Mata Dewa Sang Awan

Mata Dewa Sang Awan
YIN dan YANG


__ADS_3

" di depan adalah tempat tinggal dari target yg di maksud, menurut info dari yg kita terima, pria ini juga merupakan seorang kultivator yg lumayan hebat " dua orang pria yg berbadan kekar sedang menuju kearah tempat kediaman awan berada saat ini


mereka berdua merupakan murid dari perguruan bangau hijau yg berada di luar kota


satu laki laki berpakaian hitam dengan rambut panjang seperti wanita, dan satu lagi berpakaian putih dengan rambut yg sama panjangnya, mereka berdua dikenal sebagai si kembar Yin dan Yang ,kekuatan dari dua pria ini lumayan terkenal hebat


biasanya mereka tak akan terlibat dalam urusan membunuh seperti ini, tapi karena awan merupakan seorang kultivator, mereka menjadi merasa tertantang dan ingin menjajal kemampuannya , apalagi yg meminta mereka adalah seorang teman lama yg mereka kenal cukup lama



" sepertinya hawa ini berasal dari dua orang yg berbeda, tapi apa maksud dari kedatangan mereka kemari, dan tingkatan mereka tak jauh berbeda dariku" awan yg merasakan hawa membunuh yg sedang menuju dengan cepat kearahnya segera berhenti dari pekerjaannya yg merapikan kamar dan menuju keluar untuk melihat


tak lama setelah awan keluar, awan melihat dua sosok manusia dengan sangat gesit dan cepat mulai datang ke hadapannya " haaa... haaa... tak aku sangka anak muda ini bisa merasakan aura kita dengan sangat jelas, lihat lah... dia telah menunggu kehadiran kita di luar " salah satu dari dua pria itu telah sampai dan berdiri dihadapan awan saat ini


" dasar bodoh, kau memancarkan auramu dengan begitu jelas, tentu saja dia bisa merasakannya " ucap pria yg satu lagi mengingatkan


melihat kedatangan dua pria ini dengan begitu cepat, awan sadar, dua orang yg ada di depannya nya saat ini tidaklah sesederhana kelihatanya " maaf senior, ada maksud tujuan apa kedua senior datang menghampiri ku" awan Tampa basa basi lagi, langsung menanyakan maksud dari kedatangan dua pria itu


" anak muda, aku cukup menghargai sifat dan sopan santun mu, jadi aku tak akan mempersulit mu untuk waktu yg lama, cepat katakan, kamu ingin mati dengan cara yg seperti apa " ucap laki laki yg di juluki Yang itu


mendengar perkataan dari laki laki yg berpakaian hitam itu, awan menjadi sadar akan niat kedatangan mereka, tapi awan cukup bingung, kenapa mereka menginginkan nyawanya " maaf senior, atas dasar apa senior menginginkan nyawa saya ini "

__ADS_1


" kami mendapatkan perintah untuk membawa kepalamu , tentu saja kami harus memenuhi permintaan ini "


" kalau saya boleh tau, siapa nama orang yg menginginkan kepala saya itu " ucap awan yg masih ragu dan penasaran akan siapa yg meminta kedua pria aneh ini datang menghampirinya


" haaa... haaa... karena itu adalah permintaan terakhirmu, aku pun tak akan sungkan untuk mengatakan, yg menginginkan kepalamu adalah keluarga Huang , mereka meminta kami berdua untuk membalaskan dendam putranya yg telah kamu bunuh dengan sadis, dan untukmu yg seorang kultivator, tak seharusnya kamu membunuh orang biasa sampai se sadis itu " mendengar perkataan dari salah satu pria itu, awan merasa itu tak mungkin ,dan dalam hati dia berpikir dan berkata" bagaimana mungkin bajingan Soni itu mati, pukulan ku hanya sebatas melumpuhkan nya saja , apa mungkin ada kejadian lain yg aku tak sadari "


tak mau ambil pusing dengan perkataan dari dua pria itu , awan bersiap untuk bertahan dari serangan yg akan dia terima, kali ini awan cukup serius dan tak meremehkan musuh yg ada didepan matanya, terlihat jelas bahwa dua pria ini terlihat tangguh



tampah bicara panjang lebar, Yin membuka serangan pertama kepada awan, Yin yg tak terlalu banyak bicara seperti rekanya Yang , mulai meluncurkan serangan yg cukup kuat kearah awan, Yin melesat cepat kearah awan dan mengeluarkan sebuah jurus dari telapak tangan nya, jurus ini masih dapat dihalau dan di hindari oleh awan, tak habis disitu Yin mulai mengeluarkan aliran chi dari tubuhnya, Yin tak ingin berlama lama dan ingin secepatnya menghabisi awan, "jurus ini bernama telapak BUDA , dengan jurus ini kamu bisa mati lebih cepat tampah ada rasa sakit" Yin mulai membentuk sebuah telapak yg cukup besar dari energi chi yg iya keluarkan , awan yg sadar akan kekuatan yg cukup kuat mulai mengarah padanya, kini mengeluarkan jurus pertahanan yg dia pelajari dari kitab yg ibunya berikan, awan mengeluarkan pertahanan yg berbentuk lonceng dari tubuhnya, ketika jurus dari Yin membentur lonceng yg terbentuk dari aura awan, jurus itu membentur dan tak mampu menghancurkan pertahanan yg telah awan bentuk


dengan energi chi yg menyelimuti tombak yg mengarah kearah awan, perisai yg menghadang tombak itu kini saling berbenturan, suara dan getaran akibat benturan itu begitu kuat " haaa haaa... aku rasa bocah ini pasti sudah tak sanggup lagi untuk bertahan" Yang yg merasa sudah berhasil menghancurkan perisai yg awan buat , kini tertawa dengan terbahak bahak



