Mata Dewa Sang Awan

Mata Dewa Sang Awan
kompetisi bagian 4 (selesai)


__ADS_3

setelah menunggu sekian lama, kini tibalah giliran Awan yg maju untuk menunjukan keahliannya.awan yg terlihat cukup tenang dan begitu percaya diri terus melangkah maju menuju arena yg telah di sediakan


" tuaaan muda,,,semangat" ucap Soka yg begitu antusias memberi awan semangat.


awan yg melihat dan mendengar teriakan Soka, hanya bisa menggeleng dan menepuk jidatnya karena sedikit malu dibuat oleh Soka yg terlalu memberi semangat yg berlebihan ,


awan yg lebih dulu sampai di arena ,kini mulai melihat dan memperhatikan lawan yg akan dia hadapi berjalan santai sambil menyeret dua Kampak yg begitu besar menuju kearahnya.


" hei bocah cantik,bagaimana kalua kamu mengaku kalah saja,melihat kulitmu yg begitu putih dan halus,aku tidak tegah untuk mengayunkan kampak ku ini kepadamu" ucap pria gemuk yg berbadan gempal itu memperingati awan


mendengar ucapan seperti itu keluar dari mulut pria berbadan besar itu, alis mata awan menjadi mengerut, awan menjadi sedikit kesal kepada pria itu yg terus mengagunya dan berkata seperti itu sejak pertama bertemu ,didalam hati awan berkata " apakah aku bunuh saja pria mesum ini,agar kelak tak perlu lagi melihatnya " tapi awan mengurungkan niatnya itu karena merasa hal itu terlalu berlebihan


ketika pertandingan akan segera di mulai, awan berniat untuk tidak terlalu serius menghadapi pria ini,dan awan berencana mengalahkannya setelah serangan jurus yg ke tiga, bagaimanapun awan jelas tau jarak antara kekuatan Meraka cukup jauh ,awan bisa saja mengalahkan pria itu dengan satu serangan ,tapi awan tak ingin terlalu mencolok ,agar nantinya lawan yg akan dia hadapi di babak selanjutnya tak terlalu waspada terhadapnya , namun hal itu berubah setelah mendengar teriakan dari Soka yg memprofokasi awan dari kejauhan


" tuan muda, awasi bokong mu, aku lihat pria mesum itu sangat tertarik dengan bokong mu .. ckckck "


mendengar perkataan dari Soka, semua orang yg hadir menjadi ikut tertawa terbahak bahak, di tambah lagi ekspresi dari si pria berbadan gemuk yg seakan akan terlihat seperti melihat awan seperti melihat lawan jenis nya, dan seakan ingin melahap awan saat itu juga, awan yg akhirnya menjadi kesal tak sanggup lagi menahan emosi dan mengeluarkan sebuah jurus di tangan nya Tampa sadar, petir mulai menyelimuti tangan kanan awan ,di tambah lagi dengan mata yg telah memancarkan cahaya berwarna keemasan yg dapat membuat waktu seakan bergerak lambat, dan dengan gerakan kilatnya, awan melayangkan pukulan keras kearah pria berbadan besar itu, malangnya si pria gemuk langsung terpental jauh hingga menghantam tembok Tampa sempat melakukan perlawanan ,akibat hantaman dan tubuh pria gemuk itu, tembok yg begitu besarpun hancur begitu saja


hal itu membuat para kultivator yg menyaksikan mulai memperhitungkan kembali akan keberadaan awan yg tak mereka anggap sebagai saingan sebelumnya. terlihat jelas di wajah seorang kultivator bahwa jurus yg awan gunakan merupakan jurus yg sangat mematikan, di tambah lagi gerakan cepat yg tak masuk akal itu , itu bisa membuktikan bahwa awan bukanlah kultivator yg lemah seperti yg dianggap kebanyakan orang sebelumnya


