
di sebuah villa di barat kota
" apa yg anak bodoh itu lakukan, padahal aku sudah bersusah paya mencarikan nya petarung hebat yg berpengalaman , tapi kenapa dia masih saja mencari petarung lain "
mendengar kabar dari seorang bawahannya yg berada di kediaman Erwin , kakek yg merupakan kepala keluarga sekaligus boss besar mafia elang hitam menjadi sedikit kesal, bagaimana tidak, kakek nya ini telah menghabiskan uang dan usaha yg tak terhitung jumlahnya hanya untuk mengundang empat petarung hebat dari berbagai kalangan itu hanya demi membantunya. kakeknya kuatir, dengan adanya Erwin mengundang petarung yg lain, para kultivator yg dia undang susah paya itu akan merasa di remehkan dan tak akan mw lagi ber pratisivasi untuk mendukung Erwin kelak.
lalu si kakek memutuskan segera menuju ke villa pribadi Erwin untuk menasehatinya, sekaligus melihat orng seperti apa yg telah dia undang untuk menggantikan orng orng yg telah dia pilih itu
di villa pribadi Erwin
" tuan muda, saya mendapat kabar, bahwa tuan besar akan menuju ke sini, sepertinya dia sedikit kesal dengan apa yg tuan muda lakukan saat ini"
bison yg cepat mendapat kabar kedatangan kakeknya itu segera menyampaikannya kepada Erwin
" biarkan saja, aku cukup kesal dengan sikap para kultivator yg kakekku undang tempo hari, mereka sama sekali tak memandang wajahku dan hanya bisa meremehkan ku, aku ingin buktikan pada mereka, bahwa tanpa bantuan dari mereka, aku pasti bisa memenangkan kompetisi ini dengan orang orang yg aku pilih dengan tanganku sendiri "
Erwin merasa pertemuan tempo hari sangat terlihat bahwa kultivator yg diundang oleh kakeknya itu sama sekali tak memberinya wajah, mereka hanya bergerak oleh perintah dari kakeknya, jadi Erwin sengaja tak mengundang mereka kali ini , tapi Erwin tak menyangka hal ini akan membuat kakeknya menjadi marah besar .
ketika semua orng yg Erwin undang sudah memasuki halaman belakang dan hendak memulai kompetisi, tiba tiba seorang pengawal yg berjaga di luar berlari sambil tergesah gesa , terlihat wajah yg begitu panik dari si pengawal itu , melihat hal itu, Erwin menoleh kearah bison, dan bison pun mengerti apa yg di inginkan oleh tuan nya itu, bison pun segera pergi keluar untuk melihat hal apa yg membuat pengawal yg berjaga itu menjadi begitu panik dan tergesa gesah seperti itu
" bagaimana kita akan memulai permainan ini para saudaraku, apakah kita akan melakukan duel secara kelompok atau ada yg mempunyai ide yg lebih baik lagi " seorang dari peserta yg turut diundang oleh Erwin berniat mencari solusi akan duel seperti ap yg hendak mereka lakukan untuk merebutkan lima tempat yg tersedia
" kamu atur sendiri saja bagaimana baiknya, toh, satu tempat itu sudah pasti menjadi milikku , dan untuk empat tempat yg lain, kalian bisa memperebutkannya " terlihat seorang laki laki dengan rambut sebahu dengan mengunakan topi jerami, dengan percaya diri berkata demikian
"haa.. haa... kepercayaan dirimu terlalu tinggi sobat, aku lihat kemampuanmu tak lebih tinggi dari kita semua yg hadir disini, jadi bagaimana kau bisa segitu yakinnya akan mendapatkan salah satu tempat ini " seorang pria yg berpakaian hitam ,dengan bekas luka di kepalanya yg botak sedikit kesal mendengar omongan dari laki laki barusan
__ADS_1
"sudah sudah... bagaimana klw kita membuat dua kelompok, setiap kelompok akan memilih satu buah nomor di dalam kotak yg terpisah, dan siapa yg mendapatkan nomor yg sama dari dua kotak yg berbeda itu akan maju untuk bertanding , bagaimana menurut kalian dengan cara ini " seorang lelaki yg mengunakan baju kemeja berwarna abu abu berdiri dan memberi saran kepada kedua kultivator yg berdebat tadi
"hhmm... ini pilihan yg bagus, aku sangat setuju dengan cara seperti ini"
"aku juga tak keberatan"
setelah semua orng yg hadir merasa cara yg dibuat oleh si pria barusan paling efektif, Erwin mulai meminta seorang pelayannya untuk menyediakan dua buah kotak dan beberapa kayu kecil yg bertulisan angka di salah satu sudutnya