" kamu jangan senang dulu, serangan mu itu belum berhasil menghancurkan pertahanan ku ini " ucap awan yg masih berdiri di dalam perisai yg seperti lonceng itu " meskipun perisai yg awan gunakan belum hancur, tapi dampak dari serangan itu sangat menguras banyak energi, awan tak berniat untuk bertahan lebih lama , kini awan bermaksud ingin menyerang balik , Awan mulai mengeluarkan jurus yg cukup kuat dari tubuhnya " jurus ini bernama Guntur langit, dengan jurus ini aku rasa sudah cukup untuk melumpuhkan kalian berdua" kilatan petir mulai keluar dari tangan kanan awan, petir itu berbentuk seperti naga yg siap mengamuk, awan mengarahkan tangan nya kepada Yang yg berada paling dekat , Yang yg tak sempat bertahan itu terkena dampak serangan dari jurus awan, serangan dari awan mengarah persis ke dada bagian kirinya , akibat dari jurus awan, Yang terpental cukup jauh dan tumbang ,dara segar terlihat keluar dari sela sela mulutnya , tubuhnya masih mengeluarkan listrik akibat dampak serangan dari jurus awan yg begitu kuat itu" huuu... masih tersisa satu " keluh awan dengan nada yg cukup berat



" haaa haaa .... kalau kau kira aku mati begitu saja setelah terkena jurus mu itu, kau salah besar" tiba tiba Yang yg terpental itu bangkit kembali, meskipun mulutnya di penuhi dara segar yg jatuh bercucuran, Yang masih belum sepenuhnya mati

__ADS_1


"tak aku sangka, diusia mu yg masih begitu muda, kau sudah bisa mempelajari jurus yg sangat mematikan seperti itu, untung saja aku mempunyai barang pusaka pemberian guruku, kalau tidak, mungkin aku bisa saja mati konyol karena telah meremehkan mu " meskipun pusaka yg di berikan oleh gurunya hancur, Yang cukup beruntung masih bisa bertahan hidup dari serangan yg kuat seperti itu


awan yg sudah mengeluarkan jurus yg cukup banyak memakan energi, kini bersiap melancarkan jurus yg ke dua, awan sangat yakin, serangannya kali ini pasti akan membuat laki laki itu mati sepenuhnya ,. tapi sebelum sempat melancarkan serangan nya yg ke dua, tiba tiba pandangan nya menjadi kabur " k.... kenapa ini, kenapa kepalaku menjadi berat, t.. tubuhku serasa tak bisa digerakkan, a.. apa yg telah terjadi " awan yg seakan tak bisa mengerjakan tubuhnya, kini jatuh bertekuk lutut di tanah , kedua kakinya tak sanggup untuk menopang berat tubuhnya, dan tubuhnya tak bisa digerakkan , nafasnya seakan akan begitu berat


" haaa... haaa... tak aku sangka, hanya untuk melawan mu saja , kami mesti mengunakan cara kotor seperti ini, meskipun kekuatanmu cukup hebat, tapi pengalaman bertarung mu masih kurang, dunia ini begitu kejam, proses tak di perlukan disaat bertarung, yg di butuhkan adalah hasil akhirnya haaa.. haaa... " Yang yg mulai bangkit dari tempatnya berada saat ini mulai berjalan terbata bata kearah Yin yg ternyata sudah menabur bubuk racun kearah awan yg tadi menjadi lengah


" racun ini tak berbentuk dan juga tak be aroma, saat kau tadi lengah, aku jadi punya kesempatan untuk menabur nya, dalam waktu kurang dari satu jam, kau akan mati dengan sendirinya " Yin kini menjelaskan apa yg iya lakukan sebelumnya



awan yg kesadarannya mulai menghilang, kini sepenuhnya tumbang dan tergeletak di tanah " tak aku sangka, aku akan mati seperti ini "


melihat awan yg sepenuhnya telah tumbang, kedua pria ini berniat menghabisi awan terlebih dahulu,mereka harus memastikan awan harus benar benar mati sebelum membawanya kepada keluarga Huang yg telah menunggu, demi menghindari hal yg tak di inginkan


dan ketika salah satu dari mereka bersiap menghabisi nyawa awan , tiba tiba tubuh mereka terasa di tekan oleh kekuatan yg sangat besar


"a... apa... apa yg telah terjadi, k... kenapa aku seakan di tekan oleh kekuatan yg sangat besar, r... rasanya aku bisa mati kapan saja "


.........


.......

__ADS_1


__ADS_2