Mata Dewa Sang Awan

Mata Dewa Sang Awan
Harga diri


__ADS_3

" aheemm.." Soni yg melihat wanita cantik yg berada di sebelah awan, kini mulai menunjukan diri, agar terlihat berwibawa di depan wanita cantik itu, Soni yg biasanya berkata dan bersikap arogan, kini mulai merubah sikapnya


" ya sudahlah , kalau lelaki ini ingin membelinya ,kita biarkan saja, lagian dia juga yg duluan memegang tas itu " ucap Soni yg sambil merapikan dasi nya dan tersenyum kearah Jeny dengan tatapan menjijikan " Anita tentu saja tidak terimah dengan kata kata yg diucapkan Soni itu " kamu.. bagaimana mungkin kamu bisa membiarkan laki laki itu merebut barang yg aku inginkan " dengan kesalnya Anita berkata kepada Soni yg merubah sikap nya tiba tiba setelah kehadiran Jeny


Soni pun menarik tangan Anita ke sudut pojok, Soni mulai menjelaskan trik nya kepada Anita, " sayang, kamu tenang saja, aku sudah berjanji untuk membelikan tas itu untukmu, dan tentu saja aku akan memberikannya untukmu, apa kamu lupa, laki laki itu hanyalah pria miskin yg berasal dari desa, bagaimana mungkin dia bisa membeli tas yg begitu mahal itu, aku lihat, dia hanya berpura pura kaya di depan wanita yg berada di samping nya " mendengar kata kata dari Soni, Anita menjadi sedikit tenang, Anita tau akan maksud dari sikap Soni yg membiarkan awan membeli tas itu , karena Dimata mereka , tak mungkin bagi awan untuk sanggup membayar harga dari tas itu yg begitu mahal


setelah berdiskusi, Anita dan Soni kembali kearah awan dan Jeny, lalu Anita berbisik kearah kedua temanya, " apa kalian ingin melihat pertunjukan yg menarik "ucap Anita kepada aren dan Sena dengan suara pelan " apa maksud mu" ucap Sena yg tak mengerti akan kata kata yg Anita ucapkan


"apa kamu tau laki laki ini, dia hanyalah pria miskin yg berasal dari desa, demi hanya terlihat kaya di depan wanita yg ada di samping nya , tak tau ntah pakai apa dia akan membayar tagihan tas yg begitu mahal ini " mendengar hal itu , Sena yg tidak tau hal itu, mulai tertawa kecil dan menunjukan tatapan yg menjijikan kepada awan , bahkan Sena yg merasa jijik dengan laki laki miskin ini, mengambil sebuah tas yg lain dan memberikannya kepada awan, harga tas yg Sena ambil terbilang cukup mahal " karena kamu begitu kaya, bisakah kamu membayarkan tagihan tas ini untukku dulu , aku lagi malas ngantri di kasir, nanti setelah selesai, aku akan kembalikan uang yg kamu keluarkan untuk tagihan tas ini " melihat sikap dan ucapan yg Sena lakukan, aren juga melakukan hal yg sama , dia juga mengambil sebuah koper yg berukuran sedang, harganya lumayan mahal, dan aren juga mengatakan hal yg persis diucapkan Sena


melihat hal itu, Jeny menjadi begitu kesal kepada wanita wanita ini " kalian... apa sikap kalian ini tak terlalu keterlaluan " dengan suara yg kecil tapi tegas Jeny menunjuk kearah Anita dan kedua teman wanitanya itu


" bukan nya kalian ini berteman, seharusnya, teman dari temanmu juga merupakan teman , dan kamu kan juga ingin sekalian pergi ke kasir untuk membayar tagihan ini, kami hanya ingin meminta tolong padamu untuk sekalian membayarkan nya saja, toh nanti uang mu juga akan kami kembalikan " ucap Soni


awan yg begitu geram, ingin sekali menghajar mereka semua yg terlibat dalam hinaan ini, tangan nya mulai gemetaran seakan bersiap meledak kapan saja, tapi niatnya itu urung iya lakukan, dalam hatinya, belum saatnya memberi pelajaran kepada bajingan yg tak tahu malu ini


awan pun hanya diam, dan ketika seorang pelayan lewat, awan memanggilnya " kamu, tolong bawakan semua barang barang ini ke meja kasir " dan awan pun segera meninggalkan mereka setelah sang penjaga toko mengangkut barang barang yg akan dia bayar itu , dan Jeny yg merasa ikut kesal melihat sikap dari Anita, juga pergi mengikuti awan dari belakang


melihat awan yg begitu kesal, Soni tertawa kecil " mari kita lihat, bagaimana anak miskin dari desa itu akan membayar semua tagihan itu " Anita dan kedua temannya hanya tertawa mendengar hal yg Soni ucapkan


di dalam benak Soni, setelah kedok awan yg berpura pura kaya itu terbongkar, dia sudah bersiap untuk mendekati Jeny dan menunjukan kekayaan nya dihadapan Jeny ,dengan begitu, Jeny akan berpaling dan jatuh di pelukannya , dan untuk Anita, setelah mendapatkan Jeny, Soni siap untuk membuangnya karena dia sudah cukup puas bermain main dengan wanita itu , rencana yg begitu sempurna


