Mata Dewa Sang Awan

Mata Dewa Sang Awan
bertemu dengan neneknya


__ADS_3

di kediaman AWAN.....



" apa yg terjadi, kenapa aku berbaring di tempat tidur, bukannya aku telah di racun oleh dua pria itu" awan yg telah sadar mendapatkan dirinya berbaring di tempat tidur


" bagaimana keadaan mu ?"


terdengar suara seorang wanita


"a.. aku baik baik saja, siapa anda, kenapa anda bisa berada di rumahku " awan yg baru saja sadar sedikit merasa terkejut melihat seorang wanita yg berjalan kearah nya sambil memegang sebuah mangkuk berisi kain dan air


" hhmmm... wajar saja kamu tak mengenaliku, dari kamu kecil hingga sekarang, aku tak perna melihat keadaan kalian " si wanita berkata dengan nada pelan dan terlihat sedikit bersedih menjawab pertanyaan dari awan itu



awan merasa wanita ini sedikit mirip dengan ibunya, dan ketika wanita ini mulai duduk di samping nya , awan merasakan sedikit rasa nyaman yg dia rasakan ketika berada di dekat ibunya



" m.. maaf sebelumnya, a.. aku merasa bahwa wajah anda sedikit mirip dengan seseorang yg aku kenal "


"haa.. haa.. apakah wajahku mirip dengan wajah ibu mu " si wanita tertawa ketika mendengar perkataan dari awan yg membuatnya kembali berseri


" i... iya, wajah , wajah anda begitu mirip dengan wajah ibuku , dan apakah anda mengenal ibuku , atau a.. apakah anda ini adalah kakak dari ibuku " ketika awan berbicara, terlihat Sera dan Soka berjalan sambil tertawa kecil , Soka dan Sera duduk dengan sopan di lantai bagian kamar awan yg cukup kecil


" s.. siapa pula dua wanita ini , apakah mereka berdua adalah anak dari bibi " awan mengira Soka dan Sera adalah anak dari wanita yg dia sangka adalah bibi nya , tak sanggup lagi menahan tawa, Soka mulai tertawa terbahak bahak, dan tiba tiba si wanita berjalan kearah Soka " apa yg kamu ter tawakan haa.. sudah cukup apa belum tertawa nya " si wanita memukul kepala Soka dengan kipas kecil yg iya pegang , Soka yg mendapatkan hal itu kini mulai diam, dan sesekali masih tertawa kecil di sudut mulutnya


si wanita kembali kearah Awan dan duduk kembali di sebelah awan. , si wanita menatap awan dengan serius, " apa aku salah bicara, k... kenapa ekspresinya menjadi ambigu begini " awan yg merasa canggung dengan ekpresi yg di tunjukan wanita itu, kini tak berani lagi untuk menatap wajah nya , ketika awan menolehkan kepalanya kebawah " huu... huu.. apakah aku masih terlihat semuda itu di matamu " terdengar suara tawa kecil dari wanita itu sambil menutup mulutnya mengunakan tangan nya , awan kembali terheran heran melihat ekpresi dari wanita itu yg berubah dengan sangat cepat

__ADS_1


si wanita mengulurkan tangan nya kearah kepala awan dan mulai mengusap usap nya seperti anak kecil " aku ini adalah ibu dari ibumu, apa kamu percaya " mendengar hal itu , awan kembali terkaget , " berarti... berarti anda adalah nenek ku ?" dengan rasa yg sedikit tidak percaya awan mengerutkan pipi nya


" kenapa...? apa kamu masih tidak percaya bahwa aku ini adalah ibu dari ibumu "


tak ada alasan bagi awan untuk tidak percaya akan kata kata yg di ucapkan oleh wanita ini , wajah ibu nya dan wanita ini begitu mirip, andaikan tadi wanita ini berkata bahwa dia adalah bibinya, awan pun juga akan percaya, meskipun usianya yg sudah setengah abad lebih, tapi wajah dan kulitnya masih terlihat muda dan kencang seperti wanita muda pada umumnya


" i.. itu, ada tujuan apa nenek datang menemui ku " awan masih sedikit canggung dengan kata panggilan nenek itu yg serasa tiba tiba


" huu... huu... ternyata kamu secepat itu sudah mengakui bahwa aku adalah nenekmu " terlihat si nenek begitu senang mendengar kata kata itu dari mulut awan


" yaaa... baiklah, sebenarnya tujuanku datang berkunjung hanya ingin bertemu denganmu, mumpung kamu berada di kota ,dan kamu tak berada di dekat ibumu, aku menjadi mempunyai kesempatan untuk melihatmu, sebenarnya sedari dulu aku begitu ingin bertemu dengan kalian berdua, tapi karena janji yg telah dibuat oleh kakek dan ibumu, aku tak punya kesempatan untuk melakukan nya dan berkunjung "


awan cukup tersentuh oleh cerita dari neneknya, dia bisa melihat dari sorot mata si nenek, bahwa si nenek cukup menderita menanggung rindu yg teramat dalam selama beberapa tahun terakhir, awan mulai memeluk tubuh neneknya dan berkata " kami semua juga sangat merindukan mu nenek, sekarang kita pun sudah di pertemukan kembali, dan tak akan butuh waktu yg lama lagi untuk menyatukan keluarga kita kembali "


mendengar hal itu, si nenek begitu senang hingga meneteskan air mata , dan setelah bertukar cerita yg cukup banyak si nenek baru teringat akan sesuatu


