Mata Dewa Sang Awan

Mata Dewa Sang Awan
pria kaya yg sesungguhnya


__ADS_3

Soni yg baru turun dari mobil bersama Anita dan kedua teman perempuan Anita yg bernama Sena dan aren , untuk sekejap berhenti memperhatikan mobil Aston Martin One-77 yg persis berada di samping nya , " waauu. mobil ini keren sekali, lihat lh, body dan desain lampu nya begitu mempesona , nanti waktu aku ulang tahun, aku ingin meminta ayah ku untuk membelikan mobil seperti ini untuk ku " setelah mengagumi mobil yg ada di depannya cukup lama


mereka berempat pun memasuki pusat pembelanjaan itu , sekilas Anita melihat sosok yg iya kenal sedang asyik melirik sebuah pakaian wanita yg berada di sebuah toko, Anita meminta Soni dan kedua teman wanitanya untuk berhenti sejenak dan berkata


" eeii tunggu sebentar, sepertinya aku mengenal anak laki laki itu, tapi apa yg dia lakukan di tempat ini" sembari Anita berhenti dan melihat kearah awan yg berdiri sendirian itu " apa yg kamu pikirkan, mungkin saja dia lagi membelikan pakaian untuk ibu atau juga untuk adiknya, kenapa kamu begitu heran akan hal itu " ucap Sena yg juga ikut memperhatikan awan


dan ketika awan memutar tubuh nya dan menoleh ke arah sebuah baju yg tergantung tak jauh darinya, mata aren terfokus ke wajah awan yg sangat menawan , aren seakan akan terpesona akan ketampanan yg awan miliki, menyadari hal itu, Soni yg berada di samping Anita menjadi sedikit kesal, dia bisa melihat wajah memerah dari aren yg kelihatan sangat tertarik itu kepada awan


" bukan kah itu lelaki miskin tempo hari, mengapa dia juga berada disini " tutur Soni sambil menoleh kearah Anita , aren yg mendengar itu bergegas menarik lengan Anita ke sudut yg sedikit jauh dari Soni dan Sena " apa kamu mengenal lelaki itu , kalau iya, apa bisa kamu memperkenalkan nya padaku " ucap aren dengan wajah dan mata yg memelas kepada Anita


" apa kamu yakin, dia itu hanyalah pria kumuh yg miskin dari per desaan , apa yg membuatmu begitu tertarik padanya, dan asal kamu tau saja, dulu dia sempat menyukaiku, tapi aku menolaknya begitu saja" jelas Anita tak begitu suka kepada awan, dan dia mengarang cerita soal awan yg perna suka padanya agar bisa terlihat lebih hebat Dimata aren yg menginginkan cowok yg perna dia tolak


" t.. tapi, apa kamu yakin dia itu miskin, apa kamu tak melihat setelan yg iya gunakan cukup berkelas dan bermerek " jawab aren yg sadar akan merek pakaian yg awan gunakan saat ini terbilang cukup mahal . mendengar perkataan aren, Anita baru tersadar akan hal itu, " ya mungkin saja dia menghabiskan semua uang nya hanya untuk membeli pakaian itu agar dapat memikat wanita bodoh sepertimu " sahut Anita yg masih tak percaya bahwa teman nya ini masih bersikeras untuk mendekati pria miskin seperti awan


"hhmm. baiklah kalau kamu sudah bilang begitu, sayang sekali, wajah dan kantong nya begitu jauh berbeda, meskipun dia cukup tampan, tapi aku juga tak mau mempunyai pacar yg miskin " ucap aren yg cukup kecewa mendengar hal itu

__ADS_1


malas untuk meladeni awan, Anita ,Sony dan kedua temannya segera pergi untuk melanjutkan niat nya untuk berbelanja, Anita tak mau hari baiknya ini rusak karena sial bertemu lelaki miskin dari desa seperti awan itu , tujuan Anita kali ini datang ke pusat perbelanjaan ini adalah untuk sebuah tas edisi terbatas yg sangat iya inginkan ,harga tas ini cukup mahal, tapi karena ini adalah hari ulang tahun nya, Soni yg sebagai pacar, sudah berjanji untuk membelikan tas itu untuk Anita , karena dari itu, Anita tak ingin berurusan dengan awan kali ini, setelah selesai mencibir awan dari luar toko, merekapun masuk we ke sebuah toko tas yg tak begitu jauh dari tempat Awan berada sekarang