...melihat sikap Soni yg begitu menjijikan , awan hanya menggelengkan kepalanya, bagi awan, untuk bisa membuatnya malu seperti dulu lagi, itu hanya mimpi , sekarang uang bukan masalah baginya , dan untuk sikap Soni yg terus mem prokasinya , cepat atau lambat, awan akan membalasnya...

__ADS_1


ketika awan sampai di meja kasir dan hendak membayar semua tagihan yg telah di hitung , awan tak melihat kartu kreditnya , awan teringat tempat dia berbelanja sebelumnya , dan memutuskan untuk pergi ke toko baju yg sebelumnya " Jeny , tunggu disini sebentar ya, sepertinya kartu kredit ku tertinggal di meja kasir toko yg sebelumnya, aku akan pergi sebentar untuk mengambilnya kembali " ucap awan dengan tenang , Jeny hanya mengangguk kecil , dan untuk penjaga kasir ,dia begitu ramah , dan dia mempersilakan awan untuk segera mengambil kartu nya yg tertinggal itu , dan dengan sabar menunggu


.......


melihat awan yg pergi dan mendengar obrolan dari mereka, Soni tertawa terbahak bahak dan di ikuti Anita yg juga ikut tertawa " sudah kukatakan pada kalian, lihat sendiri kan, bocah itu pergi begitu saja, mungkin karena merasa malu dan tak sanggup untuk membayarnya, dia mencari alasan untuk pergi " Soni yg telah menduga akan hal itu , begitu senang melihat awan yg pergi begitu saja meninggalkan Jeny yg berada sendirian sekarang


" kamu lihat kan, untung kamu masih mendengarkan ucapan ku, kalau tidak, mungkin kamu juga akan bernasib sama dengan wanita itu " sahut Anita yg berbicara ke arah aren sambil menunjuk Jeny yg berdiri di sudut kasir


awan yg keluar, sebenarnya tak kehilangan dan ketinggalan kartu kreditnya, dia hanya ingin melihat seperti apa trik yg ingin di mainkan Soni dan Anita , jadi dia keluar untuk berputar putar di sekeliling untuk sesaat agar bisa melihat trik yg akan mereka lakukan


Soni yg melihat kesempatan datang di depan matanya, tak menyia nyiakan hal itu, kini Soni mulai melangkah maju mendekati Jeny yg hanya sendirian itu " hai.. perkenalkan , namaku Soni, aku merupakan seorang anak dari pengusaha yg cukup berpengaruh di kota ini , ayah ku merupakan pejabat pemerintahan, dan aku juga mempunyai sebuah pusat perbelanjaan yg cukup besar di bagian Utara kota " dengan percaya diri Soni berkata dan berharap Jeny akan terpukau dengan identitas nya yg merupakan anak orang kaya itu


mendengar hal itu, Jeny hanya diam tak bergeming sedikitpun , Dimata Jeny, lelaki yg ada didepan mata nya saat ini hanyalah lelaki kaya yg tak tau malu, yg hanya bisa memamerkan harta kekayaan milik orang tua nya


Anita yg sadar akan tingkah Soni sedikit kuatir, di bandingkan dirinya, jelas jelas Jeny lebih berpuluh puluh kali lipat lebih cantik dari dirinya , lekas dia menarik Soni yg berada cukup dekat dengan Jeny dan memperlihatkan ekpresi yg tidak suka , tapi Anita tak berani mem provokasi Jeny karena belum tau identitas Jeny itu seperti apa, jadi Anita hanya bisa menunjukan ekpresi yg tidak suka saja untuk sekarang


Anita yg tak termakan provokasi dari Soni, sekali lagi tak bergeming dan hanya memperlihatkan sikap datar yg acuh tak acuh kepada mereka


tak habis disitu , Soni terus menunjukan kelebihan nya akan uang kepada Jeny, dia berkata, seandainya awan lari dan tak kembali, dia yg akan membayar semua tagihan ini, dan untuk tas edisi terbatas itu, dia akan memberikannya kepada Jeny sebagai hadiah perkenalan , tentu saja perkataan yg Soni ucapkan ini bagaikan Guntur di siang hari bagi anita, jelas jelas tas itu sebelumnya ingin di berikan kepada Anita , dan sekarang malah di berikan kepada wanita lain


