
" haaa... haaa.. , awan oh awan, benarkan itu mamamu, kamu tidak akan menyangka hal seperti ini akan terjadi dalam hidupmu kan " Soni yg keluar dari mobil berjalan sambil bertepuk tangan menuju kearah awan" asal kamu tau, hal apa yg aku inginkan di kota ini, aku pasti akan mendapatkan nya "
"huu.... .. dimana wanita itu, oh.. ternyata dia ada didalam rupanya " sahut Soni yg menoleh kiri dan kanan mencari keberadaan Jeny
ketika Soni hendak mendekat kearah Jeny yg berlindung di dalam mobil, awan dengan sinis berkata " jika tangan mu sampai menyentuh pintu mobil itu, maka hidupmu akan berakhir saat itu juga " mendengar perkataan awan yg demikian, Soni merubah arah langkanya dan berjalan menuju kearah Awan berada " haaa... haaa... aku sudah banyak melihat tingkah dan perkataan orang orang sepertimu, tapi pada akhirnya mereka semua berlutut dan memohon untuk hidup mereka padaku dan apa kamu kira, apa kamu mampu mengalahkan sekian banyak orang ini "
melihat sikap awan yg tak merasa takut di kelilingi orang yg cukup banyak, Wang pun berjalan dan mendekati Soni dan berkata " tuan muda, aku lihat pria ini tak merasa takut sama sekali, melihat mobil dan pakaian yg dia gunakan, apakah tuan mudah sudah menyelidiki identitas pria ini sebelumnya " ucap Wang yg seketika tersadar, dan takut bahwa awan mempunyai latar belakang yg cukup kuat
tentu saja Wang tak ingin mendapatkan masalah dengan menyinggung orang yg tak sanggup dia singgung, apa lagi kalau orang itu merupakan anak dari keluarga yg besar, tentu saja masalah ini tak sanggup dia tanggung
" tenang saja, aku sudah cukup tau identitas dari bocah ini, dia hanya pria miskin dari desa, dan dia tinggal di kota ini hanya sebatang kara, apa yg membuatmu begitu ragu dan takut untuk berurusan dengan pria miskin dari desa sepertinya " ucap Soni yg merasa yakin , Soni hanya tau bahwa awan berasal dari desa dari cerita Anita , dan dia sama sekali tak memandang awan seperti orang yg berbahaya
mendengar kata kata dari Soni, Wang yg awalnya sedikit ragu, kini merasa lega dan tak merasa ada masalah lagi
" jadi bagaimana kita harus membereskan bocah ini tuan muda" tanya Wang kepada Soni
" lakukan saja seperti biasanya, dan ingat wanita itu harus menjadi milik ku, yg lain nya terserah mau kamu apakan " ucap Soni berkata
Wang yg telah mendapatkan perintah, kini bersiap untuk membereskan awan, Wang merasa cukup beruntung malam ini, selain bisa mendapatkan uang dengan muda, Wang masih akan mendapatkan hadiah tambahan, yaitu mobil yg awan kendarai yg harganya pasti akan mahal
dan untuk awan, awan hanya tersenyum kecil melihat sikap Soni dan lelaki yg bernama Wang itu, dalam hati awan berkata" kalau aku tak memberi pelajaran pada segerombolan serangga ini, mereka akan mengira aku ini gampang untuk di tindas "
" hai anak muda, apa kata kata terakhirmu " ucap Wang yg berjalan menuju kearah awan sambil memegang sebuah tongkat besi
__ADS_1
" kata kata terakhir ya, kalau begitu, aku hanya ingin kalian semua menjaga baik baik gigi kalian " ucap awan dengan suara pelan
" haaa... haaa.. anak muda, sudah mau mati masih saja berlagak, sepertinya kamu sudah tak sabar ingin bertemu raja akhirat " ucap Wang sambil memberi perintah kepada anak buah nya
mendapat perintah dari boss mereka, semua anak buah Wang berlari menuju kearah awan, masing masing dari mereka memegang tongkat besi dan siap menerkam awan yg terlihat lemah itu
Soni yg merasa semuanya akan berakhir dengan cepat, kini beranjak dan menuju kearah pintu mobil bagian kiri milik awan , Soni bersiap menikmati hasil tangkapannya kali ini " hee .. hee.. sayang, dimana kamu, kakak akan bersikap lembut padamu malam ini" ucap Soni dengan air liur yg keluar dari mulutnya dan mulai mendekat kearah pintu mobil bagian kiri