setelah pertandingan awan selesai, terlihat empat orng berpakaian jas berwana hitam yg rapi datang membawa tandu kearah pria berbadan besar yg terkapar itu, seorang diantara pria itu menganggukkan kepalanya kepada bison yg berdiri di samping Erwin, melihat anggukan dari bawahannya, bison yg awalnya terlihat tegang mulai menghela nafas karena merasa lega karena pria berbadan besar itu tak sampai mati di tempat kediaman pribadi Erwin , bagaimanapun ini hanyalah pertandingan untuk memilih kandidat, dan tak perlu sampai ada yg meregang nyawa di sini


awan yg merasa tindakan nya sedikit berlebihan, kini mulai melangkah kembali kearah tempat duduknya sebelumnya, meskipun tak terlalu memperhatikan, awan dapat merasakan mata dari sekian banyak orng yg tertuju kepadanya .


" kerja bagus tuan muda" sahut Soka


" teecak... "terdengar suara pukulan yg mengarah kearah kepala Soka dengan cepat, " bagus kepalamu, apa kamu lihat, karena candaan mu yg kelewatan, tuan muda kita hampir saja membunuh orang karena mu " ucap Sera yg menjadi kesal melihat Soka yg memprofokasi awan tadi

__ADS_1


" maaf.. maaf.. " ucap Soka yg hanya diam dan tak berani membalas pukulan Sera sambil memegang kepalanya yg benjol


"sudah.. sudah.. itu salahku sendiri yg tak bisa mengontrol diri " ucap awan melerai pertikaian sera dan Soka


dan setelah pertandingan awan, pertandingan selanjutnya di menangkan oleh Wira dari Clan cermin malam, dan Soori dari Clan pedang bintang,dan karena masih ada peserta yg masih belum bertanding, peserta tersebut berhak memilih lawan nya sesuai aturan yg telah di sepakati sebelumnya , dan itu juga adalah pertandingan terakhir untuk pertandingan kali ini.


" haiiiis.... ternyata giliran ku tiba juga, sudah saatnya aku mengerakkan otot-otot ku yg kaku karena terlalu lama menuggu" ucap pria kurus berambut panjang dengan sebua pedang di pundaknya


" ngomong ngomong siapa yg anda pilih menjadi lawan anda diantara peserta ini tuan" ucap pelayan yg di tunjuk menjadi juri itu berniat mempersingkat waktu


" bagaimana kalau aku saja yg menjadi lawan mu, karena kita sama sama penguna pedang tidak ada salahnya kita saling bertukar jurus " terdengar suara Johan yg menawarkan diri


"tidak, aku belakangan ini sedikit bosan mengunakan pedang, jadi aku ingin mencoba mengunakan tombak, dan kebetulan diantara kita ada yg mahir mengunakan tombak " ucap si pria kurus dengan cepat


si pria kurus ini tentu saja tak mau menghadapi Johan , dia jelas sadar akan kehebatan Johan dalam jurus pedang, dan di tambah lagi senjata Johan adalah senjata suci kelas tinggi bila di bandingkan pedang yg dia pakai saat ini, demi memilih lawan yg dia yakini cukup lemah,dan berharap menang dengan mudah, dia memilih Linghua yg di yakinnya cukup lemah diantara yg lain, dan kebetulan Linghua juga memakai tongkat sebagai senjata .rencana yg sempurna


" aku lihat jurus tombak mu cukup hebat,dan kamu juga sangat mahir dalam mengayunkan nya, aku kebetulan belakangan ini sedikit tertarik dengan ilmu tombak, jadi aku minta sedikit bimbingan mu , agar aku tau seberapa besar kemajuanku dalam tombak " ucap si pria kurus dengan rasa percaya diri .