" oh.. iya, sudah berapa lama kamu mulai melakukan pelatihan , dan sudah berapa jurus yg kamu pelajari " si nenek mulai sedikit serius dan bertanya berapa banyak jurus yg awan pelajari dari kitab yg telah dia berikan melalui ibunya itu


melihat awan yg mencoba mengingat berapa banyak jurus yg telah dia pelajari, si nenek dengan sabar menunggu awan sambil meminum teh yg baru saja di sajikan oleh Sera " hhhmm... aku tak berharap terlalu banyak darimu, aku mengerti dengan waktumu yg masih sedikit itu , beberapa jurus saja sudah bagus bisa kamu praktekan "


" tiga... tiga jurus" sebelum awan menyelesaikan kata katanya Hinga habis, si nenek menepuk pundak awan dan berkata " haa.. haa... bagus.. cukup bagus.. dengan waktu yg tak sampai satu bulan kamu sudah berhasil mempelajari tiga jurus " mendengar hal itu, awan mulai mengerutkan kening dan menggaruk pipinya mengunakan tangan


" nek... maksud ku, masih ada tiga jurus yg belum aku pelajari dari semua kitab yg ibu berikan" mendengar ucapan awan, si nenek spontan menyemburkan air teh yg barusan masuk ke mulutnya ke wajah Sera yg duduk di depannya


" a.. apa... mana.. coba kamu keluarkan kitab yg ibumu berikan " si nenek ingin memastikan ucapan awan, dan ingin melihat berapa banyak kitab yg telah putrinya berikan kepada awan, awan pun beranjak dari tempat tidur dan mulai mengambil tas nya, awan mulai mengeluarkan se onggok buku dan meletakan nya di atas meja, terlihat ada sekitar sepuluh kitab dengan jurus yg berbeda dan tingkatan yg cukup tinggi



" k.. kamu pasti bercanda kan.. dalam waktu kurang dari satu bulan, kamu sudah hampir menguasai semua jurus ini " dalam hatinya si nenek masih tak percaya dengan kata kata awan, si nenek telah banyak melihat jenius yg tak terhitung jumlah nya selama di dalam Clan, dan mereka pun paling banyak hanya bisa mempraktekan jurus sebanyak 5 jurus selama satu bulan ,dan mana mungkin bagi cucunya yg tak memiliki sumber daya yg cukup itu bisa mempelajari jurus sebanyak itu

__ADS_1


" hiii.. hiii... tuan muda pasti bercanda, nyonya.... nyonya jangan terlalu mengganggap serius ucapan tuan muda, mungkin tuan muda hanya asal bicara " Soka yg berpikiran sama dengan majikannya juga beranggapan begitu , dan sedangkan Sera, Sera lebih banyak diam dan hanya tersenyum kecil di sudut bibirnya


" uhuk.. uhuk... ya... sudah sudah " si nenek mencoba mengalihkan topik pembicaraan, bagaimanapun si nenek tak ingin melihat cucu nya awan merasa malu di depan ke dua bawahan nya itu karena perkataannya barusan


awan yg melihat kedua wanita itu yg mengira dirinya berkata bohong, kini memperlihatkan semua jurus yg telah di pelajari nya di hadapan nenek dan kedua wanita itu satu demi satu


"jurus pertama, jurus petir langit, jurus ini bersifat atribut petir dan tergolong termasuk jurus yg cukup kuat , jurus ke dua, perisai dewa, jurus ini merupakan jurus turun temurun dari Clan petir langit,dan hanya bisa di pelajari oleh orang orang dari perguruan tersebut dengan cara yg khusus , dan jurus ini akan semakin kuat mengikuti tingkatan kultivasi penggunanya , jurus ketiga ,ke empat dan seterusnya , awan sudah memperlihatkan ketujuh jurus yg iya pelajari dari buku itu , spontan Soka dan Sera ter pelonggo melihat bahwa yg di katakan awan itu benar adanya


" t... ternyata benar, ternyata tuan muda tak bercanda dengan ucapannya, " Soka terlihat malu akan perkataannya yg sebelumnya terhadap awan dan sekaligus takjub , begitu juga dengan Sera yg mulai sedikit menunjukan rasa suka nya kepada awan ,sebelumnya Sera hanya melihat awan biasa biasa saja meskipun awan merupakan cucu dari pemimpin Clan , sekarang pandangan nya terhadap awan telah berubah



" haaa.... haaa.... inilah cucu ku, aku tentu saja tau kalau cucuku pasti lebih menonjol bakatnya dari orang lainya, haa... haa... " si nenek yg awalnya tak menyangka bahwa bakat awan begitu besar, kini terlihat begitu bahagia ,si nenek terus memuji cucunya itu di depan kedua bawahan nya Tampa henti


" oh iya nak, apa boleh aku melihat garis darahmu, dengan bakat mu yg begitu besar, aku yakin kau pasti sudah berhasil melatih dan membuka garis darahmu sendiri " si nenek semakin penasaran dengan ke mampuan yg di miliki cucu nya dan ingin mengetahui lebih banyak


" baiklah, silahkan saja nenek lihat sendiri, aku juga belum begitu mengerti tentang garis dara yg nenek maksud itu seperti apa , dan aku juga bisa belajar dari nenek cara melihatnya " awan berkata sambil mendekat kearah neneknya


si nenek mulai duduk berhadapan dengan awan yg sudah bersiap , dan si nenek mengangkat salah satu tangannya dan menempelkan kedua jarinya di kening awan, terlihat sebuah cahaya keluar dari selah jari si nenek dan mulai memasuki tubuh awan , dan tak lama berselang, si nenek memejamkan kedua matanya dan bersiap memasuki lautan pengetahuan awan


dan ketika jiwa si nenek telah berada di lautan pengetahuan awan, si nenek mulai membuka kedua matanya , " b.... ba.. bagaimana ini bisa terjadi, a...aku belum perna melihat ada hal yg seperti ini sebelumnya"



.......



.......

__ADS_1


......


__ADS_2