melihat Soni yg tak menghiraukan perkataannya sama sekali, dan masih berani mendekat kearah Jeny yg berada di dalam mobil, awan mengeluarkan energi chi yg berwarna biru dari ujung jari kanan nya, dan mengarahkan nya kearah tangan kanan Soni yg bersiap menyentuh pintu mobil bagian kiri miliknya itu
hiiaakk..... spontan tangan kanan Soni lepas dari tubuhnya dan berteriak kesakitan " a... apa.. yg telah terjadi , s... siapa yg melakukan hal ini " ucap Soni yg merintih kesakitan sambil memegang lengan kanannya yg telah lepas dan terjatuh di bagian jalan
melihat hal itu, anak buah Wang menjadi sedikit takut, dan menghentikan pergerakan nya " a.. apa yg kalian takutkan, dengan kita yg berjumlah sebanyak ini, tidak mungkin kita tak bisa mengalahkan bocah itu " ucap Wang yg mencoba memberi semangat kepada anak buahnya, Wang sebenarnya adalah orang yg paling merasa takut diantara begitu banyak orang, jadi Wang tidak ikut menyerang dan hanya memperhatikan situasi untuk saat ini
" dasar para serangga yg tak bisa melihat situasi, kalau kalian sudah tak sayang nyawa, kemari lah sekaligus, jangan buang buang waktuku " ucap awan yg mulai melangkah kan kakinya . merasa di remehkan dan merasa bisa menang dengan jumlah yg lebih banyak, para bawahan Wang mengepung awan dari depan dan belakang
" jangan merasa begitu sombong karena sedikit memiliki kemampuan, aku ingin lihat, bagaimana kamu menghadapi kami yg sebanyak ini " ucap pria kurus yg di selimuti tato di sekujur tubuhnya dari belakang tempat awan berada
"semut tetaplah semut, meskipun mereka bergelombolan ,mereka hanya tetap semut yg mudah untuk di injak" sebelum selesai menyelesaikan ucapannya, awan sudah membuat tumbang beberapa anak buah Wang yg berada di belakang nya itu dengan cepat, dan awan mengambil sebuah tongkat besi yg tergeletak di badan jalan, tampah sempat mendapatkan kesempatan menyerang,sebagian anak buah Wang yg berada di belakang sudah terkapar dan tergeletak di jalan
"aaahh.. kakiku , aaahh.. lenganku, " terdengar teriakan dari anak buah Wang yg terkapar di jalan dan merintih kesakitan
melihat hal itu, anak buah Wang yg masih tersisa di bagian depan,tampah sadar melepaskan tongkat besi yg sebelumnya mereka pegang, " k... kak... Wang, bagaimana ini, sepertinya pria itu tak mudah untuk dihadapi " ucap seorang bawahan Wang yg ketakutan melihat rekan nya yg tumbang dalam sekejap mata
__ADS_1
melihat para preman yg sebelumnya terlihat beringas dan cukup kejam itu merasa ketakutan, awan menusukan tongkat besi yg dia ambil sebelum nya ke bagian jalan, dengan satu hentakan tangan, tongkat besi itu menancap di bagian tengah jalan yg terbuat dari aspal padat itu , spontan semua orang yg melihat hal itu menjadi sadar akan kekuatan awan
awan pun berjalan dan mulai mendekati segerombolan preman yg tersisa itu dan berkata " siapa yg merasa tubuhnya lebih keras kemari , melihat hal itu, keringat dingin mulai bercucuran dari para anak buah Wang, mereka berlarian meninggalkan Wang yg tak sanggup lagi bergerak karena terlalu takut , tapi tentu saja awan tak membiarkan mereka pergi begitu saja,
"setelah menargetkan ku,kalian pikir kalian bisa pergi semudah itu " dengan satu gerakan tangan, awan mengeluarkan energi chi berwana biru itu dan mengarahkan nya kepada semua bawahan Wang yg mencoba kabur , dalam seketika ,semua anak buah Wang hangus terbakar dan hanya menyisakan abu
melihat hal itu, Wang menjadi semakin ketakutan, wajah nya menjadi pucat dan tubuhnya kini diselimuti keringat dingin ." a.. ampuni saya tuan, i... ini.. semua adalah rencana dari pria itu, s... saya hanya terpaksa mengikutinya "
"oh... jadi menurutmu, bagai mana aku mesti memaafkan mu setelah semua ini " ucap awan
" b... begini saja tuan, saya... saya akan membayar semua kerugian tuan ,di dalam kartu ini ada uang yg berjumlah 500 miliar, ini semua adalah hasil jeri paya saya selama bertahun tahun, s... saya harap tuan bisa melepaskan saya..
