Mata Dewa Sang Awan

Mata Dewa Sang Awan
sosok yg tak bisa di singgung


__ADS_3

beberapa saat sebelumnya


" nyonya , tak lama lagi kita akan sampai di alamat tempat yg tuan muda telah kirimkan, aku merasa sangat penasaran, seperti apa rupa dari tuan muda ini" Soka merasa cukup penasaran dengan rupa awan yg belum pernah iya temui , dan begitu juga dengan Sera


" huu... dasar dua wanita udik, ... sebagai seorang nenek, tentu aku lebih penasaran seperti apa sosok dari cucu ku ini, dari kecil hingga sekarang, aku hanya mendengar kabarnya dari kejauhan,tampah pernah tau rupa dari mereka berdua seperti apa , tapi kenapa seolah olah rasa penasaran kalian lebih besar dariku " nenek awan langsung menyela omongan dari Soka yg terlihat lebih penasaran dari pada dirinya itu


" hee... hee.. m... maafkan saya nyonya, saya hanya terbawa suasana" Soka yg tak mengira ucapannya itu membuat si nenek merasa tersaingi,


" sudah ....... sudah " belum sempat si nenek melanjutkan omongannya


" hhmm.... aku merasakan ada aura membunuh yg cukup pekat dari arah depan, cepat tambah kecepatan kalian berdua, aku merasa aura itu berada di tempat yg Soka katakan , sepertinya terjadi pertarungan di depan sana , dan samar samar aku merasa aura yg cukup familiar mulai melemah dari tempat itu" si nenek merasa kuatir akan terjadi hal buruk di hari kunjungan nya yg pertama kali ini , mangka dari itu, dia bergegas maju duluan dan menuju kearah Awan berada, dan di susul oleh Sera dan Soka dari belakang


tak merasa nyaman di dalam hati dan takut hal buruk menimpah cucu yg belum sempat iya temui , si nenek mempertajam indrah penglihatannya , si nenek mulai mengeluarkan mata batin untuk melihat apa yg sebenarnya terjadi


" siapa dua pria yg berpakaian hitam dan putih itu, dan kenapa mereka ingin menganiaya laki laki muda yg sudah lemas tak berdaya ini, oohh.. tunggu.. sepertinya laki laki muda itu sangat mirip dengan putriku, apa jangan jangan laki laki muda itu adalah cucuku ! " dengan menambah kecepatan geraknya, si nenek bergegas menuju dan ingin menyelamatkan awan yg terlihat sangat tak berdaya " kalau seperti ini aku takut, sebelum aku sampai, akan terlambat untuk menolong nya"


si nenek akhirnya mengeluarkan sebuah jurus yg dapat menekan lawan dari kejauhan, dengan jurus ini, lawan yg berada di radius tertentu akan sulit untuk bergerak, dan tentu saja si nenek sangat marah sekali melihat keadaan cucu yg iya ingin temui dalam keadaan seperti itu, tak bisa membendung amarah nya yg memuncak, si nenek tampah sadar mengeluarkan tekanan yg sangat kuat, dari jarak yg cukup jauh, kedua pria itu dapat dengan jelas merasakan aura mematikan dari si nenek

__ADS_1


"a... apa... apa yg telah terjadi, k... kenapa aku seakan di tekan oleh kekuatan yg sangat besar, r... rasanya aku bisa mati kapan saja " Yang yg sudah ditekan oleh aura yg begitu kuat, tak sanggup untuk melanjutkan niat nya untuk menghabisi nyawa awan


YIN yg merasakan firasat buruk ingin melarikan diri, tapi di bawah tekanan yg sangat kuat seperti ini, bahkan untuk menggerakan jari pun seakan sudah tak sanggup, " s... siapa yg mempunyai hawa mematikan ini, d... dan sepertinya ini memang di arahkan untuk kita berdua, o... orang hebat mana yg telah kita singgung sebelumnya .


YIN dan YANG tak sanggup untuk melarikan diri dibawah tekanan yg begitu kuat ini, jadi mereka hanya bisa menunggu orang yg memancarkan aura itu datang dan menanyakan akan maksud dan tujuan nya , dan tak lama berselang, wanita paru baya yg merupakan nenek dari awan telah tiba di tempat yg mereka tujuh, si wanita paru baya itu berjalan pelan Tampa suara sedikitpun, dan menuju kearah awan yg terbaring " s... siapa wanita ini, k.. kenapa aku tak bisa merasakan tingkatan kultivasi nya sama sekali " YIN yg terkejut hanya bisa melihat wanita itu berjalan menuju kearah awan tampah bisa berbuat apa apa


" k... kita lihat saja dulu situasinya, mungkin saja wanita ini hanya sekedar lewat dan tertarik oleh pertarungan yg kita sebapkan sebelumnya " YANG hanya bisa membuat kesimpulan seperti itu untuk sementara


si nenek terus berjalan kearah awan yg suda terkapar di tanah dan terlihat lemas itu dan tak menghiraukan dua pria lainnya, dan untuk memastikan laki laki muda ini adalah cucunya, si nenek menempelkan dua jarinya kearah kening awan ,dan setelah memastikan lelaki muda ini adalah orang yg iya ingin temui, dengan cepat si nenek mengeluarkan sebuah eleksir dan memasukan nya kedalam mulut awan untuk menghilangkan racun yg ada di dalam tubuhnya , dan kemudian si nenek berbalik melirik dua pria berbaju hitam dan putih itu dengan sangat cepat, dengan amarah yg memuncak, tubuh dari si nenek memancarkan aura membunuh yg sangat menakutkan