" apa maksudmu, bukan kah tas itu akan kau belikan untuk ku sebagai kado ulang tahun ku saat ini, kenapa malah ingin kau berikan padanya" Anita yg sudah terpancing emosi sekarang tak peduli lagi akan apa yg akan terjadi


" setelah ku pikir pikir lagi, tas ini hanya cocok di gunakan oleh wanita cantik seperti wanita yg ada di depanku ini, dan sebagai permintaan maaf dariku, kamu boleh memilih hal yg lain " ucap Soni yg tak memikirkan perasaan Anita dan hanya terfokus melihat tubuh dan wajah Jeny dengan tatapan yg menjijikan

__ADS_1


tak lama berselang ,awan yg sedari tadi sudah berdiri di luar pintu, setelah cukup puas menyaksikan hal itu, kini kembali memasuki toko, dan berdiri di samping Jeny sambil memeluk pundak nya " sayang... maaf, tadi agak lama, jadi membiarkanmu menunggu sedikit lama , aku harap kamu tidak marah padaku, sebagai permintaan maaf dariku, aku akan membiarkan mu duduk di pangkuanku malam ini " mendengar dan menyadari dari maksud kata kata awan, Jeny hanya mencubit kecil pinggang awan "


melihat hal itu, Soni menjadi sedikit kesal dan tidak suka melihat awan merangkul pundak wanita yg dia suka " dari mana saja kau, mengapa begitu lama, apa kau berniat lari aah.. " awan yg semakin geram hanya berkata " apa urusanmu aku pergi kemana " tatapan dingin mulai terlihat di wajah awan dan membuat Soni tak berani lagi melihat dan bersuara


" sejak kapan anak ini begitu berani " ucap Anita yg terlihat heran dengan sikap awan yg tiba tiba tegas dan mencekam


awan pun mengeluarkan kartu kreditnya yg berwarna hitam ke emesan, jelas sekali Anita dan kedua teman perempuannya begitu terkejut, kartu ini setidaknya hanya bisa dimiliki oleh orang yg mempunyai kekayaan yg mencapai miliaran di bank " dari mana kamu mendapatkan kartu itu " ucap Soni yg juga ikut terkejut melihat kartu yg berwarna hitam keemasan di tangan awan itu


awan tak menghiraukan ucapan Soni dan segera memberikan kartu kreditnya kepada kasir , setelah selesai melakukan pembayaran, awan memegang tangan mungil Jeny dan memberikan tas itu kepadanya , terlihat Jeny begitu senang, wajah cantiknya yg mempesona menjadi memerah dan membuat senyumannya semakin cantik " makasih sayang" ucap Jeny yg bersandar di bahu awan


melihat pemandangan itu, Soni merasa terhina, sebelumnya dia belum perna merasa terhina seperti ini , dan untuk Anita, dia hanya bisa diam dan pergi begitu saja meninggalkan Soni dan kedua teman wanitanya , aren dan Sena juga ikut meninggalkan Soni dan menyusul Anita yg terlihat begitu menyedihkan di depan orang yg ingin mereka hina sebelumnya, apalagi tas yg sebelumnya dia incar cukup lama, kini berada di tangan wanita lain persis di depan matanya dan tak bisa berbuat apa apa lagi


awan yg merasa puas melihat Anita bersikap seperti itu, merasa penghinaan ini sudah cukup untuknya, agar kelak tak menilai rendah dirinya lagi dan berpikir ulang tentang dirinya , dan awan pun pergi bersama Anita dan meninggalkan Soni sendirian


Soni yg merasa hinaan ini begitu menyakitkan, iya pun pergi menyusul Anita dan kedua temannya kearah parkiran, terlihat Anita yg terduduk lemas di sebuah kursi dan dihibur kedua teman wanitanya , Soni yg tak ingin kehilangan semuanya dalam satu jalan, kini menghampiri Anita dan membujuknya dengan berbagai alasan, sadar akan membutuhkan Soni sebagai penyokong, dengan cepat Anita memberikan Soni kata maaf


tak lama berselang ,awan dan Jeny pun keluar dari pusat perbelanjaan itu dan menuju kearah yg sama dengan Soni dan Anita


" lihatlah mereka, cepat sekali akurnya " ucap awan sambil menjilat es krim yg iya pegang


Jeny yg menoleh kearah mobil tempat mereka parkir, kini mulai melirik ke arah awan, awan yg sadar akan mobil BMW yg parkir begitu dekat dengan pintu mobil sebelah kirinya hanya berkata " tunggu lah sebentar ,mungkin pemiliknya tidak akan begitu lama "


menyadari Jeny yg melirik kearah mobil BMW yg iya kendarai, kepercayaan diri Soni kini kembali muncul, dia bermaksud memamerkan mobilnya itu di depan awan dan Jeny, berharap harga dirinya yg hilang tadi segera kembali

__ADS_1


"""""


""""""


__ADS_2