
" kenapa aku merasakan firasat yg buruk, apa akan ada hal besar yg akan terjadi hari ini ". Sam sedikit merasakan firasat akan ada sesuatu yg akan menimpa nya, tapi dia menepis perasaan itu, baginya, di kota ini tak banyak orang yg bisa membuatnya merasa terancam
" tuan, orang yg anda minta sudah sampai dan sudah berada di ruang tamu menunggu anda". sebelumnya Sam meminta bawahannya mencari seorang kultivator yg cukup hebat, Sam ingin mempekerjakan seorang kultivator untuk melindungi keluarga nya, mengingat kejadian yg menimpa anak laki lakinya, Sam tentu tak ingin hal itu terulang lagi pada anak nya yg lain
" baiklah, mari ikuti aku menemui orang itu " Sam dan bawahannya segera menuju ruang tamu untuk menemui orang yg dimaksud
sesampainya di ruang tamu, Sam melihat tiga orang laki laki sudah berada dan duduk di ruang tamu sambil meminum teh yg telah di hidangkan , dua diantaranya masih terlihat begitu muda, dan satu lagi terlihat cukup tua , diantara ketiga laki laki itu, Sam merasa bahwa pria yg lebih tua itu terlihat cukup menarik
" haaa... haaa.. silahkan, silahkan di nikmati dulu teh nya, teh ini berasal dari luar negeri, dan di tiap tahun nya hanya bisa nikmati dan di panen hanya di bulan November, dan tentu saja rasanya lebih unik dari teh lokal pada umumnya " Sam mulai menunjukan sedikit usahanya untuk membuat ketiga pria ini sedikit merasa senang
" hhmmm... iya.. teh ini begitu enak saat masuk di tenggorokan, rasanya sangat unik " salah satu dari ketiga pria itu merasa tertarik akan aroma dan rasa teh yg Sam berikan , Sam yg sudah menemukan panggung nya untuk berbicara ,kini tak berbasa basi terlalu lama lagi " tuan, tuan pasti sudah mendengar dari bawahan saya maksud dari undangan saya kepada tuan, jadi apa tanggapan tuan akan hal itu ?"
" kalau hanya untuk menjaga keselamatan dari para anakmu, kedua murid ku sudah cukup untuk melakukan hal itu, mereka berdua sudah berada di tingkatan pemurnian tubuh akhir, dan tak lama lagi akan memasuki alam jin, hanya saja .... ! "
" hanya saja apa tuan" Sam merasa penasaran akan perkataan dari pria tua yg hanya berkata setengah setengah itu
__ADS_1
" hanya saja aku sedikit sulit untuk melepaskan kedua murid ku ini " si pria tua berkata sambil membelai belai janggutnya yg sudah putih itu , Sam tentu saja mengerti alasan di balik kata kata pria itu
" hee hee.. tuan, di dalam kartu ini terdapat 100 miliar,dan kata sandinya adalah sembilan buah angka tuju , aku berharap tuan bisa menerimanya sebagai biaya awalnya, dan kedepannya aku akan memberikan jumlah yg sama setiap tahunnya " dengan jumlah uang yg cukup banyak itu, Sam yakin bahwa si pria tua itu pasti akan setuju , dan benar saja dugaannya, si pria tua tak bergeming lagi , di benak Sam ,bagaimanapun hebatnya seseorang, mereka pasti akan tergoda dengan nilai uang yg sangat banyak ini
" hhhmm...baiklah kalau begitu, aku juga tak merasa enak menolak niat baik darimu, dan ke depanya mereka berdua akan mematuhi perintah mu, "si pria tua berkata sambil mengantongi kartu pemberian dari Sam itu
Sam merasa cukup senang dengan perkataan dari pria ini, selain bisa melindungi keluarga dan anak anaknya, kelak Sam juga bisa menyuruh kedua pria ini untuk mengurus lawan bisnisnya , dengan begitu urusan di masa depan akan lebih muda lagi untuk di lakukan
setelah selesai bernegosiasi, Sam dan kedua murid dari si pria tua bermaksud mengantar kepergian dari gurunya itu sampai di depan pintu rumah, tapi tiba tiba si pria tua merasa ada kekuatan yg sangat kuat menuju kearah kediaman keluarga Huang ini
