Mata Dewa Sang Awan

Mata Dewa Sang Awan
lawan yg layak


__ADS_3

awan dengan cermat menghindari setiap pukulan yg datang ke arah nya


melihat pukulan dari bawahan nya tidak mengenai awan sama sekali, Anso menyuruh semua bawahan nya menyerang secara bersamaan


" kalian semua, tunggu apa , cepat maju, buat bocah bau kencur itu babak belur "teriak Anso dengan keras


para bawahan Anso mulai menyerang awan secara bersamaan,


tapi dengan gesit, awan masih dapat menghindari serangan yg di lancarkan tujuh orng tersebut


melihat bawahan nya yg tak mampu menggores tubuh awan sedikitpun, Anso menjadi panik, Anso pun mulai meminta bantuan kakak sepupunya untuk membantunya memberi awan pelajaran


" halo kak, aku sedang di tindas orang,kakak datanglah kesini, bantu aku membalasnya " sahut Anso dengan nada yg sengaja di buat" "


" siapa orang gila dan tak takut mati yg berani mengusik mu di daerah ku ini " jawab kakak sepupu Anso yg terdengar dari tlpon


" bocah ini tidak berasal dari sini, dia sepertinya berasal dari kota, dan aku juga sudah menyebutkan nama kakak kepadanya, tapi dia sama sekali tak peduli " tambah Anso berkata untuk memanas kakak sepupu nya


" kurang ajar, kamu segera tunggu aku di sana, orng seperti apa yg tak takut mati itu " jawab kakak sepupu Anso berkata


setelah berhasil memanggil kakak sepupunya yg terkenal sadis tampah ampun itu, Anso seakan berada di atas angin ,


jelas saja, kakak sepupu Anso sedikit memiliki keterampilan bela diri, dan kakak sepupu Anso juga bernaung di sebuah organisasi yg cukup hebat di daerah tersebut


merasa para preman yg menyerang tak layak menjadi Sasak buat latihan jurusnya, awan pun berniat dengan cepat mengalahkan para preman tersebut dengan cepat,


awan berniat memberi kesan yg menakutkan kepada para preman kampung yg ada di sini, agar kelak mereka tak berani lagi membuat masalah di kemudian hari

__ADS_1


ketika salah satu preman itu melayangkan tongkat besi nya, awan sengaja mengulurkan lengan kirinya,


Taacc , terdengar suara benturan benda keras yg saling beradu, dalam seketika tongkat besi yg di pakai preman itu untuk memukul awan menjadi bengkok


melihat tongkat besi yg begitu keras menjadi bengkok di saat mengenai awan, preman itu menjadi panik, keringat dingin mulai bercucuran di kening nya


sedangkan preman yg lain nya menjadi sedikit takut untuk bertindak,


" apa yg kalian takutkan, sebentar lagi kakak sepupuku akan segera tiba, kalian semua cepat serang dia bersama " sahut Anso


bagi Anso ,dia sudah perna melihat hal yg serupa yg telah di lakukan kakak sepupu nya, bahkan kakak sepupunya bisa menendang beton hingga hancur hanya dengan mengunakan kaki nya saja , jadi Anso tidak merasa begitu kaget akan hal itu lagi


" baru mempunyai sedikit keterampilan saja sudah merasa hebat, tunggu lah kakak sepupuku tiba," sahut Anso berkata


anak buah Anso yg mendengar hal itu menjadi bersemangat lagi, mereka bersiap memukul awan mengunakan tongkat besi itu secara bersamaan


" giliran kalian semua sudah selesai, sekarang adalah giliran ku untuk memukul balik" sahut awan berkata


awan menendang salah satu dari preman itu hingga terbang beberapa meter, ada juga yg terkena pukulan dari tangan awan, hingga giginya rontok semua


melihat hal itu, bawahan Anso yg lain menjadi takut dan berniat segera kabur


tapi tentu saja awan tak memberi mereka kesempatan, ketika para bawahan Anso mulai lari satu demi satu


dengan gerakan yg begitu cepat awan menyusul mereka


awan menendang satu demi satu preman tersebut,

__ADS_1


terdengar suara yg begitu keras , suara itu terdengar seperti tulang yg lepas dan patah


setelah selesai membereskan bawahan Anso , awan pun melangkah menuju ke tempat Anso berada


Anso terlihat begitu ketakutan, Anso berjalan mundur hingga terduduk di tanah melihat awan yg telah mematahkan tulang kaki bawahan nya itu


" ja ... jangan mendekat, sebentar lagi kakak sepupuku akan datang, kamu jangan sesekali melakukan hal yg bisa membuat dia marah" sahut Anso yg begitu ketakutan sembari memperingati awan


" meski kakak sepupumu hadir disini, tidak akan ada yg bisa menyelamatkan mu dari kemarahan ku" sahut awan berkata


perkataan awan itu ternyata telah di dengar oleh kakak sepupu Anso yg baru saja datang,


" hai anak muda, kamu begitu berani berbuat dan berkata begitu di depan ku, apa kamu tau apa konsekuensi nya " tutur kakak sepupu Anso yg baru datang itu


" kakak, bajingan ini ingin merebut wanitaku, dan dia juga berniat mematahkan kakiku, tolong beri dia pelajaran untuk ku" sahut Anso yg begitu berani setelah melihat kakak sepupunya yg datang


mendengar kata" yg keluar dari mulut Anso ,awan dengan gerakan yg begitu cepat memijak kaki Anso hingga tulang nya patah


" kamu kira aku tak berani mematahkan kakimu meski kakak sepupumu berada disini" sahut awan dengan ekpresi yg dingin


melihat kaki Anso yg telah di patahkan oleh awan, kakak sepupu Anso pun dengan cepat melayangkan kaki nya ,berniat memberi awan pelajaran


awan dengan gesit nya menghindari serangan itu, awan pun memutar badan dan mencari tempat yg cocok untuk memulai pertarungan


kali ini awan sadar, lawan yg dia hadapi berbeda dari lawan" nya yg sebelumnya dia hadapi


kali ini awan bermaksud sedikit serius , awan tersenyum kecil, dia akhirnya bisa menemukan lawan yg sedikit layak untuk mencoba teknik yg telah dia pelajari

__ADS_1


"""""


"""""


__ADS_2