"hhhmm.. baiklah, karena aku lihat kamu begitu tulus ingin meminta maaf padaku, kali ini kamu aku lepaskan " sambil menerima kartu kredit pemberian Wang, awan berjalan kearah Soni , Soni yg masih merintih kesakitan karena kehilangan sebuah lengan, kini merasa ketakutan melihat awan yg berjalan kearah nya
"a... apa... apa yg ingin kamu lakukan, kamu jangan berani kesini, a... ayah ku adalah pejabat penting di kota ini, dan keluarga kami mempunyai koneksi di pemerintahan " ucap Soni yg begitu merasa takut
mengingat kemampuannya saat ini belum sanggup untuk berurusan dengan keamanan negara, awan bermaksud untuk melepaskan Soni untuk saat ini , dan Soni yg merasa berhasil membuat awan merasa takut setelah mendengar latar belakang keluarganya, kini mulai berani lagi " haa... haa... betul seperti itu, kamu yg hanya orang desa, harus sadar akan tindakanmu, bagaimanapun kamu mesti harus tunduk terhadap orang yg mempunyai status sosial sepertiku ini, cepat berlutut, dan biarkan aku membawa wanita ini, dengan begitu, aku mungkin bisa melepaskan mu dengan muda
mendengar semua perkataan itu, awan menjadi geram, awan mulai menendang Soni tepat di bagian dada, akibat tendangan itu , beberapa tulang rusuk soni menjadi patah, tak habis disitu, awan menginjak kaki bagian kiri Soni dan membuatnya menjadi lumpuh " awalnya aku masih ingin berbaik hati padamu, tapi aku tak mengira kamu tak tau malu sampai seperti itu" awan pun segera menaiki mobilnya dan pergi bersama Jeny meninggalkan Soni yg masih tergeletak kesakitan itu
"s.. sayang, apakah kamu membunuhnya a.. aku takut" sebelum Jeny melanjutkan perkataannya, awan dengan tersenyum berkata "aku tak menghajarnya dengan keras,aku hanya membuatnya lumpuh, dan dia terlihat cukup kuat, bagaimana mungkin dia mati semudah itu , ucap awan sambil melaju meninggalkan jembatan dan mulai memasuki kawasan kota itu
Wang yg merasa kesal dan merasa rugi begitu besar, kini mulai melampiaskan kekesalannya kepada Soni yg sudah tak berdaya " belum mati kau rupanya ha, kalau bukan karena mu, aku tak akan kehilangan uang dan begitu banyak anak buah ku" Wang terus menginjak injak Soni dalam waktu yg cukup lama, dan disaat dia mulai menyadari Soni sudah tak bergerak " m...mampus, apa yg telah aku lakukan, tak seharusnya aku membunuhnya " ucap Wang yg terduduk lemas di lantai menyadari Soni yg sudah tak bernyawa
__ADS_1
takut akan mendapatkan pembalasan dari orang tua Soni yg mempunyai sedikit pengaruh di pemerintahan ,Wang berencana melempar semua kesalahan ini kepada awan, Wang berencana melaporkan hal ini kepada keluarga Soni ,dan menuduh awan lah yg telah melakukan hal yg iya lakukan itu, dengan begitu, dendam nya pada awan juga dapat terbalaskan tampah harus bersusah payah