" tuan Sam, apa kamu juga mengundang seorang petarung hebat lainnya untuk datang kesini ?" si pria tua mengira bahwa aura itu berasal dari orang lain yg juga diundang oleh Sam dan keluarganya
" tapi.. menurut penglihatan ku, hawa ini berasal dari satu orng, hawa nya begitu kuat, aku tak bisa melihat dan menilai seberapa tinggi tingkat kultivasi nya , dan sepertinya hawa ini adalah hawa membunuh " si pria tua mulai merasakan hawa itu semakin dekat, dan dia mengurungkan niat nya untuk sementara dan menunggu pemilik dari aura itu muncul
tak lama berselang , hawa membunuh yg di rasakan oleh si pria tua semakin dekat dan terasa semakin pekat " s... siapa sebenarnya yg menuju ke arah sini, jarak nya masih cukup jauh, tapi aura membunuhnya begitu mengerikan hingga terasa menusuk ke dalam tulang " si pria tua yg merasakan aura itu semakin penasaran dan juga merasa sedikit takut
__ADS_1
si pria tua tak bisa menahan rasa ingin taunya yg begitu besar, lantas dia mulai mencoba melihat mengunakan kemapuan kuhsus , " coba kita lihat, pendekar mana yg menuju kemari " ketika kemampuan melihatnya di aktifkan, spontan si pria tua itu terkejut dan langsung jatuh terduduk di lantai, " i... iblis... " si pria tua ketakutan hingga tak bisa berpikir dengan jernih, yg terlihat bukan lah sosok manusia dimatanya, melainkan hawa kematian yg begitu kuat menyelimuti sekujur tubuh orang yg menuju kearahnya itu , sosok yg iya lihat adalah dewa kematian yg melesat dengan cepat menuju kearah tempat dia berada saat ini
melihat gurunya yg tiba tiba jatuh , dua pria muda yg merupakan murid dari laki laki tua itu berlari dan menghampirinya " guru... apa yg membuatmu sampai ketakutan seperti itu, apa yg barusan anda lihat " tanya dari seorang muridnya
" t.. tidak, aku hanya terkejut, uhuk... uhuk.. oh.. iya tuan Sam, apakah kamu mempunyai musuh , atau sebelumnya kamu perna menyinggung orang yg tak seharusnya kamu singgung?" si pria tua mencoba memastikan niat dari sosok yg menakutkan itu menuju kearahnya dari pertanyaan nya itu kepada Sam
" tidak, musuh atau lawan Bisnisku tak ada yg menaruh dendam yg mendalam padaku, hanya saja, siang tadi aku menyuruh dua pria untuk membunuh seorang kultivator muda yg telah membunuh anak laki laki ku " Sam tak begitu paham akan pertanyaan dari laki laki tua itu, dan Sam hanya menjawab apa adanya
" uhuk... uhuk... oh.. baguslah kalau seperti itu, oh iya aku ada hal yg mesti diurus secara mendadak, aku akan pergi dulu, kalian berdua, patuh lah pada perintah tuan Sam" si laki laki tua sadar akan bahaya yg akan datang menimpah nya jika masih berlama lama di situ, jadi dia ingin segera pergi agar terhindar dari malapetaka yg tak akan sanggup dia hadapi, dan untuk kedua muridnya, dia hanya bisa membiarkan nasib yg menentukan hidup mereka
ketika baru berjalan beberapa langkah untuk meniggalkan kediaman keluarga Huang itu, tiba tiba terdengar suara yg membuat langkah kaki dari si pria tua itu berhenti
" tunggu, tak ada satupun dari kalian yg boleh meninggalkan tempat ini , jika ada yg berani melangkah lebih jauh, maka kalian semua akan mati saat itu juga "
si laki laki tua menjadi gemetaran ketika mendengar kata kata dari sosok misterius yg iya lihat itu " t... telepati, i... itu adalah jurus telepati, m... matilah aku kali ini, s... siapa yg sebenarnya telah di singgung oleh keluarga Huang ini " si pria tua terdiam dan tak mampu untuk mengabaikan perkataan dari sosok misterius yg barusan iya dengar , dia sadar bahwa orang yg bisa mengunakan telepati ini bukanlah orng yg bisa dia singgung dan remehkan
__ADS_1
......
......