
" ayah , apakah ayah melihat awan, kulihat di kamar nya saat ini, dia tidak berada di sana " tanya Jeny
" kamu ini, dia itu bukan anak kecil lagi, mungkin saja dia keluar sebentar untuk menghirup udara segar, kalian yg belum menikah saja , kamu sudah begitu antusias terhadap nya " ucap ayah Jeny
" aku tak mau lagi bicara dengan ayah " ucap Jeny yg ngambek mendengar ucapan dari ayahnya
" haa haa anak muda , mengingatkan ku pada masa seumuran kalian saja " sahut ayah Jeny
mendengar ucapan dari ayahnya itu, Jeny sebenarnya begitu senang, dalam arti kata, ayahnya sudah memberinya izin untuk menjalani hubungan dengan awan
" halo paman, maaf tadi aku keluar sebentar dan tidak memberi tahu pada kalian " ucap awan yg baru masuk dari pintu depan itu
" haa haa jangan begitu sungkan, hanya saja aku baru melihat putri ku Jeny yg dari tadi mondar mandir mencari mu " ucap ayah Jeny
" baiklah paman, kalau begitu aku akan menemuinya dulu" ucap awan
awan pun melangkahkan kakinya menuju ke ruang tamu tempat Jeny berada
dengan diam diam awan memperhatikan tingkah laku Jeny yg sedang asyik termenung ,
" apa yg sedang di pikirkan gadis ini, pipinya begitu memerah, ekspresinya kelihatan begitu senang " ucap awan dengan suara pelan sambil melirik ke arah Jeny
" hai gadis manis, apa yg membuatmu begitu bahagia , sampai sampai pipimu merona begitu, hal kotor apa yg sedang kamu bayangkan " ucap awan yg berjalan memasuki ruang tamu itu
" haaiis.. .kamu kira aku sedang memikirkan hal kotor yg seperti apa, kamu saja yg berpikiran berlebihan " ucap Jeny mencoba menutupi
" sudah waktunya makan malam, aku baru saja ingin memanggilmu untuk mengajak makan bersama, tapi aku tidak melihatmu berada di dalam ruangan mu " ucap Jeny
" ya tadi aku keluar sebentar untuk menghirup udara segar di luar " jawab awan sambil tersenyum
__ADS_1
merekapun segera menuju ke ruangan makan, terlihat ayah Jeny telah menunggu mereka di sana
" ini apakah paman yg memasaknya, ini terlihat sangat begitu lezat " ucap awan memuji
" haa haa ,bukan, ini bukan paman yg membuatnya, ini semua di siapkan oleh Jeny, dari pagi hingga sore hari dia begitu sibuk memasak semua ini untukmu, coba kamu perhatikan dapur yg begitu berantakan di sana, itu semua di sebabkan oleh dia " sahut ayah Jeny sambil menunjuk ke arah dapur yg terlihat cukup berantakan
" ayah... . lain kali aku tak akan memasak lagi untukmu " ucap Jeny yg begitu tersipu malu
" waaah , aku tak mengira, gadis yg kelihatan begitu manja seperti ini juga bisa membuat hidangan yg begitu enak, pasti orang yg menjadi suaminya kelak begitu beruntung " ucap awan memuji
melihat awan yg sangat menyukai masakan nya, Jeny merasa puas dengan usahanya itu
tok tok tok, terdengar suara orang yg mengetuk pintu dari luar
" sebentar , aku akan membukakan pintu dulu" ucap Jeny yg berdiri menuju pintu utama
ketika pintu di buka, terlihat sesosok Bara yg berdiri di situ, dan bara pun menyapa , Jeny pun mempersilakan Bara untuk masuk kedalam
" mari, silakan duduk, mari kita makan bersama " ucap ayah Jeny
bara hanya terdiam, dan menatap kearah awan
" tidak apa apa, mari kita makan bersama" ucap awan sambil mengelap mulutnya mengunakan tisu
mendengar ucapan awan yg demikian, Bara baru memberanikan diri untuk duduk di kursi tersebut
" mari, silakan di nikmati, jarang jarang putriku membuat menu yg seperti ini " ucap ayah Jeny
mendengar ucapan dari ayahnya Jeny, Bara pun memperlihatkan kemampuannya yg lain , bara mengunyah sedikit daging yg iya cicipi dan berkata
__ADS_1
" waa.. sungguh daging yg lembut, begitu di kunyah terasa meleleh di dalam mulut, aku tidak menyangka nona muda ini begitu berbakat di bidang masakan, aku sangat yakin, tuan mudah awan pasti beruntung memiliki istri seperti ini kelak nya " ucap bara yg sebenarnya menggigit daging yg terasa keras itu
mendengar ucapan bara yg demikian, spontan Jeny dan awan menyemburkan air kearah muka Bara secara bersamaan
" maaf, ucap Jeny,
awan pun hanya terdiam tampah suara sedikitpun
setelah selesai makan, mereka segera kembali ke ruang tamu
" tu.. tuan muda, aku lihat kultivasi mu meningkat dengan begitu cepat, baru tadi siang tingkatan mu masih berada di tahap yg sama dengan ku, sekarang kamu sudah melakukan kemajuan yg besar dalam beberapa jam saja " ucap bara yg terlihat begitu kaget dengan perubahan tingkatan awan yg berubah begitu cepat
" jurus yg aku pelajari tidaklah sama dengan kebanyakan kultivator yg ada, jadi ini baru awal permulaan nya saja " ucap awan
" begitu kah tuan muda, pantas saja kemampuanmu begitu hebat " puji bara
" tuan muda, aku akan langsung saja ke intinya, pada pertemuan kali ini, pemimpin dari organisasi kami juga akan hadir, dan juga para petarung dari berbagai golongan juga akan ikut serta dalam pertemuan kali ini, aku juga tak begitu paham pada perubahan yg ada saat ini " ucap bara
" terus apa yg kamu takutkan , apakah kamu berniat mundur " ucap awan
" t.. tidak tuan muda, aku sudah menunggu waktu yg cukup lama untuk saat ini, apapun hasil yg aku dapat nantinya, aku sudah memutuskan untuk ikut bersama tuan muda ke depannya " jawab bara
" baguslah kalau kamu sudah memutuskan niatmu itu, aku akan pastikan, malam ini kamu akan mendapatkan apa yg kamu inginkan, dan aku akan menunjukan padamu, bahwa pilihanmu untuk mengikuti ku ini adalah sebuah keputusan yg tepat yg perna kamu ambil " ucap awan dengan percaya diri yg tinggi
malam pun semakin larut, waktu yg sudah di tentukan tinggal beberapa saat lagi, bara dan awan berpamitan kepada Jeny dan ayahnya , dan tentu saja awan tak menceritakan apa dan kemana tujuan mereka yg sebenarnya kepada Jeny
awan dan bara pun segera memasuki mobil dan menuju ke tempat yg sudah di tentukan
"""""
__ADS_1
"""""