"cih... dasar tak tahu malu, jelas jelas dia sedang mengincar yg terlemah diantara semua orang " ucap Soka yg menyadari trik licik pria kurus itu


" aku rasa pria itu akan sial, dia telah memilih lawan yg salah, di tambah lagi dia pasti meremehkan kemampuan bocah itu,tuan apakah kamu ingat ucapan ku sebelumnya " ucap Sera


" tuan muda, ini akan menjadi pelajaran penting untukmu kelak, kamu harus memperhatikan pergerakan dan pertandingan anak laki laki itu " sahut Sera memperingati awan


awan hanya diam dan mendengarkan Sera , awan ingin melihat apa maksud dari perkataan Sera itu


kedua petarung telah bersiap, kini si pria kurus mulai memperkenalkan diri, dari pertama hadir hingga sekarang, selain bison dan Erwin yg mengundang, semua kultivator lain tak ada yg tau nama dan julukan si pria kurus itu

__ADS_1


" perkenalkan semuanya, saya berasal dari selatan, saya bernama Toni , dan orang orang biasa menjuluki saya sebagai dewa pedang "ucap si pria kurus memperkenalkan diri dengan rasa bangga


"huup.....hup.... "Soka yg mencoba menutupi mulutnya untuk menahan tawa masih terdengar jelas, mendengar si pria kurus yg menjuluki dirinya sendiri sebagai dewa pedang, lantas membuat Soka tak bisa berhenti tertawa, walaupun sudah di tutupi tangan, suara tawaan Soka masih terdengar jelas di telinga si pria kurus itu


"apaa.. yg kau tertawakan ha.. yg memberiku julukan adalah musuh yg telah aku kalahkan dengan kemampuanku ,jangan seenaknya menertawakan aku seperti itu " ucap Toni yg begitu kesal mendengar tawaan Soka yg jelas meremehkan dirinya ,dia berniat menantang Soka demi harga dirinya dan menghiraukan pertandingan nya dengan Linghua ,akan tetapi niatnya terhentikan oleh aura kuat yg mendekat kearah Meraka yg terasa dari kejauhan


Soka yg tertawa kini mulai menghentikan tindakannya tersebut " Sera ?... apa kamu juga merasakannya " ucap Soka yg bertanya


" sepertinya hal yg aku kuatir kan datang juga " ucap Sera yg berdiri dan memandang kearah langit bagian Utara


tak lama berselang, di langit bagian Utara di penuhi beberapa kultivator yg berterbangan dan memancarkan aura membunuh yg begitu kuat, setidaknya ada sekitar lima belas petarung tingkat Jin akhir dan tiga orang berpakaian jubah hijau yg berada di tingkatan setengah dewa yg menuju kearah mereka


" tuan, apakah anda mengenal para kultivator ini,dan mengapa kultivator sehebat mereka bisa menuju kearah kita ,dan sepertinya mereka memiliki niat yg tidak baik " ucap bison yg merasakan tekanan dari aura kultivator yg menuju kearah nya itu


"aku juga tidak tau tentang hal ini" ucap Erwin yg terlihat panik


tak butuh waktu yg lama, tiga orang kultivator setengah dewa itu mendarat di dalam kediaman Erwin dan di susul belasan kultivator tingkat Jin akhir yg mengikuti di belakang ketiga pria berjubah hijau itu


dan tiba tiba seorang kultivator alam jin maju sambil memegang sebuah kristal pelacak roh yg terbuat dari tembaga dan berbetuk bulat dan berkata " tidak salah lagi tetua, wanita yg berpakaian hitam itulah pemilik aura yg tertinggal di sekte cabang kita " sambil menunjuk kearah Soka yg berdiri di samping kiri awan


mendengar perkataan dari bawahannya, seorang tetua yg berjubah hijau itu langsung maju beberapa langkah dan mengeluarkan aura kematian yg sangat kuat dan berkata kepada Soka dengan suara pelan tapi mencengkram " apakah kamu terlibat dalam peristiwa musnahnya sekte bangau hijau tempo hari "



""""""""


"""""""

__ADS_1


__ADS_2