
Ning yg sudah memasuki tingkatan alam Jin , dengan aura yg begitu kuat melontarkan jurus andalannya ,aura dari jurus yg di pertunjukan oleh Ning begitu menakutkan , terlihat bayang bayang dari seekor banteng yg keluar dari jurus yg di lakukan oleh Ning secara samar samar
" ini adalah serangan terkuat ku, dengan mengunakan serangan ini sudah banyak para kultivator hebat yg telah mati di bawah serangan ini , kamu cukup beruntung bisa melihat jurus ini dan mati olehnya " ucap Ning yg begitu percaya diri
Bara dengan segenap kemampuannya, mulai mengeluarkan seluruh chi melalui telapak tangan nya, bara berniat mempertaruhkan semuanya pada serangan kali ini, itu terlihat bahwa dia sedikit sadar akan kemampuannya yg masih jauh di bawa Ning, tapi dengan perlindungan batu giok yg diberikan oleh awan, Bara cukup percaya diri
" tuan, apakah aku harus menghentikan pertandingan itu, bagaimana pun hasil nya, mereka adalah orang orang kita, dan aku bisa melihat, laki laki yg bernama Ning itu ingin sekali menghabisi lawan nya itu " ucap Sun yg berkata
" tidak perlu, biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri, itu lebih baik daripada kita ikut campur " ucap Han sambil menikmati secangkir bir
" tuan muda, apakah tuan tidak ingin membantu bos bara, dilihat dari segi kekuatannya, aku takut bos bara tidak dapat bertahan lama dari serangan lawannya itu " ucap bawahan bara yg turut menyaksikan pertandingan
mendengar hal itu dari ucapan bawahan bara, awan hanya tersenyum kecil sambil berdiri dan memperhatikan pertarungan itu dengan serius
benturan dari serangan Ning dan Bara mulai terjadi,
Ning yg saat ini berada di tingkatan alam Jin melepaskan kekuatan penuh nya, begitupun dengan Bara
kabut mulai menyelimuti arena ring yg terlihat hancur oleh dampak serangan dari kedua pihak
" selesai sudah, dengan perbedaan tingkatan yg cukup jauh itu, pemenangnya sudah pasti bisa di tentukan " ucap salah serang laki laki paru baya dari keluarga Yan dari timur
" kekuatan yg cukup mengerikan, aku rasa lawannya pasti sudah mati dengan begitu tragis, dengan tingkatan seperti itu, petarung yg berada di alam pemurnian tubuh itu mati dengan harga diri yg tinggi " terdengar suara dari salah satu tuan muda dari keluarga Li berkata
" haa haa .itu namanya mati konyol , sudah jelas tingkatan alam nya begitu jauh, masih saja ingin mempertahankan harga diri, kematiannya memang pantas dia dapatkan " ucap tuan muda Yohan dari keluarga Yan
kabut yg menyelimuti arena ring mulai menghilang sepenuhnya, pemandangan yg terlihat di atas ring sungguh begitu jauh dari pemikiran semua orang yg menyaksikan , terlihat yg tergeletak di tanah itu bukanlah Bara yg berada di tingkatan alam pemurnian tubuh, melainkan Ning yg sudah memasuki alam Jin
" huuuk... huk.... b.. bagaimana mungkin kau yg berada di alam pemurnian tumbuh bisa mengalahkan aku yg sudah memasuki alam Jin " ucap Ning yg tergeletak di tanah dan menyemburkan dara segar dari mulutnya
__ADS_1
" hal itu tak perlu aku jelaskan kepadamu, mengingat kau yg merupakan suami dari adikku, dan pertemanan kita yg lalu, kali ini aku akan lepaskan mu " ucap Bara yg pergi meninggalkan ring dengan keadaan terluka sambil memegang perutnya
" t.. tunggu dulu, aku tidak butuh belas kasihan darimu " ucap Ning dengan nafas yg tak stabil
Bara yg tak menghiraukan ucapan dari Ning itu pun terus melangkah pergi meninggalkan arena yg sudah cukup hancur, Ning yg harga dirinya cukup terhina mendapat belas kasihan dari Bara, mulai mengeluarkan sebilah pisau yg ada di pinggang nya, Ning berniat mengejar Bara dan menusuk nya dari belakang
" aaaaahhh.. mati saja kau sialan, aku tak butuh belas kasihan darimu " terdengar suara Ning yg berlari dari belakang sambil menggenggam sebuah pisau