" mari siapa saja yg akan ikut berkompetisi angkat tangan kalian, agar kita bisa membagi kelompoknya menjadi dua bagian " seorang pelayan yg di percaya untuk mengurus kompetisi ini meminta semua orng yg ingin berpartisipasi untuk mengangkat tangan mereka
awan dan semua kultivator yg hadir disitu ikut mengangkat tangan nya, kecuali Sera dan Soka
" kalian berdua tak berniat ikut dalam kompetisi itu" awan bertanya kepada Sera dan Soka yg tak ikut serta mengangkat tangan nya
" maaf tuan muda, saya dan Sera hanya di izinkan untuk berada di samping tuan muda, kami tak di izinkan untuk terlibat akan hal hal seperti ini " Soka menerangkan pesan yg telah di berikan oleh nyonya nya itu kepada awan
"hu... untung saja dua wanita itu tak tertarik akan pertarungan ini, aku sempat kuatir jika sempat berhadapan dengan nya tadi "
terdengar rasa keluh kesah dari sebagian kultivator yg hadir dsitu
Erwin yg melihat kedua wanita yg berada di samping awan tak ikut mengangkat tangan nya , kini mulai berjalan kearah awan dan kedua wanita itu
" eheem ... apakah dua nona muda ini tak tertarik untuk mengikuti pemilihan ini"
dengan senyuman Erwin bertanya kepada Sera dan Soka yg berada di samping awan
__ADS_1
mendengar perkataan dari Erwin, Soka dan Sera sama sekali tak peduli dan mengabaikan Erwin begitu saja ,
" maaf tuan muda Jiang, kedua teman saya ini hanya datang untuk melihat lihat, mereka berdua sama sekali tak berniat untuk mengikuti kompetisi itu " awan menjawab pertanyaan dari Erwin yg mulai terlihat sedikit kesal kepada Sera dan Soka itu
" haa.. haa.. baiklah tuan awan, saya mengerti" Erwin pun pergi dengan senyuman yg terlihat seperti sedikit dipaksakan itu
" baiklah, karena yg mengikuti pertandingan ini ada tiga belas peserta, kita akan merubah sedikit cara bermainnya, kita akan memasukan angka tuju di salah satu kotak yg ada, dan angka kosong di kotak yg satunya lagi, dan barang siapa yg mendapatkan angka tujuh , dia berhak untuk memilih nomor sekali lagi , yg artinya nomor tuju itu tidak berlaku, dan barang siapa diantara peserta yg mendapatkan angka kosong, dia di nyatakan lulus seleksi tahap pertama dan berhak menantang salah satu peserta pemenang kompetisi untuk maju ke tahap selanjutnya .
para kultivator pun membagi dua kelompok dan bergantian mengambil nomor yg ada di dalam kotak tersebut , banyak dari mereka yg penasaran akan lawan yg harus mereka hadapi di kelompok sebelah
"aku nomor lima, siapa diantara kalian yg mendapatkan nomor yg sama denganku" sahut seorang lelaki berbadan besar
" lawan mu adalah aku" sahut seorang pria yg mendapatkan nomor yg sama
setelah pemilihan nomor selesai , angka kosong di dapatkan oleh seorang lelaki kurus berambut panjang dengan sebilah pedang di pundaknya , laki laki ini sama sekali tak terlihat senang akan nomor yg dia dapatkan itu
" sial, dengan begini aku tak terlalu bisa menunjukan kehebatan ku , aku tak ingin di nilai bisa lolos hanya karena keberuntungan semata "
"sudahlah....nanti setelah aku selesai mengalahkan lawan ku, kamu tantang saja aku, dengan begitu, kamu akan mendapatkan lawan yg layak .haa... ha..." sahut seorang laki laki yg mendapatkan nomor empat itu
" tuan muda, kamu mendapatkan nomor berapa, dan siapa lawan mu kelak " tanya Soka yg penasaran akan siapa lawan tuan mudanya dan nomor berapa yg iy dapatkan
" aku mendapatkan nomor tiga, dan untuk lawan ku, aku belum melihat nya bersuara , tapi biarlah, nanti ketika waktunya tiba, aku akan tau juga siapa lawan ku itu " sahut awan yg juga penasaran akan orng yg mendapatkan nomor yg sama dengan nya
dan ketika awan berjalan kecil dan hendak duduk, tiba tiba seorang lelaki yg bertubuh besar, dengan dua kapak besar di tangan nya menoleh kearah awan dengan tatapan sinis .
__ADS_1
..............
...............