setelah selesai memilih milih baju, Jeny yg dari tadi asyik sendiri, kini kembali kepada awan, dan awan juga membelikan nya sebuah baju yg awan rasa sangat cocok apa bilah di kenakan Jeny , setelah selesai membeli baju, awan melihat sebuah tas yg begitu cantik,. " eeii sayang,apa kamu lihat tas itu, tas itu terlihat cantik, apa kamu menginginkannya " ucap awan yg menoleh kearah sebuah tas jinjing yg berwana pink itu


melihat harganya yg sangat mahal, Jeny terdiam untuk sekejap dan ragu " tak usah lah, aku sudah mempunyai tas ini, ini juga sudah cukup bagus kok" ucap Anita yg tak ingin awan menghabiskan uang yg sangat banyak hanya demi sebuah tas untuknya


awan yg sadar akan hal itu hanya tersenyum kecil , didalam hati, awan cukup beruntung mempunyai pacar seperti Jeny, andaikan itu wanita lain, pasti tak akan menolak dan langsung berkata iya , karena awan tau Jeny sebenarnya sangat menyukai tas itu, awan pun menggenggam tangan Jeny dan menariknya untuk masuk kedalam " tak apa, ini adalah hadiah pertamaku sebagai pacar untukmu" ucap awan sambil tersenyum


awan dan Jeny kini telah memasuki Toko tas itu, terlihat wajah bahagia dari Jeny, meskipun enggan untuk menerimanya , tapi awan tetap bersikeras untuk membelikan Jeny tas itu


awan yg hanya tertuju dan fokus pada tas berwarna pink itu, tak basa basi dan hanya mengarah kearah pajangan tas yg berlapis dan di tutupi kaca itu , ketika hendak membuka tutup yg terbuat dari kaca itu, tiba tiba suara seorang perempuan bersorak kearah awan yg siap untuk membuka tutup pembatas tas itu


mendengar hal itu , Soni dan kedua teman wanita nya menuju kearah Anita " apa yg terjadi, kenapa kamu teriak teriak seperti itu" ucap Sena yg duluan menghampiri Anita " apa kamu tidak lihat, laki laki ini ingin merebut barang ku " sahut Anita yg menunjuk kearah awan


" merebut, sejak kapan tas ini menjadi milikmu, atau jangan jangan semua yg ada disini juga adalah milikmu " ucap awan yg terlanjur geram melihat Anita yg berkata kasar padanya

__ADS_1


" hai bung, kamu harus sadar akan keadaan mu sendiri, apa kamu yakin ingin merebut benda itu dari pacarku, dan apakah kamu tau berapa harga tas itu " ucap Soni yg tiba tiba bersuara ketika melihat pria di depannya adalah awan


mengingat kejadian yg telah mereka lakukan kepada awan sebelumnya, awan berniat memberi mereka pelajaran, awan masih mengingat dengan jelas penghinaan yg mereka berikan padanya waktu itu , apalagi Soni , awan begitu dendam padanya , tapi awan tak ingin mengunakan cara kasar, awan hanya ingin mengembalikan harga dirinya yg telah mereka injak


" memang menurutmu berapa harga satu tas ini " ucap awan yg mencibir mendengar kata kata dari Soni


" haa haa . buka mata mu lebar lebar, itu adalah tas impor edisi terbatas,kamu yg tidak tau harga dari tas itu juga ingin berebut dengan ku, coba kamu lihat berapa harga dari tas itu " Soni yg begitu meremehkan awan tertawa terbahak bahak , Soni mengira awan hanya asal pilih dan tidak memperhatikan label harga yg tertera pada tas itu


Jeny yg hanya berdiri dari tadi menunggu awan , kini mendekati awan dan bertanya " ada apa sayang, siapa orang orang ini" ucap Jeny yg merangkul bahu awan , melihat wanita yg begitu cantik berada di sebelah awan, Soni yg selalu mengunakan trik untuk mendapatkan wanita menjadi paham, Soni berpikir awan yg miskin ini ingin berpura pura kaya di depan wanita cantik ini


melihat paras dan body yg begitu cantik dari Jeny, Soni berniat membongkar kedok awan yg merupakan pria miskin dari kampung yg hanya berpura pura kaya, Soni berharap setelah wanita itu tau bahwa awan hanyalah pria miskin, dan disaat itulah dia menunjukan pria kaya sebenarnya adalah dirinya , dan berharap Jeny akan jatuh di pelukan nya


lalu sebuah trik pun melintas di benak Soni agar wanita itu tau bahwa awan hanyalah pria miskin yg ingin berpura pura kaya


.......

__ADS_1


""""""


"""""


__ADS_2