan
Soni pun mulai mendekat ke arah Jeny dan berkata " bagaimana kalau kamu ikut kami saja,di mobil ini masih muat satu orang lagi, daripada bersama laki laki miskin itu , seumur hidupmu tak akan bisa mengendarai mobil yg semewah ini,
Jeny hanya tersenyum melihat tingkah Soni yg seperti itu sambil melirik ke arah awan
" sudah lah sayang, bagai mana mungkin dia tegah meninggalkan kekasihnya yg miskin itu, bagai mana kalau lelaki itu juga ikut, kan masih ada satu tempat yg kosong , yaitu bagasi haa.. haaa..." ucap Anita yg ikut bersorak dan meremehkan awan
" sayang , apa kamu mau ikut bersama mereka, kamu belum pernah kan naik mobil yg seharga tiga miliar itu, bagaimana kalau kamu coba merasakan sensasi naik mobil yg seharga tiga miliar " ucap awan kepada Jeny , dan Jeny yg mendengar itu mulai kembali tertawa kecil sambil menutup mulut nya dengan tangan bagian kiri
" ternyata kamu cukup tau diri juga, seharusnya wanita yg sempurna seperti ini hanya layak mendapatkan perlakuan yg istimewa, meskipun kamu sanggup membelikan nya tas, tapi apa kamu tegah melihatnya pulang hanya mengendarai taksi" Soni yg merasa harga dirinya telah kembali, kini semakin meremehkan awan
awan mulai memasukan salah satu tangan nya kedalam kantong celana bagian kiri ,dengan pelan dia berjalan dan meninggalkan Jeny dan Soni yg masih berdiri di sana , dan setelah beberapa meter melangkah " sayang, kamu mau pulang ikut aku atau ingin naik mobil yg seharga tiga miliar itu " ucap awan yg menoleh ke arah Jeny
__ADS_1
melihat Jeny yg masih berada di sampingnya, Soni sangat yakin bahwa Jeny akan lebih memilih ikut bersamanya , dia sangat yakin bahwa wanita seperti Jeny ini pasti lebih memilih laki laki kaya yg mempunyai mobil mahal seperti dirinya, ketimbang harus naik taksi, apa lagi jalan kaki . " haa haa.. benar seperti itu, lebih baik kamu tinggal disini bersamaku" ucap Soni sambil mengusap usap kedua tangan nya dengan riang
melihat awan yg pergi , Jeny pun ikut meninggalkan Soni yg terlanjur kegirangan duluan itu dan menyusul awan , Soni yg awalnya terlihat begitu senang, kini merasa begitu kesal melihat Jeny yg lebih memilih ikut bersama awan itu ," apa bagusnya laki laki miskin itu, selain memiliki wajah yg lumayan tampan, tak ada hal lain yg bisa dibandingkan dengan ku, tapi kenapa wanita secantik ini rela dan terlihat begitu tertarik padanya, trik apa yg telah dia gunakan " ucap Soni yg mengeratkan gigi dan berbicara dalam hati
" ais... tidak aku sangka, di zaman yg seperti ini masih ada wanita bodoh yg seperti dirinya, percuma saja mempunyai wajah dan penampilan yg bagus, tapi matanya sedikit rusak" ucap Sera yg heran melihat Jeny yg begitu bodoh menolak lelaki kaya seperti Soni dan malah memilih awan yg miskin itu
" mungkin saja wanita itu merasa kasian kepada laki laki itu.... , bisah juga dia sudah dibutakan oleh cinta hii... hiii " sahut aren yg tertawa
awan yg mendengar hal itu sama sekali tak peduli dan terus berjalan meninggalkan mereka sambil tersenyum , dan di susul oleh Jeny dari belakang . dan awan pun mengeluarkan kunci mobil yg berada di saku celana bagian kirinya
" a... apa.. apa.. aku tak salah lihat, ini tak mungkin kan, apa betul laki laki yg kamu bilang miskin itu yg barusan menyalakan alaram mobil ini " ucap Sena yg bertanya kepada Anita
"i.. itu.. aku juga tidak yakin, tapi dari yg terlihat memang benar " ucap anita, Anita sangat terkejut melihat bahwa mobil yg harganya melampaui imajinasinya itu di kendarai oleh awan
awan berjalan santai kearah mobil nya yg terparkir di samping mobil BMW milik Soni itu, karena pintu samping bagian kirinya begitu mepet, sehingga Jeny tak bisa memasuki mobil Aston Martin One-77 miliknya , awan terpaksa harus memundurkan nya sedikit dulu
__ADS_1
breeaaam...breeam .. breeeaam.. terdengar suara knalpot dari gas mobil Aston Martin One-77 yg awan kendarai , melihat mobil yg harganya begitu fantastis, dan bunyi knalpotnya yg begitu nyaring di telinga, mata semua orang yg menyaksikan tak bisa luput akan kekaguman terhadap mobil tersebut
ketika mobil Aston Martin One-77 yg awan kendarai keluar dari garis batas parkir dan bersiap untuk pergi, awan menekan sebuah tombol , ketika tombol itu di tekan, otomatis atap mobil terbuka dengan sendirinya , sekarang semua mata orang yg berada di sana tertuju kepada awan yg berada di dalam mobil itu, awan pun turun dari mobil dan berjalan kebagian kiri pintu mobil miliknya , " ratuku, mari silakan masuk " ucap awan sambil membukakan pintu kepada Jeny ,dan Jeny pun merasa ter sentu sekaligus malu , apalagi di perhatikan begitu banyak orang yg menyaksikan
" waaahh. beruntung sekali wanita itu, dia mempunyai pacar yg begitu romantis dan kaya , andaikan aku juga mempunyai pacar yg seperti itu " ucap seorang pengunjung yg melihat hal itu dengan rasa kagum sekaligus iri kepada Jeny
Soni yg menyaksikan hal itu, kini semakin terpukul dan begitu emosi, Soni kini baru menyadari , kenapa wanita itu tak kunjung tertarik kepadanya dan malah memilih bersama awan yg dia pikir miskin ,dan betapa merasa konyol nya dia ketika mengingat bahwa dia sempat membandingkan mobil nya yg seharga tiga miliar itu dengan mobil yg saat ini awan kendarai yg harganya berpuluh puluh kali lipat lebih mahal dari miliknya , dan untuk Anita, Anita masih tak percaya akan kenyataan yg ada di depan matanya , aren yg merasa kesal tak ada habisnya kini melimpahkan rasa kesalnya kepada Anita, jelas jelas bahwa laki laki itu sangatlah tampan dan sangat mapan, dan dia merasa pasti masih ada kesempatan andai tak mengikuti saran dari Anita itu dan ikut memprovokasi nya .
Soni yg terlanjur sakit hati melihat hal itu, kini tak lagi bisa menahan diri, Soni mulai mengambil tlpon nya dan menghubungi seseorang
ketika tlpon dari Soni mulai tersambung, " halo kak Wang, aku ingin meminta bantuan mu untuk membereskan seseorang, oh.. tenang saja, bayaran nya akan lebih besar dari biasanya " setelah Soni selesai menjelaskan rincian rencana ,dan memberi tau target nya kepada laki laki yg bernama Wang itu , Soni terlihat senang " tunggu saja, malam ini akan menjadi malam terakhirmu, jangan harap untuk bisa melihat matahari terbit lagi besok pagi ,dan untuk wanita mu, aku akan bermain hingga puas dengan nya nati , haaa haaa.."
""""""
"""""""
__ADS_1