Mata Dewa Sang Awan

Mata Dewa Sang Awan
petir langit


__ADS_3

kakak sepupu Anso mulai menunjukan niat membunuhnya terhadap awan


niat membunuh yg begitu kuat, sampai sampai membuat orng yg berada di sana tertekan dan susah untuk bergerak


" lihatlah bocah tengik, hari ini akan ku buat kau merasakan kekuatan yg sesungguhnya "


awan tentu saja tak terganggu sama sekali dengan tekanan yg di keluarkan oleh kakak sepupu Anso itu


dengan sedikit senyuman awan merasa gembira,akhirnya kesempatan yg dia tunggu datang juga


" hai bocah tengil, baru kali ini aku melihat ada seseorang yg masih bisa tersenyum ketika berada di bawah tekanan ku di provinsi ini, kelihatannya kamu juga punya sedikit kemampuan " sahut kakak sepupu Anso yg melihat awan tak terganggu sama sekali di bawah aura kekuatan nya itu


" jangan kira karena kau bisa menahan tekanan ini , kau sudah merasa bisa mengalahkan ku, sudah banyak orng yg sepertimu mati di tanganku" tambah kakak sepupu Anso


" daripada banyak bicara, lebih baik kamu buktikan saja perkataan mu itu" jawab awan meremehkan


" hari ini aku akan memberimu pelajaran yg tak akan kau lupakan,ingat baik baik, yg membunuhmu hari ini adalah orng yg bernama Bara " bara adalah nama kakak sepupu Anso tersebut


" kakak, jangan biarkan bocah itu hidup lagi, balas kan dendam ku ini padanya " terdengar suara Anso yg begitu yakin bahwa Bara dapat mengalahkan awan dengan muda.


Bara dengan cepat melaju ke arah awan, dengan gerakan yg begitu gesit, Bara mulai mengeluarkan jurus jurus yg iya kuasai


Bara mengeluarkan jurus tinju pembela Guntur untuk menghadapi awan, dengan tinju nya itu, Bara bisa menghancurkan sebuah gunung menjadi berkeping keping dan hancur


setiap gerakan yg di lancarkan oleh Bara, awan dengan gesit selalu menghindarinya, tinjuan dari bara tak satupun yg mengenai awan,


" bocah laknat ,jangan hanya tau menghindar, terima serangan ku ini jika kau benar benar hebat " sahut Bara yg begitu kesal melihat jurusnya yg selalu bisa di hindari oleh awan


" dasar orng bodoh, kamu kira aku ini Sasak tinju yg hanya diam jika kau pukul dan tak menghindar " jawab awan dengan ekpresi dingin


" baiklah, kali ini aku ingin lihat apakah kau masih bisa menghindar lagi dari serangan ku ini, jurus ini sebenarnya ingin ku gunakan untuk mengalahkan seseorang yg tak lama lagi akan ku hadapi, seharusnya kau merasa terhormat bisa mati di bawa jurus ku ini " tutur Bara


langit berubah menjadi gelap, Guntur mulai menyambar ke bumi, kali ini Bara mulai menunjukan jurus andalan nya untuk mengalahkan awan


" haaa haaa bocah, aku ingin lihat bagaimana kali ini kau menghindari jurus ku ini, jurus ini bernama Guntur penghancur dewa, bahkan expert selevel jin pun belum tentu bisa menahannya


" aku lihat dari tadi kamu begitu suka bermain petir,aku ingin lihat berapa kuat kekuatan Guntur yg kamu banggakan itu" sahut awan dengan semangat


" haaa haaa, matilah kau bocah, rasakan jurus Guntur penghancur dewa ku ini"


Guntur mulai menyambar dari langit, awan yg menjadi sasaran Guntur itu dengan cepat mengeluarkan jurus yg telah di pelajari nya untuk menghadang serangan yg datang


" armor dewa kinlin" terdengar suara awan yg berucap sebelum hantaman Guntur itu menyambar


akibat serangan Guntur yg menyambar itu, keadaan di sekitar sudah tak terlihat lagi, asap dan abu menutupi tempat keberadaan yg awan tempati


melihat kuatnya serangan Guntur tersebut, Jeny yg melihat dari jendela segera berlari keluar rumah


" ti... tidak, awan" Jeny berlari sambil meneteskan air mata melihat awan yg tak tau kondisinya bagaimana itu


". haaa haaa , sekarang bocah tengil itu pasti sudah menjadi abu, dendam ku sudah terbalaskan," ucap Anso dengan begitu senang


" kakak, mari kita tinggalkan tempat ini, hari ini aku akan traktir kamu makanan enak"


" begitulah anak muda, ingin terlihat hebat di depan wanita, sampai sampai nyawa sendiripun tidak di hiraukan, anggap saja dia sial karena bertemu aku hari ini" sahut Bara yg begitu senang


" kalian ingin pergi begitu saja, apa kalian sudah meminta persetujuanku " terdengar suara awan yg melangkah keluar dari asap dan kabut debu tersebut "

__ADS_1


" b... bagaimana mungkin kamu belum mati setelah terkena jurus ku yg begitu hebat ini" sahut Bara yg tak percaya


" dengan sengatan listrik yg kecil seperti itu kamu berharap aku mati, aku rasa kamu terlalu menilai tinggi dirimu" sahut awan menjawab


" ti... tidak mungkin, bahkan expert jin pun tidak akan mampu menerima serangan ku itu" sambil terduduk Bara berkata


" bagaimana kalau aku tunjukan sesuatu untukmu, aku lihat kamu begitu suka bermain dengan petir, pas sekali aku mempunyai jurus yg bersifat petir " sahut awan sambil menunjukan ekpresi yg menakutkan