Bara yg cukup kaget dengan aksi yg dilakukan oleh Ning pun sudah tak sempat lagi untuk menghindar ,dengan kondisi yg sudah tak bertenaga, Bara hanya bisa pasrah dengan keadaan, Bara hanya memejamkan mata dan tinggal menunggu tusukan yg akan menancap kearah bagian tubuhnya ,
ketika Ning hendak menancapkan pisau yg ia pegang ke arah punggung bagian bawah Bara,
tiba tiba sesosok bayangan menghantam kepala Ning mengunakan kaki,
bayangan itu begitu cepat, sehingga orang yg menyaksikan gerakan itu tak melihatnya dengan begitu jelas, ternyata orang yg menendang kepala Ning itu adalah Awan
" seharusnya tidak semudah itu kamu melepaskan musuh mu, apalagi meninggalkan nya dengan keadaan masih bernyawa tampah ada sedikitpun pertahanan " ucap awan berkata
" siapa anak muda itu, gerakan nya begitu cepat, sampai sampai aku pun tak bisa melihat pergerakannya " ucap Han yg terkagum dengan gerakan yg telah awan buat
" melihat situasinya, saya rasa dia adalah teman atau salah satu kerabat dari pria itu, kalau tidak, tidak mungkin baginya untuk menyelamatkan pria itu begitu saja " ucap Sun menjawab pertanyaan dari Han
" coba kamu undang anak laki laki itu untuk datang menemui ku, aku sangat tertarik dengan nya " ucap Han
Sun pun turun ke arena itu dan ingin menyampaikan niat yg diutarakan tuanya , tapi langkah Sun telah didahului oleh Yohan dari keluarga Yan dari timur
Yohan yg melihat kecepatan awan saat menghalau serangan itu menjadi sedikit tertantang, Yohan berniat menjajal kemampuan yg dimiliki oleh awan, sekaligus mencari perhatian para petinggi organisasi kabut merah turut menyaksikan
" anak muda, kulihat gerakan mu cukup cepat, bagaimana kalau kita sedikit bertukar jurus " sahut Yohan yg berasal dari keluarga Yan itu dengan begitu sombong
__ADS_1
" apa yg dilakukan bocah itu, kenapa dia begitu tergesa gesah hanya untuk meladeni orang yg tidak tau asal usulnya itu " ucap tetua dari keluarga Yan yg sedikit kesal dengan sikap Yohan
" sepertinya aku perna melihat laki laki ini, tapi dimana ,kenapa aku merasa begitu familiar dengan wajahnya " ucap seorang pria muda dari keluarga Yan itu
" apa kamu mengenal anak laki laki itu Yanru " ucap pria paru baya dari keluarga Yan
" sebentar kakek, aku merasa perna melihatnya, coba aku ingat ingat dulu " ucap tuan muda ke dua dari keluarga Yan itu yg coba mengingat
melihat kedatangan tuan muda dari keluarga Yan yg begitu sombong itu, Awan hanya tersenyum kecil tampah menghiraukannya sedikitpun ,sedangkan Yohan yg terkenal cukup angkuh dan suka menindas orang lain itu, terlihat begitu kesal dengan sikap yg di tunjukan Awan kepadanya
" hai kamu, aku sedang berbicara denganmu, kenapa kamu tidak menjawab pertanyaan ku, kamu anggap aku ini tidak ada yah " terdengar suara dari Yohan yg begitu kesal kepada Awan
melihat sifat Yohan yg seperti itu, semua orang yg menyaksikan dan mendengar nya pun menjadi tertawa
" haaa haaa.. baru kali ini aku melihat tuan muda dari keluarga Yan itu diabaikan , rasanya aku puas sekali melihat ekspresinya yg seperti itu " ucap seorang laki laki muda dari keluarga Han sambil tertawa
Yohan yg menjadi bahan tertawaan semua orang begitu merasa kesal dan malu ,. Yohan tampah pikir panjang langsung menghampiri awan dan mengeluarkan serangan mendadak
" rasakan serangan ku ini bocah busuk, siapa suru kamu membuatku malu dihadapan semua orang " ucap Yohan sambil mengeluarkan jurus yg cukup kuat untuk menyerang Awan
belum sempat jurus yg di keluarkan oleh Yohan menyentuh tubuh Awan , Yohan menjadi seperti membeku hanya dengan Satu tatapan oleh Mata awan
tubuhnya menjadi gemeteran, keringatnya mulai bercucuran hingga seperti orang yg habis selesai mandi ,dan kakinya mulai goyah hingga terduduk dan berlutut dihadapan Awan
apakah yg dilihat oleh Yohan , sampai sampai dia menjadi begitu ketakutan dan bersujud di hadapan Awan yg hanya menatap nya satu kali
""""
""""''
__ADS_1