
setelah selesai dari urusannya dari kantor polisi,awan akhirnya memutuskan untuk segera pulang ke rumah.
tidak lupa sebelum pulang dia menyempatkan diri membeli mie instan di sebuah warung untuk makanannya nanti malam
sesampainya di rumah awan kembali teringat akan barang yang di berikan si nenek tua itu untuknya,
awan meraih sesuatu di kantongnya dan mulai mengeluarkan benda tersebut,ternyata si nenek tua itu memberinya sebuah giok yang berbentuk mata kepadanya,awalnya dia heran dengan giok itu,
apakah giok ini punya harga jual yang tinggi apa tidak,
walaupun dia bekerja di sebuah toko barang antik,tapi pengetahuannya akan seni giok masih minim,karena dia berkerja baru selama tiga bulan saja disana,
diperusaha'an tempat awan berkerja pun awan hanya mengabiskan waktu sebagai pengangkut barang dan hampir sama sekali belom perna melihat giok yang sudah diukir seperti ini
kebanyakan yang dia lihat masih lah bongkahan batu yang terselimuti dari luar
awan pun mengabaikan giok itu dan berniat akan menanyakan nya kepada mbak Juni ke esokan harinya di tempat kerja
"malam pun mulai tiba,awan yang gelisa takut Mbak Siska datang untuk menagih biaya sewa pun mulai berpikir"
seandainya Mbak Siska datang,awan berniat meyakinkan bahwa besok dia akan segera melunasi biaya sewa yang sudah tertunda setelah selesai mengurus kartu kreditnya dari bank.
__ADS_1
mbak Siska tidak kunjung tiba,awan pun mulai mengantuk dan seketika ketiduran
pada tidurnya malam ini awan bermimpi,
dalam mimpinya awan diusir oleh Mbak Siska dengan sadisnya, awan memohon kepada mbak Siska untuk memberinya waktu lagi untuk membayar tagihan sewa,
dan yang membuat awan lebih sedih, di dalam mimpinya Anita dan Soni juga ada di sana untuk menertawakan dirinya karena tidak sanggup bayar biaya sewa dan diusir dari rumah
hal itu membuat awan sedih,hingga sampai sampai tanpa sadar dia menangis dan mengeluarkan air mata
dalam mimpinya sesosok wanita yang cantik datang menghampirinya dan berkata" anak muda,mengapa kamu menangis"
"awan berkata Tampa memperhatikan siapa orang yang menghiburnya itu dan berkata,aku tidak apa apa,mungkin karena aku lemah dan miskin hingga aku bisa dihina dan di caci seperti ini"
"lalu wanita cantik itu berkata lagi kepada awan"
mulai hari ini hidupmu akan berubah,tidak akan adalagi penderitaan di dalam hidupmu
__ADS_1
lalu wanita itu memecahkan giok yang berbentuk mata itu dan menghembuskan nya ke mata awan
seketika mata awan terasa perih,mengeluarkan air mata yang begitu banyak,seakan akan matanya di congkil keluar dan di masukan lagi,rasa sakit itu terus berulang hingga membuat awan terbangun
seketika sadar,awan tidak merasakan ada yang aneh dengan kedua bola matanya, dia beranggapan itu semua hanya mimpi yang buruk.
ketika hari sudah pagi,awan bangun dan mendapatka kedua bola matanya terasa ada yang tidak beres, benar saja, pelipis mata nya mulai bengkak seolah olah habis di tonjok
lama ke lama'an semangkin besar,
awan pun lari menghadap kaca dan teramat kaget melihat apa yang dia lihat tanpa percaya keadaan matanya saat ini
awan pun mulai menelepon ke tempat dia berkerja dan memberi tau keadaan dia saat ini,dari mulai dompet yang hilang,hingga mata yang membengkak
akhirnya mbak Juni memberi dia cuti jangka beberapa hari,dan menyarankan untuk ke dokter dan mengatakan biaya rumah sakit akan di tanggungkan ke biaya perawatan kariawan( yang artinya kantor lah yang membiayai semua biaya tsb) karena awan sudah menjadi kariawan tetap di perusaan saat ini.
akhirnya awan pun legah mendengar hal itu,
karena waktunya masih pagi,awan berniat untuk istirahat dan tidur lagi, awan memutuskan untuk pergi berobat setelah jam makan siang saja,sambil berharap matanya bisa sedikit lebih membaik
""""
"""""
__ADS_1