
" kurang ajar..... , siapa yg berani sekali membuat anakku sampai seperti ini, bahkan mayatnya pun sangat mengenaskan " terdengar emosi yg tak terbendung dari seorang lelaki yg merupakan ayah dari Soni, laki laki ini bernama Sam.
" Wang gendut, coba kamu jelaskan bagaimana anakku bisa bernasib buruk seperti ini ,kalau kamu tak memberikan jawaban yg memuaskan untuk ku, aku bisa pastikan, kamu dan keluargamu akan binasa " Wang yg mendengar hal itu ketakutan sampai sampai menelan air liur nya, dengan hati hati dan perkataan yg sudah disusun sepanjang perjalanan, Wang mulai bercerita kepada Sam yg merupakan orang yg cukup berpengaruh di pemerintahan , Wang mulai menceritakan dari awal Ingga akhir dengan sangat lancar, tentu saja kata kata Wang tak semuanya seperti kronologis kejadian, banyak hal dan kata kata yg Wang buat buat sendiri, agar Sam lebih percaya dengan cerita nya itu "begitulah kejadiannya tuan besar"
Sam yg mendengar cerita dari Wang tertegun untuk sejenak " hhmmm.... kalau benar seperti yg kau katakan, anak muda yg membunuh putra ku ini tidak lah muda untuk di hadapi "
" maaf sebelumnya boss, aku juga mempunyai kenalan yg sedikit mengerti soal sihir seperti ini , tapi untuk mengundang mereka turun dari gunung , pasti akan mengeluarkan harga yg tak sedikit " bawahan Sam teringat akan kenalan yg iya temui dan memberi saran kepada Sam untuk meminta bantuan nya
" baiklah, aku hanya ingin bocah itu di kuburkan bersama putraku , soal harga tidak jadi masalah bagiku " Sam pun meminta bawahannya untuk segera menghubungi orang yg iya maksud untuk datang menemuinya segera mungkin
" boss, kebetulan sekali, mereka sedang berada di kota ini untuk melakukan suatu hal , dan mereka bilang akan tiba paling lambat siang ini "
.............
" Soka, coba kamu hubungi nomor yg telah tertera di kertas ini, dalam waktu dua jam kita sudah akan memasuki kota " perintah seorang wanita paruh baya kepada Soka yg merupakan bawahan nya
__ADS_1
" nyonya, nomor nya telah tersambung " ucap Soka kepada wanita paruh baya yg merupakan nenek dari awan " sini berikan padaku, aku ingin sekali mendengar seperti apa suara cucuku ini " dengan tidak sabar si nenek merebut tlpon dari Soka
" halo... halo... kenapa tak ada suara, apa tlpon ini sudah rusak, Soka ... coba kamu periksa " hhmmm.... ini belum diangkat oleh tuan muda , jadi tentu saja suaranya tidak ada " ucap Soka yg tertawa melihat tingkah dari majikanya yg tak perna iya lihat seperti ini sebelumnya " uuumm.. kenapa tak di angkat, apa putriku lupa memberi tau bahwa aku akan tiba hari ini kepada cucuku itu " dengan sedikit rasa kecewa si nenek terlihat bersedih
" maaf nyonya, mungkin tuan muda ada kesibukan lain, hingga dia tak mengangkat tlpon nya " melihat majikannya bersedih sampai seperti itu, Sera yg merupakan salah satu pengawal terbaiknya mencoba menghibur " apa menurut kalian berdua aku ini tak lebih penting Dimata cucu ku itu "
"Bu... bukan begitu maksud saya nyonya " apa tadi aku salah bicara, ucap Sera
" nyonya, ini tlpon nya telah tersambung kepada tuan muda " dengan sigap Soka memberikan tlpon yg telah tersambung itu kepada majikannya
" halo.."
" apakah ibumu tak memberi tahu mu, bahwa ada yg akan menemui mu hari ini "
"oh... iya , maaf, ibu sudah berpesan, bahwa kerabat dekatnya akan berkunjung hari ini ,maaf sebelumnya karena aku kelupaan, "
__ADS_1
"hhmm.. apakah ibumu sudah bilang, kerabat yg mana yg akan berkunjung itu ke tempatmu ?"
"ibu hanya mengatakan bahwa yg akan berkunjung adalah orang terdekatnya sewaktu di perguruan, tapi ibu tak mengatakan bahwa itu siapa, oh.. iya , posisi anda sekarang dimana, biar saya segera menjemput anda "
" tak usah repot repot, kamu kirimkan saja alamat mu, biar kan saja kami yg menemui mu di sana " setelah berbicara cukup pajang lebar, awan pun mengirimkan alamatnya kepada si nenek , dan si nenek menyerahkan ponsel kepada Soka , dan menyuruhnya untuk mencari alamat yg awan telah kirimkan
" menurut alamat ini, seharusnya berada di pinggiran kota, dan aku cukup tau akan tempat ini " Soka yg pernah turun gunung merasa sedikit familiar dengan alamat yg awan kirimkan kepadanya , jadi tak begitu sulit baginya untuk menemukan alamat yg awan berikan
" haa.. haa.. tak sia sia aku membawamu bersamaku, ternyata kamu sangat bisa diandalkan" ucap si nenek dengan girang sambil menepuk tepuk pundak Soka
Soka merupakan seorang wanita yg baru saja menjadi murid inti bagian dalam di perguruan petir langit ,meskipun usianya terbilang cukup muda, Soka mempunyai bakat yg lumayan cukup berbakat , dan karena pengalaman nya yg perna turun gunung ke kota yg awan tempati saat ini, mangka dia sengaja diajak oleh nenek awan sebagai penunjuk arah , dan untuk Sera, sera adalah murid sekaligus pelayan pribadi dari nyonya yg merupakan istri kepala sekte itu, kemampuannya tidak perlu di pertanyakan lagi, dan usianya tak jauh berbeda dari Soka
.......
" sepertinya aku mesti sedikit harus merapikan kamar ini, tak baik kedatangan tamu dengan keadaan kamar yg berantakan seperti ini" awan yg hanya tinggal sendiri di rumah yg saat ini iya tempati, berniat sedikit berbenah , dan setelah beberapa saat awan merasakan ada semacam aura yg cukup mengancam kearah nya
__ADS_1
" ada apa ini, kenapa aku merasakan hawa membunuh yg begitu pekat sedang menuju kearah ku "
.........