" jurus ini bernama amukan petir langit, aku belum perna mencobanya kepada orng lain, pas sekali kamu bisa merasakannya, tapi aku juga tak begitu tau, apakah jurus ini lebih baik dari jurus mu itu" tambah awan berkata


awan pun mengeluarkan jurus petir langit yg ia pelajari dari buku yg di berikan ibunya itu


petir mulai bergerumu , petir yg awalnya kecil mulai berkumpul membentuk sesosok naga


dapat di pastikan, jurus ini merupakan jurus tingkat tinggi,


melihat petir yg berubah menjadi sesosok naga itu, Bara dan Anso seketika menjadi begitu takut, dentuman Auman petir yg begitu kuat mulai mendekat ke arah Anso dan Bara


Anso yg ketakutan langsung melarikan diri meninggalkan Bara yg sudah tak sanggup berdiri karena tertekan rasa takut yg luar biasa


" maafkan aku kakak,setiap tanggal sekarang pada tahun depan aku akan membakar kan dupa untukmu" sahut Anso yg berlari ketakutan itu


" dasar kau babi sialan,kalau bukan karena kau,aku tak akan terlibat dalam kekacauan ini" sahut Bara mengutuk Anso yg lari itu


melihat awan yg tak terluka sedikitpun, Jeny begitu bersyukur, dan ada lagi yg membuat Jeny merasa heran, Anso yg keadaan kakinya patah bisa berlari sekencang itu, sampai sampai larinya bisa mengalahkan atlet dunia


" ingin lari setelah melakukan ini semua,jangan harap bisa pergi meninggalkan tempat ini" sahut awan dengan amarah yg memuncak



Anso yg seketika berlari itu, di terkam amukan naga yg terbuat dari petir, seluruh badannya hangus menjadi abu hingga tak tersisa sedikitpun bagian dari tubuhnya




" orang seperti apa yg telah aku singgung ini, dengan satu jurus saja sudah bisa menghancurkan seisi provinsi ini " sahut Bara di dalam hati



" padahal itu baru seperempat tenaga dari jurus ini, aku tak mengira bisa sekuat ini, bagai mana kalau aku coba padamu kekuatan penuh nya" kata awan sambil melirik ke arah Bara



" a...ampun ampuni nyawa saya tuan muda, saya hanya terhasut oleh babi gemuk itu, lagian sebelumnya tak ada dendam diantara kita, orng yg bersangkutan juga sudah tuan muda binasakan" tutur Bara yg memohon kepada awan



" kalau aku melepaskan mu, tentu orng lain akan mengira aku bermurah hati, dan siapa saja kelak bisa datang mencari perkara padaku, dan keuntungan seperti apa yg akan kudapatkan jika aku membiarkan mu hidup, bisa saja kelak kamu menjadi ancaman untukku" jawab awan dengan santai



" ti.. tidak tuan muda, aku tak akan perna lagi mencari masalah untukmu, aku bersedia menjadi bawahan mu, jika engkau bersedia mengampuni nyawaku, aku berjanji akan melayani mu seumur hidupku" tutur Bara dengan nada memohon



" keuntungan seperti apa yg aku dapatkan jika kamu menjadi bawahan ku " tanya awan

__ADS_1



" a... aku bisa mengurus hal yg tuan muda inginkan tampah harus tuan muda turun tangan sendiri, s.. setidaknya dengan kultivasi ku saat ini, aku bisa sedikit berguna untuk tuan muda" jawab Bara menyakinkan awan



setelah apa yg diutarakan Bara, awan juga merasa apa yg Bara katakan ada benarnya juga, bahwa tak ada salahnya menerima seorang bawahan untuk membantunya menyelesaikan masalah dikemudian hari



" hhhmm... baiklah, aku beri kamu kesempatan untuk membuktikan bahwa kamu layak menjadi bawahan ku, tapi kamu ingat, jika kamu berani mencoba mengianatiku , tak akan ada satu orng pun di dunia ini yg mampu menyelamatkan mu " sahut awan mengancam



" b..baik tuan muda, saya akan buktikan kesetiaan saya kepada tuan muda" jawab Bara



" kalau begitu, aku ingin kamu membersikan dan membangun ulang tempat ini seperti semula, aku harap kamu bisa memenuhinya dengan sebaik mungkin" pinta awan kepada Bara



Bara pun segera memanggil semua anak buahnya dan segera membangun kembali properti yg hancur, tak butuh waktu lama, semua yg telah rusak akibat pertempuran itu kembali seperti semula, bahkan ban mobil awan yg telah di copot oleh Anso telah di ganti dengan yg baru



setelah selesai melakukan pekerjaan yg di perintahkan awan, Bara segera menghampiri dan mencari awan



" t.. tuan muda, semua yg anda suru sudah saya lakukan dengan baik" ucap Bara kepada awan



"baguslah, o iya, ada hal yg ingin aku sampaikan padamu, tidak tau kamu keberatan atau tidak" sahut awan bertanya



" apa itu tuan muda" jawab Bara



"aku ingin kamu menggikutiku kembali ke kota, ada hal yg ingin aku pinta kamu urus untuk ku " ucap awan



" b... begini tuan muda, sebenarnya saya bersedia menemani tuan muda pergi kemanapun itu, tapi kalau saya pergi dari tempat ini, aliansi tempat saya bernaung saat ini pasti tidak akan membiarkan saya, bisa bisa keluarga saya akan di binasakan semua " jawab Bara kepada awan



" coba kamu ceritakan, aliansi mu itu seperti apa,dan sekuat apa mereka saat ini" tanya awan penasaran



Bara pun menceritakan tentang aliansi tempat dia bernaung saat ini


""""

__ADS_1


""""


__ADS_2