
" hari ini aku akan membalaskan dendam lama dan dendam yg baru, jangan kamu kira dengan tingkatan mu yg sekarang , kamu sudah tak terkalahkan lagi " sahut bara yg begitu emosional
" haaa haaa, ternyata kamu masih mengigat kejadian waktu itu, aku tidak menyangka , seorang bajingan sepertimu mempunyai ingatan yg cukup kuat " ucap Ning yg meremehkan
Bara yg termakan emosi dengan gesit menyerang secara membabi buta, Bara begitu ingat kejadian yg begitu pahit yg telah di perbuat oleh Ning kepada dia dan adiknya
bara dan Ning awalnya adalah teman yg begitu dekat,sangking dekatnya Bara mempercayakan adik perempuan satu satunya kepada Ning untuk dijadikan istri , tapi demi kekuasan dan kedudukan, Ning dengan begitu tega memberikan istrinya yg merupakan adik dari Bara itu kepada petinggi organisasi kabut merah , Ning yg memanfaatkan kecantikan istri nya, dengan cepat menduduki pemimpin organisasi di distrik Utara
Bara yg mengetahui itu juga tidak bisa berbuat banyak, bara dengan diam diam terus mengincar posisi yg di tinggalkan oleh pemimpin daerah yg sebelumnya, dan berharap kelak bisa membawa kembali adik perempuan nya itu dari tangan petinggi organisasi jika dia mempunyai kedudukan yg sama
" kenapa anak ini begitu gegabah, tindakannya tidak terlihat seperti seorang kultivator , serangan nya itu malah seperti seorang preman kampung yg sedang membabi buta " ucap awan dengan pelan melihat pertarungan bara itu
__ADS_1
" tuan muda, saya lihat bos bara begitu sungkan dan memandang tinggi dirimu, apakah bos bara belum menceritakan kejadian ini kepadamu " ucap serang laki laki yg mengikuti bara
" ada kejadian yg seperti apa, hingga membuat Bara begitu emosional saat berhadapan dengan laki laki bernama Ning itu, dan dia sebelumnya hanya mengatakan bahwa laki laki yg bernama Ning itu adalah musuh bebuyutan nya, dan tidak ada hal yg lain " ucap Awan yg menjawab pertanyaan dari bawahan Bara itu
bawahan yg mengikuti bara yg sudah cukup lama itu pun mulai menceritakan kronologi yg dialami Bara dan adiknya, dan juga pertemanan antara bara dan Ning yg sebelumnya kepada Awan
Awan yg mendengar cerita itu hanya diam tampah mengeluarkan sedikit pun suara , tapi bisa dilihat dari ekpresi yg di tunjukan oleh awan itu, dia juga ikut kesal mendengar hal yg terjadi dan dialami oleh bara
" sudah begitu cukup lama aku tidak melihatmu, aku kira kamu sudah berkembang sampai sejauh mana, ternyata kemampuanmu masih sama seperti dulu, hanya umur mu saja yg bertambah tua " ucap Ning yg memancing emosi dari bara
" aku tidak menyangka, dia bisa kembali tenang dalam keadaan seperti ini, aku merasa bahwa pilihanku begitu tepat untuk mengampuni nyawanya waktu itu " ucap awan di dalam hati
__ADS_1
" ternyata dia kembali menemukan alur serangannya , sebaiknya aku tidak memberikan waktu kepadanya, aku harus segera mengakhiri pertarungan ini dengan cepat " sahut bara di dalam hati yg merasakan tekanan dari bara yg mulai terasa
Ning yg dari tadi hanya bertahan dan mencoba mempermainkan bara, kini mulai menunjukan kemampuannya yg sebenarnya , Ning mulai memukul balik serangan yg dilakukan oleh bara
dengan perbedaan tingkatan kultivasi yg terbilang cukup jauh, Ning yakin bisa mengalahkan bara dengan begitu muda
" sudah cukup bermain main nya, sekarang aku akan memperlihatkan padamu perbedaan antara kekuatan pemurnian tubuh dan tingkat Jin itu seberapa jauh " ucap Ning yg mengeluarkan aura yg cukup kuat dari tubuhnya
Bara juga tidak hanya diam begitu saja, bara juga mengeluarkan seluruh kemampuannya , setidaknya dia berharap bisa memberikan sedikit tekanan kepada Ning demi harga dirinya
" mari kita selesaikan dengan satu jurus, kita lihat, siapa yg akan memenangkan pertandingan ini nantinya " ucap Ning yg begitu percaya diri dan tau bahwa tingkatannya ini bisa mengalahkan bara yg masih berada dibawah nya .
__ADS_1
""""""
"""""