
awan yg meminjam salah satu ruangan kamar di kediaman Jeny mulai berlatih, samar samar awan merasakan kekuatannya mulai meningkat,
jurus jurus dari buku yg telah di berikan ibunya pun sudah hampir semua nya di kuasai awan
sekarang awan mulai mengkonsumsi cairan obat yg iya dapatkan dari ibunya . awan merasa tubuhnya menjadi panas, perutnya seakan akan terasa meledak
awan paham bahwa dia sekarang akan melakukan penerobosan tingkatan kultivasi
di luar rumah, langit mulai tertutup oleh awan hitam, petir mulai bergerumu, awan teringat perkataan ibunya, ketika dia hendak menerobos tingkatan, akibat nya semua benda yg ada di sekitarnya bisa hancur seketika
awan pun segera pergi meninggalkan kediaman Jeny ,awan pun berjalan keluar rumah dan mencari sebuah tempat yg tenang di pinggir sungai
langit yg awalnya terang itu kini sudah tertutupi awan hitam, petir yg tadi kecil kini mulai menyambar
awan yg sudah bersiap untuk menerobos tingkatan,mulai mengeluarkan perisai dewa nya.
serangan petir pertama mulai muncul,awan dengan semangat menghalau serangan itu
haa haaa ternyata cuma segini serangan nya, aku kira akan sekuat apa,
ketika awan mengira semuanya telah usai, petir mulai berkumpul lagi, kali ini kilatan petir lebih kuat dari sebelumnya
__ADS_1
aaaaaa ... aku kira sudah selesai, ternyata masih datang lagi rupanya
petir kedua mulai menyambar lagi ke arah awan, awan pun masih bisa bertahan
apa masih ada lagi, cepat keluarkan sekarang juga,jangan buat aku kecewa
kali ini yg keluar hanya petir tunggal yg kelihatan lemah, awan pun meremehkan serangan petir itu
apa tidak tersisa lagi energi mu, apa kamu kira aku takut dengan petir yg sekecil itu
petir pun mulai menyambar ke bawa , awan yg menganggap remeh serangan itu bersiap menahannya
" sial, aku tak mengira petir tunggal ini bisa sekuat ini, sampai sampai perisai ini sudah mulai hancur di buatnya " sahut awan dalam hati
setelah serangan petir yg ketiga telah di selesaikan, awan merasakan aura langit kali ini berbeda, petir yg terbentuk kali ini begitu pekat, petir yg akan menyambar kali ini membuat perubahan cuaca yg begitu aneh
angin yg bertiup seakan akan menusuk ke dalam tulang
" mampus lah aku kali ini" kata awan di dalam hati
petir pun menyambar ke arah awan, petir yg begitu menakutkan, awan hanya bisa berharap dia mampu menghalau petir tersebut
__ADS_1
ketika petir dan perisai awan mulai berbenturan, itu menciptakan suara yg begitu berisik, suara dari benturan tersebut bisa terdengar sampai beberapa mil jauhnya
" suara apa ini, suaranya begitu menggangu sekali, coba kalian periksa dari mana asalnya" sahut Bara yg merasa terganggu dengan suara itu
sementara itu, akibat hantaman petir yg begitu kuat membuat perisai awan menjadi hancur,
" sial, kalau begini terus aku bisa mati konyol disini, aku hanya bisa berharap tubuh dewa ini dapat melindungi ku dari serangan petir ini"
perisai yg di keluarkan awan pun menjadi hancur, kini petir tersebut mulai mendekat ke arah awan, awan yg berharap dari jurus perlindungan tubuh juga tak sanggup menahan kekuatan petir itu, tulang dan daging awan seakan mau hancur
" apakah aku akan mati disini, padahal masih banyak yg belum aku lakukan, ayah, ibu, reka, maaf jika tak akan lagi bisa bertemu dengan kalian lagi"
ketika mata awan mulai terpejam, awan merasa ada kekuatan yg begitu besar mengalir ke tubuhnya, seolah olah daging dan tulang yg terasa hancur tadi mulai kembali seperti semula, bahkan awan merasa tulang nya menjadi lebih kuat dan daging nya terasa lebih padat .
kekuatan dari mana ini dan siapakah yg telah membantuku
"""
""""
__ADS_1