" siapa ... siapa diantara kalian yg telah mencelakai cucu ku sampai seperti ini " dengan suara yg begitu kesal, si nenek ingin mencari tau siapa dari dua laki laki ini yg telah membuat cucu nya itu menderita.


dan tak lama berselang, Soka dan Sera akhirnya berhasil menyusul dan sampai di tempat awan berada, melihat keadaan yg sudah begitu rumit, Sera hanya bisa bertanya kepada majikannya " maaf nyonya, apa yg terjadi disini, dan siapa dua pria ini " melihat dua wanita muda yg baru datang dihadapannya, YANG dan YIN semakin terkejut " s... siapa lagi dua wanita ini, dengan usianya yg masih begitu muda, kultivasi nya sudah berada di level yg tak bisa kita bayangkan " ucap YANG yg semakin panik akan sosok dari dua wanita itu


" mereka berdua adalah pria yg ingin mencoba mencelakai cucuku" mendengar ucapan dari majikannya, Soka tampa menunggu perintah dari tuan nya , dengan sangat cepat sudah berada diantara YIN dan YANG, dengan ekpresi yg sedingin es, Soka langsung mematahkan lengan dari salah satu mereka .


kraak .... terdengar suara ketukan tulang yg patah dari lengan YIN , YIN yg mendapatkan lengan nya patah dalam sekejap, tak sempat berbuat apa apa dan hanya bisa berteriak menahan rasa sakit , dan untuk YANG, YANG hanya terdiam tak bersuara menyaksikan lengan dari rekan nya itu patah , YANG tak menyadari gerakan dari Soka yg tiba tiba sudah ada di sampingnya , bahkan dia tak menyadari kapan wanita muda itu mematahkan lengan YIN

__ADS_1


Sera yg lebih terlihat tenang, kini berjalan kearah YIN dan YANG berada " dari perguruan mana kalian berasal, berani sekali kalian mencelakai tuan muda kami " mendengar ucapan dari Sera, YIN dan YANG baru tersadar akan status Awan yg sebenarnya , mereka tersadar, sosok dari orang seperti ini tak seharusnya mereka singgung, apalagi berniat membunuhnya " k... kami.. kami.. berdua berasal dari perguruan BANGAU HIJAU di pinggir gunung " YANG hanya berharap ketika ketiga wanita ini mendengar nama perguruan BANGAU HIJAU , mereka akan membiarkan mereka pergi "hhmm aku tak perna mendengar perguruan ini, Soka! , apa kamu tau perguruan ini" Sera yg tak tau mencoba menanyakannya kepada Soka. " ya aku perna dengar di bagian luar kota ini ada beberapa perguruan kecil seperti ini, mungkin mereka adalah salah satunya " ucap Soka


" tak peduli mereka dari perguruan mana, cepat bunuh yg berbaju putih itu, dan untuk yg berbaju hitam ini, patah kan kedua kaki nya, lalu paksa dia menunjukan di mana letak sekte nya itu" mendengar ucapan dari majikannya, Sera tampah pertanyaan lagi langsung membunuh YIN di tempat dengan mengunakan pedang yg berada di tangan nya , YIN mati tampa sempat berbuat apa apa , dan untuk YANG, kedua kakinya di potong mengunakan sebilah pedang yg berukuran cukup panjang itu


" b... beraninya kalian melakukan ini, tunggu... tunggu saja ketua sekte ku akan membalaskan ini " YANG hanya bisa pasrah dengan keadaan yg iya terima kali ini dan melihat kedua kakinya di patahkan begitu saja "tenang, saja, sebentar lagi semua anggota Clan mu akan mendapatkan nasib yg sama denganmu " Sera yg mendengar perkataan dari YANG langsung memberi tau niat nya untuk membiarkan YANG hidup untuk sekarang


" a... apa.. jadi kalian bermaksud ingin memusnahkan sekte ku " YANG menjadi semakin ketakutan mendengar ucapan dari Sera, YANG tak menyangka mereka akan sekejam itu, sampai sampai berniat memusnakan sekte nya sekaligus , tapi yg tak berani menganggap omongan mereka itu hanya angin lalu, dengan tingkatan kultivasi yg seperti itu, cukup satu dari mereka sudah cukup memusnakan seluruh sekte setingkat dengan sekte nya saat ini , YANG hanya merasa menyesal telah menerima misi ini, karena tindakan nya, bukan hanya dia dan rekanya yg menjadi di rugikan, bahkan sekte nya pun terancam musnah


" Sera, Soka, kalian pergilah bersama pria itu, musnahkan semua anggota sekte nya, jangan biarkan satupun dari mereka yg berhasil lolos , dan untuk keluarga HUANG yg mereka katakan, biar aku saja yg akan berkunjung ke sana " si nenek bermaksud menghabisi keluarga Huang itu dengan tangan nya sendiri, agar kelak tak ada lagi kejadian yg seperti ini terjadi pada cucu nya itu


Soka dan Sera segera pergi menuju ke bagian luar kota untuk melakukan tugas yg mereka terima, dan setelah mereka pergi, si nenek membawa awan masuk ke dalam rumah , setelah menempatkan awan di tempat tidur, si nenek bergegas pergi menuju ke kediaman keluarga Huang


" berani mencelakai cucuku, akan ku musnahkan semua keluargamu, bahkan dewa pun hari ini tak akan bisa menyelamatkan mu " dengan emosi yg berapi api ,si nenek terbang menuju kearah yg telah di tunjukan oleh YANG, dan siap memporak porandakan keluarga itu



.........

__ADS_1


.........


__ADS_2